Perjalanan Cinta Edelyn

Perjalanan Cinta Edelyn
Pergi


__ADS_3

Sudah tiga hari Edelyn terkurung di kamar, tidak ada seorang pun yang menemaninya


Bahkan pengawal pribadinya hanya datang saat memberinya makan lalu menutup pintu kamarnya kembali


Edelyn merenungi nasibnya, dia bingung harus mempercayai Aiden atau tidak


Di satu sisi Edelyn sangat mencintainya namun disisi lain ia takut kecewa


Tiga hari ini ia berpikir keras


Edelyn tau Aiden tak akan pernah melepaskannya


Tapi dia sendiri perlu waktu untuk berpikir


Akhirnya ia meminta Sinta untuk memberi tahu Aiden bahwa ia ingin bertemu


Tak perlu menunggu lama, tak sampai sepuluh menit Aiden sudah datang ke kamarnya


Mereka berdua bertatapan cukup lama, namun dengan pandangan dan hati yang berbeda


Aiden sendiri hanya bisa tersenyum miris melihat tatapan waspada dari Edelyn


Dia selama ini selalu berusaha menjaga gadisnya agar selalu tetap aman dan bahagia


Namun sekarang, dia sendiri yang menjadi sumber ketakutan gadisnya


Aiden gagal.....


" Baby makan dulu ya...." ucap Aiden sambil mengelus punggung tangan gadisnya


Edelyn yang diperlukan seperti itu tak nyaman, ia melepaskan tangannya dari Aiden


" Jelaskan semuanya....." pinta Edelyn lirih


Walaupun kecewa Aiden tetap berusaha tersenyum dan memaklumi tingkah gadisnya


" Maafkan aku baby, dulu aku akui pernah berniat jahat kepada keluargamu


Tapi itu hanya pemikiran seorang bocah berumur 13 tahun


Aku bersumpah saat pertama kali melihatmu lahir, semua rencana dan tujuan hidupku berubah


Kamu bisa menanyakan kebenaran ini kepada kakek dan nenekmu baby


Bahkan semua keluarga Skylar tau akan rencana konyol ku waktu itu"

__ADS_1


" Darimana mereka tau?" sela Edelyn


" Tentu saja dari kakekku, kau tau kan keluarga kita bersahabat


Mereka bahkan menertawakan ku saat aku beralih haluan menjadi bucin sejatimu" jelas Aiden


" Maafkan aku.....tapi aku ingin menyendiri terlebih dahulu " pinta Edelyn


Aiden kembali meneteskan air matanya, setelah ia menjelaskannya pun gadisnya belum mau memaafkannya


" Baiklah tapi sebelum itu kamu harus makan dulu"


Melihat Edelyn hanya diam dan tak mau menurutinya lagi, Aiden sedih tapi ia mencoba untuk tetap tegar


Aiden berdiri dan mengambil sesuatu dari tas kerjanya


" Sebelum pulang kamu tanda tangan dulu ya"pinta Aiden


Edelyn menyipitkan matanya curiga" kamu ingin mengikatku ya?"


Aiden menggeleng dengan cepat dan menyodorkan dokumen itu pada Edelyn


" Sama sekali tidak baby, coba lihat dulu"


Edelyn kemudian membaca dokumen itu dan betapa terkejutnya dia...


" Kau sudah gila ya? Kamu mau memberikan seluruh hartamu padaku?


Terus kamu mau makan apa ha?" bentak Edelyn saking kesalnya


" Ya makan kamu aja baby" jawab Aiden dengan bercandaan nya


Namun seketika terhenti karena pelototan dari gadisnya


" Apa maksudnya ini Aiden?"


" Ini semua hanya separuh dari aset keluarga ku baby


Aku hanya tak ingin kamu berpikir aku akan merebut kekuasaan keluarga mu"


" Apa kamu pikir aku akan percaya dengan semua ini?" tanya Edelyn


" Aku tau ini semua tak cukup untuk membuatmu percaya padaku baby


Tapi setidaknya ia ini bisa sedikit membantu"

__ADS_1


Edelyn terdiam menatap Aiden


Dia tak tau harus bagaimana?


Dalam hatinya dia sudah memaafkan dan mempercayai Aiden


Tapi ketakutannya lebih besar


Edelyn mengusap wajah tampan Aiden yang tampak lelah dan pucat


Badannya pun sedikit hangat


" Jaga dirimu baik-baik Ai, aku ingin pulang dan menenangkan diri dulu"


" Biar ku antar....."


" Biar Thom yang mengantarkan ku"potong Edelyn dan berlalu meninggalkan Aiden


Tapi sebelum mencapai pintu ia kembali menghampiri Aiden yang masih berdiam diri di sofa


Dengan lembut Edelyn mencium seluruh wajah tampan kekasihnya


Terakhir di mencium bibir Aiden, tak ada nafsu dalam ciuman mereka


Edelyn sebenarnya tak sanggup seperti ini


Tapi ia sangat takut disakiti lagi


Aiden saat ini adalah hidupnya, ia bisa mati kalau lelaki ini menyakitinya juga


Namun bagi Aiden, Edelyn adalah dunianya


Jika Edelyn menghilang, maka dunia Aiden akan runtuh


Sejak hari itu Aiden tak mendengar kabar apapun dari gadisnya


Bukannya tak tau?


Aiden hanya ingin menghormati keinginan gadisnya, walaupun dia sendiri mati-matian menjaga kewarasan nya


Aiden nyaris gila, bahkan rasanya lebih menyakitkan ketimbang saat perasaannya tak diterima


Tak berbeda jauh dengan Edelyn, ia juga sama-sama merasakan sakit


Namun ia masih takut untuk kembali pada pelukan Aiden lagi

__ADS_1


Setelah pergi dari Aiden waktu itu, ia memilih mengasingkan diri


Entah sampai kapan keadaan ini akan berlanjut lagi....


__ADS_2