
Edelyn mengerjapkan matanya yang terasa perih saat ia membuka matanya
Sepertinya aku kebanyakan menangis ?
Ia kemudian menatap sekeliling ruangan
Tak ada siapapun disini kecuali suaminya yang tengah tidur di samping brankar nya dengan posisi duduk
" Pasti tidak nyaman " batin Edelyn
Tangannya yang tak di infus perlahan terangkat untuk mengusap rambut suaminya
Baru saja ia menyentuh kepalanya, suaminya sudah terkejut dan langsung bangun dari tidurnya
Edelyn yang awalnya tersenyum manis merubah raut wajahnya menjadi khawatir saat melihat suaminya yang tampak berantakan dengan kantong mata yang menghitam dan matanya yang memerah
" Kamu kenapa hubby......?" tanya Edelyn lembut seraya mengusap kedua sisi wajah Aiden
Aiden berkaca-kaca melihat istrinya, ia kemudian memeluk istrinya erat
" Kenapa tanya keadaan ku, harusnya aku yang bertanya padamu baby......are you okay ?"
" Emang aku kenapa.....?" tanya Edelyn mengalihkan pembicaraan
Edelyn memalingkan wajahnya, ia tak mau menatap wajah suaminya
" Diantara kita tak ada yang harus kita tutupi baby..... jangan memendam semuanya sendirian "
" Aiden..... jangan pernah tanya aku baik baik saja atau tidak, nyatanya aku sedang tak baik baik saja .... tapi aku harus selalu baik baik saja
Aku gak mau daddy dan mommy semakin khawatir "
Aiden mengecup puncak kepala istrinya
Aiden tak tau bagaimana respon istrinya saat mendengar tentang kabar perpisahan antara mommy dan Daddy-nya nanti
Semoga saja semuanya akan baik-baik saja
Yah.....Aiden hanya bisa berdoa, karena semua ini di luar kendalinya
Saat mendengar berita dari bawahannya, Aiden dan kakek Haidar yang saat itu sedang bersama terkejut bukan main
Mereka berdua tak menyangka masalah ini akan menjadi berbuntut panjang
Tapi disisi lain Aiden maupun kakek Haidar cukup kagum dengan keputusan daddy Dominic
Karena mereka tau perjuangan daddy Dominic dahulu
Sungguh sayang sekali mommy Ellen tak bisa menghargai perjuangan lelaki sebaik daddy Dominic
" Kenapa malah melamun sih .....?" tanya Edelyn kesal
" Aku tak melamun baby...."
" Lalu apa.....?" tanya Edelyn dengan nada sewotnya
" Aku sedang bersyukur kepada Allah karena memberikan malaikatnya untuk menemani hari hariku yang suram "
Edelyn meraup wajah suaminya dengan kasar saking kesalnya
" Ditanya apa jawabnya apa......gak nyambung tau gak?"
" Tau sayang tau ..... udah dong jangan marah marah terus "
" kamu ngeselin "
" ia aku memang ngeselin "
"Kamu -......." ucapan Edelyn terputus karena melihat pintu terbuka dan Daddy-nya masuk
__ADS_1
Tapi Edelyn mengernyit bingung melihat wajah Daddy-nya yang tampak sayu
Dan lagi.....tak ada mommy-nya
Biasanya di manapun ada daddy disitu pasti ada mommy-nya
" Daddy kenapa.....?" tanya Edelyn setelah Daddy-nya duduk di sampingnya
" Tak apa sayang...... boleh daddy minta peluk?"
Tanpa banyak bicara Edelyn tubuh Daddy-nya dengan erat
Dapat A
ia rasakan pundaknya basah
Daddy-nya menangis.....
Siapa yang membuat Daddy-nya menjadi seperti ini....?
Banyak pertanyaan yang memenuhi otaknya, tapi ia mengesampingkan itu semua
Sekarang yang terpenting adalah menenangkan Daddy-nya dulu
Beberapa saat kemudian Dominic melepaskan pelukannya dan tersenyum lembut menatap putrinya yang tengah menatapnya dengan penuh kekhawatiran
" Ada apa daddy.....?"
Dominic menggelengkan kepalanya
" Tak ada apa-apa sayang..... memangnya daddy tak boleh memeluk putri daddy sendiri hemmm ?"
" Bukan gitu..... Lyn hanya khawatir saja, daddy sepertinya sedang menyembunyikan sesuatu"
" Tak ada sayang...... daddy hanya sedang lelah saja"
Edelyn memicingkan matanya tak percaya......
