Perjalanan Cinta Edelyn

Perjalanan Cinta Edelyn
Pengaruh buruk


__ADS_3

" Kamu benar tak apa baby ?.....mau aku temani saja hmmm...?" tanya Aiden


Aiden menatap wajah cantik istrinya yang tampak pucat, dia sungguh tak tega meninggalkan istrinya


Tapi hari ini ada pekerjaan yang harus ia selesaikan


" Aku baik baik saja Ai, udah jangan tanya lagi " ucap Edelyn sembari menepuk dada bidang suaminya


Edelyn menatap Aiden cukup lama


Damage suaminya bukan main, apalagi setelah menikah


Bukannya memudar karena bertambahnya umur dan status, suaminya malah tambah mempesona dan hot


Ia jadi ketar ketir sendiri


Apalagi sekarang pelakor sudah bertebaran dimana-mana dan tak tau malu


Di mansionnya sendiri saja sudah ada satu


Apalagi di luaran sana


Tapi Edelyn cukup tenang mengingat kepribadian suaminya yang tak tersentuh


Suaminya hanya bisa hangat dan membuka diri dengannya dan keluarga saja


" Jangan melamun pagi pagi baby...." ucap Aiden sambil mengelus pipi istrinya dengan sayang


" Mana ada .... sudah sana berangkat, Thom sudah seperti kanebo kering menunggumu Ai "


Aiden mengalihkan pandangannya pada tangan kanannya yang tampak membuang muka


Tapi dari tempat Aiden berdiri ia tau kalau tangan kanannya itu sedang sebal karena terlalu lama menunggu


" Baiklah aku berangkat dulu baby, kabari aku kalau ada apa-apa


Jangan pergi kemana mana dulu ya, istirahat aja di rumah


Nanti aku telfon mommy untuk menemanimu agar tak bosan


Jangan...."


Edelyn menutup bibir suaminya yang terus mengeluarkan petuah


Dirinya sungguh bosan mendengar petuah suaminya yang selalu itu itu saja


" Sudah cukup hubby ku sayang, cepatlah berangkat " titah Edelyn


Ia menjinjit dan mengecup singkat bibir sexy suaminya dan berlalu pergi memasuki mansion tanpa memperdulikan teriakan suaminya yang minta tambah


Aiden sendiri mengerucutkan bibirnya sebal


" itu terlalu cepat.... bahkan aku belum meresponnya sama sekali " dumel Aiden


Thom yang mendengar gerutuan tuan mudanya menahan tawa yang siap menyembur keluar


Semakin hari tuan mudanya semakin berubah dan tentu saja itu berdampak positif bagi Thom dan seluruh pegawainya


*****


Edelyn bergegas mengganti piyamanya dengan dress santai


Dia bersiap pergi keluar setelah mendapatkan kabar dari Melisa tentang keberadaan kakaknya


Larangan suaminya tadi sudah sepenuhnya ia lupakan karena pikirannya yang terpenuhi dengan kakaknya


Sebenarnya ia cukup bingung saat mendengar kabar kakaknya yang memasuki hotel dengan seorang wanita


Karena ia tak pernah tau kalau kakaknya sedang dekat dengan seseorang

__ADS_1


Dan kalaupun itu wanita bayaran, itu lebih tak mungkin lagi


Karena kakaknya setipe dengan Daddy dan suaminya


Sangat anti terhadap perempuan


Dan Edelyn menebak pasti itu adalah kekasih kakaknya


Tapi kenapa kakaknya tak pernah mengenalkannya pada keluarga nya ?


Edelyn berlari menuruni tangga yang melingkar menuju lantai bawah


Membuat bodyguard yang sedang berjaga menatap ketar ketir kepadanya


Sampai di lantai bawah, salah satu bodyguard menghampirinya dan bertanya


" Maaf nyonya, anda dilarang berpergian oleh tuan muda " ucap bodyguard itu sopan


Edelyn menghela nafas dan dia terpaksa harus berbohong


" Aku sudah menelfon Aiden, dan dia mengizinkan


Aku hanya pergi sebentar menemui kakakku "


Bodyguard itu saling pandang dengan teman-temannya


Mereka sedikit meragukan ucapan istri tuan mudanya


Tapi tak mungkin juga mereka membantah ucapannya


" Baiklah nyonya, tapi biarkan kami mengawal anda "


Edelyn mengangguk


Tak mungkin juga ia menolak, bisa tambah runyam masalahnya kalau sampai suaminya tau


