Perjalanan Cinta Edelyn

Perjalanan Cinta Edelyn
Mendisiplinkan


__ADS_3

Aiden keluar dari lift menuju ruang keluarga


Dia mengumpulkan semua pekerja di mansionnya untuk memberikan beberapa peraturan


Aiden tak ingin istri cantiknya tak nyaman apalagi setelah kejadian Lidia waktu itu


" Apa semuanya sudah berkumpul ?" tanya Aiden dengan nada tegasnya


Membuat seluruh pekerja yang berkumpul di ruangan itu bergetar ketakutan karena auranya yang tegas dan mendominasi


" Sudah tuan" jawab semua pekerja serempak


" Baiklah saya tak akan berbasa-basi lagi, saya cuma mengingatkan agar kalian semua mematuhi peraturan yang sudah istri saya buat dan tau diri untuk mematuhi semua ucapannya"


Aiden menjeda ucapannya sejenak


" Terutama kamu Lidia, jaga batasanmu kalau masih ingin bekerja disini.


Saya masih memberimu kesempatan karena hutang budi kakek saya terhadap keluargamu


Tapi kalau kamu berulah lagi jangan harap kamu bisa keluar hidup hidup dari sini "


Lidia tersentak mendengar ucapan dari tuan mudanya


Dia merasa tak terima dan tak adil, padahal dia belum melakukan apapun tapi kenapa tuan mudanya sudah memarahinya di depan umum


Dalam otaknya sudah terfikir kemungkinan kemungkinan yang tak masuk di akal


" Baik tuan...." ucap Lidia lirih


Dalam hatinya semakin bulat tekadnya untuk mendapatkan cinta dari tuan mudanya


apapun yang terjadi aku akan menaklukkanmu Aiden


Dan akan ku buat kau tergila-gila padaku


Disisi lain mommy Ellen yang baru memasuki mansion terheran-heran karena tak melihat satupun maid ataupun bodyguard yang bekerja


Pikiran buruk mulai terbayang-bayang di otaknya


" Aduh.....ini orang pada kemana ya?, apa jangan-jangan terjadi sesuatu lagi dengan Lyn?" monolog mommy Ellen


Dia berlari memasuki mansion, tapi saat melewati ruang keluarga langkah kakinya terhenti melihat seluruh pekerja sedang berkumpul dengan Aiden yang tampak sedang memarahi salah satu maidnya


Ellen berjalan menghampiri Aiden dan menyapa menantunya


" Ada apa Aiden, dan dimana Lyn ?" tanya Ellen beruntun


Aiden sedikit terkejut mendengar sapaan dari mertuanya


Karena terlalu fokus dengan para pekerjanya dia sampai tak mendengar kedatangan mertuanya itu


" Oh mommy.....maaf Aiden tak mendengar kedatangan mom " ucap Aiden seraya mengambil tangan kanan mertuanya dan mencium punggung tangannya


Ellen tersenyum lembut melihat perilaku menantunya


Walaupun terkesan dingin dan datar, Aiden bisa menempatkan diri dengan baik

__ADS_1


" Tak apa, mom hanya sedang bosan di mansion sendirian dan ingin mengobrol dengan Edelyn


Dan kamu belum menjawab pertanyaan mommy Aiden !"


Aiden tersenyum kecil dan menganggukkan kepalanya


" Aiden hanya sedang mendisiplinkan pekerja mom, dan putri kecil mommy sedang tidur siang"


Ellen cemberut mendengar jawaban dari menantunya


Tak ada yang menemaninya mengobrol kalau putrinya sedang tidur


Tak mungkin juga ia membangunkan putrinya hanya untuk menemaninya saja


" Baiklah kalau begitu, nanti sore saja mom kesini lagi


Tapi Aiden, masalah rumah biar istrimu saja yang mengurusnya


Kamu kan sudah cukup repot dengan urusan perusahaan "


" Aiden tak repot sama sekali mom, Aiden hanya ingin yang terbaik untuk Edelyne


Dan Aiden juga tahu kalau daddy Nic juga tak membiarkanmu mengurus apapun " ucap Aiden dengan sedikit candaannya


Ellen mendengus mendengar candaan menantunya yang sayangnya sama sekali tak lucu


Dia jadi prihatin dengan nasib putrinya dan dirinya sendiri


Disatu sisi sangat bahagia dan merasa diistimewakan karena diperlakukan layaknya seorang ratu


