Perjalanan Cinta Edelyn

Perjalanan Cinta Edelyn
Padang bunga


__ADS_3

Suasana mansion Skylar sangat sepi, tiga orang penghuni mansion terduduk diam di meja makan.


Padahal jam sarapan sudah lewat dari satu jam yang lalu, tapi ketiga orang itu tak memiliki niatan untuk menyentuh makanan mereka


" Daddy khawatir dengan Lyn " ucap Dominic memecahkan keheningan


Ellen menatap jengah suaminya " Dad, putri kita sudah menikah


Dan kalau daddy lupa, mansion mereka tepat di sebelah mansion kita "


Sebenarnya Ellen sendiri sangat merasa kehilangan, biasanya meja makan akan terasa ramai dengan pertengkaran putra dan putrinya, tapi sekarang suasananya terasa hening karena tidak adanya putri mereka


" Daddy tau, tapi terasa ada yang kurang tanpa kehadiran Edelyn sayang


Rasanya aku baru kemarin menggendongnya, tapi sekarang dia sudah menjadi seorang istri "


Jaden yang sedang sibuk bermain handphone menghentikan kegiatannya


" Mom dad, jangan begini


Bagaimana Edelyn bisa bahagia kalau kalian masih tidak mengikhlaskannya.


Lagian kita harus bersyukur karena Aiden tak membawanya pergi jauh dari kita " ucap Jaden memberikan pengertian kepada kedua orang tuanya terutama Daddy-nya yang sangat bucin terhadap adiknya


Dominic mengangguk pasrah, dia sudah mencoba mengikhlaskannya, tapi semua itu sangatlah susah karena rasa sayangnya terhadap putrinya sangatlah besar


Obrolan mereka terhenti karena mendengar teriakan cempreng Edelyn


Ellen dan Jaden tak bisa menahan tawa mereka melihat keantusiasan Dominic


Padahal semalam mereka masih berbincang-bincang di pesta pernikahan Edelyn, tapi Dominic seperti tak bertemu Edelyn satu tahun saja


*****


Sekembalinya dari mansion Skylar, Edelyn bersantai di taman belakang mansionnya


Ia duduk di gazebo, tepat di tengah-tengah Padang bunga miliknya


Sesuai dengan keinginan Edelyn saat di sekap Eros waktu itu, dia ingin memiliki padang bunga lavender sendiri.


Dan Aiden tanpa ragu ragu menuruti semua keinginan wanita kesayangannya itu


Edelyn menghirup udara dalam dalam, semerbak wangi lavender menyeruak di Indra penciumannya


Dia tak tau bagaimana dan kapan Aiden menyiapkan ini semua untuknya


Entah berapa banyak dana yang ia gelontorkan untuk memindahkan bunga bunga lavender ini dan menanamnya kembali


Edelyn sama sekali tak tahu dan tak mau tahu, terlalu pusing jika ia menghitung hitung pengeluaran suaminya itu


Edelyn menatap lurus ke depan, hamparan bunga lavender sungguh memanjakan matanya, angin sepoi-sepoi menyapu wajahnya, membuat matanya memberat dan ingin tertidur sejenak


" Eh ....."


Edelyn terperanjat kaget merasakan tengkuknya dicium seseorang dan perutnya dililit dengan tangan kekarnya


Tadinya dia ingin marah dan menggeplak orang yang kurang ajar padanya, tapi tak jadi saat melihat ternyata itu suaminya

__ADS_1


" Aku nyari kamu dari tadi baby, kenapa tak mengajakku kalau ingin bepergian ?" tanya Aiden dengan nada manjanya


Edelyn memutar bola matanya jengah


" By the way aku hanya pergi ke taman belakang Ai, masak harus laporan dulu sih ?"


" Harus " tegas Aiden


Edelyn diam, dia malas meladeni ke posesifan Aiden


" Kenapa diam baby ?"


" Terus aku harus gimana ?" tanya Edelyn jengkel


Aiden meneguk ludahnya melihat istrinya jengkel


" Kamu suka tamannya ?" tanya Aiden mengalihkan pembicaraan


Edelyn mengangguk semangat " Tentu saja, terimakasih sudah mengabulkan keinginanku Ai"


" Anything for you baby"


Suasana hening beberapa menit, mereka berdua sama sama menikmati pemandangan indah di depannya


Duduk berdua melihat hamparan bunga dan sepoi-sepoi angin yang lembut membuat keduanya merasa sangat nyaman


" Baby...... ?" panggil Aiden tiba-tiba


Edelyn menatap Aiden dan berdehem menjawab panggilan Aiden


Edelyn diam menatap Aiden dengan pandangan tak terbaca


" Kamu boleh kuliah, tapi di rumah aja yah


Aku akan menyiapkan guru guru terbaik untukmu baby, dan kedua temanmu itu bebas mengunjungimu kapanpun kamu mau "


