
Hari demi hari sudah berlalu, Alody pun sudah keluar dari rumah sakit
Tapi kegelisahan masih menyelimuti hatinya, apalagi saat ini suaminya tak membawanya kembali ke mansion mereka melainkan ke mansion besar Al kadahfi
Begitu juga dengan keluarganya sendiri, hanya oma opa dan Daddy-nya saja yang mendampinginya tak ada mommy-nya apalagi kakaknya
" Apa yang kau lamunkan baby?" tanya Aiden saat melihat istrinya tampak murung dan melamun
" Tak perlu ku jawab pasti kamu sudah tau Ai..." jawab Alody apa adanya
" Maafkan aku baby.....aku tak bermaksud menyembunyikannya
Insyaallah nanti daddy akan membicarakan ini semua langsung denganmu sayang
Jangan membebani pikiranmu lagi baby, ingat kata dokter Sam tadi"
" Hmmmm.......Ai apakah nanti aku akan memilikinya lagi?" tanya Alody tanpa menatap suaminya
Aiden tersenyum pahit melihat istrinya yang lagi lagi sedih
" Kita akan memilikinya lagi baby, aku janji akan menghadirkannya sebanyak apapun yang kau mau
Jadi kau harus cepat sehat agar kita bisa membuatnya" ucap Aiden seraya menjawil gemas hidung mungil istrinya
Kesedihannya sedikit menguap melihat suaminya yang senantiasa berusaha untuk menghiburnya
Ia harus mengikhlaskan kepergian baby-nya, ia yakin Allah akan memberikan hadiah yang lebih baik nantinya
" Apakah perjalanannya masih lama? Eh.....eh tunggu dulu, bukankah ini jalan menuju mansion utama keluarga Skylar
Apa kita akan mampir dulu di mansion Oma opa Ai?" tanya Alody dengan raut kebingungannya
" Kita akan mampir kalau kau mau baby, tapi kita akan menuju mansion utama keluarga ku
Letaknya tak jauh dari mansion utama Skylar, jadi Daddy akan tetap menjadi tetangga kita" ucap Aiden dengan kekehan kecil di akhir kalimatnya
Ia masih tak bisa mengerti dengan kebucinan mertuanya itu
Tapi mungkin nanti ia akan seperti itu jika memiliki putri atau bahkan lebih
Apa sebaiknya aku tak memiliki putri saja ya agar aku tak bodoh bodoh amat seperti Daddy Nic?
Tapi kalau memiliki putra nanti ia akan merebut perhatian istrinya.....
Aduh ......jadi bingung sendiri
" Ai......" teriak Alody di depan wajah suaminya sampai sang empunya berjengit kaget
" Astaga..... jangan mengagetkanku seperti ini baby"
" Aku sudah berulangkali memanggilmu tapi kamu malah asyik senyam-senyum" sewot Alody
" Maaf baby, aku hanya memikirkan untuk memiliki anak perempuan atau laki-laki"
" Mengapa harus dipikirkan?" tanya Alody bingung
__ADS_1
" Ya tentu saja harus......aku tak mau anak laki-laki karena nanti ia pasti akan merebut perhatian mu dariku apalagi aku tak suka kalau ada laki-laki yang menyentuhmu baby
Dan kalau anak perempuan aku nanti pasti akan tak rela jika ia diambil dari pelukan kita berdua
Astaga......aku tak bisa membayangkannya baby" ucap Aiden dengan nada mendramatisir nya
" Hahaha......kau ada ada saja Ai
Aku sampai tak habis pikir dengan pemikiran mu itu, lagipula kita baru saja kehilangan jadi kecil kemungkinan kita bisa memilikinya lagi
Apalagi.......Emmmppttt"
Ucapan Alody terpotong oleh ******* hangat dari Aiden, ia tak suka jika istrinya terus berprasangka buruk
Lagipula apa yang harus di takutkan, dokter juga sudah mengatakan kalau keadaan istrinya bak-baik saja walaupun ia habis keguguran
Semuanya akan membaik seiring berjalannya waktu
Ciuman hangat itu berlangsung hingga beberapa menit, Thom dan Felix yang duduk di depan pun senantiasa menutup telinga dengan wajah yang memerah
Tuan mereka berdua itu memanglah sangat tak tau tempat
