Perjalanan Cinta Edelyn

Perjalanan Cinta Edelyn
Kecewa


__ADS_3

Seminggu sudah berlalu semenjak Aiden dan Edelyn melangsungkan akad nikah


Sekarang mereka berdua tengah berada di pesawat yang akan membawa mereka honeymoon


Tapi tak seperti pasangan honeymoon yang lain, mereka berdua kini malah perang dingin


Antara Edelyn yang sedang ngambek dan Aiden yang terlalu lelah membujuk istrinya itu


Padahal yang mereka ributkan hanyalah masalah sepele


Aiden ingin membawa istrinya ke pulau pribadinya untuk honeymoon


Sedangkan Edelyn menginginkan honeymoon di tempat umum seperti pasangan biasa lainnya


Dan kalau masalah seperti ini sudah bisa di tebak siapa pemenangnya


Tentu saja Aiden


Ditambah keluarganya sendiri malah mendukung keputusan Aiden, dengan alasan keselamatan dirinya


Edelyn rasanya ingin berteriak dan menangis sekencang-kencangnya, entah sampai kapan semua orang akan berhenti memperlakukannya bak tahanan saja


Ia menatap suaminya yang duduk di sampingnya, Aiden tampak memejamkan matanya dan menggunakan handset di kedua telinganya


Tapi ia sendiri tahu kalau dia tidak tidur dan dapat mendengar semua pergerakannya


Edelyn pikir dengan menikah ia dapat sedikit bergerak bebas, nyatanya dia malah semakin terikat dan nyaris tercekik


" Ai....kita jalan jalan ke Lombok dulu ya, setelah itu baru berangkat ke pulau " ucap Edelyn


Dia berusaha membujuk suaminya sekali lagi, siapa tau akan berhasil


Beberapa detik ia menunggu tapi tak ada jawaban dan pergerakan dari suaminya, padahal waktu dia berbicara alis suaminya sedikit terangkat pertanda kalau suaminya mendengar ucapannya


" Aku tau kamu tidak tidur Ai, buka matamu "


Aiden pun membuka matanya dan menatap dalam dalam bola mata istrinya


Sebenarnya dia memejamkan mata dan mendengarkan musik agar tak goyah dengan segala bujuk rayu istrinya


Karena pertahanannya pasti akan runtuh jikalau melihat wajah memelas istrinya


Tapi disini dia harus tegas pada istrinya apalagi mertuanya tidak mengizinkan Edelyn berada di keramaian


" Edelyne..... sekarang kamu sudah menjadi istriku, maka...." Aiden menjeda kalimatnya dan mengelus pipi istrinya dengan lembut


" Maka kamu harus menuruti semua perintahku, mau tak mau kamu harus tetap mau"


Edelyn menegang mendengar ucapan Aiden, yang ditakutkannya selama ini benar benar terjadi


Keposesifan Aiden dan keluarganya bagaikan momok dalam hidup Edelyn


Dia bahagia karena mereka semua begitu menyayanginya, tapi sekarang dia merasa ini semua sudah terlalu berlebihan


Dan bagi Edelyn semuanya tampak menyeramkan dalam hidupnya


Wajah Aiden semakin mendekat ke telinganya, membisikkan sesuatu yang semakin membuat Edelyn menegang

__ADS_1


" Rasanya aku tak sudi berbagi dengan siapapun, bagaimana kalau kamu tinggal di pulau saja baby


Disana tak akan ada yang bisa melihatmu termasuk keluargamu "


Suasana berubah menjadi hening seketika


" Jangan pernah bertemu dengan siapapun lagi, itu adalah peraturan yang harus kamu patuhi sekarang baby " tambah Aiden lagi


Edelyn menatap suaminya sendu


" Jika itu maumu lakukanlah Ai, tapi bersiaplah


semakin lama kalian semua hanya akan bisa memiliki raga tanpa jiwa.


