
"Tapi aku tau itu berat bagi kalian terutama Oma dan opa jadi aku sudah memikirkannya matang-matang....
Bagaimana kalau aku membeli semua aset kalian, jadi kalian bisa memberikan warisan itu kepada mereka dalam bentuk nominal
Sedangkan aset aset keluarga Skylar akan tetap diatasnamakan Edelyne
Bukankah hal itu lebih baik?" tanya Aiden lagi
" Apa tak apa nak Aiden?
Yang kamu katakan memang ada baiknya, kami keberatan dengan pembagian warisan itu juga karena aset aset keluarga Skylar, bagaimanapun juga itu adalah usaha turun temurun
Kami juga tak rela jika semuanya jatuh di tangan orang asing" ucap Oma Grace
" Dad akan mengganti uangnya nanti Aiden" saut Dominic yang sedari tadi terdiam
" Tidak perlu......ini buat istriku jadi aku tak mau main berhitung lagi dengan kalian
Lakukan seperti itu saja, Aiden akan membawa Edelyne istirahat terlebih dahulu"
" Benar kata cucuku Al, lebih baik dilakukan seperti itu saja
Uang bukan masalah yang terpenting hidup kita nyaman dan bahagia
Kasihan cucu menantuku yang lagi sakit, jadi sudah cukup jangan membuat masalah ini semakin membesar nantinya" ucap kakek Haidar begitu cucunya pergi membawa istrinya untuk istirahat
" Baiklah.....aku akan mengutus orang untuk mengatur semuanya
Dan biar mom dan dad yang mengatur hal ini, kamu tak perlu ikut-ikutan lagi Dom
Lebih baik kamu mengistirahatkan tubuh dan ikut menjaga Lyn disini
Tak apa kan Haidar kalau aku titip bocah tengik ini di mansion mu terlebih dahulu" pinta Allison
" Tentu saja, lagipula cucu menantuku itu butuh keluarganya untuk membantu menguatkan hatinya
Kalau kalian mau, kalian juga bisa tinggal disini untuk sementara"
" Oh tidak perlu, kami berdua sibuk tak seperti dirimu yang seperti pengangguran saja" canda opa Allison
" Sialan kau....." gerutu kakek Haidar yang disambut oleh gelak tawa pasangan paruh baya yang duduk di depannya
Berbeda jauh dengan keadaan di mansion Al kadahfi, di sebuah kamar yang sangat luas pasangan ibu dan anak sama sama merenung
Merenungi jalan yang telah mereka berdua pilih
Berbeda dengan sang ibu yang masih diliputi rasa ketidakpuasan, Jaden malah merasa rendah diri
Awalnya ia tak merasa iri sama sekali dengan adiknya, tetapi lambat lain rasa iri itu muncul dan kian bertumbuh subur dengan bujukan kekasih dan ibunya sendiri
Akhirnya ia terlena dan menginginkan hal lebih, bahkan melakukan apapun demi mendapatkan apa yang ia mau
Tapi kenyataan saat ini menampar dirinya, ia baru tau identitas aslinya
Pantas saja keluarganya begitu menyanjung Edelyn, ternyata adiknya itu adalah satu-satunya cucu di keluarga Skylar
__ADS_1
Entah apa yang harus ia lakukan saat ini, apalagi melihat hubungan kedua orangtuanya yang diambang kehancuran
" Mom.....kita harus meminta maaf pada mereka, Jaden yakin mereka akan memaafkan semua kesalahan yang sudah kita perbuat" ucap Jaden kepada mommy-nya yang sedari tadi terdiam
" Untuk apa....itu memang harus mereka lakukan, kamu berhak akan semua itu Jaden" tolak mommy Ellen
" Mom.....sadar aku bukanlah bagian dari mereka, aku malu mom"
" Untuk apa malu, kamu memang berhak Jaden
Jangan lupa selama ini kamu yang selalu membantu daddy dan opa bukan adikmu
Jadi sudah sepantasnya kamu mendapatkan hakmu
Untuk urusan ini hilangkan dulu nuranimu, mommy sudah meninggalkan daddy jadi mulai sekarang kamu yang harus bertanggungjawab atas kebutuhan kita berdua"
" Tapi....."
" Sudah tak ada tapi tapian, semuanya sudah terlanjur terjadi
Kita tak punya jalan lain lagi sekarang" ucap mommy Ellen tak mau mendengar bantahan dari putranya lagi
Dia sudah rela meninggalkan suaminya demi kehidupan putranya
Cukup sedih, tapi hatinya merasa bebas
Tak ada lagi kegelisahan yang menggerogoti hatinya sedikit demi sedikit
Ting....
