
" Tenanglah daddy Ody disini......" bujuk Alody seraya memeluk Daddy-nya dengan erat
Sedari tadi Daddy-nya tak mau melepaskan dirinya dan terus menangis terisak-isak di bahunya
Karena sudah jengah melihat tingkah putranya dan cucunya yang tampak kelelahan menenangkan pria yang tengah menangis itu....Oma Alody pun mengambil alih
" Hentikan dom.....putrimu disini bersamamu
Kau membuatnya kelelahan Dominic" gertak Oma Alody
" Maaf sayang daddy hanya...."
" Ody tau daddy......maaf karena Ody tak mau mengerti dengan perasaan daddy
Tapi sekarang tak apa, Ody tak akan memaksa daddy lagi..... kalau bersama mommy membuat daddy sakit hati lebih baik sendiri sendiri saja"
Dominic terbelalak begitu mendengar penuturan putrinya, matanya berkaca-kaca, ia tak menyangka putrinya akan berpendapat seperti itu
Tadinya ia sudah hopeles tak tau harus berbuat apa lagi
Sekarang semangat hidupnya kembali begitu putrinya mau mengerti kegundahan hatinya
" Kamu serius.....Ody tak sedang bercanda dengan daddy kan?" tanya Dominic lagi
" No daddy.....jika kebahagiaan mereka tak berada pada kita lagi untuk apa kita mempertahankan mereka......?"
" Maafkan daddy tak bisa memberikan mu keluarga yang sempurna, maafkan daddy" ucap Dominic seraya menundukkan kepalanya
" Apa maksud daddy..... daddy lihat, Ody bahagia
Meskipun kurang lengkap tanpa adanya mommy dan kakak tapi no problem
Daddy ku pasti bisa menjadi apa saja untukku l, benarkan daddy?"
" Tentu..... apapun untuk putri daddy"
" Sudah cukup.....kemarilah baby" saut Aiden dengan nada dinginnya
Alody mau tak mau beranjak dan duduk di samping suaminya yang tampak masam
" Tak bisakah kau mengalah sedikit saja untuk hari ini Aiden?" tanya Dominic dengan nada sarkas
" Tidak...." jawab Aiden singkat padat dan jelas
Ia sudah cukup bersabar karena membiarkan istrinya dimonopoli mertuanya sedari tadi
Jika tak mengingat keadaan yang sedang runyam, ingin rasanya ia marah
" Dasar kau bo......."
" Sudah hentikan, jangan seperti anak kecil" gertak Oma Alody kepada anak dan cucu menantunya
__ADS_1
" Jangan membantah, kalian berdua sama saja" ucap Oma Alody lagi begitu melihat putranya akan membantah ucapannya
" Mumpung kita berkumpul dan suasananya sudah tenang lebih baik kita bicarakan masalah ini baik baik agar cepat selesai" saut kakek Haidar yang sedari tadi terdiam
" Benar kata kakek Haidar, kamu tak keberatan Dominic, Alody.....?" tanya opa Alody dengan nada datarnya
Opa Alody memang selalu mengkondisikan ekspresinya di waktu dan saat yang tepat
Kalau mode datar begini berarti ia sedang dalam mode serius dan tak ingin bercanda
" Tentu dad..... Tapi bagaimana dengan Ody?" tanya Dominic dengan suara lirih
Alody yang mengerti kekhawatiran Daddy-nya pun menjawab pertanyaan Daddy-nya
" Ody tak masalah daddy..... sungguh
Lagipula ada Aiden yang menemaniku' benarkan Ai?" tanya Alody seraya memiringkan wajahnya menghadap suaminya
Yang dibalas Aiden dengan tersenyum tipis dan mengangguk
" Jadi bagaimana menurut kamu Alody, ah tidak alangkah baiknya kalau kita mendengarkan dari sisi lain
Kalau bertanya pada kalian berdua pasti akan membela kedua orang itu" ucap opa Alody
" Benar katamu suamiku,lebih baik kita tanya kakek Haidar dan Aiden dari sudut pandang mereka
Bagaimana, apa kalian keberatan?" tanya oma Alody seraya menatap orang disana satu persatu
" Sebenarnya aku tak berhak dan tak enak untuk ikut campur masalah keluarga kalian tapi karena kalian bertanya pendapatku maka aku akan menjawabnya sesuai dengan sudut pandang ku
