
Edelyn dengan cepat menghampiri wanita yang berada di belakang kakaknya dan menamparnya dengan keras
Tapi seperti yang ia duga, wanita itu tak sedikitpun menunjukkan raut wajah ketakutan malah terlihat seperti memenangkan sesuatu
Feeling nya menjadi tak enak
Dengan ragu Edelyn membalikkan tubuhnya dan mendapati kakaknya yang melayangkan tangan padanya
Tamparan keras yang Edelyn terima membuatnya terdorong dan jatuh ke belakang
Saat itu juga ia merasa nyeri di bagian perutnya tapi Edelyn mencoba menahannya dan berdiri menghampiri kakaknya
" Kak....apa yang kakak lakukan, dia bukan wanita baik baik
Lyn tak mengenal diri kakak yang seperti ini " ucap Edelyn memelas sambil memegang lengan kakaknya
Tapi Jaden melepaskan tangan Edelyn yang memegang lengannya dan menghampiri kekasihnya
" Sayang kamu tak apa apakan ? tanya Jaden sembari mengelus pipi Nabila yang memerah karena tamparan adiknya
Hati Edelyn mencelos melihat kakaknya lebih memperhatikan kekasihnya ketimbang dirinya sendiri
Terlalu dimanja keluarganya membuatnya tak rela jika perhatian kakaknya terbagi
Apalagi ia paham betul kalau kekasih kakaknya tak tulus mencintai kakaknya
Ditambah dia dengan sengaja membuat hubungan dua saudara menjadi renggang
" Kak, aku......"
" Diam Edelyn......" bentak Justin lagi
Justin menatap adiknya tajam
" Terlalu dimanjakan semua orang ternyata malah membuatmu tak punya sopan santun ya ?" ucap Jaden dengan penuh penekanan dan tangannya yang mengapit dagu Edelyn sampai mengeluarkan darah
Edelyn meringis kesakitan, tapi ia tak mencoba melepaskan diri
Dia masih ingin melihat seberapa berubahnya kakaknya
" Aku gak akan seperti ini kalau kakak tak salah memilih kekasih
Lihatlah dirimu kak, kakak sudah berubah
Bagaimana jika daddy dan mommy tau kalau kakak minum minum dan main perempuan
Mommy pasti kecewa kak " ucap Edelyn lirih
Justin menjambak rambut belakang adiknya
" Itu semua karena kamu, apa kamu tak puas dengan perhatian seluruh keluarga ?
Apa kamu belum puas dengan kekayaan dari suamimu?
Kenapa kamu masih menginginkan harta dari keluarga kita
Apa kamu tak bisa membiarkan ku menikmatinya sendiri ? " teriak Jaden tepat di depan muka adiknya
Edelyn memejamkan matanya
Air matanya tak dapat ia tahan tahan lagi
Senyuman sendu terukir di bibirnya yang pucat
Seumur hidupnya ia tak pernah terpikirkan merebut perhatian seluruh keluarga dari kakaknya
Ia tak pernah sekalipun menginginkan harta dari keluarganya
__ADS_1
Tapi Edelyn tak pernah menyangka kalau tanpa sengaja ia menyakiti kakaknya
Sungguh, ia pikir kakaknya tak pernah merasakan perasaan seperti itu apalagi mengingat betapa kakaknya selalu menjaga dan melindunginya selama ini
Edelyn mengelus lengan kakaknya yang tampak tegang karena emosi
" Aku minta maaf kalau tanpa sengaja Lyn menyakiti kakak, Lyn tak menginginkan harta dari keluarga kita kak
Kita pulang ya, kita bicarakan baik-baik di rumah " ucap Edelyn sendu seraya menatap kakaknya dengan penuh permohonan
" Minta maaf dulu dengan kekasihku...."
