
Setelah beberapa saat bersiap siap,mereka terkagum-kagum dengan paras indah Edelyn
Edelyn bagaikan seorang Dewi yang turun dari langit
Padahal Edelyn sama sekali tak tersenyum dan menunjukkan raut bahagianya tapi semua itu tak melunturkan sedikitpun pesona kecantikannya
Eros mendekati Edelyn dengan senyum smirknya, sakit hatinya akan sedikit terobati jika melihat hancurnya keturunan Haidar kadahfi
Edelyn menatap tajam pria paruh baya di depannya, dia sudah mengetahui alasan pria ini menyekapnya
Menurutnya itu semua hanyalah dendam yang sangat konyol
" Kau pria yang buruk Eros, pantas saja nyonya Ghina tak mau hidup denganmu " ucap Edelyn memukul telak mental Eros
Eros terdiam kaku mendengar hinaan Edelyn, dia tak marah tapi bayang bayang wanita yang dicintainya selalu berseliweran di kepalanya
Flashback.....
Hungaria
Eros dan Ghina adalah sahabat sedari kecil, mereka selalu bersama sama.
Eros dan Ghina saling menyayangi tapi rasa sayang Eros pada Ghina bukanlah rasa sayang kepada seorang teman
Eros begitu menyukai Ghina sebagai seorang wanita
Pada suatu hari saat Eros dan Ghina sedang memanen bunga lavender, mereka menemukan seorang pria tampan yang terluka parah dan mereka pun membawa pria itu ke rumah Ghina yang berada di tengah Padang lavender untuk diobati
Di rumah itu Ghina hanya tinggal seorang diri, keluarganya sudah lama meninggal
Karena itulah Eros selalu berada di samping Ghina untuk selalu menemani hari harinya
Singkat cerita akhirnya mereka bertiga bersahabat, entah siapa yang memulai benih benih cinta antara Ghina dan Haidar mulai tumbuh, dan akhirnya mereka berdua memutuskan menjalin kasih
Eros yang mendengar mereka menjalin hubungan sangat marah, dia merasa terkhianati
Padahal sejak kecil Eros yang selalu menemani Ghina, tapi kenapa Ghina lebih memilih bersama pria yang baru dikenalnya
Dengan amarah yang menggebu-gebu Eros pergi ke rumah Ghina.
Dia mendobrak pintu pintu rumah Ghina dan berjalan memasuki kamar
Pandangan Eros semakin menggelap melihat Ghina dengan gaun tidurnya yang tipis
Rencana licik mulai melintas di otaknya
Eros menerjang tubuh Ghina dan mencumbunya dengan paksa
Yang difikiran Eros hanyalah cara untuk membuat gadis di bawah Kungkungannya ini menjadi miliknya sepenuhnya
Jerit tangis Ghina sama sekali tak ia pedulikan
Haidar tak akan sudi menikahi Ghina jika tahu gadis yang dipujanya ini sudah dia jamah
Ghina hancur, dia tak menyangka sahabat sedari kecil yang begitu menyayanginya begitu tega menghancurkan hidupnya
Ghina menangis dan menjerit meminta tolong, walaupun dia sendiri yakin tak akan ada yang bisa mendengar jeritannya
Sampai akhirnya Eros berhasil mengambil harta paling berharga di hidupnya
__ADS_1
Ghina semakin menjerit histeris, antara sakit kecewa dan marah, semuanya menjadi satu
Erangan puas sudah berulang kali terdengar dari bibir Eros, tapi dia terus melakukan kegiatannya
Tak perduli jika Ghina sudah kelelahan dan nyaris pingsan
Tubuh dan wajah Ghina sudah di penuhi lebam karena Ghina terus memberontak
Di tempat lain Haidar merasa hatinya tak tenang memikirkan Ghina
Akhirnya dia memutuskan mendatangi rumah Ghina dan mengecek keadaannya
Sampai di padang bunga, jantung Haidar berhenti berdetak mendengar jeritan tangis gadisnya
Pikirannya sudah tak karuan, dengan cepat dia berlari menuju rumah Ghina.
