Perjalanan Cinta Edelyn

Perjalanan Cinta Edelyn
dihantui penyesalan


__ADS_3

Di tempat lain Jaden tengah berdiri di depan jendela besar apartemennya


Bayangan bayangan kejadian di hotel terus menghantuinya


Jaden pikir setelah menyakiti adiknya, hatinya akan lega tenang dan terpuaskan


Tapi ternyata...... semuanya jauh dari yang ia kira


Hatinya sakit dan tak tenang


Tangisan adiknya terus terngiang ngiang di telinganya


Sekarang hanya nama adiknya yang terus ia pikirkan


Dalam diamnya ia menatap minuman alkohol yang kekasihnya sediakan untuknya


Namun itu semua tak lagi dapat menenangkan hatinya


Seketika wajah cantik adiknya melintas di depan matanya


Adiknya tak suka kalau ia merokok


Tapi jaden melakukannya dengan kekasihnya


Adiknya tak suka dengan minuman alkohol


Tapi kekasihnya selalu mencekokinya dengan minuman laknat itu


Setelah lama merenung


Jaden sendiri tak tau apa yang ia inginkan sebenarnya


Jaden mengingat masa kecil ia dan adiknya


Dimana adiknya selalu menjadi tameng untuknya


Jaden yang boros selalu tak kekurangan uang jajan karena adiknya selalu menyisihkan sebagian uang sakunya untuknya


Jaden yang lemah dan penakut selalu aman karena adiknya selalu memukul orang yang berani menindas kakaknya


Mengingat hal itu ia tertawa hambar, dia merasa begitu bodoh


Kebaikan adiknya selama ini seolah hilang karena nafsu sesaatnya


" Sekarang aku harus bagaimana......?" tanya Jaden pada dirinya sendiri


" Aku yakin sekarang semua orang sedang mencariku "


Kalau sudah seperti ini ia serasa ingin membunuh dirinya sendiri


" Kenapa aku harus melukai Lyn karena masalah seperti itu ?" teriak Justin frustasi


Jaden meraih ponselnya dan menghubungi kekasihnya


" Halo.....kamu dimana ?" tanya Jaden to the poin


Nabila yang menerima telepon dari Jaden mendengus sebal


" Aku sedang liburan di pulau pribadi temanku....kamu baik baik di apartemen


Jangan keluar dulu sebelum keadaannya tenang " ucap Nabila kemudian memutuskan sambungan telepon


Sekarang yang ada dalam pikiran Nabila adalah melarikan diri dulu agar nantinya ia tak di kaitkan


Nanti setelah semuanya tenang, ia akan kembali lagi dengan kekasihnya yang bodoh itu


Lebih baik sekarang ia menikmati hidup saja


Sedangkan Justin termangu


Ia menyimpan kembali ponselnya di meja

__ADS_1


Sekarang ia tau jenis seperti apa wanita yang ia cintai sepenuh hati itu


Kata kata adiknya kembali terngiang di otaknya


Adiknya tak salah


Adiknya selalu menyayanginya


Adiknya selalu ada untuknya


Harusnya kalau ia mau seluruh harta jatuh ke tangannya


Ia tinggal bilang dengan adiknya


Jaden yakin adiknya itu akan dengan sukarela memberikannya


" Tapi apa yang sudah aku lakukan.....?" tanya Justin pada dirinya sendiri


*****


" Hay baby...... bangun sayang, jangan buat aku takut " lirih Aiden sembari menciumi punggung tangan istrinya


" Kamu tau.... semua orang sedang menunggu senyuman cantikmu baby..... bangun ya, jangan tidur terus"


" Lyn pasti bangun Aiden ..... putri mommy kan kuat, kamu juga harus makan supaya tetap bisa jagain dia" ucap mommy Ellen


" Aiden nanti makan bareng Edelyn mom...."


