Perjalanan Cinta Edelyn

Perjalanan Cinta Edelyn
Bucin ...


__ADS_3

Aiden memukuli anak buahnya tanpa ampun setelah mengetahui penyebab gadisnya menangis, ia menjadi kesetanan.


Bagaimana mungkin musuhnya bisa masuk ruangannya dengan mudah, dan lagi dia melukai gadisnya


Ia sungguh merasa gagal, Edelyn mengalami kejadian mengerikan di daerah kekuasaannya


Aiden menggertakkan giginya menahan amarah , saat melihat tayangan cctv


dimana gadisnya beringsut ketakutan saat Dexter menjambak dan menamparnya


Ia menatap Thom tajam dan berjalan mendekatinya lalu menyengkram kerah Thom dengan penuh amarah


" Kau beruntung gadisku masih bisa menyelamatkan dirinya sendiri , setelah ini jangan pernah ada kesalahan lagi


perketat penjagaan Edelyn dan ganti semua sistem pengawasan di kantor dengan alat yang lebih canggih


Dan hubungi Felix untuk segera kembali !!" tekan Aiden lalu beranjak pergi mengurung dirinya di kamar mansionnya


Thom menghela nafas lega, dia bersyukur lukanya tidak separah 10 orang pengawal Nona mudanya, tapi rasanya sama saja, dia sungguh ingin pingsan sekarang


Aiden memasuki kamarnya yang hampir tidak pernah berpenghuni


Dia menatap pantulan dirinya di cermin


Dia sungguh merasa gila memikirkan gadisnya


Aiden sungguh merasa bersalah


Aiden mengepalkan tangannya dan memukul dinding dengan penuh amarah hingga tangannya dipenuhi darah


" AIDEN..."


" Maaf nona , tuan Aiden sedang tidak ada" ucap kepala pelayan di mansion Aiden


Edelyn mengernyitkan dahinya bingung, karena baru saja ia mendapat laporan dari Thom kalau Aiden sedang dalam keadaan tidak baik


pasti ada yang tidak beres


" baiklah....tapi sebelum itu tolong buatkan aku segelas jus jeruk dulu, aku sedang sangat haus sekarang !" pinta Edelyn


" baik nona.... mohon tunggu sebentar "


Setelah melihat pelayan itu pergi Edelyn berlari menuju lantai dua


Dia mencari kesetiap sudut ruangan tapi tidak menemukan Aiden


Edelyn kemudian beranjak ke lantai 3, pada saat ingin memasuki ruangan, ia melihat Aiden berjalan penuh amarah berlainan arah dengannya


Edelyn mencoba mengejar Aiden tetapi Aiden


lebih dulu membanting pintunya


"Sepertinya ucapan Thom benar, Aiden dalam keadaan tidak baik, apa dia sudah mengetahui tentang kejadian di kantor tadi siang " benak Edelyn


Edelyn mengetuk pintu tapi tidak ada sahutan , dia kemudian memberanikan diri membuka pintunya


Dan kemudian ia terkejut dengan apa yang dilakukan Aiden


" AIDEN....." Edelyn sepontan berteriak melihat Aiden melukai tangannya sendiri


Edelyn menahan tangan Aiden yang mencoba memukul tembok lagi


" Apa yang kau lakukan Ai.... jangan melukai dirimu sendiri " lirih Edelyn


Sedangkan Aiden masih menatap dinding dengan pandangan kosongnya

__ADS_1


Edelyn kemudian menarik wajah Aiden menghadapnya, dia kemudian mengelus rahang Aiden dengan lembut


" kau kenapa hmmmm ?" tanya Edelyn


Aiden sendiri baru tersadar saat merasakan usapan lembut Edelyn di rahangnya


ia tak menjawab pertanyaan gadisnya, dia menarik lembut tubuh Edelyn dan memeluknya erat


Selang beberapa menit Edelyn melepaskan pelukan mereka, dia menuntun Aiden duduk di sofa


Ia mengambil kotak p3k kemudian mengobati luka Aiden


Setelah selesai mengobati luka Aiden, Edelyn duduk menyamping menghadap Aiden


" Mengapa kau melukai dirimu sendiri Ai...?" tanya Edelyn


Ia menghela nafasnya pelan melihat Aiden yang enggan menjawab, dia merebahkan kepala Aiden di pahanya dan mengelus pelan rambut lebat Aiden


Aiden sendiri menenggelamkan wajahnya di perut rata Edelyn, dan memeluknya dengan erat


Setelah sekian lama terdiam, akhirnya Aiden membuka suara


" Maafkan aku baby girl...!" gumam Aiden lirih


" Maaf untuk apa Ai ..?" tanya Edelyn


Aiden mengangkat kepalanya dan menatap gadisnya lekat


" Aku telah gagal Ai....Aku tidak bisa menjagamu dengan baik' !" ucap Aiden


Edelyn tersenyum " ini semua bukan salahmu Ai... lagian aku sekarang tidak apa apa, maaf membuatmu khawatir " sesal Edelyn


" Aku telah gagal menjagamu baby girl...."


