
" Kamu benar tak apa baby ?.....mau aku temani saja hmmm...?" tanya Aiden
Aiden menatap wajah cantik istrinya yang tampak pucat, dia sungguh tak tega meninggalkan istrinya
Tapi hari ini ada pekerjaan yang harus ia selesaikan
" Aku baik baik saja Ai, udah jangan tanya lagi " ucap Edelyn sembari menepuk dada bidang suaminya
Edelyn menatap Aiden cukup lama
Damage suaminya bukan main, apalagi setelah menikah
Bukannya memudar karena bertambahnya umur dan status, suaminya malah tambah mempesona dan hot
Ia jadi ketar ketir sendiri
Apalagi sekarang pelakor sudah bertebaran dimana-mana dan tak tau malu
Di mansionnya sendiri saja sudah ada satu
Apalagi di luaran sana
Tapi Edelyn cukup tenang mengingat kepribadian suaminya yang tak tersentuh
Suaminya hanya bisa hangat dan membuka diri dengannya dan keluarga saja
" Jangan melamun pagi pagi baby...." ucap Aiden sambil mengelus pipi istrinya dengan sayang
" Mana ada .... sudah sana berangkat, Thom sudah seperti kanebo kering menunggumu Ai "
Aiden mengalihkan pandangannya pada tangan kanannya yang tampak membuang muka
Tapi dari tempat Aiden berdiri ia tau kalau tangan kanannya itu sedang sebal karena terlalu lama menunggu
" Baiklah aku berangkat dulu baby, kabari aku kalau ada apa-apa
Jangan pergi kemana mana dulu ya, istirahat aja di rumah
Nanti aku telfon mommy untuk menemanimu agar tak bosan
Jangan...."
Edelyn menutup bibir suaminya yang terus mengeluarkan petuah
Dirinya sungguh bosan mendengar petuah suaminya yang selalu itu itu saja
" Sudah cukup hubby ku sayang, cepatlah berangkat " titah Edelyn
Ia menjinjit dan mengecup singkat bibir sexy suaminya dan berlalu pergi memasuki mansion tanpa memperdulikan teriakan suaminya yang minta tambah
Aiden sendiri mengerucutkan bibirnya sebal
" itu terlalu cepat.... bahkan aku belum meresponnya sama sekali " dumel Aiden
Thom yang mendengar gerutuan tuan mudanya menahan tawa yang siap menyembur keluar
Semakin hari tuan mudanya semakin berubah dan tentu saja itu berdampak positif bagi Thom dan seluruh pegawainya
*****
Edelyn bergegas mengganti piyamanya dengan dress santai
Dia bersiap pergi keluar setelah mendapatkan kabar dari Melisa tentang keberadaan kakaknya
Larangan suaminya tadi sudah sepenuhnya ia lupakan karena pikirannya yang terpenuhi dengan kakaknya
Sebenarnya ia cukup bingung saat mendengar kabar kakaknya yang memasuki hotel dengan seorang wanita
Karena ia tak pernah tau kalau kakaknya sedang dekat dengan seseorang
__ADS_1
Dan kalaupun itu wanita bayaran, itu lebih tak mungkin lagi
Karena kakaknya setipe dengan Daddy dan suaminya
Sangat anti terhadap perempuan
Dan Edelyn menebak pasti itu adalah kekasih kakaknya
Tapi kenapa kakaknya tak pernah mengenalkannya pada keluarga nya ?
