
Di tempat lain Justin tengah berdiri di depan jendela besar apartemennya
Bayangan bayangan kejadian di hotel terus menghantuinya
Justin pikir setelah menyakiti adiknya, hatinya akan lega tenang dan terpuaskan
Tapi ternyata...... semuanya jauh dari yang ia kira
Hatinya sakit dan tak tenang
Tangisan adiknya terus terngiang ngiang di telinganya
Sekarang hanya nama adiknya yang terus ia pikirkan
Dalam diamnya Justin menatap minuman alkohol yang kekasihnya sediakan untuknya
Namun itu semua tak lagi dapat menenangkan hatinya
Seketika wajah cantik adiknya melintas di depan matanya
Adiknya tak suka kalau ia merokok
Tapi Justin melakukannya dengan kekasihnya
Adiknya tak suka dengan minuman alkohol
Tapi kekasihnya selalu mencekokinya dengan minuman laknat itu
Setelah lama merenung
Justin sendiri tak tau apa yang ia inginkan sebenarnya
Justin mengingat masa kecil ia dan adiknya
Dimana adiknya selalu menjadi tameng untuknya
Justin yang boros selalu tak kekurangan uang jajan karena adiknya selalu menyisihkan sebagian uang sakunya untuknya
Justin yang lemah dan penakut selalu aman karena adiknya selalu memukul orang yang berani menindas kakaknya
Mengingat hal itu
Justin tertawa hambar, dia merasa begitu bodoh
Kebaikan adiknya selama ini seolah hilang karena nafsu sesaatnya
" Sekarang aku harus bagaimana......?" tanya Justin pada dirinya sendiri
" Aku yakin sekarang semua orang sedang mencariku "
Kalau sudah seperti ini Justin serasa ingin membunuh dirinya sendiri
" Kenapa aku harus melukai Ody karena masalah seperti itu ?" teriak Justin frustasi
Justin meraih ponselnya dan menghubungi kekasihnya
" Halo.....kamu dimana ?" tanya Justin to the poin
Nabila yang menerima telepon dari Justin mendengus sebal
" Aku sedang liburan di pulau pribadi temanku....kamu baik baik di apartemen
Jangan keluar dulu sebelum keadaannya tenang " ucap Nabila kemudian memutuskan sambungan telepon
Sekarang yang ada dalam pikiran Nabila adalah melarikan diri dulu agar nantinya ia tak di kaitkan
Nanti setelah semuanya tenang, ia akan kembali lagi dengan kekasihnya yang bodoh itu
Lebih baik sekarang ia menikmati hidup saja
Sedangkan Justin termangu
Ia menyimpan kembali ponselnya di meja
__ADS_1
Sekarang ia tau jenis seperti apa wanita yang ia cintai sepenuh hati itu
Kata kata adiknya kembali terngiang di otaknya
Adiknya tak salah
Adiknya selalu menyayanginya
Adiknya selalu ada untuknya
Harusnya kalau ia mau seluruh harta jatuh ke tangannya
Ia tinggal bilang dengan adiknya
Justin yakin adiknya itu akan dengan sukarela memberikannya
" Tapi apa yang sudah aku lakukan.....?" tanya Justin pada dirinya sendiri
*****
" Hay baby...... bangun sayang, jangan buat aku takut " lirih Aiden sembari menciumi punggung tangan istrinya
" Kamu tau.... semua orang sedang menunggu senyuman cantikmu baby..... bangun ya, jangan tidur terus"
" Ody pasti bangun Aiden ..... putri mommy kan kuat, kamu juga harus makan supaya tetap bisa jagain dia" ucap mommy Ellen
" Aiden nanti makan bareng Ody mom...."
