
Aiden memukuli anak buahnya tanpa ampun setelah mengetahui penyebab gadisnya menangis, ia menjadi kesetanan.
Bagaimana mungkin musuhnya bisa masuk ruangannya dengan mudah, dan lagi dia melukai gadisnya
Ia sungguh merasa gagal, Edelyn mengalami kejadian mengerikan di daerah kekuasaannya
Aiden menggertakkan giginya menahan amarah , saat melihat tayangan cctv
dimana gadisnya beringsut ketakutan saat Dexter menjambak dan menamparnya
Ia menatap Thom tajam dan berjalan mendekatinya lalu menyengkram kerah Thom dengan penuh amarah
" Kau beruntung gadisku masih bisa menyelamatkan dirinya sendiri , setelah ini jangan pernah ada kesalahan lagi
perketat penjagaan Edelyn dan ganti semua sistem pengawasan di kantor dengan alat yang lebih canggih
Dan hubungi Felix untuk segera kembali !!" tekan Aiden lalu beranjak pergi mengurung dirinya di kamar mansionnya
Thom menghela nafas lega, dia bersyukur lukanya tidak separah 10 orang pengawal Nona mudanya, tapi rasanya sama saja, dia sungguh ingin pingsan sekarang
Aiden memasuki kamarnya yang hampir tidak pernah berpenghuni
Dia menatap pantulan dirinya di cermin
Dia sungguh merasa gila memikirkan gadisnya
Aiden sungguh merasa bersalah
Aiden mengepalkan tangannya dan memukul dinding dengan penuh amarah hingga tangannya dipenuhi darah
" AIDEN..."
" Maaf nona , tuan Aiden sedang tidak ada" ucap kepala pelayan di mansion Aiden
Edelyn mengernyitkan dahinya bingung, karena baru saja ia mendapat laporan dari Thom kalau Aiden sedang dalam keadaan tidak baik
pasti ada yang tidak beres
" baiklah....tapi sebelum itu tolong buatkan aku segelas jus jeruk dulu, aku sedang sangat haus sekarang !" pinta Edelyn
" baik nona.... mohon tunggu sebentar "
Setelah melihat pelayan itu pergi Edelyn berlari menuju lantai dua
Dia mencari kesetiap sudut ruangan tapi tidak menemukan Aiden
Edelyn kemudian beranjak ke lantai 3, pada saat ingin memasuki ruangan, ia melihat Aiden berjalan penuh amarah berlainan arah dengannya
Edelyn mencoba mengejar Aiden tetapi Aiden
lebih dulu membanting pintunya
"Sepertinya ucapan Thom benar, Aiden dalam keadaan tidak baik, apa dia sudah mengetahui tentang kejadian di kantor tadi siang " benak Edelyn
Edelyn mengetuk pintu tapi tidak ada sahutan , dia kemudian memberanikan diri membuka pintunya
Dan kemudian ia terkejut dengan apa yang dilakukan Aiden
" AIDEN....." Edelyn sepontan berteriak melihat Aiden melukai tangannya sendiri
Edelyn menahan tangan Aiden yang mencoba memukul tembok lagi
" Apa yang kau lakukan Ai.... jangan melukai dirimu sendiri " lirih Edelyn
Sedangkan Aiden masih menatap dinding dengan pandangan kosongnya
__ADS_1
Edelyn kemudian menarik wajah Aiden menghadapnya, dia kemudian mengelus rahang Aiden dengan lembut
" kau kenapa hmmmm ?" tanya Edelyn
Aiden sendiri baru tersadar saat merasakan usapan lembut Edelyn di rahangnya
ia tak menjawab pertanyaan gadisnya, dia menarik lembut tubuh Edelyn dan memeluknya erat
Selang beberapa menit Edelyn melepaskan pelukan mereka, dia menuntun Aiden duduk di sofa
Ia mengambil kotak p3k kemudian mengobati luka Aiden
Setelah selesai mengobati luka Aiden, Edelyn duduk menyamping menghadap Aiden
" Mengapa kau melukai dirimu sendiri Ai...?" tanya Edelyn
Ia menghela nafasnya pelan melihat Aiden yang enggan menjawab, dia merebahkan kepala Aiden di pahanya dan mengelus pelan rambut lebat Aiden
Aiden sendiri menenggelamkan wajahnya di perut rata Edelyn, dan memeluknya dengan erat
Setelah sekian lama terdiam, akhirnya Aiden membuka suara
" Maafkan aku baby girl...!" gumam Aiden lirih
" Maaf untuk apa Ai ..?" tanya Edelyn
Aiden mengangkat kepalanya dan menatap gadisnya lekat
" Aku telah gagal Ai....Aku tidak bisa menjagamu dengan baik' !" ucap Aiden
Edelyn tersenyum " ini semua bukan salahmu Ai... lagian aku sekarang tidak apa apa, maaf membuatmu khawatir " sesal Edelyn
" Aku telah gagal menjagamu baby girl...."
