
Saat ini Edelyn tengah asyik bersantai di gazebo pinggir pantai
Tiba-tiba kakaknya datang dan duduk di sampingnya
"Kamu sedang bertengkar dengan Aiden ya....?"
Edelyn menggeleng, dia dan Aiden tidak sedang bertengkar dan sekalipun itu terjadi, dia tak mau kalau keluarganya sampai tau
" Well.... sekalipun kamu tidak memberitahuku, aku tau kamu sedang ada masalah, tapi melarikan diri bukanlah solusi yang tepat Lyn..." ucap Jaden menasehati adiknya
Edelyn mengangkat alisnya sebelah " Dan aku tidak mau mendengarkan nasihat jomblo karatan sepertimu tuan muda " canda Edelyn
" Sialan kau....dengar baik-baik, turunkan sedikit egomu itu, kau kan tahu Aiden adalah lelaki yang sangat diminati para wanita saat ini "
Mendengar ucapan Jaden
Edelyn menegang
Dia mulai dilanda ketakutan akan kehilangan
Jaden yang menyadari adiknya menegang, melanjutkan ucapannya
" Aku tahu dia sudah cinta mati padamu, tapi takdir tak ada yang tahu Lyn, apalagi di luar sana para wanita rela mengorbankan apapun yang dimilikinya untuk kekasih tampan mu itu , apa kau rela...?" tanya Jaden memanas manasi adiknya
Tanpa menunggu ucapan Jaden lebih lanjut Edelyn berlalu dan pergi menuju kamarnya, tapi sebelum itu dia berteriak ke pada kakaknya
" Pergilah kak, aku ingin berduaan dengan kekasihku"
" Dasar adik kurang ajar....aku baru sampai dan kau sudah mau mengusirku...?"
" Yah terserah kakak saja kalau begitu, tapi jangan salahkan aku jika kakak akan menjadi obat nyamuk di sini "
Jaden yang ingin protes pun tidak jadi karena melihat punggung adiknya yang sudah menjauh
" Niat hati ingin berlibur tapi baru sampai sudah diusir, tapi daripada aku gigit jari melihat keuwuan mereka lebih baik aku pergi sajalah..." gumam Jaden
****
Jam 6 sore Aiden baru sampai di pulau, begitu sampai di dermaga, dia langsung berlari menuju villa gadisnya
dari kejauhan Aiden bisa melihat gadisnya berdiri di balkon lantai dua dan melambaikan tangannya
Jantung Aiden berdebar kencang karena bahagia, rasa rindunya berbulan-bulan menghilang seketika karena melihat gadisnya tersenyum lembut padanya
Senyum yang sangat dinantikannya dua bulan terakhir
Begitu sampai di depan kamar gadisnya, Aiden memegang kenop pintu dengan ragu, apakah dia sudah boleh masuk ?
Tepat sebelum dia membuka pintu, pintunya sudah terbuka dari dalam
Aiden menangis melihat senyum lembut gadisnya
Edelyn sendiri terkejut ketika membuka pintu dan melihat Aiden menangis tanpa suara dengan tatapan matanya yang penuh kerinduan
Dia jadi merasa bersalah karena sudah mengabaikan Aiden, pria yang sangat mencintainya dengan tulus
__ADS_1
Dan Edelyn pun sudah mengambil keputusan untuk percaya dan membuka hatinya untuk Aiden
Ia menarik Aiden menuju sofa di kamarnya dan memeluk pria itu dengan erat
Edelyn mengangkat wajah Aiden dan menghapus air matanya " Jangan menangis Ai..."
Aiden yang mendengar suara lembut gadisnya berhenti menangis dan menatap gadisnya dengan lembut " Kau sudah tidak marah baby...?"
" Tidak ... maafkan aku sudah membuatmu kacau seperti ini Ai.."
penampilan Aiden memang terlihat kacau, pipinya lebih tirus dengan kantong matanya yang menghitam
Jambangnya pun sudah panjang, terlihat sekali jika Aiden tak merawat dirinya
" Apa kau mencari wanita lain...?" tanya Edelyn dengan penuh selidik
" Ti tidak baby.... bagaimana bisa kamu berfikir seperti itu?
setiap hari hanya kamu yang ada di fikiran ku " ucap Aiden menggebu-gebu
" Yah.... siapa tau kamu frustasi dan mencari pelampiasan dengan wanita dewasa yang cantik dan sexy..."
