
Seminggu sudah berlalu semenjak Aiden dan Edelyn melangsungkan akad nikah
Sekarang mereka berdua tengah berada di pesawat yang akan membawa mereka honeymoon
Tapi tak seperti pasangan honeymoon yang lain, mereka berdua kini malah perang dingin
Antara Edelyn yang sedang ngambek dan Aiden yang terlalu lelah membujuk istrinya itu
Padahal yang mereka ributkan hanyalah masalah sepele
Aiden ingin membawa istrinya ke pulau pribadinya untuk honeymoon
Sedangkan Edelyn menginginkan honeymoon di tempat umum seperti pasangan biasa lainnya
Dan kalau masalah seperti ini sudah bisa di tebak siapa pemenangnya
Tentu saja Aiden
Ditambah keluarganya sendiri malah mendukung keputusan Aiden, dengan alasan keselamatan dirinya
Edelyn rasanya ingin berteriak dan menangis sekencang-kencangnya, entah sampai kapan semua orang akan berhenti memperlakukannya bak tahanan saja
Ia menatap suaminya yang duduk di sampingnya, Aiden tampak memejamkan matanya dan menggunakan handset di kedua telinganya
Tapi ia sendiri tahu kalau dia tidak tidur dan dapat mendengar semua pergerakannya
Edelyn pikir dengan menikah ia dapat sedikit bergerak bebas, nyatanya dia malah semakin terikat dan nyaris tercekik
" Ai....kita jalan jalan ke Lombok dulu ya, setelah itu baru berangkat ke pulau " ucap Edelyn
Dia berusaha membujuk suaminya sekali lagi, siapa tau akan berhasil
Beberapa detik ia menunggu tapi tak ada jawaban dan pergerakan dari suaminya, padahal waktu dia berbicara alis suaminya sedikit terangkat pertanda kalau suaminya mendengar ucapannya
" Aku tau kamu tidak tidur Ai, buka matamu "
Aiden pun membuka matanya dan menatap dalam dalam bola mata istrinya
Sebenarnya dia memejamkan mata dan mendengarkan musik agar tak goyah dengan segala bujuk rayu istrinya
Karena pertahanannya pasti akan runtuh jikalau melihat wajah memelas istrinya
Tapi disini dia harus tegas pada istrinya apalagi mertuanya tidak mengizinkan Edelyn berada di keramaian
" Edelyne..... sekarang kamu sudah menjadi istriku, maka...." Aiden menjeda kalimatnya dan mengelus pipi istrinya dengan lembut
" Maka kamu harus menuruti semua perintahku, mau tak mau kamu harus tetap mau"
Edelyn menegang mendengar ucapan Aiden, yang ditakutkannya selama ini benar benar terjadi
Keposesifan Aiden dan keluarganya bagaikan momok dalam hidup Edelyn
Dia bahagia karena mereka semua begitu menyayanginya, tapi sekarang dia merasa ini semua sudah terlalu berlebihan
Dan bagi Edelyn semuanya tampak menyeramkan dalam hidupnya
Wajah Aiden semakin mendekat ke telinganya, membisikkan sesuatu yang semakin membuat Edelyn menegang
__ADS_1
" Rasanya aku tak sudi berbagi dengan siapapun, bagaimana kalau kamu tinggal di pulau saja baby
Disana tak akan ada yang bisa melihatmu termasuk keluargamu "
Suasana berubah menjadi hening seketika
" Jangan pernah bertemu dengan siapapun lagi, itu adalah peraturan yang harus kamu patuhi sekarang baby " tambah Aiden lagi
Edelyn menatap suaminya sendu
" Jika itu maumu lakukanlah Ai, tapi bersiaplah
semakin lama kalian semua hanya akan bisa memiliki raga tanpa jiwa.