Edelyn tak menjawabnya, dia kembali mengelus kepala Aiden dengan lembut
" ini tak sebanding dengan apa yang sudah kamu alami, aku janji tidak akan pernah membiarkan kamu terluka lagi baby girl.....aku janji !!" jawab Aiden sambil memeluk erat gadisnya erat erat
*****
Waktu sudah menunjukkan pukul 9 malam , tapi mansion Skylar semakin ramai
semua anggota keluarga Skylar sedang berkumpul, ada juga keluarga dari Kay
Saat Alody sedang berbincang bincang, dia dikejutkan dengan kedatangan kekasihnya, Aiden
tapi yang mengejutkannya lagi adalah dia datang dengan seorang wanita yang cukup cantik
Edelyn cemberut melihatnya
' Bagaimana mungkin dia datang ke rumahku dengan seorang wanita ?' pikir Edelyn
" Edelyne...." panggil Aiden dengan lembut, dia kemudian berjalan menghampiri Edelyn dan mengecup bibirnya sekilas, mengabaikan semua keluarga yang menatap mereka
Edelyn tak membalas sapaan Aiden, dia memandang wanita yang datang bersama Aiden dengan tajam
wanita yang dibawa Aiden cukup manis, dengan perawakan tingginya dan kulit eksotisnya, membuat dia kelihatan manis dan sexy
' tapi, aku lebih cantik, tubuhku juga lebih bagus daripada dia..... kenapa Aiden membawa wanita ini sih ?' batin Edelyn yang tanpa sadar membandingkan dirinya sendiri
Aiden yang melihat gadisnya cemberut mencubit pelan hidungnya
" Dia yang akan mengawal mu mulai sekarang !" titah Aiden
Edelyn melototkan matanya terkejut
__ADS_1
" gak bisa gitu dong Ai.....aku tidak mau ada yang mengikuti kemanapun " marah Edelyn
Aiden menghela nafas, padahal tanpa ada wanita inipun Edelyn sudah memiliki puluhan pengawal rahasia yang menjaganya tanpa dia tahu
Aiden membawa pengawal wanita karena dia ingin ada yang mengawasinya dari jarak dekat dan bisa mengikuti Edelyn kemanapun ia pergi
" aku tidak menerima penolakan sayang, aku tidak mau kejadian kemarin terulang lagi" tekan Aiden
" Aiden, aku tahu keluargaku sudah mengirimi ku banyak pengawal rahasia, di tambah pengawal darimu .itu semua sudah cukup Ai...." tolak Edelyn
" Berhenti membantah Edelyne....ini semua belum seberapa"
" Seberapa apanya....?" dumel Edelyn
Aiden mengecup sekilas bibir pink Edelyn
" Baiklah kalau kau tidak mau menerima pengawal wanita ini, biar aku saja yang menemanimu kemanapun" tawar Aiden
Edelyn menghentakkan kakinya kesal
" baiklah aku terima pengawalmu..... sudah puas Ai..?"
" Hmm..... sangat puas " senang Aiden
mulai sekarang Sintya akan menjadi pengawal pribadimu
" Hmm" gumam Edelyn
Aiden mengikuti Frans Skylar, calon kakek mertuanya,
Dia tidak mempermasalahkan saat semua anggota keluarga Skylar menginterogasinya, menurutnya itu semua sangat wajar mengingat Edelyn adalah satu-satunya cucu perempuan di keluarga Skylar
Mengingat itu semua Aiden harus sanggup menuruti semua kriteria calon suami ideal jika ingin mendapatkan gadisnya
" Sepertinya perjuanganmu sudah berhasil....?" tanya Kakek Frans
" Yah seperti yang kau lihat, aku sudah berhasil menaklukkan gadis itu, tinggal pawang pawangnya saja yang belum..." kekeh Aiden
" Hmm..... sepertinya kamu harus berjuang lebih keras lagi, apalagi Dominic
Bocah tengil itu tidak akan memudahkan mu mendapatkan kesayangannya " ucap kakek Frans
" Aku tau, tapi aku bersyukur gadisku tumbuh dengan dipenuhi cinta dari orang orang sekitarnya" ucap Aiden
" Bagaimana kalau semua keluarga Skylar tidak merestuimu....?" tanya Kakek Frans
" Kau tentu tahu apa yang akan kulakukan . Sebenarnya meminta restu itu hanyalah sebuah formalitas saja bagiku..!!" jawab Aiden sembari tersenyum smirk
" Dasar bocah kurang ajar....Apa cecunguk Gideon itu tak mengajarimu sopan santun " marah kakek Frans sambil melemparkan cerutunya pada Aiden
Aiden terkekeh melihat kakek frans marah, kakek Frans dan kakeknya memang sahabat sejati, sampai sampai sifat bar barnya pun sama
Aiden beranjak ingin menghampiri Edelyn tapi perkataan kakek Frans menghentikannya
" Lyn sedang berbincang bincang dengan neneknya, biarkan mereka menghabiskan waktu bersama dulu...." ucap kakek Frans
" Maaf tapi aku tidak mau memberikan waktu gadisku untuk istrimu itu...!" tekan Aiden
" Dasar kau bocah tengik...."
Aiden memutarkan bola matanya malas mendengar umpatan kakek Frans
' Tidak bermutu sekali ' batin Aiden
*****
__ADS_1
🥰🥰🥰 Terima kasih yang udah mau baca cerita aku yah.... jangan lupa like vote dan comentnya guys