Perjalanan Cinta Edelyn

Perjalanan Cinta Edelyn
Kembali pulang


__ADS_3

Mansion besar Kadahfi


Di ruangan bawah tanah yang temaram dua orang pria paruh baya saling berhadapan, tapi dengan keadaan yang berbeda


Satunya terikat di dinding dengan tatapan sendunya, dan satunya lagi berdiri di depannya dengan tatapan tajamnya


Setelah lama terdiam akhirnya Haidar membuka pembicaraan


" Kenapa...?"


Eros menatap Haidar dalam diam, menunggu pria itu melanjutkan ucapannya


" Kenapa kau mengganggu hidupku, Ghina sudah pergi, sebenarnya apa lagi yang kau cari ?"


" Bunuh aku"


Haidar menggeram marah, kalau bukan karena mengingat amanat istrinya, sudah sedari dulu dia membunuh pria bajingan ini


" Kau ingin mati heh...?" tanya Haidar dengan sinisnya


Eros mengangguk dan menangis tersedu-sedu


Dia menyesal, amat sangat menyesal, seumur hidup dia menanggung rasa penyesalan ini, bahkan dia sama sekali tak bisa menyentuh wanita karena bayang bayang tangisan Ghina selalu menghantuinya


Andai saja dia bisa mengikhlaskan Ghina


Andai saja dia bisa mengontrol perasaannya


Andai saja dia tak menyakiti gadis yang sedari kecil bersamanya itu


Mungkin hubungan mereka akan baik baik saja walaupun tak bisa bersama


Tapi Eros hanya bisa berandai-andai, bahkan sampai Ghina meninggal dia tetap menjadi seorang pengecut yang tak berani meminta maaf


Haidar yang melihat keputusasaan Eros terenyuh, dia tau sebenarnya Eros orang yang baik, hanya saja dia terlalu dibutakan cinta


" Kau tau, setelah kejadian itu Ghina depresi hampir dua tahun lamanya


Bahkan setelah kami menikah, dia baru mau kusentuh di tahun kelima pernikahan kami


Kamu memberikan luka yang teramat dalam untuknya Eros "


Eros mengangguk, dia semakin menundukkan wajahnya dan menangis tergugu mengingat kebejatan dirinya


" Dia sangat menyayangimu Eros, bahkan di akhir hidupnya, dia mencarimu"


Eros mendongak menatap Haidar dengan wajah tak percaya nya


" Kau ingat, 15 tahun lalu aku pernah mengirim orang untuk menjemputmu, tapi kau menolaknya.


Saat itu Ghina sedang sakit, dia ingin kita berdua berada di sisinya di saat saat terakhir, dia benar benar tulus menyayangi dirimu"


Haidar mengusap air mata yang mulai berjatuhan di wajahnya, walaupun sudah bertahun-tahun luka akibat di tinggal pergi istrinya masih terasa menyakitkan


Haidar berjalan mendekati Eros dan berjongkok di depannya, dia memegang erat pundak Eros


" Aku melepasmu....aku rasa, penyesalanmu adalah hukuman terberat untukmu " ucap Haidar melepaskan ikatan pada tubuh Eros


Haidar kemudian berbalik untuk pergi dari ruangan itu, tapi sebelum keluar dia berhenti mendengar suara Eros

__ADS_1


" Maafkan aku untuk semua yang sudah kulakukan padamu Haidar, Maaf......aku lebih memilih mati


aku akan menjaga Ghina disana sebelum kamu datang untuk menjaganya " ucap Eros dan menembak dirinya sendiri menggunakan pistol salah satu anak buah Haidar yang tertinggal di ruangan itu


Haidar menatap datar tubuh Eros yang sudah tak bernyawa


Dia menghela nafas berat, dia juga ingin pergi menyusul istrinya


Tapi dia masih memiliki tanggung jawab, dan istrinya nanti pasti akan marah jika dia melakukan hal konyol seperti yang dilakukan Eros


Sekali lagi, jagalah Ghina untukku Eros


*****


Edelyn menggeliatkan tubuhnya, ia ingin bangun dari tidurnya, tapi elusan lembut di puncak kepalanya membuatnya malas bangun


Rasanya dia sudah tertidur cukup lama, tapi dia sungguh malas bangun


" Bangunlah putri kecil....kau sudah tertidur cukup lama " ucap Dominic dan mengecup kening putrinya lembut


Edelyn yang mendengar suara Daddy-nya terbelalak dan langsung terduduk


Dia menatap linglung Daddy-nya yang tersenyum hangat padanya


Edelyn mengerjapkan matanya beberapa kali dan kemudian merebahkan tubuhnya lagi


" Sepertinya aku mimpi " gumamnya yang seketika membuat tawa orang orang di ruangan itu pecah


