Perjalanan Cinta Edelyn

Perjalanan Cinta Edelyn
Akhir untuk Dion


__ADS_3

Aiden mengeram marah melihat Dion memeluk erat perut wanitanya, tapi yang lebih membuatnya marah lagi adalah ujung pisau yang menancap di leher Edelyn


Darah Aiden mendidih mendengar Dion ingin membawa Edelyn mati bersamanya


Tanpa pikir panjang Aiden menembak kepala Dion dan membuat lelaki itu seketika tak bernyawa


Ia kemudian berlari menangkap tubuh wanitanya yang tak sadarkan diri


Aiden menggendong Edelyn ala dan pergi meninggalkan tempat itu


Tapi sebelum itu dia memerintahkan Felix dan Thom untuk membawa Eros ke mansion kakeknya


karena kakeknya sendiri yang ingin memberi pelajaran pada pria paruh baya itu


Sesampainya di luar Aiden melihat Jaden yang menghampirinya dengan mata berkaca-kaca


" Berikan padaku, keadaan daddy semakin kritis, aku harus membawa adikku menemuinya " pinta Jaden


" Aku tahu, biar aku yang membawa Edelyn ke sana " jawab Aiden dan berlalu meninggalkan Jaden


" Dasar bucin " dumel Jaden, tapi dalam hati dia bersyukur adiknya bisa dicintai sebegitu dalamnya oleh pria hebat seperti Aiden


Semoga Daddy-nya bisa kembali sehat setelah bertemu dengan putri kecilnya


*****


Di dalam mobil Aiden mendekap erat tubuh gadisnya, dia menciumi seluruh wajah Edelyn dan menangis haru


Aiden menangis bahagia, dia takut tak bisa memeluk dan melihat wajah cantik gadisnya lagi


Tapi semua kekhawatirannya musnah melihat Edelyn sudah kembali pada pelukannya


Tangisan Aiden terhenti saat merasakan tangan Edelyn yang mengelus pipinya yang basah oleh air mata


" Aku sangat merindukanmu Ai...."


Aiden memejamkan matanya menikmati elusan lembut tangan wanitanya yang sangat ia dirindukan


Ia menenggelamkan wajahnya di ceruk leher Edelyn dan menghirup aroma tubuh wanitanya yang bagaikan candu baginya


Sesekali dia mengeratkan pelukannya pada pinggang Edelyn dengan begitu posesif


" Baby.... apakah kau tahu, aku hampir saja mati karena terlalu merindukanmu "


" Benarkah....?" tanya Edelyn sambil mengelus rambut Aiden yang sudah memanjang


Aiden mengangguk dua kali untuk menjawab pertanyaan Edelyn


" Aiden.... bagaimana keadaan keluargaku....?" tanya Edelyn


Aiden terdiam mendengar pertanyaan Edelyn, dia tak tau harus menjawab apa


" Tidurlah dulu baby..... perjalanan kita masih panjang " ucap Aiden sambil mengelus rambut panjang wanitanya agar cepat tertidur


Di dalam pesawat Aiden dan Jaden duduk berhadapan,


" Bagaimana keadaan daddy Nic?" tanya Aiden membuka pembicaraan


" kondisinya terus menurun, karena itu Lyn harus segera ke rumah sakit " balas Jaden dengan nada juteknya

__ADS_1


" Aku tau....tapi bagaimana cara memberitahukannya pada Edelyne....?"


" Memberi tahu apa ?" tanya Edelyn yang tiba-tiba muncul dari belakang mereka


Aiden dan Jaden saling tatap, mereka meneguk ludahnya gugup


" Ada apa Aiden....kau menyembunyikan sesuatu kak, daddy dan mommy baik baik saja kan ?" tanya Edelyn beruntun


Pikiran Edelyn semakin memburuk, apalagi beberapa minggu ini dia selalu memimpikan Daddy-nya


" Cepat katakan kak ?" desak Edelyn lagi


" Daddy sakit dek...." ucap Jaden lirih tapi masih bisa di dengar Edelyn dengan baik


Tubuhnya meluruh ke lantai, dia merasa bersalah, keadaan daddy-nya pasti drop saat dia hilang, ditambah Daddy-nya punya riwayat penyakit jantung


Aiden mendekap erat tubuh Edelyn dia ikut sakit melihat kesedihan di mata wanitanya,


Aiden membisikkan kata kata lembut untuk menenangkan wanitanya yang terdiam dengan air mata yang mengalir di kedua pipinya


" Jangan menangis, Daddy pasti akan langsung sehat jika melihat mu baby girl...."


