
" Kau......." teriak Aiden murka, namun belum lagi ia selesai melampiaskan emosinya
Tubuhnya menegang karena tersadar dengan kondisi istrinya yang bergetar hebat
" Hey sayang, maaf maaf membuatmu terkejut
Baby maafkan aku ya, kumohon jangan menangis" ucap Aiden, ia mengangkat dagu istrinya
Dilihatnya wajah cantik istrinya yang tampak kacau
" Jangan digigit baby, maafkan aku ya" pinta Aiden lagi
Ia mengecup seluruh wajah istrinya terutama bibirnya yang memerah karena gigitan istrinya sendiri
Kebiasaan jelek istrinya jikalau sedang menangis
Setelah istrinya cukup tenang, Aiden kembali menatap tajam perempuan yang masih setia berdiri tak jauh darinya
" Lancang sekali kau.....apa maksudmu melakukan hal ini?" tanya Aiden geram, ia sebisa mungkin mengontrol emosinya karena tak mau membuat istrinya ketakutan lagi
" Saya hanya menyiapkan kebutuhan tuan muda" jawab Lidia dengan entengnya
" Apa maksudmu Lidia, jangan kurang ajar dengan tuan dan nyonya" gertak bibi Mega
Namun tak seperti maid lainnya yang patuh dan menurut kepada kepala pelayan itu
Lidia malah terlihat santai dan menyepelekan bibi mega
Bibi mega rasanya ingin berteriak dan memaki-maki gadis kurang ajar itu
Tapi mengingat nyonya mudanya yang masih trauma dengan hal-hal berbau kekerasan, ia mencoba menahan diri saat ini
Tapi tidak untuk nanti
" Jangan bermain-main Lidia...." geram bibi Mega
" Kalian semua pergi ke dapur dan cari makanan yang nyonya buat tadi pagi" perintah bibi mega kepada beberapa maid
Tak perlu menunggu lama, maid maid itu kembali dan melapor
" Maaf bibi mega, kami tak menemukan nasi goreng beserta kopi yang nyonya buat tadi pagi
Bahkan beberapa lauk yang nyonya buat juga tak bersisa"
" Tak bersisa? apa maksudnya tak bersisa?" tanya bibi mega
Semua orang menunggu jawaban itu tak terkecuali Aiden dan juga Edelyn
" Emmmm anu itu emmmm aduh gimana ya anu bi, itu emmmm" maid yang melapor tadi malah kebingungan dan saling dorong dengan temannya
" Bicara yang jelas" gertak Aiden, ia sudah muak dengan semua ini
Pagi indahnya dengan sang istri harus rusak karena hal ini
" Kami menemukan makanan itu sudah ada di tempat sampah tuan..." jawab maid itu bergetar ketakutan
__ADS_1
Walupun bukan ia yang melakukan tapi yang pasti semua orang akan menanggung akibatnya
Amarah Aiden sudah tak terbendung lagi rasanya, apalagi melihat istrinya yang tampak sedih
" Tenang tuan muda, pagi yang indah ini jangan sampai rusak karena masalah sepele itu"
" Apa maksudmu Lidia?" teriak bi Mega, ia sudah tak bisa mengontrol emosinya lagi
Melihat nyonya mudanya yang bersedih, ia juga ikut sedih
Orang sebaik itu kenapa selalu saja ada yang tak suka
" Apa sih bi" bentak Lidia balik, ia merasa tak terima di bentak oleh sesama pembantu
Padahal ia yakin nanti dia akan menjadi majikan di mansion raksasa ini
" Aku tuh melakukan ini demi kebaikan tuan muda
Coba lihat apa yang nona Edelyn masak tadi pagi, nasi goreng seafood dengan aneka lauk pauk yang sangat berat untuk dimakan di pagi hari
Ditambah dengan kopi hitam, itu sangat buruk untuk kesehatan tuan muda kita bibi mega
Aku sebagai wanita yang baik hati menyiapkan aneka sarapan sehat untuk tuan muda, lagipula bukankah semua yang tersaji di meja ini adalah kesukaan tuan muda kita" ucap Lidia yang berhasil menusuk relung hati Edelyn
Edelyn menatap lekat suaminya yang menatapnya khawatir