Edelyn tak menjawabnya, dia kembali mengelus kepala Aiden dengan lembut


" ini tak sebanding dengan apa yang sudah kamu alami, aku janji tidak akan pernah membiarkan kamu terluka lagi baby girl.....aku janji !!" jawab Aiden sambil memeluk erat gadisnya erat erat


*****


Waktu sudah menunjukkan pukul 9 malam , tapi mansion Skylar semakin ramai


semua anggota keluarga Skylar sedang berkumpul, ada juga keluarga dari Kay


Saat Alody sedang berbincang bincang, dia dikejutkan dengan kedatangan kekasihnya, Aiden


tapi yang mengejutkannya lagi adalah dia datang dengan seorang wanita yang cukup cantik


Edelyn cemberut melihatnya


' Bagaimana mungkin dia datang ke rumahku dengan seorang wanita ?' pikir Edelyn


" Edelyne...." panggil Aiden dengan lembut, dia kemudian berjalan menghampiri Edelyn dan mengecup bibirnya sekilas, mengabaikan semua keluarga yang menatap mereka


Edelyn tak membalas sapaan Aiden, dia memandang wanita yang datang bersama Aiden dengan tajam


wanita yang dibawa Aiden cukup manis, dengan perawakan tingginya dan kulit eksotisnya, membuat dia kelihatan manis dan sexy


' tapi, aku lebih cantik, tubuhku juga lebih bagus daripada dia..... kenapa Aiden membawa wanita ini sih ?' batin Edelyn yang tanpa sadar membandingkan dirinya sendiri


Aiden yang melihat gadisnya cemberut mencubit pelan hidungnya


" Dia yang akan mengawal mu mulai sekarang !" titah Aiden


Edelyn melototkan matanya terkejut

__ADS_1


" gak bisa gitu dong Ai.....aku tidak mau ada yang mengikuti kemanapun " marah Edelyn


Aiden menghela nafas, padahal tanpa ada wanita inipun Edelyn sudah memiliki puluhan pengawal rahasia yang menjaganya tanpa dia tahu


Aiden membawa pengawal wanita karena dia ingin ada yang mengawasinya dari jarak dekat dan bisa mengikuti Edelyn kemanapun ia pergi


" aku tidak menerima penolakan sayang, aku tidak mau kejadian kemarin terulang lagi" tekan Aiden


" Aiden, aku tahu keluargaku sudah mengirimi ku banyak pengawal rahasia, di tambah pengawal darimu .itu semua sudah cukup Ai...." tolak Edelyn


" Berhenti membantah Edelyne....ini semua belum seberapa"


" Seberapa apanya....?" dumel Edelyn


Aiden mengecup sekilas bibir pink Edelyn


" Baiklah kalau kau tidak mau menerima pengawal wanita ini, biar aku saja yang menemanimu kemanapun" tawar Aiden


Edelyn menghentakkan kakinya kesal


" baiklah aku terima pengawalmu..... sudah puas Ai..?"


" Hmm..... sangat puas " senang Aiden


mulai sekarang Sintya akan menjadi pengawal pribadimu


" Hmm" gumam Edelyn


Aiden mengikuti Frans Skylar, calon kakek mertuanya,


Dia tidak mempermasalahkan saat semua anggota keluarga Skylar menginterogasinya, menurutnya itu semua sangat wajar mengingat Edelyn adalah satu-satunya cucu perempuan di keluarga Skylar


Mengingat itu semua Aiden harus sanggup menuruti semua kriteria calon suami ideal jika ingin mendapatkan gadisnya


" Sepertinya perjuanganmu sudah berhasil....?" tanya Kakek Frans


" Yah seperti yang kau lihat, aku sudah berhasil menaklukkan gadis itu, tinggal pawang pawangnya saja yang belum..." kekeh Aiden


" Hmm..... sepertinya kamu harus berjuang lebih keras lagi, apalagi Dominic


Bocah tengil itu tidak akan memudahkan mu mendapatkan kesayangannya " ucap kakek Frans


" Aku tau, tapi aku bersyukur gadisku tumbuh dengan dipenuhi cinta dari orang orang sekitarnya" ucap Aiden


" Bagaimana kalau semua keluarga Skylar tidak merestuimu....?" tanya Kakek Frans


" Kau tentu tahu apa yang akan kulakukan . Sebenarnya meminta restu itu hanyalah sebuah formalitas saja bagiku..!!" jawab Aiden sembari tersenyum smirk


" Dasar bocah kurang ajar....Apa cecunguk Gideon itu tak mengajarimu sopan santun " marah kakek Frans sambil melemparkan cerutunya pada Aiden


Aiden terkekeh melihat kakek frans marah, kakek Frans dan kakeknya memang sahabat sejati, sampai sampai sifat bar barnya pun sama


Aiden beranjak ingin menghampiri Edelyn tapi perkataan kakek Frans menghentikannya


" Lyn sedang berbincang bincang dengan neneknya, biarkan mereka menghabiskan waktu bersama dulu...." ucap kakek Frans


" Maaf tapi aku tidak mau memberikan waktu gadisku untuk istrimu itu...!" tekan Aiden


" Dasar kau bocah tengik...."


Aiden memutarkan bola matanya malas mendengar umpatan kakek Frans


' Tidak bermutu sekali ' batin Aiden


*****

__ADS_1


🥰🥰🥰 Terima kasih yang udah mau baca cerita aku yah.... jangan lupa like vote dan comentnya guys


__ADS_2