Edelyn menatap mata Aiden dengan binar permohonan " Kalau begitu, kita harus segera menemui daddy Ai "


" Kita akan langsung turun di rooftop rumah sakit baby girl..... sekarang duduklah dulu, perjalanan kita masih panjang "


Edelyn mengikuti ucapan Aiden dan duduk di samping kakaknya, dia mendekap erat tubuh kakaknya yang sedikit mengurus


Aiden mencebik kan bibirnya melihat Edelyn lebih memilih duduk di dekat kakaknya ketimbang bersamanya


Tapi Aiden mencoba memberikan sedikit toleransi melihat penampilan kacau calon kakak iparnya itu, dia pasti tertekan mengurusi semuanya sendirian


*****


Dia sampai melupakan keberadaan Aiden yang cemberut karena lagi lagi di tinggalkan


Anak buah Aiden yang melihat bosnya cemberut menahan tawa, mereka tak menyangka tuan mereka yang kejam dan dingin bisa berubah menggemaskan karena seorang gadis kecil


Sesampainya di ruangan VVIP rumah sakit, Edelyn menangis histeris melihat tubuh Daddy-nya yang dipenuhi dengan alat alat penunjang kehidupan


Ellen yang duduk di samping suaminya terkejut melihat kedatangan putrinya


Ellen menangis dan mendekap erat tubuh putri kecilnya


putrinya kembali


putrinya kembali


putrinya kembali


Hanya itu kalimat yang ada di otak Ellen sekarang


Ellen melepaskan tubuh putrinya dan membalikkan tubuhnya menghadap kiblat


Dia sujud syukur kepada Allah karena mendengar doa doa yang selalu ia panjatkan sepanjang waktu


Awalnya ia sangat putus asa karena putrinya, di tambah keadaan suaminya yang terus menurun


Tapi sekarang semangat hidupnya sudah kembali

__ADS_1


Edelyn mendekap erat tubuh wanita yang sudah melahirkannya, dia menghapus jejak air mata mommy-nya


" Don't cry mom....aku sudah kembali, maaf sudah membuat kalian khawatir "


Ellen menggelengkan kepalanya, dia menghapus air mata putrinya " Yang penting kamu sudah pulang, jangan tinggalkan mommy dan daddy lagi " ucap mommy Ellen dengan Isak tangisnya yang masih terdengar


" Lihat daddy-mu.....dia tak mau makan dan minum obatnya hingga berakhir seperti ini, jadi jangan tinggalkan kami lagi sayang"


Edelyn mengangkat tubuh mommy-nya untuk segera berdiri, di kemudian mendekati ranjang Daddy-nya


Hatinya sakit melihat tubuh Daddy-nya yang semula tegap menjadi kurus kering hanya dalam waktu beberapa bulan


" Hai daddy.....aku sudah pulang, kau tak ingin memeluk putri tercintamu ini


Bangunlah dad, aku sangat merindukanmu " ucap Edelyn berbisik di telinga Daddy-nya


Ellen mengelus punggung Edelyn yang menangisi Daddy-nya


Jaden dan Aiden yang sedari tadi diam mendekati Edelyn, mereka berdua ikut menenangkannya


" Tenanglah baby..... daddy pasti akan bangun, apalagi jika putri cantiknya sudah berada dalam dekapannya" Aiden mencoba menghibur dan mengusap lembut puncak kepala wanitanya itu


Karena lelah menangis, Edelyn tertidur di samping Daddy-nya.


Melihat itu, Jaden berniat memindahkan adiknya untuk tidur di ranjang sebelah, tempat mommy-nya biasa istirahat , tapi sebelum itu mommy Ellen menghentikannya


" Jangan dipindahkan kak, lihat daddy-mu


Dia menangis dalam tidurnya, mungkin dia bisa merasakan kedatangan putri kecilnya ini " ucap Ellen, dia menangis haru melihat ikatan batin ayah dan anak ini


Jaden yang melihatnya pun tersenyum bahagia, Adiknya kembali dan dia membawa cahaya kehidupan untuk Daddy-nya dan keluarganya


" Biar saya panggilkan dokter " celetuk Aiden yang diangguki mommy Ellen


Beberapa saat kemudian, Aiden kembali membawa selimut dan jajaran dokter beserta suster yang mengikutinya di belakang


Aiden menyelimuti tubuh Edelyn, dia tak ingin tubuh indah wanitanya di lihat oleh orang lain


Setelah selesai Aiden mengalihkan pandangannya pada mommy Ellen dan Jaden yang melongo melihatnya


Aiden mengangkat sebelah alisnya tak mengerti " Ada apa ..?"


Setelah sadar dari keterkejutannya Jaden melayangkan protesnya pada Aiden " Untuk apa kamu membawa dokter dan suster sebanyak ini, daddy hanya butuh satu dokter saja " ucap Jaden dengan menahan rasa geramnya


Aiden mengangkat bahunya acuh " Aku membawa mereka untuk Edelyne "


Ucapan Aiden membuat Ellen panik " Apa putri ku terluka ?"


Aiden mengangguk " tangan dan kaki Edelyne lebam, sepertinya bekas di borgol, aku takut lukanya parah "


Jadenn dan Ellen saling pandang kemudian menepuk dahi gemas, kalau hanya lebam kenapa harus memanggil dokter sebanyak ini


" Dasar bulol " batin Justin


*****


Terimakasih sudah membaca ceritaku


Jangan lupa like vote dan comentnya, hadiahnya juga ya guys

__ADS_1


see you next chapter 🥰🥰


__ADS_2