Dia memang tak tau apa yang disukai pria itu, karena selama ini Aiden selalu lahap memakan apapun yang ia buat
Namun saat ini, ia merasa rendah diri
Edelyn berdiri dari pangkuan Aiden dan berlari menuju kamarnya
Ia tak memperdulikan lagi teriakan suaminya dan bibi mega
" Sialan kau......dasar bajingan kurang ajar" teriak Aiden murka
Setelah kepergian istrinya, marahnya yang sudah ia tahan kini meluap-luap
Dia memaki-maki Lidia dan menampar wanita itu sekencang-kencangnya yang, tak perduli dika yang ia pukul itu adalah seorang wanita
Dia tak pernah memandang gender kalau ada yang mengusik kebahagiaan nya
Dan kini wanita itu dan sengaja menyakiti hati sumber kebahagiaan nya
Tak cukup sampai disitu saja amarah Aiden, lelaki itu kini menarik taplak meja hingga seluruh makanan yang tersaji jatuh berceceran
Bahkan beberapa diantaranya ada yang mengenai tubuh Lidia yang masih terduduk di lantai
Tanpa rasa kasihan, Aiden kembali mendekati Lidia dan memukuli wanita itu dengan brutal
Para maid hanya bisa menjerit histeris meminta tolong, namun siapa juga yang berani menolong Lidia
Bahkan bodyguard yang berkumpul juga hanya berdiam diri tak berani melerai
Karena mereka tau akibatnya, bisa jadi mereka yang akan menjadi sasaran selanjutnya
__ADS_1
" Aiden........"
Aiden sontak mematung mendengar teriakkan itu, tak perlu berbalik lagi
Ia sangat mengenal suara indah istrinya
" Please stop huby, please stop jangan memukulnya lagi
Setidaknya jangan kotori tanganmu dengan memukulnya dan jangan lakukan hal ini di depanku" pinta Edelyn, tangannya memeluk tubuh tegap suaminya dari belakang
Mencoba meredakan emosi pria itu
Sebenarnya ia masih ingin marah, tapi begitu mendengar keributan yang tengah terjadi ia tak bisa mengabaikan hal itu
Aiden yang mendengarnya tersenyum simpul, setidaknya istrinya sudah mulai keluar dari rasa takutnya
" Emmm aku tau, mau ikut ke kantor?
Kita sarapan disana saja nanti" tawar Aiden yang langsung dibalas antusias Edelyn
" Mau......tapi aku malas ganti baju, begini saja tak apa?" tanya Edelyn was-was
Dia saat ini hanya mengenakan daster rumahan dengan rambutnya yang ia cepol asal
Sungguh rasanya sangat lelah jika harus bolak-balik ke kamar
" Tak masalah, kamu tetap cantik sayangku"puji Aiden yang membuat Edelyn tertawa kecil
Aiden tak bohong akan hal itu, dalam keadaan apapun istrinya tampak cantik dan memukau
Aiden kemudian menggendong istrinya dengan lengan kirinya saja seolah Edelyn adalah anak kecil
" Tak perlu di gendong huby" rengek Edelyn
" Diamlah baby, aku tau kamu lelah jadi biarkan suamimu ini membantu....oke"
Aiden dan Edelyn pun pergi meninggalkan ruang makan dengan santainya
Pasangan itu bahkan seolah lupa apa yang barusan saja terjadi
Mereka meninggalkan Lidia yang terlihat babak belur dan menyedihkan
Setelah kepergian majikan mereka, semua maid berbondong-bondong memarahi Lidia
Mereka bahkan tak perduli dengan keadaan wanita itu
Karena menurut semua orang Lidia pantas mendapatkannya
Untung saja nyonya muda mereka cepat datang dan menghentikan kegilaan tuan muda
Kalau tidak habislah Lidia, dan mungkin selanjutnya seluruh orang yang akan dibantai oleh tuan muda itu.....
Di kejauhan bini Mega hanya memandang bawahannya datar
Dia memang sengaja memberikan mereka waktu untuk melampiaskan kekesalan mereka
__ADS_1
Karena kesalahan wanita itu semua orang hampir saja kena getahnya