
"Hey..... kenapa memasak sebanyak ini baby ?" tanya Aiden begitu memasuki dapur
Tadinya ia kebingungan mencari keberadaan istrinya, tapi setelah mencium aroma kue yang begitu harum ia tau harus mencari kemana
Edelyn yang sedang mengaduk adonan mencebikkan bibirnya, dia sengaja mencari kesibukan agar tak selalu berduaan dengan suaminya
Bisa lebur tubuhnya jika terus bersamanya
Aiden mencomot muffin panas yang tampak berkilauan karena baru saja diolesi dengan mentega yang lembut
Aiden benar benar dibuat takjub dengan hasil karya istrinya yang selalu memuaskan lidahnya
Dia sangat beruntung karena memiliki istri yang tak hanya pandai memuaskannya di ranjang, tapi juga pandai memuaskan perutnya
Mungkin lima tahun ke depan tak akan ada Aiden si pria hot dan sexy, dia pasti sudah berubah menjadi pria gendut dengan perut buncitnya
Edelyn tersenyum menatap wajah suaminya yang tampak lahap menikmati muffin buatannya
Padahal suaminya itu sama seperti kebanyakan pria yang tak suka dengan pastry dan sanak keluarganya
Tapi entah kenapa suaminya selalu menghabiskan apapun yang ia buat
Setelah semuanya selesai, Edelyn menata makanannya di pondok dekat kolam renang
Ia sengaja memilih tempat itu karena ingin menikmati hangatnya sinar matahari
Menu sarapan yang Edelyn buat luar biasa banyak
Ada muffin madu, biskuit cokelat dan seloyang penuh pie apel yang baru saja ia keluarkan dari oven
Sebenarnya Aiden ingin protes karena istrinya memasak terlalu banyak
Bukannya tak suka, ia hanya takut kalau istrinya kelelahan
Tapi saat dia mengutarakan kekhawatirannya istrinya itu langsung cemberut dan membuat ia angkat tangan
Aiden tak mau mengulang kebodohannya lagi, bisa merana ia jika istrinya ngambek lagi
*****
Villa benar benar sepi saat di malam hari, para pekerja sudah kembali ke rumah masing-masing
Aiden dan Edelyn memutuskan menghabiskan waktu mereka di perpustakaan
Sebenarnya Edelyn hanya ingin menemani suaminya untuk memeriksa beberapa pekerjaan yang dikirimkan oleh Felix
Edelyn terkekeh melihat Aiden yang mengerjakan pekerjaannya dengan wajah masam
Padahal suaminya itu sudah mengajukan cuti dan memperingatkan semua orang agar tak mengganggu bulan madunya
Tapi mungkin pekerjaannya terlalu urgent sampai sampai Felix memberanikan diri mengganggu tuan mudanya
Ia berani bertaruh kalau sekarang Felix dan Thom sedang menggigit jari mereka dan berjalan mondar-mandir karena ketakutan
Tanpa sadar Edelyn tertidur di sofa karena lelah
Aiden yang melihat istrinya tertidur di sofa merasa bersalah
Ini semua gara gara kedua curutnya yang terlalu bodoh itu, masalah sepele saja mereka tak bisa menanganinya
__ADS_1
Aiden mengirim file yang sudah selesai dan menutup laptopnya
Dia menghampiri istrinya dan ingin menggendongnya menuju kamar
Tapi baru saja ia menyentuh tubuhnya, istrinya sudah terbangun
" Sudah selesai Ai...?" tanya Edelyn sambil mengucek matanya
Aiden meraih tangan istrinya yang menggosok kedua matanya, dan mengusap kelopak matanya dengan gerakan yang begitu lembut
" Jangan digosok baby, nanti sakit "
Aiden mengangkat tubuh Edelyn dan menggendongnya
Dia berjalan menuju dapur, karena ia teringat istrinya itu belum makan malam
" Malam ini biar aku yang memasak untukmu my queen " ucap Aiden setelah mendudukkan istrinya di kursi meja makan
" Oke .....aku menanti karya masterpiece mu my king" ucap Edelyn balik menggoda suaminya
Aiden terkekeh ringan dan mulai melakukan pekerjaannya
Malam ini dia ingin membuat makanan yang simpel dan cepat saja
