
Oma Grace dan opa Allison akhirnya tiba di mansion Al-kadafi
Sepanjang perjalanan opa Allison sibuk menenangkan istrinya yang tengah kesal bukan main
Sebenarnya ia juga kesal, tapi ya mau bagaimana lagi
semuanya sudah terlanjur terjadi
" Oma kenapa....?" tanya Edelyn
saat ini ia tengah duduk di ruang keluarga menonton film kesukaannya di temani sang Daddy
Sementara suaminya pergi keluar karena ada pekerjaan penting di kantornya
Tapi sedang asyik-asyiknya menonton ia dikejutkan dengan kedatangan oma dan opanya
Ditambah dengan ekspresi omanya yang tak mengenakkan dan terus mendumel
" Oh sayang.....oma tak apa, bagaimana keadaan mu saat ini" jawab oma Grace mengalihkan pembicaraan
" Lyn baik oma, lagian kalian tak perlu menanyakan keadaan ku setiap saat
Dan juga jangan mengalihkan pembicaraan oma, Lyn bukan anak kecil lagi"
" Astaga anak ini....... baiklah baiklah, oma memang tak pernah bisa menyembunyikan apapun darimu
Tadi oma bertemu dengan mommy mu dan ya beginilah akhirnya"
" Apa Ellen membuat masalah mom? apa dia masih tak mau dengan pembagian itu?" tanya Dominic
Oma Grace akan menjawab dan menceritakan semua yang telah terjadi
Tapi opa Allison mencegahnya
" Tidak son.....dia menerimanya, hanya saja mommy mu masih terbawa suasana saja
Dia masih kesal dengan Ellen"
" Apa mommy baik-baik saja opa?" tanya Edelyn
" Mommy mu baik-baik saja Lyn, kenapa?
Kamu merindukannya?" tanya opa Allison
" Emmm, apa nanti Lyn bisa bertemu lagi dengan kakak dan mommy?"
Dominic menundukkan kepalanya dalam dalam,ia merasa bersalah karena sudah membuat putrinya bersedih
Sedangkan oma Grace menatap putranya sendu, sebagai seorang ibu ia ingin melihat putranya bahagia dan menikmati hidup
Namun sepertinya tuhan belum berkehendak
" Tentu saja bisa sayang, tapi tunggu situasinya membaik dulu ya
Lagipula Lyn juga harus banyak beristirahat agar cepat pulih"
" Benar kata opa sayang, walaupun Daddy dan mommy mu tak lagi bersama
Kamu tentu saja masih bisa menemui mereka tapi tunggu situasi dan kondisinya membaik dulu
Dan juga jangan pergi sendiri lagi ya, ajak Aiden atau oma dan opa
Jangan membuat kami khawatir lagi Lyn" tambah oma Grace
Sebenarnya dia tak sudi kalau cucu kesayangannya kembali menemui kedua itu
Namun mengingat betapa naifnya Lyn, ia terpaksa mengizinkan asal ada yang menemani
Jangan sampai dia nekat dan pergi sendiri lalu berakhir seperti kemarin
__ADS_1
Ah sayang sekali.....andai bocah tak tau diri otu tak melukai cucunya
Mungkin semua keluarga saat ini tengah berbahagia karena akan mendapatkan anggota keluarga baru
" Maafkan Daddy, karena Daddy kamu mengalami semua hal menyakitkan ini sweet heart
Maafkan Daddy....."
" Apa yang Daddy bicarakan, Lyn sudah mencoba mengikhlaskan semuanya dad
Jadi Lyn mohon Daddy juga begitu
Aku tak tau bagaimana perasaan kalian berdua, tapi yang pasti Lyn menyayangi mommy dan Daddy
Kalau mommy tak bahagia bersama kita tak masalah dad, biarkan mommy mencari kebahagiaan lainnya
Begitupun Daddy, Lyn tak mai melihat wajah seperti ini untuk kedepannya
Lyn mau Daddy bahagia, apa Daddy mengerti?"
Dominic terdiam mendengar ucapan putrinya,ia masih mencerna semua yang sudah terjadi
Apa ia bisa bahagia setelah ini?
