
Edelyn memasuki perusahaan pribadi milik daddy-nya, setiap orang yang berpapasan dengannya akan selalu menunduk dan menyapanya dengan hormat
Siapa pula yang tak mengenal Edelyn, putri tunggal Dominic Skylar dan istri dari tiran kejam Aiden Al-kadafi
Edelyn pun membalas sapaan tiap orang, karena seringnya ia kesini, hampir setiap karyawan daddy-nya ia kenal dengan baik
Sesampainya di ruangan daddy-nya, hal yang pertama ia lihat adalah keadaan daddy-nya yang miris
Tak ada lagi sosok perfeksionis dan tegas yang nampak dari daddy-nya
Semuanya seakan hilang ditelan bumi....
" Aku tau semua ini berat untuk daddy, tapi bisakah daddy menjaga diri daddy sendiri
Setidaknya lakukan ini demi Edelyn" ucao Edelyn yang sudah bersimpuh di hadapan kursi daddy-nya
Hatinya sakit, lebih sakit dari sekedar ditinggal mommy dan kakaknya
Dominic sendiri terkejut bukan main melihat putrinya bersimpuh di depannya, karena terlalu banyak melamun ia sampai tak menyadari kedatangan putrinya
" Astaga sweet heart, apa yang kamu lakukan? bangun sayang, jangan seperti ini"
Pinta Dominic yang sudah mulai berkaca-kaca menahan tangisnya
Edelyn pun bangkit dan memeluk daddy-nya erat, ia menangis terisak-isak di pelukan daddy-nya
Tak jauh beda dengan Dominic, pertahanan nya juga runtuh dan berakhir menangis di pelukan putrinya
Mencoba melepaskan sesak yang terus menggerogoti tubuhnya
Setelah beberapa saat menangis, akhirnya kedua orang itu terdiam
" Kalau berpisah dengan mommy begitu menyakitkan, Edelyn janji akan membawa mommy kembali untuk daddy
Tapi Edelyn mohon, jangan seperti ini dad" ucap Edelyn di tengah keheningan ruangan kantor Dominic
" Tidak sayang, ini memang menyakitkan tapi untuk kembali dengan mommy mu, daddy tak bisa lagi sayang
Mungkin semuanya hanya butuh waktu, daddy yakin akan hal itu"
" Seyakin apa Daddy....?"
" Seyakin cinta Daddy padamu sweet heart, maaf karena sudah membuat mu khawatir
Daddy sama sekali tak bermaksud" ujar Dominic seraya mengelus rambut putrinya
" Di maafkan tidak ya.....?" goda Edelyn
" Hey apa apaan ini, tentu saja harus dimaafkan
Memangnya putri kecil daddy ini tak mau memaafkan daddy-nya hemm?"
" Tentu mau, tapi ada syaratnya "
__ADS_1
" Syarat apa lagi coba, katakan princess
Apa yang harus Daddy lakukan untuk mendapatkan maaf dari tuan putri ini?"
" Daddy hari ini harus mengatakan ya untuk setiap permintaan Edelyn"
" Apa harus begitu?" goda Dominic balik
" Daddy......tentu saja harus, kalau Daddy tak mau, Edelyn ngambek loh"
" Baiklah baiklah, apapun untuk putri kecil daddy" jawab Dominic akhirnya, entah apa yang ingin dilakukan putri kecilnya
Dominic sangat senang, dia tau putri kecilnya itu tengah berusaha untuk menghibur dirinya
" Pertama bersihkan diri daddy terlebih dulu, setelah itu kita pergi......go Daddy " pekik Edelyn seraya mendorong tubuh besar daddy-nya menuju kamar pribadi yang ada di ruangan daddy-nya
Sambil menunggu, Edelyn menghubungi suaminya
Ia meminta izin untuk jalan-jalan dengan daddy-nya satu hari ini
Walaupun sempat diprotes keras oleh suaminya, dengan segala bujuk rayu akhirnya Aiden mengizinkannya untuk pergi
Beberapa saat kemudian Dominic keluar dari kamar pribadinya, penampilannya saat ini jauh berbeda dari sebelum kedatangan putrinya
Dia saat ini hanya mengenakan kaos hitam polos yang mencetak tubuh atletisnya dengan celana jeans
