
Setelah memastikan Daddy-nya tertidur pulas, Alody dengan pelan beranjak dari tempat tidurnya
Ia keluar kamar dan mencari anggota keluarganya yang lain, ia harus meminta penjelasannya lebih lanjut lagi
Lama mencari akhirnya Alody menemukan keluarganya beserta suami dan kakek Haidar yang tengah berkumpul di taman samping
Tanpa suara Alody mendekati mereka dan duduk di samping kursi suaminya yang kebetulan kosong
Semua yang ada di situ terlonjak kaget dengan kedatangan Alody
Mereka pikir dia sudah tertidur lelap bersama Daddy-nya
" Hey..... kenapa tidak tidur?" sapa Aiden seraya mencium puncak kepala istrinya sayang
" Aku ingin berbicara dengan kalian dan kuharap tak ada yang ditutup tutupi lagi" pinta Alody seraya menatap anggota keluarganya satu persatu
" Tentu saja baby..... maaf kami tak bermaksud menutupinya darimu
Hanya saja kemarin waktu dan tempatnya kurang tepat" saut Aiden mewakili semuanya
" Kalau begitu jelaskan padaku kenapa daddy berniat menceraikan mommy
Aku tak terima kalau karena hubungan ku dengan kak Justin yang tak baik, daddy dan mommy jadi berpisah"
" Tenang dulu sayang, biarkan Oma menjelaskan semuanya padamu dari awal
Semuanya tak sesederhana yang terlihat Ody" ucap Oma Alody
Dan akhirnya mengalirlah cerita tentang asal muasal permasalahan yang terjadi saat ini
Termasuk juga asal usul Justin yang hanya keluarga saja yang tau
" Tidak mungkin......Oma tidak lagi membela daddy kan?" tanya Alody yang masih tak percaya
" Astaga..... tidak sayang, kamu bisa bertanya kepada kakek Haidar
Dia tau segalanya....." banyak opa Alody
Alody pun menatap kakek Haidar penuh harap, ia masih berpikir kalau mungkin semuanya salah paham dan masih bisa diselesaikan
Namun kenyataannya tak seperti itu, anggukan kakek Haidar lagi lagi menghancurkan ekspektasinya
" Sabar nak, tak semua yang terlihat baik itu benar adanya..... jangan marah apalagi mendendam
Ikhlaskan semuanya, lihatlah daddymu, hatinya begitu besar menerima semua cobaan ini
Kakek harap kamu juga bisa bersikap lapang dada sepertinya nak" nasihat kakek Haidar seraya mengelus rambut cucu menantunya dengan sayang
Momen hari itu harus hancur oleh suara geplakan tangan yang menimpa tangan kakek Haidar
Dan tentu saja pelakunya adalah Aiden
" Jangan sentuh sentuh istriku kakek tua" gertak Aiden seraya menarik pinggang istrinya agar duduk lebih dekat dengannya
__ADS_1
Semuanya hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah posesif Aiden, dan mereka tak terkejut lagi dengan pertengkaran antara kakek dan cucu itu
" Dasar bocah gendeng...." dumel kakek Haidar
Aiden mendengar jelas gerutuan itu, tapi ia tak ambil pusing.....lebih baik ia berbicara kepada istrinya daripada meladeni kakeknya yang kurang kerjaan itu
" Kenapa diam saja baby, apa kamu butuh sesuatu?" tanya Aiden lembut
Nadanya berbeda jauh saat ia berbicara dengan kakeknya tadi
" Oma.....apa aku memang memegang separuh dari warisan kalian
Maaf bukan maksudku membicarakan warisan disaat kalian masih sehat bugar seperti ini, tapi aku harus meluruskannya"
" Tentu sayang, kami membagi rata harta yang kami punya untuk kalian para cucu kami" balas sang opa
" Apa aku boleh memintanya sekarang?" tanya Alody
Oma dan opa Alody saling pandang, begitu juga dengan Aiden dan kakeknya
" Untu apa sayang.....?" tanya oma Alody
" Jika memang benar seperti yang Oma bilang tadi, aku sekarang tak perlu lagi untuk membela kak Justin.....aku ingin memberikan warisan ku padanya
Bukankah itu yang mereka berdua inginkan, tak masalah kan Oma, opa.....?"