Ellen meraih ponselnya yang berbunyi, ketika melihat nomor yang tak ia kenal ia ingin mengabaikan pesan tersebut
Yang ternyata itu dari asisten mertuanya, mereka berdua meminta bertemu secara pribadi esok hari
Dan dalam pesan itu tertera tidak menerima penolakan
" Lihatlah Oma dan opa sudah mengirim pesan, besok mommy akan menemui mereka dan meminta hakmu Jaden
Jadi berhentilah berpikir macam-macam, adikmu tak akan berubah menjadi menyedihkan karena kehilangan warisan dari keluarga Skylar" ucap Ellen dengan nada dinginnya seakan-akan yang ia bicarakan adalah orang lain, bukan putrinya sendiri
Entah pergi kemana sikap lemah lembutnya selama ini, semuanya menghilang karena kekuasaan dan uang
Keesokan harinya, Ellen bersiap siap pergi menemui calon mantan mertuanya
Yah..... karena sebentar lagi ia sudah bukan nyonya keluarga Skylar
Ia dan suaminya sudah resmi bercerai tinggal menunggu suratnya saja
Tapi hal itu tentu saja tak membuatnya sedih
Satu jam kemudian ia sampai di tempat yang digunakan untuk bertemu
Sebuah villa yang tak jauh dari mansion Skylar, ah mungkin sebentar lagi akan menjadi mansion milikku.....
" Kau tampak senang sekali Ellen?" tanya oma Grace berbasa-basi
__ADS_1
Ia sedikit kecewa dan marah begitu melihat mantan menantunya tampak biasa saja dan sama sekali tak merasa sedih
Berbeda jauh dengan keadaan putranya yang tampak mengenaskan
" Tentu saja mommy.....ah tidak, mulai sekarang saya harus memanggil anda nyonya Skylar? begitukan?" tanya Ellen dengan nada mengejeknya
Melihat gelagat istrinya yang akan meledak, Allison mencoba menenangkan istrinya
Ia menggenggam lembut tangan istrinya yang mengepal erat
" Hentikan bualanmu itu Ellen, kita langsung membahas pokok permasalahannya saja
Kami mengajak mu bertemu karena pesan dari putra dan cucu kami"
" Baiklah..... katakan, apa pesan mereka?" tanya Ellen
" Seperti yang kamu tau kami memberikan separuh warisan kami pada putramu, namun kamu meminta lebih dan putrimu yang baik hati itu memberikannya secara cuma cuma padamu"
" Wah..... benarkah? kalau begitu cepat berikan berkasnya padaku sekarang
Tuan besar Allison tentunya sangat sibuk kan untuk sekedar berbincang-bincang dengan mantan menantumu ini?"
" Dasar tak tau malu....." gertak Oma Grace tapi dianggap angin lalu oleh Ellen
Bahkan ia menaik turunkan alisnya seakan mengejek mereka berdua
" Sudah tenanglah istriku, jangan membuang tenaga untuk meladeni wanita ini....
Ellen, tapi semua itu ada syaratnya....."
" Apa itu....?"tanya Ellen yang sudah tak sabar lagi
" Semua itu tak akan kuberikan secara bentuk, kami sekeluarga beserta Aiden sudah sepakat akan memberikan semua warisan itu dalam bentuk nominal uang
Kamu tak perlu khawatir kami akan mengurangi harga jual semua aset kami
Karena yang mengurus semuanya adalah menantumu, Aiden
Asal kau setuju, semua itu akan menjadi milikmu dan Jaden, tapi kalau kamu tak mau tak apa
Seperti rencana awal Jaden hanya akan menerima setengah....."
" Baiklah tak masalah....." ucap Ellen menyetujui kemudian ia menandatangani berkas berkas persetujuan nya
" Hmm baiklah, besok notaris dan pengacara Aiden akan menemuimu dan memberikan semua ini
Semoga kita tak bertemu lagi Ellen, dan saya harap kamu tak pernah muncul apalagi meminta pertolongan lagi pada putraku" ucap Allison sebelum pergi meninggalkan Ellen bersama istrinya
*****
Sepinya pembaca ku.....
Ayo dong guys kasih semangat dalam bentuk like vote dan hadiah
Ketukan jari kalian sangat berarti bagi ku
__ADS_1
Kalau bosan dengan cerita ini bisa mampir di cerita aku yang lainnya
Sama-sama bergenre fantasi tapi beda tema Lo yah.....