
Aiden keluar dari lift menuju ruang keluarga
Dia mengumpulkan semua pekerja di mansionnya untuk memberikan beberapa peraturan
Aiden tak ingin istri cantiknya tak nyaman apalagi setelah kejadian Lidia waktu itu
" Apa semuanya sudah berkumpul ?" tanya Aiden dengan nada tegasnya
Membuat seluruh pekerja yang berkumpul di ruangan itu bergetar ketakutan karena auranya yang tegas dan mendominasi
" Sudah tuan" jawab semua pekerja serempak
" Baiklah saya tak akan berbasa-basi lagi, saya cuma mengingatkan agar kalian semua mematuhi peraturan yang sudah istri saya buat dan tau diri untuk mematuhi semua ucapannya"
Aiden menjeda ucapannya sejenak
" Terutama kamu Lidia, jaga batasanmu kalau masih ingin bekerja disini.
Saya masih memberimu kesempatan karena hutang budi kakek saya terhadap keluargamu
Tapi kalau kamu berulah lagi jangan harap kamu bisa keluar hidup hidup dari sini "
Lidia tersentak mendengar ucapan dari tuan mudanya
Dia merasa tak terima dan tak adil, padahal dia belum melakukan apapun tapi kenapa tuan mudanya sudah memarahinya di depan umum
Dalam otaknya sudah terfikir kemungkinan kemungkinan yang tak masuk di akal
" Baik tuan...." ucap Lidia lirih
Dalam hatinya semakin bulat tekadnya untuk mendapatkan cinta dari tuan mudanya
apapun yang terjadi aku akan menaklukkanmu Aiden
Dan akan ku buat kau tergila-gila padaku
Disisi lain mommy Ellen yang baru memasuki mansion terheran-heran karena tak melihat satupun maid ataupun bodyguard yang bekerja
Pikiran buruk mulai terbayang-bayang di otaknya
" Aduh.....ini orang pada kemana ya?, apa jangan-jangan terjadi sesuatu lagi dengan Lyn?" monolog mommy Ellen
Dia berlari memasuki mansion, tapi saat melewati ruang keluarga langkah kakinya terhenti melihat seluruh pekerja sedang berkumpul dengan Aiden yang tampak sedang memarahi salah satu maidnya
Ellen berjalan menghampiri Aiden dan menyapa menantunya
" Ada apa Aiden, dan dimana Lyn ?" tanya Ellen beruntun
Aiden sedikit terkejut mendengar sapaan dari mertuanya
Karena terlalu fokus dengan para pekerjanya dia sampai tak mendengar kedatangan mertuanya itu
" Oh mommy.....maaf Aiden tak mendengar kedatangan mom " ucap Aiden seraya mengambil tangan kanan mertuanya dan mencium punggung tangannya
Ellen tersenyum lembut melihat perilaku menantunya
Walaupun terkesan dingin dan datar, Aiden bisa menempatkan diri dengan baik
__ADS_1
" Tak apa, mom hanya sedang bosan di mansion sendirian dan ingin mengobrol dengan Edelyn
Dan kamu belum menjawab pertanyaan mommy Aiden !"