Dominic dan Aiden saling pandang
" Kalian jangan membohongiku lagi " semprot Edelyn kepada kedua orang tersayangnya itu
Ia tau betul kalau daddy dan suaminya tak pernah bisa berbohong di depannya
" Daddy cuman lagi sedang ada masalah dengan mommy-mu....."
" Masalah apa..... Kenapa sepertinya serius sekali?"
" Jangan terlalu dipikirkan...... lebih baik kamu fokus dengan kesehatan kamu dulu, emmmm sepertinya daddy harus pergi
Daddy lupa ada janji dengan klien malam ini "
Dominic beranjak pergi setelah mencium dahi putrinya dan memeluknya sekilas
Dia tak ingin menambah beban putrinya saat ini
" Kamu tau sesuatu Ai.....?"
" tidak baby....."
Edelyn memalingkan wajahnya mendengar jawaban suaminya yang tentu saja bohong
Sebenarnya ada apa?
Kenapa semuanya tampak membingungkan
" Maafkan aku baby......aku memang tau kalau daddy sedang ada masalah, tapi lebih baik kita menunggu daddy untuk siap berbicara
Daddy tak bermaksud menyembunyikan semuanya darimu baby...... mungkin daddy sedang menunggu waktu yang tepat saja"
__ADS_1
" Pasti sesuatu itu adalah hal yang tak baik......Apa semuanya karena kakak lagi Ai..... Tolong sampaikan pada Oma dan opa untuk mengganti hak warisku menjadi nama kakak
Sungguh Ai.....aku tak mau semuanya berantakan hanya karena masalah sepele seperti ini"
" Masalahnya bukan sesederhana seperti yang kamu pikirkan baby......"
" Jelaskan padaku Ai....."
" Kamu harus sembuh dulu..... baru aku jelaskan, aku yakin daddy akan menceritakan semuanya padamu kalau keadaan mu sudah membaik baby...."
" Aku sudah baik baik saja Ai..... kalian saja yang rempong, dokter saja sudah memperbolehkan ku pulang tadi "
" Tunggu satu minggu lagi yah.....aku pengen kamu bener bener sembuh dulu"
Edelyn melototkan matanya mendengar kata satu Minggu
Enak saja
tiga hari dirawat disini saja bagaikan tiga tahun apalagi satu Minggu
Bisa stres dia.....
" Gak ada ya Ai..... pokoknya aku mau pulang sekarang, kalau kamu gak mau bawa aku pulang.....aku akan"
Aiden was was menatap wajah cantik istrinya yang tampak menyeramkan
" Akan apa baby..... jangan bikin aku takut ih" ucap Aiden seraya menggoyangkan lengan istrinya
Sangat menggemaskan sekali pemirsa.....
Mungkin kalau tidak dalam kondisi ngambek Edelyn akan dengan senang hati menguyel nguyel wajah tampan suaminya itu
" Akan pulang sendiri lah.....akan apa lagi emang?"
Aiden menghembuskan nafasnya lega
Sia sia saja ia ketakutan setengah mati, Aiden pikir istrinya akan merajuk dan berkata
"Kamu gak dapet jatah" seperti yang selalu ia dengar dari kakek dan neneknya dulu
Untung saja istri cantiknya tak sekejam itu
" Jadi makin cinta aku....." batin Aiden sambil senyam-senyum menatap istrinya
Edelyn yang ditatap seperti itu bergidik ngeri
" Kenapa lagi ini orang....?" batin Edelyn
Karena tak tahan dan geli melihat tingkah suaminya
Ia mencubit pipi suaminya dengan keras sampai sampai suaminya mengaduh kesakitan
" Sakit baby ......" rengek Aiden seraya mengusap pipinya
Edelyn terkekeh melihat pipi suaminya yang memerah karena ulahnya
" Sini aku obatin..... Cup cup" Edelyn mengecup kedua pipi Aiden yang dibalas senyum sumringah oleh pria itu
" Lagi baby....."
" Idih ngelunjak masnya....."
" Biarin ih.....sama istri sendiri juga " ucap Aiden kemudian menarik kepala istrinya dan meraup bibir mungil istrinya yang sedari tadi menggodanya
*****
Terimakasih sudah membaca ceritaku
Jangan lupa like vote dan comentnya guys
__ADS_1
See you next time 🥰🥰🥰