
Tengah malam Aiden terbangun dari tidurnya, dia memandangi gadis yang tidur nyenyak di pelukannya
Ia masih tidak percaya, gadis kecilnya membalas cintanya
rasanya......ia sungguh ingin menangis saking senangnya
ia kemudian memandangi setiap inci wajah gadisnya, bulu mata lentiknya yang terpejam, hidung kecilnya yang mancung, pipi gembilnya yang sedikit merona alami, dan terakhir bibir gadisnya yang membengkak dan merah karena ciuman mereka tadi
Aiden meneguk ludahnya kasar, mencoba memejamkan matanya untuk menahan hasrat yang tiba-tiba datang
Bagaimana bisa dia setergila gila ini dengan seorang gadis kecil
Tapi ia tak menyesali perasaannya itu, karena baginya hanya Edelyn yang pantas membuatnya tergila-gila
****
Waktu berlalu begitu cepat....
Saat ini Edelyn tengah duduk tegang di aula sekolah, dia berharap usaha belajarnya selama ini memberikan hasil yang terbaik
Di kehidupannya dulu, momen ini adalah momen yang paling memalukan bagi keluarga Skylar karena Edelyn tidak lulus UN dan kembali mengulang sekolahnya
Saat ini Edelyn hanya berharap dia bisa lulus sekolah dengan nilai akademik yang cukup baik
Melihat kegugupan putrinya, Ellen menggenggam tangannya dengan lembut
" Sayang jangan cemas, apapun yang terjadi kami akan tetap mendukungmu" ucap Ellen
Edelyn memanyunkan bibirnya, dia tahu keluarganya selalu mendukungnya
Tapi itu justru membuatnya merasa bersalah karena tidak bisa membanggakan mereka
Ellen dan Dominic hanya bisa berdoa, semoga Edelyn bisa lulus UN walaupun dengan nilai terendah sekalipun
Setelah acara penyambutan dari kepala sekolah, para orang tua murid dipersilahkan mengambil raport putra putri mereka
Dominic sendiri kembali duduk di samping keluarganya setelah mengambil raport Edelyn
Dia dengan gemetar membuka raport putrinya
Rata-rata nilai 97'8
Peringkat ketiga paralel ( dari 185 siswa )
peringkat pertama ( dari 35 siswa di kelas )
Dominic menjatuhkan raport putrinya saking terkejut, dia dan istrinya menatap putrinya tak percaya
Edelyn menoleh ke arah Daddy-nya saat buku raportnya terjatuh
Dia menundukkan kepalanya saat melihat tatapan daddy dan mommy nya
Dia memang belum melihat isi raportnya, Edelyn terlalu gugup dan membuat dia memejamkan matanya tak siap melihat hasil usahanya selama ini
apakah hasilnya seburuk itu, padahalkan aku sudah berusaha
__ADS_1
tapi kenapa hasilnya tetap sama ?batin Edelyn
" Maafkan Alody karena sudah membuat kalian kecewa " Isak Edelyn yang tak bisa menahan air matanya lagi
Dominic dan Ellen yang melihat putrinya menangis menjadi panik
Berbeda dengan tatapan para orang tua murid lainnya, mereka berfikir kalau Edelyn menangis karena nilainya yang buruk
Karena semua orang tahu, betapa bodohnya nona muda Skylar itu
" Hey.....sayang tenanglah
Kau tidak pernah mengecewakan kami ,berhentilah menangis.....daddy mohon " ucap Daddy Nic menenangkan putrinya
" Lyn tahu kalian akan berbicara seperti itu, tapi Lyn sungguh sudah membuat keluarga Skylar malu " gumam Edelyn dalam pelukan Daddy-nya
" sayang .... lihat dulu raportnya, kamu tidak mengecewakan kami, kami malah sangat bangga padamu " ucap Ellen sambil mengelus rambut putrinya
Edelyn menghentikan tangisnya dan membuka raport yang di pegang mommy-nya
Ia terbelalak kaget melihat isi raportnya, dia menatap kedua orang tuanya dan tersenyum bahagia
" Aku berhasil mom.....aku berhasil.." ucap Edelyn di pelukan mommy-nya
Pelukan Edelyn dan mommy-nya terlepas saat mendengar suara kepala sekolah di atas panggung
" Dan untuk acara terakhir adalah, pemberian piagam untuk juara paralel dari 1 sampai 10 " ucap kepala sekolah