Mengingat waktu sudah menunjukkan pukul setengah sebelas malam, yang artinya istrinya sudah sangat telat makan
Aiden membuat salad sayur yang dicampur dengan udang dan disiram dengan saus alpukat
Aiden tahu istrinya tak menyukai sayur, tapi dia membuat masakan ini atas saran temannya yang mempunyai usaha kuliner dan rasanya sangat enak
Semoga saja istrinya suka
Aiden kemudian mengambil daging dan diiris tipis-tipis
Sambil menunggu, Aiden membuat saus pedas asam manis kesukaan istrinya
Setelah berkutat di dapur beberapa lama, akhirnya masakan Aiden selesai
Dia menyajikan semuanya di meja makan dan mulai mengambil nasi dan semua lauknya untuk istrinya
" Harusnya aku yang melakukan ini Ai " ucap Edelyn menghentikan suaminya yang akan menyuapi dirinya
Edelyn tau suaminya sudah lelah karena pekerjaannya ditambah lagi ia memasak untuk dirinya
Dan sekarang dia malah ingin menyuapi dirinya
" Izinkan aku memanjakanmu baby, setelah ini kamu yang harus memanjakan aku " ucap Aiden dengan senyum smirknya
Edelyn memutar bola matanya malas
Dia heran dengan suaminya, tiap pagi siang sore dan malam suaminya selalu meminta jatah
Apa dia tak bosan dan lelah melakukan itu
Padahal ia sendiri sudah ingin angkat tangan jika tak mengingat kalau itu adalah kewajibannya
Edelyn pun menerima suapan dari suaminya
Dia cukup terkejut dengan kemahiran suaminya dalam hal memasak
__ADS_1
Padahal saat mereka pertama kali bersama, Aiden sama sekali tak tau menahu soal dapur
Saat Aiden ingin menyuapi salad, spontan Edelyn memundurkan tubuhnya
" Aku tak mau Ai....." rengek Edelyn sambil menggelengkan kepalanya dengan cepat
" Coba dulu baby, ini sangat enak. Aku mendapatkan resepnya dari temanku, kamu pasti suka "
" Tapi kalau aku gak suka kamu jangan paksa aku ya" pinta Edelyn mengajukan syarat sebelum menerima suapan dari suaminya
Aiden pun mengangguk
Dia kembali menyodorkan suapannya pada istrinya
Dalam hati dia berdoa semoga saja istrinya menyukainya
Edelyn menerima suapan suaminya dengan memejamkan mata
Mulanya dengan enggan ia mengunyah saladnya
Tapi begitu dia merasakan rasa salad yang begitu cocok dengan lidahnya
Ia membuka matanya dan menatap suaminya dengan mata berbinar
" Enak Ai....aku mau aku mau, cepat suap lagi " pinta Edelyn dengan heboh dan menggoyangkan lengan suaminya untuk segera menyuapinya lagi
Aiden pun dengan senang hati menyuapi istrinya sambil sesekali ia ikut makan sampai semua masakan yang ia buat ludes tak bersisa
Aiden sangat senang melihat istrinya lahap memakan salad buatannya
Dia akan berterima kasih dan memberikan hadiah pada temannya saat pulang dari bulan madu nanti
Karena resep dari temannya itu, istri cantiknya mau makan sayur
Dan tentu saja itu baik bagi tubuh istrinya yang daya tahan tubuhnya rendah dan mudah sakit
" Terimakasih kasih Ai.....ini sangat nikmat sekali " ucap Edelyn
Aiden mengangguk dan mengangkat tubuh istrinya ke dalam pangkuannya
Dia mengecup puncak kepala istrinya
" Kamu tau ini tak gratis baby " ucap Aiden dengan suara seraknya
Tubuhnya sudah terasa panas dan menegang karena bersentuhan dengan kulit lembut istrinya
Edelyn tersenyum mendengar suara serak
Dia semakin menggesekkan tubuhnya untuk menggoda suaminya
Ia mengecup jakun suaminya yang tampak naik turun karena menahan dirinya
" Tentu saja ...kali ini aku yang akan memanjakan mu hubby " ucap Edelyn
*****
Terimakasih sudah membaca ceritaku
jangan lupa like vote dan comentnya guys
__ADS_1
hadiahnya juga otte
see you 🥰🥰🥰