Edelyn menatap Aiden yang tersenyum kecil, dia mengernyitkan dahinya bingung melihat mommy-nya dan kakaknya tertawa terbahak-bahak, bahkan Kakaknya itu sampai guling guling di sofa


" Apa ada yang lucu ...?" tanyanya pada Aiden


Aiden tersenyum manis, dan mengusap dahi Edelyn lembut " Lihatlah di sampingmu baby girl..... daddy sudah bangun, kamu tidak sedang bermimpi "


Air matanya perlahan turun membasahi pipinya, Edelyn memeluk Daddy-nya erat


" Daddy bangun.....Daddy bangun ...... daddy Lyn sudah bangun.... super Hero nya Edelyn sudah bangun " racauan Edelyn membuat semua orang disana terharu


Setelah tangisan Edelyn mereda, Dominic melepaskan pelukan mereka


" Jangan pergi lagi sayang, kalau mau pergi, bawa daddy juga, jangan tinggalkan daddy " ucap Dominic dengan lirih


Edelyn semakin menangis mendengar ucapan Daddy-nya


Dia begitu beruntung dicintai dengan begitu besarnya oleh keluarga dan tunangannya


"Lyn tak akan pergi pergi lagi daddy "


Dominic mengangguk, dia menarik tubuh putrinya dan memeluknya dengan erat


" Mulai sekarang kamu harus selalu kembali ke mansion, daddy tak mengizinkanmu tinggal jauh dari kita" ucap Dominic yang dihadiahi tatapan protes dari Aiden


" Apa....kenapa....mau protes ?kamu sudah gagal menjaga putri saya


Jangan harap kamu bisa membawa putri saya pergi !"


Aiden menundukkan kepalanya, dia sadar kalau ia sudah gagal menjaga Edelyn, tapi ia juga tak bisa jauh dari wanitanya


Ellen yang melihat kesedihan Aiden angkat bicara " Biarkan putri kami pulang Aiden, kamu bisa sering sering mengunjunginya "

__ADS_1


Aiden masih menggelengkan kepalanya, dia tak mau dan tak akan pernah mau jauh dari wanitanya


" Bolehkah aku ikut tinggal di mansion kalian ?" tanya Aiden


Jaden melototkan matanya tak terima " Enak aja....Lo bukan siapa siapa adek gue, jadi jangan kebanyakan minta deh...."


Edelyn menghela nafas lelah, kakaknya dan Aiden jika sudah bertemu tak pernah bisa akur


Ia sudah sangat lapar, dari kemarin dia belum makan, dan kenapa juga semua orang tak memberinya makan


" Ai aku lapar...." rengek Edelyn pada Aiden yang masih berdebat dengan kakaknya


" Mau makan apa baby girl....biar aku pesankan"


Alody menggeleng " Aku mau makan di luar..... hampir empat bulan aku tak merasakan sinar matahari "


Ucapan Edelyn membuat semuanya terdiam dengan pikiran sesaknya


Gadis itu sudah banyak menderita


" Tidak..... kita makan disini saja baby girl " bantah Aiden


Edelyn mengalihkan pandangannya mendengar penolakan Aiden, ia melihat keluarganya dengan tatapan permohonannya tapi mereka tak menghiraukan, seakan-akan setuju akan penolakan Aiden


Ia terdiam melihat perlakuan semua orang padanya


Dia tahu semua orang khawatir dengannya, tapi disisi lain ia sudah sangat tertekan, empat bulan dia hanya berdiam diri tak melakukan apapun


Sekarang saat dia sudah pulang, mereka memperlakukannya dengan cara yang sama


Beberapa menit kemudian Felix datang membawa makanan yang diinginkannya, tapi ia sudah tak berselera makan lagi


Tapi karena paksaan daddy dan mommy-nya, Edelyn akhirnya mengalah


Dia membuka kotak makanannya, rasanya dia ingin menangis sekarang


Dia ingin makan sushi, tapi Aiden memberikannya makanan sehat


Edelyn menggelengkan kepalanya kepada Aiden, tapi Aiden tak menerima penolakan


Dia mengambil alih kotak makanannya dan mulai menyuapinya


Edelyn membuka mulutnya menerima suapan Aiden tanpa banyak bicara


Dia mengunyah makanan dengan ekspresi wajah yang tak dapat dibaca


Edelyn tak suka sayur, tapi Aiden dan keluarganya selalu mencekokinya dengan sayuran setiap hari


Dia suka memasak, tapi kini mereka tak memperbolehkannya memasuki dapur karena tangannya pernah tergores pisau saat memasak


Dia suka skeatboard, tapi Aiden tak memperbolehkannya karena takut jatuh


Edelyn lelah, dia sangat lelah.


kalau seperti ini, tak ada bedanya dengan keadaannya saat diculik Eros


*****


Terimakasih sudah berkunjung di ceritaku

__ADS_1


jangan lupa like vote dan comentnya guys


see you next chapter 🥰🥰


__ADS_2