Perjalanan Cinta Edelyn

Perjalanan Cinta Edelyn
Perkara Lidia


__ADS_3

" Kau......." teriak Aiden murka, namun belum lagi ia selesai melampiaskan emosinya


Tubuhnya menegang karena tersadar dengan kondisi istrinya yang bergetar hebat


" Hey sayang, maaf maaf membuatmu terkejut


Baby maafkan aku ya, kumohon jangan menangis" ucap Aiden, ia mengangkat dagu istrinya


Dilihatnya wajah cantik istrinya yang tampak kacau


" Jangan digigit baby, maafkan aku ya" pinta Aiden lagi


Ia mengecup seluruh wajah istrinya terutama bibirnya yang memerah karena gigitan istrinya sendiri


Kebiasaan jelek istrinya jikalau sedang menangis


Setelah istrinya cukup tenang, Aiden kembali menatap tajam perempuan yang masih setia berdiri tak jauh darinya


" Lancang sekali kau.....apa maksudmu melakukan hal ini?" tanya Aiden geram, ia sebisa mungkin mengontrol emosinya karena tak mau membuat istrinya ketakutan lagi


" Saya hanya menyiapkan kebutuhan tuan muda" jawab Lidia dengan entengnya


" Apa maksudmu Lidia, jangan kurang ajar dengan tuan dan nyonya" gertak bibi Mega


Namun tak seperti maid lainnya yang patuh dan menurut kepada kepala pelayan itu


Lidia malah terlihat santai dan menyepelekan bibi mega


Bibi mega rasanya ingin berteriak dan memaki-maki gadis kurang ajar itu


Tapi mengingat nyonya mudanya yang masih trauma dengan hal-hal berbau kekerasan, ia mencoba menahan diri saat ini


Tapi tidak untuk nanti


" Jangan bermain-main Lidia...." geram bibi Mega


" Kalian semua pergi ke dapur dan cari makanan yang nyonya buat tadi pagi" perintah bibi mega kepada beberapa maid


Tak perlu menunggu lama, maid maid itu kembali dan melapor


" Maaf bibi mega, kami tak menemukan nasi goreng beserta kopi yang nyonya buat tadi pagi


Bahkan beberapa lauk yang nyonya buat juga tak bersisa"


" Tak bersisa? apa maksudnya tak bersisa?" tanya bibi mega


Semua orang menunggu jawaban itu tak terkecuali Aiden dan juga Edelyn


" Emmmm anu itu emmmm aduh gimana ya anu bi, itu emmmm" maid yang melapor tadi malah kebingungan dan saling dorong dengan temannya


" Bicara yang jelas" gertak Aiden, ia sudah muak dengan semua ini


Pagi indahnya dengan sang istri harus rusak karena hal ini


" Kami menemukan makanan itu sudah ada di tempat sampah tuan..." jawab maid itu bergetar ketakutan

__ADS_1


Walupun bukan ia yang melakukan tapi yang pasti semua orang akan menanggung akibatnya


Amarah Aiden sudah tak terbendung lagi rasanya, apalagi melihat istrinya yang tampak sedih


" Tenang tuan muda, pagi yang indah ini jangan sampai rusak karena masalah sepele itu"


" Apa maksudmu Lidia?" teriak bi Mega, ia sudah tak bisa mengontrol emosinya lagi


Melihat nyonya mudanya yang bersedih, ia juga ikut sedih


Orang sebaik itu kenapa selalu saja ada yang tak suka


" Apa sih bi" bentak Lidia balik, ia merasa tak terima di bentak oleh sesama pembantu


Padahal ia yakin nanti dia akan menjadi majikan di mansion raksasa ini


" Aku tuh melakukan ini demi kebaikan tuan muda


Coba lihat apa yang nona Edelyn masak tadi pagi, nasi goreng seafood dengan aneka lauk pauk yang sangat berat untuk dimakan di pagi hari


Ditambah dengan kopi hitam, itu sangat buruk untuk kesehatan tuan muda kita bibi mega


Aku sebagai wanita yang baik hati menyiapkan aneka sarapan sehat untuk tuan muda, lagipula bukankah semua yang tersaji di meja ini adalah kesukaan tuan muda kita" ucap Lidia yang berhasil menusuk relung hati Edelyn