Aiden tersenyum menatap wajah gadisnya jika sedang cemburu sangat menggemaskan sekali
Bagaimana bisa gadis kecilnya ini berfikiran seperti itu..?
Apa dia tak sadar dengan penampilannya yang sangat sexy dan lebih menggoda
Aiden menarik Edelyn dan bercermin di meja rias, dia memeluk perut gadisnya dan menumpukkan kepalanya di bahu Edelyn
Edelyn sendiri menggigit bibirnya menahan geli, dia meraba dagu Aiden yang penuh dengan jambang
Edelyn akui Aiden terlihat lebih menggoda dengan jambang nya itu, tapi ia sangat geli saat jambang Aiden menusuk kulitnya
" Baiklah lepaskan dulu pelukanmu, aku sangat lapar sekarang, dan kau pun juga harus makan Ai....kau tau kedua asisten kesayanganmu itu terus menerus meneror ku untuk cepat berbaikan denganmu...?"
Aiden terkekeh, ternyata dua curut itu sedikit berguna " Apa saja yang mereka katakan baby...?"
" Tentu saja keadaanmu yang memprihatinkan dan nyaris gila " sarkas Edelyn
Aiden mengecup sekilas pelipis gadisnya " Aku memang gila baby....gila karena dirimu "
" Hmmm aku tahu, dan teruslah tergila gila padaku sayang...... karena aku pun juga tergila-gila padamu " bisik Edelyn dan segera berlari menuju meja makan
Aiden yang melihat gadisnya kabur tersenyum manis, dia memang gila dan akan lebih gila jika menyangkut tentang gadisnya, cintanya dan hidupnya
****
Edelyn yang baru keluar dari kamar mandi terkejut melihat Aiden berdiri tegap di depannya
Dalam hati ia meringis, Aiden benar benar takut kehilangannya, dari dia datang tadi sore sampai sekarang, Aiden sama sekali tak mau berjauhan darinya
" Mandilah dulu Ai..."
Dengan cepat Aiden menggeleng dan berdiri di belakang Edelyn yang duduk di depan meja riasnya
__ADS_1
" Aku tak akan kemana mana.... mandilah dulu "
Dan gelengan kepala yang menjadi jawaban Aiden
Edelyn menghela nafasnya, dia kemudian menuntun Aiden ke kamar mandi
Dengan telaten ia membuka kemeja dan celana panjang Aiden
walaupun wajahnya memerah padam, ia tetap melakukannya
mengelap tubuh tegap Aiden dengan handuk kecil yang sudah di celupkan ke air hangat
Edelyn semakin memerah saat mendengar erangan tertahan Aiden
" Jangan macam-macam Ai ...aku hanya ingin membersihkan tubuhmu " peringat Edelyn
Aiden hanya mengangguk pasrah
Setelah semuanya selesai, Edelyn memakaikan kimono untuk Aiden, dia kemudian mengambil alat cukur dan memberikannya kepada Aiden, tapi Aiden menolak dan menenggelamkan wajahnya ke leher Edelyn
" Aku tak suka jambang mu Ai....itu sangat geli"
" kalau begitu cukur kan baby..."
Edelyn tak menjawab tapi dia langsung mengoleskan krim pencukur dengan telaten
Aiden yang melihat gadisnya terus mendongak pun merasa kasian dan mengangkat gadisnya duduk di meja wastafel
Dia dapat melihat gadisnya yang terkejut dan mencebikkan bibirnya, sungguh gadisnya sangat menggemaskan
Edelyn sendiri gugup diperhatikan seperti itu oleh Aiden, tapi dia tetap mengerjakan pekerjaannya dengan telaten
" jangan menatapku seperti itu Ai...."
" Seperti apa "
Edelyn melototkan matanya mendengar tanggapan Aiden, dia tahu pasti Aiden mengerti maksud ucapannya
Ia semakin bingung saat Aiden sama sekali tak bergerak meskipun dia sudah selesai membersihkan wajahnya
Bahkan ia di buat menahan nafas saat tangan kekar Aiden melilit pinggang rampingnya dan Aiden semakin mempersempit jarak mereka
Walaupun sudah sering berdekatan dan skinship dengan Aiden, Edelyn masih sering merasa gugup dan malu
Seharusnya ia sudah terbiasa tapi sekarang dia merasa berbeda
Mengapa suasananya terasa sangat berbeda yah.....
*****
Terimakasih sudah mau mampir di cerita ku
jangan lupa like vote dan comentnya yah..
see you next chapter guys
__ADS_1