Tangis pilu gadisnya dan suara erangan pria yang amat dikenalinya terdengar jelas di penjuru rumah mungil gadisnya
Dan pandangan yang begitu menyakitkan terpampang di depan mata Haidar
Gadisnya di setubuhi oleh sahabatnya sendiri
Tanpa banyak bicara Haidar menghajar Eros membabi buta sampai dia pingsan
Haidar kemudian menghampiri gadisnya yang terikat di ranjang dengan wajah dan tubuhnya yang di penuhi luka lebam
Haidar menangis melihat kondisi gadisnya, dia membuka tali yang mengikat gadisnya kemudian menutupi tubuh telanjang gadisnya
Saat Haidar ingin memeluknya, Ghina menghindar
" Pergilah, aku bukan gadis yang selalu kau puja puja lagi
Kamu pantas mendapatkan gadis yang lebih baik lagi " ucap Ghina dengan suara seraknya
" Sampai aku matipun, kau akan tetap menjadi gadisku sayang. Ayo kita pergi "
Dan akhirnya Haidar membawa Ghina pergi dari Hungaria, menjauh dari Eros
Pria yang membuat Ghina terpuruk untuk waktu yang lama
Flashback end
Eros tersenyum tulus pada Edelyn
" Aku tahu, karena itu aku selalu membuat masalah dengan Haidar, aku ingin mati di tangannya dan menyusul pujaan hatiku "
Edelyn tertegun menatap pria paruh baya di depannya, dia kasihan
Pria ini hanyalah seorang lelaki yang teramat sangat mencintai pasangannya
Nyaris mendekati obsesi
" Kau tahu, berpisah dengan pasangan cinta mu itu sangat menyakitkan, tapi kenapa kau masih melakukan ini...?" tanya Edelyn bingung
" Kau harus lebih percaya dengan pria-mu, aku yakin dia akan datang menjemputmu sebentar lagi"
Edelyn memijat pelipisnya bingung dengan pemikiran pria tua ini yang selalu berubah-ubah
Dasar bandot tua aneh....
__ADS_1
Eros memegang lembut tangan Edelyn dan membawanya ke altar
" Tersenyumlah, sebentar lagi kau akan menikah hahaha "
" Dasar pria gila " gerutu Edelyn
Eros membimbing Edelyn berjalan menuju ruang tamu rumah itu yang sudah disulap menjadi pelaminan
Disana Dion sudah duduk dengan penghulu di depannya
Dion tersenyum melihat Edelyn yang berjalan menghampirinya,
Senyuman bahagia terpatri di wajahnya, sebentar lagi Edelyn akan sah menjadi istrinya
Alody duduk di samping Dion dengan tatapan sendunya
Apakah ini akhirnya ?
Penghulu mulai melakukan tugasnya
Dia menjabat tangan Dion dan memulai ijab kabulnya
Penghulu itu sudah mulai menanyakan kesiapan calon pengantin
Saat beliau menanyakan kesiapan Edelyn, dia hanya terdiam dengan air mata yang terus mengalir
Pak penghulu itu mulai ragu akan menikahkan pengantin ini, tapi sebelum dia berbicara rombongan orang berjas dengan pistol ditangannya memasuki rumah dan meringkus semua orang yang ada
Dan di barisan paling belakang muncul seorang pria tampan bertubuh tegap
" Aku datang baby girl...." gumamnya menatap Edelyn yang duduk dengan air mata yang berderai
****
Edelyn tersenyum di tengah tangisnya, kekasihnya datang menjemput dirinya
Dion menggertakkan giginya marah, padahal sebentar lagi Edelyn akan menjadi miliknya
Tetapi pria ini sudah datang terlebih dahulu
Dion menyikut perut orang yang memeganginya dan berlari menuju Edelyn
Dion memeluk erat perut Edelyn dan mengarahkan pisau kecil ke lehernya
" Jika aku tak bisa memilikinya, maka siapapun tak bisa memilikinya juga
Aku akan membawa Edelyn mati bersamaku " ucap Dion dan diakhiri dengan tawa kerasnya, dia seperti orang yang punya penyakit kejiwaan
Edelyn berdiri kaku merasakan pisau yang berada di lehernya, pandangannya berubah menjadi kosong
bayangan bayangan kehidupan masa lalunya melintas di otaknya
Dorr....
Edelyn terkejut dan menatap Aiden dengan bibir bergetar sebelum tubuhnya oleng tak sadarkan diri
*****
Terimakasih sudah berkunjung di ceritaku
__ADS_1
jangan lupa like vote dan comentnya guys
see you next chapter 🥰🥰🥰***