Ellen hanya bisa menghela nafas pasrah


Sudah berulang kali ia menawari menantunya itu untuk makan, tapi jawabannya selalu sama


Pandangan Ellen beralih pada suaminya yang tak jauh beda dengan Aiden


Duduk termenung dan menatap putrinya dengan tatapan kosong


Beberapa jam kemudian ruangan yang penuh keheningan itu kini berganti dengan kehebohan


" Kamu mau minum.....atau mau makan dulu? ngomong aja baby, jangan diem kayak gini....." ucap Aiden lembut


Istrinya itu hanya terus diam setelah sadar dan tau kalau ia kehilangan anaknya


Aiden dan semua orang berfikir kalau Alody akan menangis meraung raung dan mengamuk tak terima


Tapi respon istrinya sangat berbeda jauh dari apa yang bisa harapkan


Istrinya hanya diam tanpa sepatah katapun


Bahkan ia tak menangis sama sekali


Hal itu justru membuat Aiden dan semua keluarganya ketakutan


Aiden mengecup puncak kepala istrinya bertubi-tubi


Ia tak kuasa melihat istrinya dalam keadaan seperti ini


" Menangislah Baby.....jangan seperti ini "


Aiden menatap mata indah istrinya


" Aku juga hancur, sama hancurnya dengan kamu.....kita hadapi semua ini bersama sama ya"


" Lihatlah.... semua orang ada disini.....ada untukmu baby, jangan dipendam sendiri ya..."


Edelyn menatap satu persatu orang yang ada di ruangannya


Dalam lubuk hatinya yang terdalam ia masih mengharapkan kedatangan kakaknya


Aiden sendiri tau pasti kalau istrinya sedang mencari kakaknya


Entah terbuat dari apa hati wanita cantik yang menjadi istrinya itu

__ADS_1


Setelah semua yang sudah kakaknya lakukan, ia masih mengharapkan kedatangannya


" Kakak dimana....?" tanya Edelyn lirih


semua orang terdiam


Mereka tak tau harus menjawab apa


Sementara Dominic mengepalkan tangannya erat


Harusnya putra sulungnya itu tau dan mendengar.... kalau adiknya yang sudah ia sakiti sedemikian rupa masih sudi mencarinya


" Sayangnya daddy..... jangan pikirin apa apa dulu yah, kakakmu lagi ngambek, nanti juga baik sendiri "


" Emmm.... Lyn yang salah Daddy, ly6 sudah menyakiti hati kakak...."


Dominic mendongakkan kepalanya menahan air matanya yang siap menetes


putrinya adalah kelemahan terbesar dalam hidupnya


Dan sekarang di depan mata kepalanya sendiri ia melihat tatapan putus asa dan kesedihan yang mendalam di wajah cantik putrinya


" Tak ada yang salah disini..... kalau ada yang perlu disalahkan, salahkan saja mommy dan daddy yang tanpa sadar membuat kakakmu sakit hati"


" Jangan seperti ini princess..... jangan salahkan dirimu sendiri, percaya sama daddy....... daddy akan memperbaiki semuanya untukmu sayang " ucap Dominic seraya membawa tubuh putrinya ke dalam pelukan hangatnya


" Termasuk anakku .....?"


Jderrr


Ucapan Edelyn seketika membuat Dominic terdiam membeku


Tak hanya Dominic, semua orang juga sama terdiam mendengar ucapan Edelyn


Sungguh mereka tak tau harus dengan cara apa menghibur wanita cantik itu


Karena mereka sendiri pun tau kalau itu semua tak mudah


Kehilangan anak karena seseorang yang amat sangat kita sayangi


Kakek Aiden berjalan menghampiri cucu menantunya yang tengah dipeluk erat oleh Daddy-nya


Ia mengelus rambut panjang Edelyn yang kusut


" Hidup mati manusia Allah yang mengatur sayang..... Percaya sama kakek, kalian berdua pasti akan cepat mendapatkan penggantinya


Anggap saja Allah lebih menyayangi anak kalian.....maka dari itu ia mengambilnya agar anak kalian tak merasakan kejamnya dunia ini "


Kakek Aiden menghela nafas sejenak


" Jangan tangisi yang sudah pergi..... lihatlah semua orang disini ada untukmu "


Dalam pelukan Daddy-nya Edelyn mengangguk tanda mengerti


Ia sendiri juga teramat sangat sedih, tapi ia tak sebodoh itu untuk mengabaikan orang orang di sekelilingnya


Ia hanya butuh waktu untuk mencerna semuanya


Karena bagi dia semuanya terlalu tiba tiba


Edelyn merenungkan hidupnya di masa lalu


Dan itu menjadi pukulan telak untuk dirinya


Mungkin rasa sakit yang ia rasakan saat ini adalah karma dari perbuatannya dahulu


*****


Terimakasih sudah membaca ceritaku


Jangan lupa like vote dan comentnya guys

__ADS_1


Hadiahnya juga otte


See you 🥰🥰🥰


__ADS_2