
" Ada apa sih?..... kenapa pada tegang amat?" tanya Alody dengan sedikit candanya
Tapi sepertinya candaannya tak berbalas, semuanya malah tersenyum kaku dengan gesture tegangnya
Alody kemudian menghampiri Daddy-nya dan memeluk lengan Daddy-nya
Dari semua orang cinta pertamanya inilah yang paling tegang
" Ada apa Daddy..... katakanlah, jangan menyembunyikan apapun dari Ody"
Dominic menelan ludahnya gugup, ia menatap putrinya dengan ragu
Tapi melihat kesungguhan dan senyum tulus dari putrinya ia tak bisa mengelak lagi
" Maafkan Daddy...... Daddy akan menceraikan mommy mu nak" ucap Dominic lirih
Tapi karena suasana yang hening, suara lirih itu terdengar jelas di telinga semua orang
Apalagi Alody yang berada di sampingnya
Lama Dominic menunggu reaksi dari putrinya, begitu pula dengan keluarga yang lainnya
Tapi putrinya tak melakukan apapun, tanpa sepatah kata ia berjalan dengan tatapan kosongnya
Tapi putrinya tak berjalan masuk mansion melainkan keluar, ia mencari mobil yang bisa ia gunakan untuk pergi
Tapi semua itu tentu tak akan terjadi, Aiden menghentikan pergerakan istrinya dan memeluk istrinya dengan sayang
" Kenapa, kau mau kemana baby.....kita bicarakan baik-baik, Bukankah kemarin kita sudah sepakat hmmm?"
Alody tak menjawab ucapan suaminya, sebaliknya ia menatap suaminya dengan tatapan rumit
" Kenapa menatapku seperti itu?" tanya Aiden tak enak hati
" Kau tau semuanya Aiden, kau tau kalau daddyku akan meninggalkan mommy
Kau tau tapi kau diam saja.....katakan kenapa Aiden
Apa tak cukup aku kehilangan anakku, sekarang kalian ingin aku kehilangan seorang mommy dan kakak laki-laki juga...... katakan" teriak Alody
Ia mengamuk dan memukuli suaminya dengan brutal
Aiden tak masalah dengan tubuhnya yang dipukuli istrinya, ia hanya takut kalau istrinya kesakitan karena terlalu banyak bergerak
" Tenang baby....tenang, nanti kamu bisa sakit lagi
Aku mohon tenang sayang, jangan seperti ini" bujuk Aiden dengan pandangan sayunya
Melihat istrinya dalam kondisi buruk adalah hal terburuk yang tak pernah ingin ia lihat seumur hidupnya
tetapi sepertinya itu hanya angannya saja, kini istrinya tengah terpuruk benar benar terpuruk
Dominic sendiri mematung di depan pintu, ia tak kuasa melihat putrinya seperti itu
__ADS_1
Kedua orang tuanya dan kakek Aiden pun tak bisa melakukan apapun
Karena terlalu banyak menangis Alody pun pingsan dalam dekapan suaminya, apalagi dengan kondisi tubuhnya yang masih lemah tentu saja itu memperburuk kondisinya
Dengan panik Aiden membawa masuk istrinya ke dalam mansion
Disana Alody dibaringkan di kamar yang sangatlah luas, kamar yang sengaja disiapkan oleh kakek Aiden untuk cucu menantunya
Setelah dokter memeriksa keadaan Alody, semuanya keluar dari kamar terkecuali Aiden dan daddy Nic
Tadinya Aiden ingin mengusir mertuanya, tetapi melihat kondisi mertuanya yang menyedihkan ia sedikit mengalah untuk saat ini
Hampir satu jam menunggu akhirnya Alody pun terbangun dari pingsannya
" Minum dulu baby ....." ucap Aiden seraya menyodorkan segelas air putih hangat
Dengan sedikit enggan Alody menerima air itu karena tenggorokannya juga sedikit sakit karena kebanyakan berteriak
Setelah minum ia menatap sekeliling ruangan dan begitu melihat sofa di dekat pintu ia tertegun melihat Daddy-nya yang tengah duduk seraya menatapnya sendu
Alody pun memalingkan wajahnya tak mau menatap kearah sana lagi
Sementara Dominic hanya bisa pasrah menundukkan kepalanya, ia tak mau memaksa putrinya untuk memaafkan dirinya