Sebenarnya diberikan setengah ataupun semuanya itu sama saja
Harta tak akan dibawa mati, terlebih rejeki setiap manusia sudah diatur olehnya
Percayalah kalau warisan itu bukan rejeki mereka maka Allah akan menunjukkan kuasanya
Dan kembali lagi pada cucu menantuku Alody, tanpa warisan itu bukankah ia sudah memiliki rejeki yang berlebih
Semuanya akan kembali pada tempatnya masing-masing"
" Dasar bandot tua.....aku menyuruhmu memberikan solusi bukan untuk mendengar ceramah rohani
Sudahlah bertanya padamu membuatku makin pusing saja" sembur Oma Alody
Sebenarnya ia sudah bisa menebak jika bertanya pada kakek tua itu, tapi sebagai formalitas ia tetap bertanya
Setelah mendengarkan ceramah dari kakek Haidar kini atensi berpindah pada Aiden yang tampak asyik dengan dunianya
Karena menyadari tatapan semua orang tertuju padanya ia berdehem sejenak sebelum mengutarakan pendapatnya
" Semuanya terserah Edelyne dan daddy saja" jawabnya singkat
__ADS_1
" Astaga...... kakeknya sudah sangat menyebalkan ditambah lagi dengan cucunya
Kasih penjelasan yang benar Aiden supaya kedua orang tersayangmu itu tercerahkan" saut Oma Alody lagi
" Yang ku sayang cuman Edelyne saja" jawab Aiden acuh seraya mengecup berkali-kali puncak kepala istri tersayangnya
Semua mata memandangnya malas tapi tak ia perdulikan sampai daddy Nic berbicara
" Kasih dad dan istrimu penjelasan Aiden, kamu orang yang rasional dan tak memihak saat ini
Tolong jawab kebingungan daddy" ucap Dominic dengan suara seraknya karena habis menangis
Alody yang melihat itu segera menuangkan air untuk diminum Daddy-nya
Tindakan kecil itu membuat Aiden cemburu dan segera menarik istrinya untuk kembali duduk setelah mertuanya itu selesai minum
" Begitu saja sudah membuatmu panas, apalagi kalau istrimu disentuh orang lain bisa..."
" hentikan Haidar jangan membuat cucumu mengamuk saat ini atau kau akan kubanting di selokan depan" ancam opa Alody
" hehehe.... punggung renta sepertimu memangnya bisa membanting tubuhku yang...."
" Diam kalian.....cepat katakan Aiden" bentak Oma Alody
Ia sudah jenuh dengan pertengkaran kedua kakek-kakek itu ditambah melihat Aiden yang tak perduli dengan sekitar
" Hemmm.... sudah kukatakan semuanya terserah istriku
Kalau ia ingin memberikan warisannya kepada kakaknya no problem
Kalau uang yang menjadi masalah Aiden akan mengganti nya
Lagipula daddy Nic sudah mempunyai perusahaan dan aset pribadi yang lebih dari warisan keluarga Skylar jadi Aiden rasa tak masalah
Dan kalau kalian lupa, mommy Ellen bukan wanita yang pandai mengatur uang apalagi dengan kemampuan kerja Justin yang hanya standar, mungkin warisan itu hanya akan mampir saja ditangan mereka berdua
Jadi menurut Aiden berikan saja agar semuanya cepat selesai dan kita semua bisa menata hidup yang baru....
Terutama untuk daddy, walaupun aku sering kesal padamu karena merebut perhatian istriku
Tapi fakta bahwa kau cinta pertama istriku tak bisa terhapuskan
Jadi kumohon bangkitlah, setidaknya demi putrimu yang juga jauh lebih terluka" ucap Aiden
Tangannya tak henti-hentinya mengelus punggung istrinya yang kini tertidur lelap di pangkuannya
Semua yang disana tersenyum haru mendengar kata-kata tulus dari seorang pria yang terkenal kejam dan dingin itu
Tak pernah disangka sangka kalau Aiden bisa berbicara dengan penuh ketulusan
Terutama kakek Haidar yang untuk pertama kalinya tersenyum bangga kepada cucunya, ia lega dan merasa berhasil mendidik peninggalan anak dan istrinya
__ADS_1
****