
Di perjalanan pulang, Edelyn mampir ke supermarket untuk membeli kebutuhan sehari-harinya
Di Apartemen Aiden memang tak ada maid yang bekerja, karena ia sendiri yang ingin melayani kebutuhan Aiden
Tapi dua Minggu sekali maid dari mansion Aiden akan datang untuk membersihkan Apartemen
Sedang asyik asyiknya berbelanja, Edelyn melihat sosok orang yang sangat dikenalinya
Walaupun dia memakai topi dan masker, tapi ia masih sangat jelas mengenali orang itu
" Amanda, kenapa dia bisa ada di sini?
bukannya dia dipenjara karena tuduhan pencemaran nama baik oleh keluarga Sean jerix ?" batin Edelyn bertanya tanya
Melihat Amanda yang beranjak pergi, Edelyn menyudahi acara belanjanya dan mengikuti Amanda
Dia terus mengikuti Amanda sampai di daerah perkampungan kumuh
Edelyn bisa melihat Amanda memasuki rumah susun, dia tak menyangka Amanda bisa tinggal di tempat seperti ini
Dulu walaupun Amanda miskin, tapi dia adalah seseorang yang memiliki gengsi dan gaya hidup yang tinggi, sangat mustahil jika Amanda tinggal di tempat kumuh dan jorok seperti ini
Edelyn kemudian mengetuk pintu kamar yang tadi di masuki Amanda
Astaga, bahkan pintunya terbuat dari triplek
Setelah beberapa saat, pintu terbuka dan menampilkan wajah Amanda yang sangat berbeda dari beberapa bulan yang lalu
Amanda yang modis sekarang sudah hilang berganti dengan gadis kurus dan wajah kusamnya
Edelyn duduk lesehan dengan alas karpet sederhana, dan mengamati sekeliling kamar Amanda, bahkan sofa pun tak tersedia, hanya ada kasur lantai dan lemari plastik kecil di sampingnya
Ia mengerjapkan matanya beberapa kali saat melihat Amanda hanya menyuguhkan teh gelas
" Jangan melihatku seperti itu, katakan apa tujuanmu ?" tanya Amanda
Edelyn tersenyum masam mendengar nada jutek dari gadis di depannya
Ia pun tak ingin berbasa basi dan mengatakan tujuannya
" Apa kau mengenal Dexter ?"
Amanda yang awalnya duduk dengan malas langsung menegakkan badannya, dia terkejut mendengar pertanyaan Edelyn, bagaimana bisa dia mengenal lelaki itu
" Darimana kamu mengenalnya...?"
" Jawab dulu pertanyaanku !" bantah Edelyn
Amanda menghela nafasnya lelah , dia menimbang nimbang apakah dia bisa percaya dengan Edelyn atau tidak
Setelah lama berfikir akhirnya Amanda memutuskan untuk mempercayainya
" Dengarkan aku baik baik Edelyn ... Dexter bukan orang baik, dia berbahaya apalagi Dion, aku harap setelah ini kamu tidak berkeliaran di luar tanpa ada penjagaan seperti ini !" ucap Amanda memperingati Edelyn
__ADS_1
" Aku tahu, maka dari itu aku bertanya padamu, tentang Dexter, dia sudah aman di tangan Aiden
Sekarang apa kamu tahu keberadaan Dion...?"
Amanda memicingkan matanya curiga " Kenapa kau bertanya tentang dia, apa kamu masih mencintainya ?"
Edelyn menggeplak kepala Amanda saking kesalnya mendengar pertanyaan tak bermutu dari Amanda
" Hey.... tunanganku jauh lebih sempurna daripada bajingan tengik itu " teriak Edelyn
" Walaupun seperti itu, kita berdua pernah memperebutkannya " ucap Amanda membuat Edelyn tertawa terbahak-bahak
" Ya ya ya aku tau...tak usah diingat ingat lagi kebodohanku yang satu itu
Jadi sekarang jelaskan kepada ku apa yang sebenarnya terjadi dan dimana Dion...?"