Rasa sayangku padamu dan mereka semua akan hilang seiring berjalannya waktu "


Kini gantian Aiden yang menegang , dan setelah beberapa detik dia mencerna ucapan istrinya mata Aiden berkaca kaca


Dia sangat ketakutan


Pandangan matanya terasa blur karena air mata yang mulai menggenang di pelupuk matanya


" Baby aku harus bagaimana, aku tak suka orang orang melihat kecantikan dirimu


Aku tak suka harus selalu berebut perhatian dengan daddy-mu


Aku tak mau kamu dalam bahaya lagi karena jauh dari pandangan ku


Pahamilah baby, rasa cintaku terlalu besar untukmu


Bahkan aku sendiri nyaris gila hanya karena memikirkan dirimu " ucap Aiden sambil menunduk


Tapi dia sendiri juga sangat tersiksa dengan keadaan yang seperti ini


Aiden mengangkat wajahnya karena tak mendengar jawaban apapun dari istrinya


Dia melihat istrinya menangis tanpa mengeluarkan suara


Hatinya sakit melihat Edelyn yang seperti ini, dia lebih suka melihat Edelyn yang akan marah marah dan melampiaskan emosinya daripada terdiam seperti itu


" Jangan menangis baby, maafkan aku " ucap Aiden sambil menghapus air mata istrinya yang terus mengalir


Edelyn menganggukkan kepalanya pada suaminya, dia menghapus sisa sisa air matanya dan tersenyum simpul


Senyum yang tak pernah sekalipun dia keluarkan di kehidupannya yang dulu maupun sekarang


Entah kenapa, melihat Aiden yang seperti ini membuatnya semakin takut dan tak mengenal sosok Aiden


Edelyn tau Aiden mencintainya hingga nyaris gila, tapi dia akan melakukan apapun demi kebahagiannya walaupun dia tidak bisa bersamanya


Dan sekarang Aiden sangatlah berbeda jauh dari bayangannya selama ini


Aiden sendiri terpaku melihat senyum istrinya


Aiden tahu betul itu bukanlah senyum kebahagiaan


Aiden menatap wajah istrinya dengan seksama, matanya tampak kosong dan senyum manis yang biasanya akan membuat Aiden terpesona kini tampak tak bernyawa

__ADS_1


Jantung Aiden bagaikan ditimpa Berton ton benda berat, tubuhnya mulai berkeringat dingin


Respon tubuhnya saat ketakutan karena telah melukai perasaan istrinya


Setelah dipikir pikir Aiden dan keluarganya memang sudah keterlaluan


Dan sekarang mungkin istrinya sudah terlanjur kecewa dengan dirinya dan keluarganya


Aiden mengambil tangan istrinya dan menciumnya bertubi-tubi


" Kita putar haluan ya, kamu mau kemana lagi selain ke Lombok ?" tanya Aiden berusaha mengambil hati istrinya


Edelyn tersenyum tipis dan menggeleng pelan


" Kita ke pulau....." jawab Edelyn dengan suara seraknya


Hal itu justru membuat Aiden semakin ketar ketir, istrinya benar benar kecewa padanya


Sampai di pulau pribadi miliknya pun istrinya masih terdiam


Padahal dia sudah berbicara panjang lebar tapi istrinya hanya membalasnya dengan senyuman kecilnya


Matanya pun tampak kosong, padahal view di pulau itu sangat amatlah indah karena Aiden sendiri yang turun langsung untuk menyiapkan semuanya


Aiden menatap istrinya yang berjalan lunglai di depannya


Dia tak tau harus membujuk istrinya dengan cara apalagi


Aiden merutuki kebodohannya karena membuat istrinya marah disaat honeymoon


harusnya dia lebih bisa mengontrol egonya untuk kelangsungan hidupnya


Sekarang dia sendiri yang harus menelan pil pahit akibat kebodohannya


Sangat tak lucu kalau mereka berdua perang dingin disaat honeymoon


Jika kakeknya tau, mungkin dia akan tertawa sampai berguling guling di rumput


Dan mertuanya yang tak tau diri itu akan memanfaatkan kesempatan mendekati istrinya


Ini tak bisa di biarkan


Aiden mengejar istrinya yang mulai jauh berjalan di depannya


Dia heran kenapa istrinya tak berjalan menuju villa mereka


Setelah beberapa saat mengikuti istrinya, Aiden melihat istrinya duduk di bawah pohon yang cukup rindang di pinggir pantai


Aiden sedikit khawatir karena istrinya tak memakai alas untuk duduk


Tapi saat dia ingin mendekati istrinya, Aiden melihat air mata yang mengalir di kedua mata istrinya yang tertutup


Tanpa sadar Aiden ikut menangis melihat wanitanya menderita karena keegoisannya dan keluarganya


*****


Terimakasih sudah membaca ceritaku

__ADS_1


Jangan lupa like vote dan comentnya guys


See you next time 🥰


__ADS_2