Edelyn tetap diam menatap Aiden


Dia sudah memikirkan semuanya matang matang


Aiden menatap balik istrinya yang terdiam, dia panik melihat wajah cantik itu berubah dingin tanpa ekspresi


" Sa sayang maaf, aku tak....." Aiden sangatlah panik melihat raut wajah istrinya, dia tak mau membuat wanitanya kecewa lagi dengan dirinya


" Ai....." Edelyn menyela ucapan Aiden, dia sedikit terenyuh melihat kepanikan suaminya.


Harusnya suaminya yang lebih mendominasi dirinya, tapi kenyataannya Aiden selalu saja kalah dengan dirinya yang notabennya seorang istri


" Ai aku udah mikirin semuanya matang matang, tujuan aku kuliah itu adalah untuk memantaskan diri dengan suamiku, yaitu kamu.


Dari awal aku menerimamu menjadi kekasihku, aku ingin menyiapkan diriku sesempurna mungkin untukmu Ai.


Tapi seiring berjalannya waktu, aku sadar


Tak ada kesempurnaan di dunia ini"


Aiden mengusap pelan pipi istrinya

__ADS_1


" Aku tak pernah menuntutmu untuk menjadi sempurna baby, tapi bagiku kamu adalah kesempurnaan yang melengkapi hidupku. Aku menikahimu untuk membuatmu bahagia baby, bukan untuk melayani diriku.


Hilangkan idealisme mu itu baby "


Edelyn menatap lekat lekat manik mata suaminya


" Tapi izinkan aku melayanimu selayaknya seorang istri Ai, tak apa jika kamu memang ingin memanjakan ku


Tapi izinkan aku untuk memanjakan dirimu juga .....Cup" ucap Edelyn diakhiri kecupan kecil pada bibir suaminya


Darah Aiden mendidih mendapat serangan dadakan dari istri kecilnya, tubuhnya yang sedari tadi menegang kini tambah kaku karena perbuatan istrinya


Aiden mengusap lembut sisi wajah istrinya, dia mendekatkan dirinya pada Edelyn dan mulai menempelkan bibir mereka


Ciuman Aiden terkesan menuntut, tubuhnya kian memanas


Aiden sangatlah mendambakan istrinya saat ini


Dia mulai lebih berani berbuat lebih pada istrinya tapi itu tak berlangsung lama karena Edelyn menghentikan kegiatannya


" Hentikan Ai....." ucap Edelyn dengan suara seraknya, yang malah membuat Aiden tambah tergoda


" Aku sangat menginginkan dirimu baby, please biarkan aku memilikimu " ucap Aiden dan kembali menjilati leher istrinya tanpa rasa jijik


Bagi Aiden aroma dan rasa tubuh istrinya amat sangatlah memabukkan, Edelyn bagaikan candu untuk Aiden


Edelyn menahan kepala Aiden yang mulai menjalar ke dadanya


" Hentikan Ai, kita pindah ke kamar saja " pinta Edelyn lirih, karena jujur saja dirinya juga menginginkan Aiden


Awalnya Aiden ingin protes mendapat penolakan dari istrinya, tapi tidak jadi karena istrinya menginginkan mereka berdua pindah ke kamar mereka


Aiden tersenyum lebar menatap istrinya, dengan semangat dia menggendong tubuh mungil istrinya dan berjalan cepat menuju kamar mereka


Dan saat ini Aiden benar benar mengutuk kebodohannya, pasalnya mereka berdua sedang berada di tengah padang bunga milik mereka yang sayangnya Aiden belum menyiapkan kendaraan di padang bunganya itu


Gairahnya bisa langsung padam jikalau harus berjalan sejauh ini, Aiden lalu menatap istrinya memelas


Edelyn tertawa cekikikan di gendongan Aiden, siapa suruh membangun mansion seluas ini ?


Tapi karena melihat wajah frustasi suaminya Edelyn menjadi tak tega, dengan sedikit paksaan dia turun dari gendongan Aiden dan menuntun suaminya kembali menuju gazebo


Wajah masam Aiden berubah sumringah karena pengertian istrinya, dia kemudian menarik tirai penutup gazebo


" Kita lakukan di sini saja baby....."


ucap Aiden dan mulai mencumbu istrinya di tengah padang bunga


*****


Terimakasih sudah membaca ceritaku


jangan lupa like vote dan comentnya guys


hadiahnya juga otte


see you 🥰🥰🥰

__ADS_1


__ADS_2