Ellen hanya bisa menghela nafas pasrah
Sudah berulang kali ia menawari menantunya itu untuk makan, tapi jawabannya selalu sama
Pandangan Ellen beralih pada suaminya yang tak jauh beda dengan Aiden
Duduk termenung dan menatap putrinya dengan tatapan kosong
Beberapa jam kemudian ruangan yang penuh keheningan itu kini berganti dengan kehebohan
Aiden berulang kali melontarkan pertanyaan itu semenjak istrinya bangun
Istrinya itu hanya terus diam setelah sadar dan tau kalau ia kehilangan anaknya
Aiden dan semua orang berfikir kalau Alody akan menangis meraung raung dan mengamuk tak terima
Tapi respon istrinya sangat berbeda jauh dari apa yang bisa harapkan
Istrinya hanya diam tanpa sepatah katapun
Bahkan ia tak menangis sama sekali
Hal itu justru membuat Aiden dan semua keluarganya ketakutan
Aiden mengecup puncak kepala istrinya bertubi-tubi
Ia tak kuasa melihat istrinya dalam keadaan seperti ini
" Menangislah Baby.....jangan seperti ini "
Aiden menatap mata indah istrinya
" Aku juga hancur, sama hancurnya dengan kamu.....kita hadapi semua ini bersama sama ya"
" Lihatlah.... semua orang ada disini.....ada untukmu baby, jangan dipendam sendiri ya..."
Alody menatap satu persatu orang yang ada di ruangannya
Dalam lubuk hatinya yang terdalam ia masih mengharapkan kedatangan kakaknya
Aiden sendiri tau pasti kalau istrinya sedang mencari kakaknya
Entah terbuat dari apa hati wanita cantik yang menjadi istrinya itu
Setelah semua yang sudah kakaknya lakukan, ia masih mengharapkan kedatangannya
__ADS_1
" Kakak dimana....?" tanya Alody lirih
semua orang terdiam
Mereka tak tau harus menjawab apa
Sementara Dominic mengepalkan tangannya erat
Harusnya putra sulungnya itu tau dan mendengar.... kalau adiknya yang sudah ia sakiti sedemikian rupa masih sudi mencarinya
" Sayangnya daddy..... jangan pikirin apa apa dulu yah, kakakmu lagi ngambek, nanti juga baik sendiri "
" Emmm.....Ody yang salah Daddy, Ody sudah menyakiti hati kakak...."
Dominic mendongakkan kepalanya menahan air matanya yang siap menetes
putrinya adalah kelemahan terbesar dalam hidupnya
Dan sekarang di depan mata kepalanya sendiri ia melihat tatapan putus asa dan kesedihan yang mendalam di wajah cantik putrinya
" Tak ada yang salah disini..... kalau ada yang perlu disalahkan, salahkan saja mommy dan daddy yang tanpa sadar membuat kakakmu sakit hati"
" Jangan seperti ini princess..... jangan salahkan dirimu sendiri, percaya sama daddy....... daddy akan memperbaiki semuanya untukmu sayang " ucap Dominic seraya membawa tubuh putrinya ke dalam pelukan hangatnya
" Termasuk anakku .....?"
Jderrr
Ucapan Alody seketika membuat Dominic terdiam membeku
Tak hanya Dominic, semua orang juga sama terdiam mendengar ucapan Alody
Sungguh mereka tak tau harus dengan cara apa menghibur wanita cantik itu
Karena mereka sendiri pun tau kalau itu semua tak mudah
Kehilangan anak karena seseorang yang amat sangat kita sayangi
Kakek Aiden berjalan menghampiri cucu menantunya yang tengah dipeluk erat oleh Daddy-nya
Ia mengelus rambut panjang Alody yang kusut
" Hidup mati manusia Allah yang mengatur sayang..... Percaya sama kakek, kalian berdua pasti akan cepat mendapatkan penggantinya
Anggap saja Allah lebih menyayangi anak kalian.....maka dari itu ia mengambilnya agar anak kalian tak merasakan kejamnya dunia ini "
Kakek Aiden menghela nafas sejenak
" Jangan tangisi yang sudah pergi..... lihatlah semua orang disini ada untukmu "
Dalam pelukan Daddy-nya Alody mengangguk tanda mengerti
Ia sendiri juga teramat sangat sedih, tapi ia tak sebodoh itu untuk mengabaikan orang orang di sekelilingnya
Ia hanya butuh waktu untuk mencerna semuanya
Karena bagi dia semuanya terlalu tiba tiba
Alody merenungkan hidupnya di masa lalu
Dan itu menjadi pukulan telak untuk dirinya
Mungkin rasa sakit yang ia rasakan saat ini adalah karma dari perbuatannya dahulu
*****
Terimakasih sudah membaca ceritaku
Jangan lupa like vote dan comentnya guys
Hadiahnya juga otte
See you 🥰🥰🥰
__ADS_1