Edelyn tersenyum menatap kedua orang tuanya , akhirnya dia bisa membuat daddy menangis bahagia
"Edelyne Skylar.... juara ketiga paralel " panggil kepala sekolah
Semua orang menganga mendengar ucapan kepala sekolah, bagaimana mungkin murid bodoh bisa menjadi juara paralel
Dengan sisa keterkejutan yang masih ada, Dominic dan Ellen tersenyum bangga berdiri di atas panggung menemani putri semata wayangnya menerima penghargaan
" Selamat tuan dan nyonya Skylar, saya turut senang melihat perubahan nona Skylar
Dan untuk juara 1 sampai 3 paralel akan mendapatkan undangan dari beberapa universitas terbaik di kota ini, anda bisa melihatnya nanti " ucap kepala sekolah
" Terima kasih..... nanti saya akan diskusikan dengan putri saya terlebih dahulu" ucap Dominic dan menjabat tangan kepala sekolah
Setelah acara pemberian piagam selesai, kepala sekolah memberi pengumuman untuk acara kelulusan sekolah
" Karena sekarang sedang masa pandemi maka dengan berat hati, acara kelulusan dan promnight ditiadakan
Dan untuk para wali murid yang masih meragukan hasil ujian kelulusan ini,
Anda semua bisa mengecek video semua murid saat sedang melaksanakan ujian di forum sekolah" tutup kepala sekolah
*****
Edelyn tersenyum menatap pantulan dirinya di cermin, dia sangat puas melihat penampilannya saat ini
Malam ini dia ada janji dinner dengan Aiden untuk merayakan kelulusannya tentu saja
__ADS_1
Edelyn menggunakan mini dress hitam tanpa lengan, membuat kesannya lebih sexy dan dewasa
" Apakah aku sudah cukup pantas untuk bersanding dengan Aiden...?" pikir Edelyn
" Lyn....apa kau belum selesai?
Aiden sudah menunggumu sedari tadi !" teriak Jaden dari luar kamar
Edelyn segera membuka pintu
" Bagaimana dengan penampilanku kak ..?" tanya Edelyn harap harap cemas
" Oh my Gosh.....kau bisa membuat pria kaku itu khilaf Lyn " ucap Jaden setelah melihat ku dari atas ke bawah
Edelyn malah menyengir mendengar pendapat Jaden, ia segera berlalu ke bawah untuk menemui Aiden
" Hey....kau benar benar akan pergi dengan penampilan seperti itu ?" teriak Jaden karena Edelyn tak menghiraukan perkataannya dan berlalu begitu saja
" Ckkk.....gadis itu... sepertinya dia memang ingin dimakan habis oleh pria kaku itu" gumam Jaden
*****
" Maaf membuatmu menunggu Ai.. !" sapa Edelyn begitu sampai di depan Aiden
Aiden sendiri tersedak tehnya saat melihat penampilan gadisnya
" apakah penampilanku begitu buruk, sampai semua orang bersikap seperti itu ?" pikir Alody dengan cemberut
Aiden tertawa melihat raut wajah Edelyn yang cemberut, wajahnya yang imut itu sungguh berbanding terbalik dengan penampilannya yang sexy
" Aargh..... kenapa gadisku berpenampilan menggoda seperti ini sih ?lekukan tubuhnya sungguh sempurna untuk seorang gadis yang baru berumur 17 tahun. " batin Aiden
" Heyy..... kenapa menunduk ?? kau sangat cantik dan hot sayang, jadi angkat dagumu dan mari kita berangkat " ucap Aiden sembari menggenggam tangan Edelyn
Edelyn tersenyum dan menganggukkan kepalanya
Sampai di mobil Edelyn menatap bingung orang asing yang di dalam mobil mereka
" Dia siapa Ai...?" tanya Edelyn
Aiden tersenyum manis dan mengecup dahi gadisnya lembut
" aku suka dengan panggilan baru darimu sayang.... perkenalkan, dia Thom
Felix sedang aku tugaskan ke luar negeri"
Sepanjang perjalanan menuju tempat dinner, mereka asyik bercanda tawa dan berpelukan mesra mengabaikan seseorang yang berada di balik kursi kemudi
" kenapa aku sial sekali sih, baru pulang sudah disuguhi pemandangan yang membuatku merana " ucap Thom dalam hatinya
*****
Terimakasih sudah membaca ceritaku
jangan lupa like vote dan comentnya guys
__ADS_1
see you next chapter 🥰🥰🥰