Aiden sedikit kasihan melihatnya, mungkin ia nanti akan mencoba membujuk istrinya
Bagaimanapun Daddy Nic tak bersalah dalam hal ini, dia sudah melakukan yang terbaik untuk keluarganya
Tak lama kemudian Oma Opa Alody memasuki kamar dan membawa nampan berisi makanan beserta obat untuk cucunya
Alody memalingkan wajahnya tak mau menatap wajah Oma dan opanya, ia masih belum mau menerima kalau Daddy-nya akan meninggalkan mommy-nya karena ia bertengkar dengan kakaknya
Yah..... Alody masih berpikir seperti itu, padahal sebenarnya masalahnya bukan hanya hal itu saja
" Hey baby.....makan dulu ya, supaya cepat sembuh
Kamu tak ingin bukan kembali ke rumah sakit lagi" bujuk Aiden
Tapi Tak ada respon apapun dari istrinya
Akhirnya semua orang ikut membujuk Alody tapi tak ada yang direspon
Dominic yang melihat itu mendekati putrinya dan duduk di bawah tempat tidur milik putrinya
Dengan mata memerah Dominic memegang lembut tangan putrinya
Walaupun sempat ditepis, tetapi ia tak mau mengalah, ia mengambil lagi tangan itu dan menggenggamnya erat
" Hay sweet heart dengarkan daddy......makan yah, Daddy minta maaf, daddy janji akan membawa mommy dan kakak kembali....."
" Daddy......" Aiden berseru tak terima tapi dibalas dengan gelengan kepala olehnya
Tak masalah ia sakit hati, asalkan putrinya bahagia
__ADS_1
" Makan yah, daddy akan membawa mereka kembali
Mau disuap Aiden atau Daddy.....?" tanya Dominic seraya mencoba tersenyum manis pada putrinya
Alody seketika linglung, tak tau kenapa ia sakit melihat Daddy-nya memaksakan senyum seperti itu
" Disuap daddy....." ucapan itu meluncur begitu saja dari bibir mungilnya
Alody pun makan dalam diam, ia terus menatap Daddy-nya yang menyuapinya dengan semangat tapi matanya tak bisa membohongi Alody
" Anak pintar, sekarang minum obat yah habis itu Ody harus istirahat
Daddy akan membawa mereka kembali untukmu sayang....."
" Ody minum obatnya nanti saja, emmmmm aku mau tidur dengan daddy, apa boleh?" tanya Alody pada suaminya
Aiden sebenarnya tak rela dan ingin menggeleng tanda tak setuju tapi cubitan kakeknya menyurutkan keinginannya
Dengan tak rela ia menyetujui ucapan istrinya
Setelah semua orang keluar Alody menyuruh Daddy-nya untuk berbaring di sampingnya
Begitu Dominic berbaring dan ingin memeluk tubuh putrinya, Alody menghentikan kegiatannya
Sekarang malah putrinya yang tengah memeluk tubuh tegapnya
Tangan mungilnya pun dengan teratur mengelus rambut dan punggungnya bergantian
" Daddy harus menidurkan mu baby girl, kalau seperti ini daddy yang akan tertidur" ucap Dominic
" Itu yang kumau daddy...... maafkan sikap Ody
Sekarang daddy tidur yah, kantung mata daddy sudah menghitam"
" Apa sebegitu jelasnya sayang.....?"
" Hmmmm......dan daddy tampak sangat jelek sekarang" ucap Alody seraya terus mengelus punggung dan kepala Daddy-nya
Dominic tak menjawab ucapan putrinya, ia malah semakin mengeratkan pelukan mereka
Ketenangan mengaliri tubuh dan hatinya, putrinya adalah obat termujarab untuknya sampai kapanpun
Hanya dalam hitungan menit Alody sudah mendengar deru nafas teratur dari Daddy-nya
Ia tersenyum tipis karena hal itu, dari dia kecil Daddy-nya selalu datang padanya jika sedang lelah dan tak bisa tidur
Ia selalu memeluk dan mengelus rambut dan punggung Daddy-nya sampai tertidur
Dan hal itu masih berlangsung sampai sekarang, hanya saja semenjak ia menikah Daddy-nya jarang memintanya untuk seperti ini lagi
*****
Jangan lupa like vote dan comentnya guys
__ADS_1
Hadiahnya juga otte...... dukungan kalian sangat berharga untukku
See you next time 🥰🥰🥰