" Ya ya mommy tau jadi tak usah diingatkan lagi, kalian semua sama saja


Sudahlah mom pulang dulu, bisa ngamuk daddy-mu kalau mommy menghilang dari pandangannya" ucap Ellen dan berlalu pergi meninggalkan ruang keluarga


Aiden tertawa kecil melihat mertuanya yang berjalan sambil menghentakkan kakinya


Dia jadi teringat dengan kelakuan istrinya saat ngambek


Ternyata itu semua turunan dari mommy-nya


Sadar akan dirinya yang menjadi pusat perhatian Aiden mendatarkan ekspresi wajahnya


" Baiklah cukup sampai saat ini, saya harap kalian mengerti dan bekerja dengan baik " ucap Aiden kemudian berdiri dan meninggalkan ruang keluarga


Aiden bergegas ke ruang kerjanya untuk menyelesaikan beberapa urusan pekerjaan sebelum istri cantiknya terbangun


Semua pekerja membungkukkan badan tanda hormat saat Aiden pergi


mereka semua cukup kagum kepada nyonya muda mereka karena bisa mengubah tuan mudanya menjadi lebih hangat kecuali Lidia tentunya


*****


Aiden menatap jam tangannya yang menunjukkan angka enam


Itu artinya satu jam lagi sudah waktunya jam makan malam


" Eughh ....aku harus cepat bersiap sebelum pak tua merebut perhatian istriku" monolog Aiden karena teringat dengan ajakan makan malam di rumah mertuanya

__ADS_1


Tadinya ia tak mau tapi istrinya keburu pergi dibawa mommy-nya jadi mau tak mau ia harus menyusul istrinya


Aiden merenggangkan ototnya sejenak dan bersandar pada kursi kerjanya sambil memejamkan mata


" Biar saya bantu pijit tuan...."


Aiden tersentak kaget dan spontan mendorong tangan yang memegang kepalanya


Karena ia tau tak mungkin istrinya yang melakukannya


Mengingat tadi sore istrinya sudah pergi ke mansion mertuanya dan Aiden tentu saja mengenal betul aroma tubuh istrinya


Aiden langsung berdiri dan menatap tajam orang yang lancang masuk ke ruangannya dan menyentuh dirinya


Seketika wajah Aiden berubah datar dan matanya menyorot tajam saat tau siapa pelakunya


Sorot mata Aiden terlihat tajam badan sarat dengan keinginan membunuh


Dia mati matian menahan hasrat membunuhnya demi istrinya


Tapi selalu saja ada yang mengusik ketenangannya


" Apa yang sedang kau lakukan ?" tanya Aiden dengan suara seraknya karena menahan hasrat membunuhnya


Lidia yang ditanya hanya bisa menundukkan kepala dan meremas rok seragamnya yang terlihat lebih pendek daripada seragam maid yang lain


Tadinya Lidia pikir tuannya tak akan marah saat digoda karena istrinya sedang tak ada di rumah


Ternyata semuanya tak sesuai dengan ekspektasi nya


" Maaf tuan, saya hanya ingin membantu anda melepas lelah. Apalagi istri anda sedang tak ada di rumah saat anda butuh " ucap Lidia dengan nada lembutnya yang penuh dengan rayuan


'aku harus memanfaatkan kesempatan sebaik-baiknya' batin Lidia


" Saya tak butuh, dan kamu dilarang memasuki ruangan ini apalagi berbicara yang tidak tidak tentang istri saya " tekan Aiden dengan gigi yang bergemalatuk menahan amarah


Lidia bergetar ketakutan melihat respon tuan mudanya, rencana yang sudah tersusun rapi di otaknya buyar seketika


" B-baik... tuan" ucap Lidia tanpa ba-bi-bu bergegas keluar dari ruang kerja tuanya dan berlari menjauh


Dari kejauhan Lidia dapat mendengar suara teriakan tuannya yang memanggil Felix dan Thom dan memarahinya karena membiarkan orang asing masuk ke ranah pribadinya


Sampai di dapur Lidia mengambil air minum dan meminumnya hingga tandas


Dalam otaknya terus mengalir ribuan cara untuk merayu tuannya


Kalau dengan rayuan tak bisa mungkin dia harus memakai cara yang lebih ekstrim


*****


Terimakasih sudah membaca ceritaku


Jangan lupa like vote dan comentnya guys


Hadiahnya juga otte


See you 🥰🥰🥰

__ADS_1


__ADS_2