Edelyn tersenyum simpul melihatnya, rasanya sudah lama ia tak melihat daddy-nya berpenampilan seperti ini
Sehari-hari daddy-nya akan memakai pakaian resminya karena tuntutan pekerjaan
Kalaupun di tak bekerja, daddy-nya akan menghabiskan waktu di rumah saja
Berbeda dengan mommy nya yang suka bepergian
" Daddy ku tampan sekali" puji Edelyn
" Tentu saja, daddy-nya Edelyn memang selalu tampan
Apa kamu baru menyadarinya sweet heart?" ucap Dominic dengan pedenya
" Ya ya ya daddy ku memang yang paling tampan, sekarang ayo kita pergi
Putri kecil daddy ini akan mengajak daddy bersenang-senang" ajak Edelyn seraya menggaet lengan kekar daddy-nya
Mereka berdua pun keluar kantor dengan saling bercanda
Aron yang melihat atasannya tertawa bahagia ikut senang, dia tak rela jika melihat tuannya terpuruk lagi karena orang yang sama
Sepanjang perjalanan keluar kantor, pegawai pegawai Dominic terperangah melihat penampilan bosnya
Bahkan jika bersanding dengan putrinya saat ini, Dominic tak kelihatan seperti seorang ayah
Dia malah seperti sugar daddy yang hot dan seksi
__ADS_1
****
" Daddy go Daddy gooooo......" heboh Edelyn seraya menarik-narik tangan daddy-nya yang berkeringat dingin
" Daddy ih, ayo cepetan daddy..... Edelyn mau naik itu lagi" rengek Edelyn karena daddy-nya masih bergeming di tempat
Sekuat apapun tangannya menyeret, tubuh daddy-nya tak bergerak sama sekali
" No sweet heart, kita istirahat sebentar yaj
Aduh jantung Daddy serasa mau lepas kayaknya, masak kamu sih" bujuk Dominic dengan wajah memelas
Edelyn berbalik dan menatap wajah daddy-nya, wajah yang biasanya datar kini tampak tak berdaya dengan penampilannya yang cukup acak-acakan
Namun itu semua tak meruntuhkan pesona daddy-nya
Karena tak tega akhirnya Edelyn mengalah
" Okey Daddy menang kali ini, kita istirahat sebentar tapi setelah itu kita lanjut lagi lo ya" pinta Edelyn yang dijawab anggukan pasrah Dominic
" Daddy kenapa gak semangat sih, seru tau" goda Edelyn
Dia baru tau kalau daddy-nya yang garang itu ternyata takut dengan ketinggian
Tak cocok sekali dengan tubuhnya yang tinggi dan kekar
Dominic lantas membawa Edelyn menuju area istirahat, dia mendudukkan putrinya ke kursi yang kosong
" Istirahat disini dulu ya, kamu mau minum apa biar daddy belikan" ucap Dominic seraya melihat sekelilingnya
" Edelyn mau es Boba rasa coklat Daddy dan juga pisang coklat yang ada di sana dad, boleh kan?" pinta Edelyn seraya menunjuk kios pisang coklat yang terletak paling ujung
" Tentu saja boleh, bukankah hari ini Daddy harus terus mengatakan ya untuk putri kecil ini" jawab Dominic seraya menjawil hidung mungil putrinya
" Kenapa hari ini saja? setiap hari daddy harus menuruti permintaan Edelyn pokoknya" kekeh Edelyn tak terima
" Iya iya, apapun untukmu princess
Duduk diam disini, daddy akan segera kembali, jangan kemana-mana oke" ucap Dominic sebelum pergi meninggalkan putrinya, hatinya terasa lepas karena kebersamaan mereka
Dominic memang sangat mencintai Ellen namun cintanya pada wanita itu tak sebanding dengan rasa cintanya kepada putrinya Edelyn.....
Sementara Edelyn menatap daddy-nya penuh haru, rencananya menghibur daddy-nya di taman bermain berhasil
Setidaknya hari ini daddy-nya itu bisa tertawa lepas bersamanya
"Semoga saja esok dan seterusnya daddy akan bahagia
Apapun akan Edelyn lakukan agar daddy bisa tersenyum bahagia" gumam Edelyn
*****
Jangan lupa tinggalkan jejak
__ADS_1
Like vote dan komen, hadiahnya juga oke