
Happy reading 🥰🥰🥰
.
.
.
.
.
Hitam gelap dan pengap
Edelyn dapat merasakan nafasnya sesak karena tidak adanya fentilasi udara di ruangan itu
dia juga bisa merasakan tangan dan kakinya dirantai
Tubuhnya bergetar hebat, dia ketakutan
Seingatnya waktu itu dia baru pulang dari kerja,
saat akan masuk ke rumah kecil yang diberikan Aiden, dia dibius dan selanjutnya ia tak mengingat apapun
Dia berpikir keras, siapa yang melakukan ini dan untuk apa? dia bukan lagi orang kaya raya, jadi percuma saja menculiknya
Tak akan ada gunanya
Apa dia melakukan kesalahan pada seseorang ??
Pikiran Edelyn berkecamuk, kenapa Tuhan begitu tak adil padanya?
Dia sudah kehilangan harta, dia kehilangan keluarganya dan yang paling penting dia kehilangan orang yang begitu tulus mencintainya
Apakah itu masih belum cukup?
Tiba-tiba Edelyn mendengar suara langkah kaki mendekatinya
Dia bisa merasakan penutup matanya terlepas dengan kasar
Ia perlahan lahan mengerjapkan matanya menyesuaikan cahaya temaram dalam ruang sempit itu
dia kemudian mendongak untuk melihat orang yang menculiknya
" Bagaimana bisa...." lirih Edelyn
Bagaimana mungkin mereka bisa bebas secepat itu?
walaupun Aiden bukan lagi orang yang berkuasa
Tapi mereka tentu saja masih di bawah Aiden
Edelyn melihat Dion berjalan mendekatinya, dan dibelakangnya ada Amanda yang bersedekap dada
" Dasar ******, kau pikir semudah itu bisa menghancurkan kami?" tanya Dion sambil mencengkram erat rahang Edelyn
Dion kemudian mulai memukuli Edelyn membabi-buta
Tubuh Edelyn bergetar hebat, walaupun dulu dia sering mendapat kekerasan dari Dion, tapi ia masih merasa takut dan trauma
Ia hanya bisa menangis dan berdoa dalam hati, semoga Aiden masih mau menyelamatkan dirinya untuk kesekian kalinya
Setelah beberapa menit terdengar suara gaduh dari luar rumah Dion
Dion dan Amanda panik mendengarnya, mereka takut polisi menemukan keberadaan mereka
" Periksa Dion, aku akan menangani Edelyn " ucap Amanda
Setelah kepergian Dion Amanda berjongkok di depan Edelyn
" Kau tau Edelyn? kau memang cantik dan akupun mengakuinya
Tapi kecantikan mu itu tak berguna sekali" ejek Amanda
__ADS_1
" Kenapa.....? aku menganggapmu teman
Tapi kenapa kau melakukan semua ini padaku...?" tanya Edelyn
" Ha ha ha.....Dunia ini kejam, dan gadis polos sepertimu tak pantas berada di dunia ini
So bukankah aku dan Dion begitu baik karena membantumu keluar dari dunia ini....?" kekeh Amanda
Edelyn menatap Amanda sendu, dia begitu menyesal mengorbankan semuanya untuk Amanda dan Dion
tiba tiba pintu terbuka menampilkan Dion yang panik menghampiri Amanda
" Aiden datang" ucap Dion
" Kita harus menyembunyikannya" ucap Amanda sembari membantu Dion mengangkat Edelyn
Tapi sebelum itu terjadi pintu didobrak dengan kasar, dan Aiden datang bersama beberapa pengawalnya
Edelyn tersenyum haru melihat kedatangan Aiden, dia sangat beruntung Aiden masih Sudi menolongnya
" Aiden-....."
Belum selesai Edelyn berbicara, ia bisa merasakan lehernya menyentuh benda dingin
" Turunkan senjatamu Dion " Titah Aiden, beberapa pengawalnya mulai mengambil posisi siaga dan mengacungkan pistol mereka
Mendengar ucapan Aiden membuat Dion tertawa dan semakin mengeratkan pisaunya pada leher Edelyn
" Kau bukan siapa siapa lagi bung
Jadi berhenti, jangan bertingkah seperti bos besar lagi" ucap Dion sambil mengawasi pergerakan Aiden dan pengawalnya
Dion tau, walaupun dia tak melukai Edelyn
Dia dan Amanda tetap akan mati di tangan Aiden
Tanpa rasa kasihan Dion menggorok leher Edelyn
teriakan Aiden tak bisa terelakkan lagi kemudian Dion melihat pengawal Aiden akan menembakkan pelurunya ke arahnya
Sebelum Dion bisa mencerna keadaan, dua peluru menembus dadanya dan akhirnya kegelapan pun menantinya
Disisi lain Aiden berteriak histeris melihat Dion menggorok leher gadisnya
Dia kemudian menangkap tubuh Edelyn sebelum jatuh ke tanah
" Tidak Edelyne, jangan tutup matamu " ucap Aiden sambil menangis
" Maaf...."