Selama perjalanan Edelyn duduk tak tenang


Entah kenapa pikiran buruk selalu menghantuinya


Jujur saja dia takut kakaknya akan berbuat kasar seperti kemarin


Tapi ia enyahkan pikiran itu, tak mungkin juga kakaknya akan melukainya


" Nyonya baik baik saja ? nyonya tampak sangat pucat, apa kita perlu berhenti sebentar ?" tanya bodyguard yang duduk di samping supir


" Aku tak apa, lanjutkan saja perjalanannya "


Bodyguard dan sang supir saling tatap


Mereka mencoba percaya pada nyonya mudanya


Dan melanjutkan perjalanan menuju alamat hotel yang menjadi tujuan mereka


Di tengah heningnya perjalanan ponselnya berdering


Edelyn melihat id pemanggil menunjukkan nama hubby, dengan ragu ia mengangkat panggilan itu


" Halo baby kamu mau kemana ? kenapa berbohong ?" tanya Aiden dari sebrang sana


Edelyn yakin suaminya sekarang sedang marah terhadapnya


" Maaf Ai, aku terburu-buru. Aku mau menemui kakakku dan menyelesaikan masalah yang kemarin " ucap Edelyn lirih


" Ya sudah, sebentar lagi aku menyusul kesana"


Edelyn dengan cepat menggelengkan kepalanya


" Jangan Ai.....aku mau menyelesaikan masalahku sendiri " ucap Edelyn lalu mematikan telfonnya sepihak

__ADS_1


" Nyonya kita sudah sampai...." ucap sang supir dan bodyguard yang sudah membuka pintu mobil untuknya


Edelyn mengangguk, dia merapikan dress-nya yang sedikit kusut dan keluar dari mobil dengan anggunnya


" Kalian tunggu disini, aku ada urusan pribadi " ucap Edelyn tanpa mau dibantah dan meninggalkan semua bodyguard yang mengawalnya


Ia memasuki lobby hotel keluarga Skylar dengan langkah tegasnya


Beberapa karyawan menyapanya dan dibalas senyuman tipis dan anggukan kepala darinya


Langkah kakinya menuju lift dan dia menekan lantai paling atas gedung hotel


Disana adalah ruangan pribadi khusus untuk keluarga Skylar


Dan tentu saja Edelyn bebas keluar masuk


Di dalam lift Edelyn menutup mulutnya menahan mual


Entah kenapa beberapa hari ini perutnya terasa mual dan tubuhnya sering kelelahan


Sampai di depan pintu ruangan ia memasukkan beberapa kode untuk membuka pintu


Begitu memasuki ruangan Edelyn menutup mulutnya menahan mual dan tak percaya dengan apa yang ia lihat


Bagaimana tidak??


Ruang tamu yang biasanya bersih dan rapi kini seperti kapal pecah dengan adanya berbotol botol minuman keras yang sudah kosong dan putung rokok serta snack yang bertebaran kemana mana


Edelyn menggelengkan kepalanya tak percaya


Tak mungkin kakaknya yang perfeksionis itu menjadi seperti ini


Tapi suara ******* lirih mengalihkan atensinya


Edelyn mengikuti suara itu yang terdengar dari kamar kakaknya


Hatinya bergetar hebat


Edelyn takut kakaknya akan terjerumus dengan sesuatu yang tak baik


Dalam hatinya ia yakin kekasih kakaknya membawa pengaruh buruk


Karena kakaknya yang ia kenal bukanlah seperti ini


Tanpa permisi Edelyn membuka pintu kamar yang tak terkunci


Dan tentu saja hal itu membuat kaget dua insan yang bergelut di ranjang dengan pakaian yang nyaris tertanggal semua


" Edelyn......" bentak Jaden murka


Edelyn tersentak kaget menatap kakaknya


Hatinya teriris iris melihat tatapan benci kakaknya terhadapnya


Sampai hari inipun ia masih tak mengerti dimana letak kesalahannya sampai sampai kakaknya segitu bencinya dengan dirinya


Padahal sebelum kejadian kemarin


Kakaknya masih memanjakannya dan terus merecokinya saat berduaan dengan suaminya


Edelyn menatap nyalang wanita yang tengah menyeringai di belakang kakaknya


Dari sini ia sudah yakin kalau wanita itulah penyebab kakaknya berubah


*****


Terimakasih sudah membaca ceritaku


jangan lupa like vote dan comentnya guys

__ADS_1


hadiahnya juga otte


see you 🥰🥰🥰


__ADS_2