" Sepertinya istri kecilku ini sudah bertambah dewasa ya?" ucap Aiden yang tiba-tiba saja memeluk tubuh Edelyn dari belakang
Edelyn sedikit terkenal namun tak lama kemudian ia membalas pelukan suaminya
" Tentu saja, jadi jangan memanggilku istri kecil lagi Aiden
atau aku akan memanggilmu suami tuaku" ancam Edelyn
" Baiklah baiklah, aku menyerah nyonya"
Edelyn terkekeh kecil mendengar candaan suaminya, ia kemudian menarik tangan Aiden untuk duduk di sampingnya
" Bagaimana pekerjaan mu, kenapa cepat sekali pulangnya?" tanya Edelyn
" Hanya sedikit yang harus ku urus baby, dan juga kantor lebih dekat kalau dari sini" jawab Aiden
" Ah ia.....apa rencana kalian berdua saat ini?
Oma pikir lebih baik kalian tinggal di mansion utama al kadahfi saja
Jadi daddy kalian bisa tinggal di mansion utama Skylar
Bagaimana menurutmu Aiden?" tanya oma Grace
" Aiden menuruti apa mau Edelyn saja oma"
Lalu semuanya menatap Edelyn penuh tanda tanya
" Edelyn ikut keputusan Daddy saja"
Lalu pandangan semuanya beralih pada Dominic
" Jangan katakan ikut-ikutan juga Dom, tentukan keputusan mu sekarang " gertak mommy Grace
Dominic memutar bola matanya malas, padahal dia belumlah menjawab tapi mommy nya keburu nyolot
Dipikir gampang apa pindah pindah rumah seenaknya
" Entahlah mom, Dom masih bingung"
" Apa lagi yang kamu bingungkan? disana kamu akan tinggal seorang diri Dominic
mommy tau Lyn tinggal di dekatmu, tapi putrimu tentunya punya kesibukan sendiri
Lagipula mansion kalian itu terlalu jauh kalau ingin kemana-mana" ucap mommy Grace
__ADS_1
Sampai sekarang ia masih bertanya-tanya kenapa putranya itu membangun mansion yang jauh dari pusat kota
Bahkan sekarang cucunya harus ikut-ikutan tinggal disana
" Mommy mu benar son, lebih baik pulang ke mansion utama saja
Kita bisa berkumpul bersama, dan juga pekerjaan mu akan lebih mudah jadinya" bujuk opa Allison juga
" Baiklah dom akan kembali pulang" putus Dominic setelah berpikir beberapa saat
Edelyn tersenyum simpul, setidaknya daddy-nya nanti akan banyak yang menemani
" Apa yang kamu inginkan baby?" tanya Aiden yang melihat istrinya sedikit melamun
" Apa boleh aku tinggal di sini Aiden?" tanya Edelyn
" Tentu saja boleh, kenapa tidak?"
" Tapi bagaimana dengan padang bungaku?
Sayang sekali kalau ditinggalkan"
" Kita bisa berkunjung kesana kapanpun kamu mau baby
Atau kamu mau ku buatkan padang bunga disini?"
" Oh tidak terimakasih, sepertinya itu sangat merepotkan
Oh ya, dari tadi aku tak melihat kakek Haidar
Kemana dia?" tanya Edelyn
Dia juga baru sadar kalau kakek suaminya itu tak menampakkan dirinya sedari tadi pagi
" Dia semalam mencoba bermain golf baby, dan sekarang encoknya kumat
Jadi dia sekarang terbaring tak berdaya di kasurnya" jawab Aiden lempeng, namun ada sedikit kepuasan dari raut wajahnya
Tapi sepertinya tak hanya Aiden saja yang tampak senang dengan penderitaan kakek Haidar
Opa Allison juga, bahkan dia sudah tertawa terbahak-bahak bersama oma Grace yang hanya tersenyum simpul
Sungguh malang sekali nasib kakek Haidar
Sementara yang ditertawakan kini hanya bisa tengkurap dengan pasrah di tempat tidurnya
Tak lupa beberapa koyo cabai menghiasi seluruh punggung kakek tua itu
*Dasar encok sialan....
Pasti ini salah tongkat golf nya, mana mungkin memegangnya sedikit saja langsung sakit begini
Atau mungkin cucu kurang ajarnya yang men sabotase tongkatnya
Awas saja kau bocah tengik......!!!
Astaga pasti pasangan gila itu tengah menertawakan ku saat ini
Sungguh malang nian nasibku*
******
Udah Lama gak update, semoga masih pada ingat ya
Kalau lupa baca ulang aja dari awal
Jangan lupa tinggalkan jejaknya kawan
See you next time 🥰🥰🥰
__ADS_1