Rasa sayangku padamu dan mereka semua akan hilang seiring berjalannya waktu "
Kini gantian Aiden yang menegang , dan setelah beberapa detik dia mencerna ucapan istrinya mata Aiden berkaca kaca
Dia sangat ketakutan
Pandangan matanya terasa blur karena air mata yang mulai menggenang di pelupuk matanya
" Baby aku harus bagaimana, aku tak suka orang orang melihat kecantikan dirimu
Aku tak suka harus selalu berebut perhatian dengan daddy-mu
Aku tak mau kamu dalam bahaya lagi karena jauh dari pandangan ku
Pahamilah baby, rasa cintaku terlalu besar untukmu
Bahkan aku sendiri nyaris gila hanya karena memikirkan dirimu " ucap Aiden sambil menunduk
Tapi dia sendiri juga sangat tersiksa dengan keadaan yang seperti ini
Aiden mengangkat wajahnya karena tak mendengar jawaban apapun dari istrinya
Dia melihat istrinya menangis tanpa mengeluarkan suara
Hatinya sakit melihat Edelyn yang seperti ini, dia lebih suka melihat Edelyn yang akan marah marah dan melampiaskan emosinya daripada terdiam seperti itu
" Jangan menangis baby, maafkan aku " ucap Aiden sambil menghapus air mata istrinya yang terus mengalir
Edelyn menganggukkan kepalanya pada suaminya, dia menghapus sisa sisa air matanya dan tersenyum simpul
Senyum yang tak pernah sekalipun dia keluarkan di kehidupannya yang dulu maupun sekarang
Entah kenapa, melihat Aiden yang seperti ini membuatnya semakin takut dan tak mengenal sosok Aiden
Edelyn tau Aiden mencintainya hingga nyaris gila, tapi dia akan melakukan apapun demi kebahagiannya walaupun dia tidak bisa bersamanya
Dan sekarang Aiden sangatlah berbeda jauh dari bayangannya selama ini
Aiden sendiri terpaku melihat senyum istrinya
Aiden tahu betul itu bukanlah senyum kebahagiaan
Aiden menatap wajah istrinya dengan seksama, matanya tampak kosong dan senyum manis yang biasanya akan membuat Aiden terpesona kini tampak tak bernyawa
__ADS_1
Jantung Aiden bagaikan ditimpa Berton ton benda berat, tubuhnya mulai berkeringat dingin
Respon tubuhnya saat ketakutan karena telah melukai perasaan istrinya
Setelah dipikir pikir Aiden dan keluarganya memang sudah keterlaluan
Dan sekarang mungkin istrinya sudah terlanjur kecewa dengan dirinya dan keluarganya
Aiden mengambil tangan istrinya dan menciumnya bertubi-tubi
" Kita putar haluan ya, kamu mau kemana lagi selain ke Lombok ?" tanya Aiden berusaha mengambil hati istrinya
Edelyn tersenyum tipis dan menggeleng pelan
" Kita ke pulau....." jawab Edelyn dengan suara seraknya
Hal itu justru membuat Aiden semakin ketar ketir, istrinya benar benar kecewa padanya
Sampai di pulau pribadi miliknya pun istrinya masih terdiam
Padahal dia sudah berbicara panjang lebar tapi istrinya hanya membalasnya dengan senyuman kecilnya
Matanya pun tampak kosong, padahal view di pulau itu sangat amatlah indah karena Aiden sendiri yang turun langsung untuk menyiapkan semuanya
Aiden menatap istrinya yang berjalan lunglai di depannya
Dia tak tau harus membujuk istrinya dengan cara apalagi
Aiden merutuki kebodohannya karena membuat istrinya marah disaat honeymoon
harusnya dia lebih bisa mengontrol egonya untuk kelangsungan hidupnya
Sekarang dia sendiri yang harus menelan pil pahit akibat kebodohannya
Sangat tak lucu kalau mereka berdua perang dingin disaat honeymoon
Jika kakeknya tau, mungkin dia akan tertawa sampai berguling guling di rumput
Dan mertuanya yang tak tau diri itu akan memanfaatkan kesempatan mendekati istrinya
Ini tak bisa di biarkan
Aiden mengejar istrinya yang mulai jauh berjalan di depannya
Dia heran kenapa istrinya tak berjalan menuju villa mereka
Setelah beberapa saat mengikuti istrinya, Aiden melihat istrinya duduk di bawah pohon yang cukup rindang di pinggir pantai
Aiden sedikit khawatir karena istrinya tak memakai alas untuk duduk
Tapi saat dia ingin mendekati istrinya, Aiden melihat air mata yang mengalir di kedua mata istrinya yang tertutup
Tanpa sadar Aiden ikut menangis melihat wanitanya menderita karena keegoisannya dan keluarganya
*****
Terimakasih sudah membaca ceritaku
__ADS_1
Jangan lupa like vote dan comentnya guys
See you next time 🥰