Edelyn menatap lekat suaminya yang menatapnya khawatir


Dia memang tak tau apa yang disukai pria itu, karena selama ini Aiden selalu lahap memakan apapun yang ia buat


Namun saat ini, ia merasa rendah diri


Edelyn berdiri dari pangkuan Aiden dan berlari menuju kamarnya


Ia tak memperdulikan lagi teriakan suaminya dan bibi mega


" Sialan kau......dasar bajingan kurang ajar" teriak Aiden murka


Setelah kepergian istrinya, marahnya yang sudah ia tahan kini meluap-luap


Dia memaki-maki Lidia dan menampar wanita itu sekencang-kencangnya yang, tak perduli dika yang ia pukul itu adalah seorang wanita


Dia tak pernah memandang gender kalau ada yang mengusik kebahagiaan nya


Dan kini wanita itu dan sengaja menyakiti hati sumber kebahagiaan nya


Tak cukup sampai disitu saja amarah Aiden, lelaki itu kini menarik taplak meja hingga seluruh makanan yang tersaji jatuh berceceran


Bahkan beberapa diantaranya ada yang mengenai tubuh Lidia yang masih terduduk di lantai


Tanpa rasa kasihan, Aiden kembali mendekati Lidia dan memukuli wanita itu dengan brutal


Para maid hanya bisa menjerit histeris meminta tolong, namun siapa juga yang berani menolong Lidia


Bahkan bodyguard yang berkumpul juga hanya berdiam diri tak berani melerai


Karena mereka tau akibatnya, bisa jadi mereka yang akan menjadi sasaran selanjutnya

__ADS_1


" Aiden........"


Aiden sontak mematung mendengar teriakkan itu, tak perlu berbalik lagi


Ia sangat mengenal suara indah istrinya


" Please stop huby, please stop jangan memukulnya lagi


Setidaknya jangan kotori tanganmu dengan memukulnya dan jangan lakukan hal ini di depanku" pinta Edelyn, tangannya memeluk tubuh tegap suaminya dari belakang


Mencoba meredakan emosi pria itu


Sebenarnya ia masih ingin marah, tapi begitu mendengar keributan yang tengah terjadi ia tak bisa mengabaikan hal itu


Aiden yang mendengarnya tersenyum simpul, setidaknya istrinya sudah mulai keluar dari rasa takutnya


" Emmm aku tau, mau ikut ke kantor?


Kita sarapan disana saja nanti" tawar Aiden yang langsung dibalas antusias Edelyn


" Mau......tapi aku malas ganti baju, begini saja tak apa?" tanya Edelyn was-was


Dia saat ini hanya mengenakan daster rumahan dengan rambutnya yang ia cepol asal


Sungguh rasanya sangat lelah jika harus bolak-balik ke kamar


" Tak masalah, kamu tetap cantik sayangku"puji Aiden yang membuat Edelyn tertawa kecil


Aiden tak bohong akan hal itu, dalam keadaan apapun istrinya tampak cantik dan memukau


Aiden kemudian menggendong istrinya dengan lengan kirinya saja seolah Edelyn adalah anak kecil


" Tak perlu di gendong huby" rengek Edelyn


" Diamlah baby, aku tau kamu lelah jadi biarkan suamimu ini membantu....oke"


Aiden dan Edelyn pun pergi meninggalkan ruang makan dengan santainya


Pasangan itu bahkan seolah lupa apa yang barusan saja terjadi


Mereka meninggalkan Lidia yang terlihat babak belur dan menyedihkan


Setelah kepergian majikan mereka, semua maid berbondong-bondong memarahi Lidia


Mereka bahkan tak perduli dengan keadaan wanita itu


Karena menurut semua orang Lidia pantas mendapatkannya


Untung saja nyonya muda mereka cepat datang dan menghentikan kegilaan tuan muda


Kalau tidak habislah Lidia, dan mungkin selanjutnya seluruh orang yang akan dibantai oleh tuan muda itu.....


Di kejauhan bini Mega hanya memandang bawahannya datar


Dia memang sengaja memberikan mereka waktu untuk melampiaskan kekesalan mereka

__ADS_1


Karena kesalahan wanita itu semua orang hampir saja kena getahnya


__ADS_2