" Dion dan Dexter hanyalah pion yang dimainkan seseorang, dan aku bisa memastikan orang yang mengendalikan kedua orang itu adalah orang yang sama
Dan tujuannya sudah pasti adalah kekasihmu, tapi karena dia tak bisa menyentuhnya, dia beralih padamu, karena kamu adalah kelemahan terbesarnya"
Edelyn terdiam mendengar penjelasan Amanda, tentu saja orang itu tak akan bisa menyentuh Aiden karena lelaki itu hampir menguasai seluruh kerajaan bisnis di benua ini
" Darimana kamu tahu semua itu Amanda...?" tanya Edelyn
" Kau terlalu banyak bertanya Edelyn...... semua jawaban ku harus ada harganya "
Edelyn menggigit bibirnya gemas, dia pikir Amanda sudah berubah, tapi ternyata masih sama saja
" Aku akan memberikan tas keluaran channel terbaru dan beberapa gaun kesukaanmu " tawar Edelyn
Amanda terdiam dan berfikir sejenak mendengar tawaran gadis itu " berikan aku uang dan rumah sederhana "
Edelyn kebingungan mendengar permintaan Amanda, bukannya gadis ini sudah mempunyai penghasilan dari para sugar daddy-nya
Amanda yang melihat Edelyn berfikir pun menghela nafas
" Aku sudah tak menjual diri lagi, dulu aku melakukan itu untuk pengobatan ibuku
Tapi sekarang beliau sudah berpulang, jadi aku memutuskan untuk berhenti menjual diri " ucap Amanda yang lagi lagi membuat Edelyn terkejut
" Maafkan aku, aku tak tahu tentang semua itu Manda...." Edelyn merasa bersalah karena berfikiran buruk dengan Amanda, dia merasa bingung, karena kejadian seperti ini tak pernah ada di kehidupannya yang dulu
Edelyn kemudian teringat dia memiliki butik yang lumayan besar dan lagi happening sekarang
Mengingat Amanda yang sudah berubah, ia yakin Amanda akan menerima tawarannya daripada sejumlah uang yang bisa habis kapan saja
" Aku punya sebuah butik, dan aku terlalu malas untuk mengurusinya, kau kan tahu aku sangat malas berdandan
Apa kau mau Manda? di rooftopnya juga ada mini studio, kau bisa menjadikannya tempat tinggal "
" Kau serius Edelyn....?" tanya Amanda tak yakin, pasalnya dia tahu butik Edelyn itu berada di wilayah strategis dan banyak sekali peminatnya
" Yah....aku sudah bertunangan, dan mungkin akan segera menikah
__ADS_1
Jadi aku ingin mengurangi semua aktifitas ku di luar dan menjadi ibu rumah tangga yang baik nantinya "
" Baiklah semoga keinginan mu tercapai, tentang Dion, lelaki itu dulu menemuiku sebelum aku masuk SMA dan menawarkan kerjasama"
" Kerja sama apa ?" tanya Edelyn
" Mendekatimu dan menghasutmu untuk membenci Aiden, Dion berjanji akan menanggung semua pengobatan ibuku dan memberikan apapun yang aku mau asalkan bisa membuat mu membenci Aiden "
Edelyn hanya diam mendengar penjelasan Amanda, dia sudah mulai mengerti alasan perbuatan Amanda selama ini kepadanya
" Awalnya ku kira akan berhasil, tapi di akhir SMA kau berubah dan membuat Dion membatalkan janjinya hingga akhirnya ibuku tak tertolong lagi " lirih Amanda
" Aku tak akan meminta maaf untuk hal itu Amanda, aku yakin ibumu akan lebih memilih mati daripada melihat anaknya menghancurkan kehidupannya sendiri demi ibunya "
" Hmmm....aku tahu, dan aku sangat menyesal sekarang
Setelah kejadian di restoran itu Dion membatalkan kerjasama kita dan tak pernah muncul lagi di hadapanku
Mengenai Dexter, aku mengenalnya karena sering diajak bermain bersama mereka "
Edelyn melongo mendengar ucapan Amanda
" Kau bisa bermain bertiga Manda ?"
Amanda tertawa terbahak-bahak melihat raut wajah Edelyn yang konyol
" Tentu saja, rasanya sangat nikmat
Kau bisa mencobanya nanti dengan tunanganmu dan asisten tunangan mu maybe...." canda Amanda
Edelyn mendengus " sebelum rencana konyol itu terlaksana mungkin kepala Felix sudah menggelinding duluan......apa ada lagi ? "
" Tak tau.... mereka sering menelfon dengan bahasa luar yang tak aku mengerti, itu seperti bahasa kuno Yunani yang sering ada di film film"
" Baiklah.... selebihnya aku akan mencari tahu sendiri Manda
Mengenai butiknya, besok kau bisa langsung datang kesana, pengacaraku yang akan mengurus semuanya " ucap Edelyn mengakhiri pembicaraan mereka berdua
Amanda tersenyum tulus " terima kasih sudah mau membantu ku Edelyn ... semoga kehidupanmu akan selalu di penuhi dengan kebahagiaan "
" Kau juga Manda "
Akhirnya Edelyn bisa meluruskan satu persatu benang kusut yang selalu menghantui pikirannya.
Tinggal Dion dan satu orang lagi yang sama sekali tak diketahui keberadaannya
*****
Terimakasih sudah berkunjung
Jangan lupa like vote dan comentnya guys
see you next chapter 🥰🥰
__ADS_1