Aiden tersenyum kecil dan menganggukkan kepalanya
" Aiden hanya sedang mendisiplinkan pekerja mom, dan putri kecil mommy sedang tidur siang"
Ellen cemberut mendengar jawaban dari menantunya
Tak ada yang menemaninya mengobrol kalau putrinya sedang tidur
Tak mungkin juga ia membangunkan putrinya hanya untuk menemaninya saja
" Baiklah kalau begitu, nanti sore saja mom kesini lagi
Tapi Aiden, masalah rumah biar istrimu saja yang mengurusnya
Kamu kan sudah cukup repot dengan urusan perusahaan "
" Aiden tak repot sama sekali mom, Aiden hanya ingin yang terbaik untuk Edelyne
Dan Aiden juga tahu kalau daddy Nic juga tak membiarkanmu mengurus apapun " ucap Aiden dengan sedikit candaannya
Ellen mendengus mendengar candaan menantunya yang sayangnya sama sekali tak lucu
Dia jadi prihatin dengan nasib putrinya dan dirinya sendiri
Disatu sisi sangat bahagia dan merasa diistimewakan karena diperlakukan layaknya seorang ratu
" Ya ya mommy tau jadi tak usah diingatkan lagi, kalian semua sama saja
Sudahlah mom pulang dulu, bisa ngamuk daddy-mu kalau mommy menghilang dari pandangannya" ucap Ellen dan berlalu pergi meninggalkan ruang keluarga
Aiden tertawa kecil melihat mertuanya yang berjalan sambil menghentakkan kakinya
Dia jadi teringat dengan kelakuan istrinya saat ngambek
Ternyata itu semua turunan dari mommy-nya
Sadar akan dirinya yang menjadi pusat perhatian Aiden mendatarkan ekspresi wajahnya
" Baiklah cukup sampai saat ini, saya harap kalian mengerti dan bekerja dengan baik " ucap Aiden kemudian berdiri dan meninggalkan ruang keluarga
Aiden bergegas ke ruang kerjanya untuk menyelesaikan beberapa urusan pekerjaan sebelum istri cantiknya terbangun
Semua pekerja membungkukkan badan tanda hormat saat Aiden pergi
mereka semua cukup kagum kepada nyonya muda mereka karena bisa mengubah tuan mudanya menjadi lebih hangat kecuali Lidia tentunya
*****
Aiden menatap jam tangannya yang menunjukkan angka enam
Itu artinya satu jam lagi sudah waktunya jam makan malam
" Eughh ....aku harus cepat bersiap sebelum pak tua merebut perhatian istriku" monolog Aiden karena teringat dengan ajakan makan malam di rumah mertuanya
__ADS_1
Tadinya ia tak mau tapi istrinya keburu pergi dibawa mommy-nya jadi mau tak mau ia harus menyusul istrinya
Aiden merenggangkan ototnya sejenak dan bersandar pada kursi kerjanya sambil memejamkan mata
" Biar saya bantu pijit tuan...."
Aiden tersentak kaget dan spontan mendorong tangan yang memegang kepalanya
Karena ia tau tak mungkin istrinya yang melakukannya
Mengingat tadi sore istrinya sudah pergi ke mansion mertuanya dan Aiden tentu saja mengenal betul aroma tubuh istrinya
Aiden langsung berdiri dan menatap tajam orang yang lancang masuk ke ruangannya dan menyentuh dirinya
Seketika wajah Aiden berubah datar dan matanya menyorot tajam saat tau siapa pelakunya
Sorot mata Aiden terlihat tajam badan sarat dengan keinginan membunuh
Dia mati matian menahan hasrat membunuhnya demi istrinya
Tapi selalu saja ada yang mengusik ketenangannya
" Apa yang sedang kau lakukan ?" tanya Aiden dengan suara seraknya karena menahan hasrat membunuhnya
Lidia yang ditanya hanya bisa menundukkan kepala dan meremas rok seragamnya yang terlihat lebih pendek daripada seragam maid yang lain
Tadinya Lidia pikir tuannya tak akan marah saat digoda karena istrinya sedang tak ada di rumah
Ternyata semuanya tak sesuai dengan ekspektasi nya
" Maaf tuan, saya hanya ingin membantu anda melepas lelah. Apalagi istri anda sedang tak ada di rumah saat anda butuh " ucap Lidia dengan nada lembutnya yang penuh dengan rayuan
'aku harus memanfaatkan kesempatan sebaik-baiknya' batin Lidia
" Saya tak butuh, dan kamu dilarang memasuki ruangan ini apalagi berbicara yang tidak tidak tentang istri saya " tekan Aiden dengan gigi yang bergemalatuk menahan amarah
Lidia bergetar ketakutan melihat respon tuan mudanya, rencana yang sudah tersusun rapi di otaknya buyar seketika
" B-baik... tuan" ucap Lidia tanpa ba-bi-bu bergegas keluar dari ruang kerja tuanya dan berlari menjauh
Dari kejauhan Lidia dapat mendengar suara teriakan tuannya yang memanggil Felix dan Thom dan memarahinya karena membiarkan orang asing masuk ke ranah pribadinya
Sampai di dapur Lidia mengambil air minum dan meminumnya hingga tandas
Dalam otaknya terus mengalir ribuan cara untuk merayu tuannya
Kalau dengan rayuan tak bisa mungkin dia harus memakai cara yang lebih ekstrim
*****
Terimakasih sudah membaca ceritaku
Jangan lupa like vote dan comentnya guys
Hadiahnya juga otte
See you 🥰🥰🥰
__ADS_1