Edelyn berlari menuruni tangga yang melingkar menuju lantai bawah
Membuat bodyguard yang sedang berjaga menatap ketar ketir kepadanya
Sampai di lantai bawah, salah satu bodyguard menghampirinya dan bertanya
" Maaf nyonya, anda dilarang berpergian oleh tuan muda " ucap bodyguard itu sopan
Edelyn menghela nafas dan dia terpaksa harus berbohong
" Aku sudah menelfon Aiden, dan dia mengizinkan
Aku hanya pergi sebentar menemui kakakku "
Bodyguard itu saling pandang dengan teman-temannya
Mereka sedikit meragukan ucapan istri tuan mudanya
Tapi tak mungkin juga mereka membantah ucapannya
" Baiklah nyonya, tapi biarkan kami mengawal anda "
Edelyn mengangguk
Tak mungkin juga ia menolak, bisa tambah runyam masalahnya kalau sampai suaminya tau
Selama perjalanan Edelyn duduk tak tenang
Entah kenapa pikiran buruk selalu menghantuinya
Jujur saja dia takut kakaknya akan berbuat kasar seperti kemarin
Tapi ia enyahkan pikiran itu, tak mungkin juga kakaknya akan melukainya
" Nyonya baik baik saja ? nyonya tampak sangat pucat, apa kita perlu berhenti sebentar ?" tanya bodyguard yang duduk di samping supir
" Aku tak apa, lanjutkan saja perjalanannya "
Bodyguard dan sang supir saling tatap
Mereka mencoba percaya pada nyonya mudanya
Dan melanjutkan perjalanan menuju alamat hotel yang menjadi tujuan mereka
Di tengah heningnya perjalanan ponselnya berdering
Edelyn melihat id pemanggil menunjukkan nama hubby, dengan ragu ia mengangkat panggilan itu
" Halo baby kamu mau kemana ? kenapa berbohong ?" tanya Aiden dari sebrang sana
Edelyn yakin suaminya sekarang sedang marah terhadapnya
" Maaf Ai, aku terburu-buru. Aku mau menemui kakakku dan menyelesaikan masalah yang kemarin " ucap Edelyn lirih
" Ya sudah, sebentar lagi aku menyusul kesana"
Edelyn dengan cepat menggelengkan kepalanya
" Jangan Ai.....aku mau menyelesaikan masalahku sendiri " ucap Edelyn lalu mematikan telfonnya sepihak
__ADS_1
" Nyonya kita sudah sampai...." ucap sang supir dan bodyguard yang sudah membuka pintu mobil untuknya
Edelyn mengangguk, dia merapikan dress-nya yang sedikit kusut dan keluar dari mobil dengan anggunnya
" Kalian tunggu disini, aku ada urusan pribadi " ucap Edelyn tanpa mau dibantah dan meninggalkan semua bodyguard yang mengawalnya
Ia memasuki lobby hotel keluarga Skylar dengan langkah tegasnya
Beberapa karyawan menyapanya dan dibalas senyuman tipis dan anggukan kepala darinya
Langkah kakinya menuju lift dan dia menekan lantai paling atas gedung hotel
Disana adalah ruangan pribadi khusus untuk keluarga Skylar
Dan tentu saja Edelyn bebas keluar masuk
Di dalam lift Edelyn menutup mulutnya menahan mual
Entah kenapa beberapa hari ini perutnya terasa mual dan tubuhnya sering kelelahan
Sampai di depan pintu ruangan ia memasukkan beberapa kode untuk membuka pintu
Begitu memasuki ruangan Edelyn menutup mulutnya menahan mual dan tak percaya dengan apa yang ia lihat
Bagaimana tidak??
Ruang tamu yang biasanya bersih dan rapi kini seperti kapal pecah dengan adanya berbotol botol minuman keras yang sudah kosong dan putung rokok serta snack yang bertebaran kemana mana
Edelyn menggelengkan kepalanya tak percaya
Tak mungkin kakaknya yang perfeksionis itu menjadi seperti ini
Tapi suara ******* lirih mengalihkan atensinya
Edelyn mengikuti suara itu yang terdengar dari kamar kakaknya
Hatinya bergetar hebat
Edelyn takut kakaknya akan terjerumus dengan sesuatu yang tak baik
Dalam hatinya ia yakin kekasih kakaknya membawa pengaruh buruk
Karena kakaknya yang ia kenal bukanlah seperti ini
Tanpa permisi Edelyn membuka pintu kamar yang tak terkunci
Dan tentu saja hal itu membuat kaget dua insan yang bergelut di ranjang dengan pakaian yang nyaris tertanggal semua
" Edelyn......" bentak Jaden murka
Edelyn tersentak kaget menatap kakaknya
Hatinya teriris iris melihat tatapan benci kakaknya terhadapnya
Sampai hari inipun ia masih tak mengerti dimana letak kesalahannya sampai sampai kakaknya segitu bencinya dengan dirinya
Padahal sebelum kejadian kemarin
Kakaknya masih memanjakannya dan terus merecokinya saat berduaan dengan suaminya
Edelyn menatap nyalang wanita yang tengah menyeringai di belakang kakaknya
Dari sini ia sudah yakin kalau wanita itulah penyebab kakaknya berubah
*****
Terimakasih sudah membaca ceritaku
jangan lupa like vote dan comentnya guys
__ADS_1
hadiahnya juga otte
see you 🥰🥰🥰