Edelyn menatap Nabila sejenak dan menggelengkan kepalanya
" Aku tak mau kak, dia bukan wanita baik baik
Dia membawa pengaruh buruk untuk kakak, ayo kita pulang saja " ucap Edelyn lagi dan menarik tangan kakaknya
Tapi Jaden tak bergeming sama sekali, dia malah meremas tangan adiknya
Edelyn meringis kesakitan dan menatap kakaknya yang terlihat menyeramkan karena amarah
" Punya hak apa kamu menilai kekasihku seperti itu ? hanya aku yang tau jelas tentangnya " ucap Jaden dengan nada dinginnya
Edelyn menggelengkan kepalanya
Mati matian ia menahan tangisnya, ia tak tau harus dengan cara apalagi mengingatkan kakaknya
Di balik punggung kakaknya ia jelas melihat senyum kemenangan dari kekasih kakaknya
" Kakak belum tau dia seperti apa, kalau dia memang wanita baik baik tak mungkin ia akan menyerahkan dirinya dengan gampangnya
Dia juga tak mungkin menjerumuskan kakak pada minuman haram
Dia juga tak akan merusak hubungan persaudaraan kita kak " teriak Edelyn frustasi
Setelah itu ia mencekik leher adiknya dan tanpa perasaan membanting tubuh mungil adiknya ke tembok
Edelyn yang tak siap pun hanya bisa pasrah menahan rasa sakit akibat ulah kakaknya
Sebelum kesadarannya menghilang ia dapat melihat kakaknya yang pergi meninggalkan dirinya dengan menggendong kekasihnya
Edelyn hanya bisa menangis menahan rasa sakit dari perutnya dan kepalanya yang pusing akibat terbentur tembok dengan keras
" Dia bukan wanita yang baik kak...." lirih Al
Edelyn sebelum kegelapan menghampirinya
*****
Disisi lain Aiden sama sekali tak bisa fokus dengan rapat yang tengah ia pimpin
Pikirannya tak tenang dan hatinya terus diselimuti rasa khawatir
Karena tak tahan dengan perasaannya
Aiden memerintahkan Felix menggantikan dirinya dan pergi di ikuti Thom
Thom melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi menuju hotel tempat nyonya-nya berada
Melihat kegelisahan tuannya, Thom ikut ikutan panik
Entah kenapa Feeling Thom juga tak enak
Karena Thom tau betul seberapa kuatnya ikatan batin antara tuan dan nyonya mudanya
" Nyonya pasti baik baik saja tuan ...." ucap Thom menenangkan tuannya sekaligus menenangkan dirinya sendiri
__ADS_1
" Semoga....." jawab Aiden lirih
Aiden terus menghubungi istrinya yang sama sekali tak di angkat
Bodyguard yang menjaga istrinya pun tak tau menahu dengan keadaan istrinya karena mereka berjaga di luar
Dan akses ruangan pribadi di hotel itu hanya untuk keluarga saja
Dan untungnya Aiden juga memiliki akses itu
Perjalanan yang biasanya memakan waktu satu jam kini hanya di tempuh lima belas menit oleh Thom
Tanpa menunggu lama Aiden berlari keluar mobil dan memasuki hotel
Di dalam lift Aiden terus merapalkan doa
Entah kenapa hatinya sangat ketakutan dan gelisah
Aiden memasuki ruangan dengan langkah pastinya
" Baby..... kamu dimana ?" teriak Aiden
Tapi tak ada sahutan dari istrinya
Aiden menatap sekeliling ruangan yang berantakan dan penuh dengan aroma alkohol
Hatinya semakin tak tenang
Aiden dengan tergesa-gesa mencari istrinya dan membuka setiap kamar
Tepat di ujung lorong Aiden melihat salah satu kamar yang pintunya tak tertutup
Aiden melangkahkan kakinya menuju ke sana
Dan entah kenapa hatinya berdetak kencang
Begitu sampai Aiden jatuh terduduk di ambang pintu
Air matanya meluncur deras melihat pemandangan yang tak pernah ia bayangkan dalam hidupnya
Istrinya terbaring di lantai dengan darah yang mengalir dari paha dan kepalanya
Aiden tak tau harus melakukan apa
Tapi yang terpikirkan sekarang adalah menolong istrinya dengan cepat
Dengan tangan dan kaki yang gemetar ketakutan
dia mencoba berdiri dan menghampiri istrinya
" Hey baby.... bertahan ya kita ke rumah sakit sekarang" ucap Aiden dengan suara seraknya karena tangis
Dengan cepat Aiden menggendong istrinya dan keluar ruangan
Selama perjalanan seluruh pegawai hotel terkejut dan ketakutan melihat anak pemilik hotel bersimbah darah
Mereka tak tau apa sedang terjadi
Setau mereka di ruangan pribadi itu hanya ada dua bersaudara Skylar
*****
Terimakasih sudah membaca ceritaku
Jangan lupa like vote dan comentnya guys
Hadiahnya juga otte
__ADS_1
See you 🥰🥰🥰