" Dengarkan aku, kamu harus bertahan Edelyne
aku akan menerimamu sepenuh hatiku"Edelyn menggelengkan kepalanya pelan
Aiden bisa merasakan tubuh gadisnya yang melemas dan akhirnya mata itu tertutup sempurna
" No Edelyne..... please stay with me, jangan tinggalkan aku lagi Edelyne...."
Aiden menangis histeris melihat gadisnya yang tak bernafas lagi
" Aku sangat mencintaimu Edelyne.....aku akan menemanimu di manapun kau berada" ucap Aiden kemudian mengambil pistol dan menembakkannya ke kepalanya sendiri
Para pengawal pun terkejut melihat tindakan bosnya, tapi mereka cukup terharu dengan perjuangan cinta seorang Aiden Al-Kadhafi
*****
Edelyn terengah-engah dan tubuhnya di penuhi keringat dingin, kenapa dia bisa memimpikan kejadian itu lagi
Ia bisa merasakan tangan besar yang mengusap lembut peluh di dahinya
Edelyn menoleh ke samping dan mendapati Aiden yang menatapnya khawatir
Tanpa sadar Edelyn menitikkan air matanya, dia kemudian memeluk Aiden erat
__ADS_1
Aiden mengelus punggung gadisnya pelan untuk menenangkan
" Apa kau bermimpi buruk baby girl...?"
Edelyn tak menjawab pertanyaan Aiden, dia masih memikirkan mimpinya
Dia bersyukur diberikan kesempatan kedua
mengingat mimpinya dimana Aiden datang menyelamatkannya, walaupun Edelyn tetap terbunuh dan kemudian Aiden mengungkapkan cintanya pada gadisnya dan menembak dirinya sendiri
Edelyn semakin mengeratkan pelukannya dan menenggelamkan wajahnya di cekungan leher Aiden
" Apa kau terlalu lelah karena menyiapkan kejutan ulang tahunku baby girl....?" tanya Aiden
Edelyn cemberut mendengarnya, dia mencubit perut Aiden gemas
" Jangan diingat lagi, apanya yang kejutan coba....?"
" Itu semua kejutan yang sangat berarti baby girl, bagiku kau sudah sangat berhasil
Apalagi sevismu semalam hehehe"cengir Aiden
" Aiden..... kenapa sekarang kau mesum sekali sih...? teriak Edelyn sambil menutup wajahnya dengan kedua tangannya
" Bukankah kau bilang aku lelaki dewasa baby girl, kenapa kau cepat berubah pikiran sih ?"
" Aku tau, tapi yang perlu kau ingat, tunanganmu ini masih gadis remaja tuan muda Jadi mohon pengertiannya ya...."
" Baiklah gadis muda, tunanganmu ini akan mencoba mengerti, tapi maukah kamu memberikan morning kiss untukku sayang....?" pinta Aiden sambil mengedipkan matanya beberapa kali
Edelyn bergidik melihatnya, kemudian dia memukul Aiden dengan bantalnya
" jijik banget Ai.....kamu seperti oom mesum yang ada di pinggir jalan tau gak...?"
Mendengar ucapan gadisnya, ia tambah ingin menggoda gadisnya ini
" Ayolah gadis muda, saya punya banyak uang, saya akan membelikan apapun yang kau mau asalkan kamu mau menemaniku....!!" ucap Aiden sambil berkedip genit
Edelyn yang mendengarnya pun menggoda Aiden balik
' lihat saja nanti, aku pasti akan menang !' batin Alody
" Benarkah daddy..... tapi karena Daddy sangat tampan dan menggoda, aku akan memberikan diskon " ucap Edelyn
Jemari lentiknya mengusap pelan bibir penuh Aiden turun ke leher dan sekarang didada Aiden
Edelyn bisa melihat Aiden yang menahan nafas dan mukanya memerah, ia ingin tertawa saja saat melihatnya
Jemari Edelyn kemudian turun dan membelai pelan roti sobek Aiden
" Apa Kau tergoda daddy....?" tanya Edelyn sembari menggigit bibir bawahnya
" Ya.." jawab Aiden dengan suara beratnya
Edelyn kemudian tersenyum nakal, dan tanpa di duga Aiden ia mengelus pelan gundukan celana Aiden dan meremasnya
Tapi sebelum Aiden bisa bereaksi, Edelyn turun dari ranjang dan keluar dari kamarnya
Aiden yang masih belum menyadari situasi terdiam terkejut, gairahnya sedang tinggi dan dengan seenaknya gadisnya kabur darinya
Aiden kemudian tersadar saat mendengar suara tawa gadisnya dari luar pintu
" Ha ha ha..,...aku menang Daddy, selamat menikmati" tawa Edelyn pecah saat berjalan menjauhi kamar Aiden
Aiden memijit pelipisnya pening, kenapa gadisnya menjadi nakal sekarang, dia kemudian melihat kebawah dan menghembuskan nafasnya berat
" Sepertinya aku harus mandi air dingin lagi, awas saja kau baby girl . Nanti aku akan membalasmu" monolog Aiden sambil berjalan ke arah kamar mandi
*****
Terima kasih sudah mau membaca ceritaku
jangan lupa like vote dan comentnya guys
__ADS_1
see you next chapter.....😘