" Kau membuatku malu Ai....." protes Alody begitu Aiden melepaskan ciumannya
" Hukuman kecil untuk istri nakal seperti mu baby, dan juga jangan hiraukan kedua curut itu
Anggap saja mereka batu...." ucap Aiden dengan seenaknya
Alody mengulum bibirnya menahan tawa mendengar suaminya menistakan kedua asistennya sendiri
Seandainya suaminya bukan lah tuan mereka, mungkin saat ini suaminya akan diajak berduel
Eh tapi tetap saja mereka berdua akan kalah, ilmu beladiri suaminya tak bisa dianggap enteng
Beberapa menit kemudian mobil yang membawa Alody dan Aiden sampai di depan gerbang besar berwarna hitam
Tak ada logo atau lambang di depan gerbang itu tak seperti mansion besar Skylar yang memiliki logo S dengan lambang kupu-kupu di gerbangnya
Begitu gerbang dibuka deretan pohon Pinus menghiasi sekeliling jalan
Jalanan yang cukup untuk dilalui dua mobil itu tampak indah karena dikelilingi padang rumput yang menyejukkan mata
Butuh waktu sekitar sepuluh menit dari gerbang hingga mobil yang mereka tumpangi sampai di depan bangunan besar bernuansa putih dan biru
Sangat megah dan indah.....tapi setelah ia lihat lihat sangatlah tak cocok dengan kepribadian pemilik bangunan tersebut
Apalagi calon pemilik selanjutnya, yang sudah pasti adalah suaminya sendiri
Lelaki datar yang sangat menyukai warna hitam
Hampir semua barang barang pribadinya berwarna hitam
Tapi untung saja begitu ia menikah dengannya suaminya ini tak memaksakan seleranya, kalau tidak ia tak bisa membayangkan tinggal di tempat yang bernuansa gelap dengan barang barang yang berwarna gelap juga.....Oh no
Terbukti dengan mansion yang mereka tinggali waktu itu, semuanya sesuai dengan seleranya
__ADS_1
Dari warna desain hingga barang-barang nya pun mengikuti seleranya
Apalagi Padang bunga lavender yang memang ia idam-idamkan
" Kenapa bengong saja baby, ayo keluar semuanya sudah masuk kedalam" ajak Aiden
" Oh maaf Ai, aku hanya sedikit terpesona saja
Aku tak menyangka selera kakek Haidar seperti ini, kupikir ia pria kaku seperti mu"
" Hmmm......aku memang pria kaku baby
Apalagi yang dibawah sini, ia benar benar sangat kaku dan tempramen
Melihat wajah cantik mu saja ia sudah marah dan ingin keluar dari sayangnya baby" ucap Aiden dengan suara seraknya
Alody menggaruk tengkuknya bingung melihat suaminya yang tak tau waktu dan tempat
Padahal bukan itu maksudnya, tapi dasar suaminya saja yang omes
" Jangan mengada-ada Ai......"
Melihat wajah jengkel istrinya, Aiden menyudahi kejahilannya
Padahal yang ia ucapkan memang benar adanya, saat ini ia tengah mati-matian menahan diri
Mengingat istrinya masih sakit dan ia diwajibkan berpuasa untuk beberapa minggu kedepannya
" Maafkan aku baby aku hanya bercanda, mansion ini kakek bangun untuk almarhum nenek
Dan seperti diriku yang begitu memujamu baby, kakek juga sangat memuja istrinya
Semua yang ada disini ia bangun untuk istri tercintanya
Ayo masuk dulu, masih banyak waktu untuk bercerita
Daddy Nic menunggu mu baby....."
Alody pun mengangguk dan menerima uluran tangan suaminya
Ia jadi penasaran dengan apa yang ingin Daddy-nya bicarakan
Tapi satu hal yang ia tau, ini semua pasti Bukanlah hal yang baik apalagi melihat wajah tegang semua orang
*****
Lama gak update semoga gak pada lupa ya
Tetap dukung terus dan jangan lupa like vote dan comentnya
By the way..... mampir juga di cerita e yang satunya guys
Masih bertema fantasi tapi ini di zaman kuno kuno gitulah....
__ADS_1
See you next time 🥰🥰🥰