" Apa kamu yakin nak, kamu berhak mendapatkan ini
Separuh warisan untuk Justin dan harta dari daddymu untuk mereka berdua sudah lebih dari cukup untuk membuat mereka hidup berfoya-foya semaunya nak" jelas Oma Alody
Tapi disisi lain aku tak mau mereka mengganggu daddy lagi, kupikir selama ini daddy hidup bahagia
Tapi ternyata......aku yang bodoh karena tak mau mengerti nya, aku anak yang tak berbakti Oma
Jadi kumohon izinkan aku memberikan warisan itu untuk kak Justin hiks.....
Atau begini saja, aku akan mengganti warisan itu dengan uangku sendiri.....pliss Oma"
" Astaga anak ini......." ucap Oma seraya menggelengkan kepalanya
" Memangnya kamu punya uang?" tanya opa Alody
" Tentu saja tidak..... tapi kan aku punya suami yang super kaya jadi aku minta padamu..... bolehkan?"
Tanya Alody seraya menatap suaminya penuh harap
Aiden yang ditatap seperti itu tersenyum tipis, istrinya sangat menggemaskan di setiap saat
" Apapun untukmu baby...." balas Aiden
" Tuh kan apa Ody bilang, Aiden mah akan menuruti apapun mau Ody"
" Baiklah baiklah kami orang tua memang akan selalu kalah dengan anak muda..... benar benar besan?" tanya opa Alody pada kakek Haidar
__ADS_1
" Tentu saja..... sebagai orang tua kita sudah saatnya menurut bukan lagi mendominasi
Sudah tak cocok bung....hahaha" tawa kakek Haidar dan opa Alody menggema begitu kerasnya
Sementara Alody dan Aiden saling pandang, mereka berdua kebingungan dengan jokes kakek kakek yang begitu receh ..... ucapan seperti itu saja membuat mereka tertawa terbahak-bahak
" Hey kalian berdua hentikan.....apa kalian tak malu di depan cucu cucu kalian
Jaga image sedikit bisa gak sih......?" sentak Oma Alody
" Sudahlah Oma tak masalah......"
" ALODY......."
Alody melonjak kaget mendengar seseorang yang berteriak memanggil namanya
Tak hanya ia saja, semua anggota keluarganya juga terkejut dan reflek berdiri saking kagetnya
Bahkan kakek Haidar sampai tersedak ludahnya sendiri
Begitu menguasai kekagetannya, Alody langsung berlari memasuki mansion
Pasalnya ia tau suara siapa yang berteriak tadi
Dan benar saja begitu sampai di ruang keluarga ia tengah melihat Daddy-nya yang berjongkok seraya menangis tersedu-sedu
" Daddy.....Ody disini, don't cry daddy please" bujuk Alody seraya memeluk tubuh tegap Daddy-nya
Walaupun tubuhnya kesusahan memeluk tubuh Daddy-nya yang besar, ia tetap berusaha melingkupi punggung yang selalu berusaha tegak itu saat keadaannya rapuh
" hiks hiks ...... daddy mohon jangan tinggalkan daddy sayang
Apapun akan daddy lakukan untukmu, kamu mau mommy pulang?
Daddy akan membawanya kembali bagaimana pun caranya.....tapi dad mohon jangan tinggalkan daddy hiks hiks"
Alody ikut menangis melihat Daddy-nya sekacau ini
" Ody disini......Ody tak kemana-mana daddy"
" Berdiri dom..... kasihan putrimu baru pulih
Kita duduk di sofa saja" saut opa Alody
Dominic seketika tersadar dan menatap wajah putrinya yang tampak agak sedikit pucat
" Astaga...... maafkan daddy sayang" ucap Dominic seraya menggendong putrinya menuju sofa terdekat
Yang lain mengikuti kemana perginya Dominic tak terkecuali Aiden yang tampak cemberut menahan cemburu
" ada yang panas nih......" gumam kakek Haidar tepat di samping Aiden ketika berjalan melewati pria itu
Sementara Aiden bertambah masam saja melihat kakeknya yang malah menistakan dirinya lagi lagi dan lagi
__ADS_1
*****