Perjalanan Cinta Edelyn

Perjalanan Cinta Edelyn
Teman baru


__ADS_3

Happy reading....


Edelyn yang sedang duduk santai di ruang tv mengernyitkan dahinya ketika melihat Aiden yang keluar dari kamar dengan baju santainya


" Kamu gak kerja Ai...?" tanya Edelyn


Aiden tak menjawab, dia hanya menatap gadisnya itu dengan intens


" Tatapan mu seperti ingin memakan ku saja Ai...." ucap Edelyn


" Hmmm....aku memang selalu ingin memakanmu Baby "jawab Aiden sambil menduselkan kepalanya pada ceruk leher gadisnya


" Kau tau Ai, kau terlihat seperti sugar daddy jika berpenampilan seperti ini " ucap Edelyn mengalihkan pembicaraan


" Hmmmm.....aku tau, dan sugar daddy ini hanya milikmu baby


Sekarang bersiap siaplah baby, aku ingin mengajakmu jalan jalan ke mall"


" Baiklah....tapi kutanya padamu


kenapa di lemarimu banyak baju wanita Ai ?"


" itu semua baju baru untukmu baby, asisten ku yang membelinya


Cepatlah ganti bajumu !"


" Ok.."


Tak lama kemudian Edelyn keluar dengan dress floral model Sabrina dan sepatu Kets putihnya


" Bagaimana penampilanku Ai....?"


" Kau selalu terlihat sempurna baby girl , kita berangkat sekarang" ucap Aiden menggandeng tangan gadisnya


*****


Saat ini Edelyn dan Aiden tengah berada di mall dengan sederet atribut penyamaran yang mereka pakai


Edelyn mengerucutkan bibirnya sebal


" Kita seperti ******* tau gak sih, liat aja semua orang memandang kita aneh ?" jengkel Edelyn


" Ya maaf baby, kalau kita tidak pakai semua ini, pasti akan lebih heboh lagi "


" Udahlah, aku udah gak mood jalan jalan, aku mau pulang aja " ucap Edelyn meninggalkan Aiden


" Baby tunggu, aku minta maaf


Jangan marah please !!"


" Aku mau pulang Ai"


" Oke...oke kita pulang, aku minta maaf


harusnya aku tadi booking dulu mallnya untuk kamu "


" Hmmm"


Aiden menghembuskan nafasnya kasar melihat gadisnya ngambek, niat hati menyenangkannya dengan berbelanja sepuasnya di mall malah jadi berantakan


Sampai di mansion Skylar Edelyn tetap pada acara ngambeknya dan Aiden yang terus menerus membujuk gadisnya


" Sudahlah Ai....aku lagi gak mood, kamu pulang aja dulu" ucap Edelyn

__ADS_1


" Baiklah, tapi ngambeknya jangan lama-lama ya baby " pinta Aiden


" Iya...."


*****


Sesampainya di kamar, Edelyn termenung


Awalnya dia tak ingin memikirkan semua ini, tapi Alody merasa ada sesuatu yang janggal mengenai mimpinya


Edelyn meraba lehernya dan bergidik ngeri, tangannya pun bergetar hebat


ia memejamkan matanya, berusaha mengendalikan dirinya


Mengingat mimpinya, Edelyn merasa aneh dengan Aiden,


Aiden memang benar meminta maaf dan mati bersamanya, tapi Edelyn merasa ada sesuatu yang disembunyikan pria itu


Lalu keanehan juga terjadi pada Amanda, Edelyn teringat dengan perkataan Amanda yang tidak dimengertinya, Amanda pun tak sedikitpun menyakitinya saat disekap Dion


Sebenarnya apa yang sedang terjadi....?


*****


Edelyn meregangkan tubuhnya setelah kelasnya berakhir


Sudah sekitar dua mingguan ia resmi menjadi mahasiswi, dia mendaftar di salah satu kampus swasta milik keluarga Al-Kadahfi


Ia mengambil jurusan kuliner, ya pada akhirnya Edelyn berubah pikiran, awalnya dia ingin mengambil jurusan kedokteran tapi ia sadar itu pasti akan sangat menyita waktunya


Akhirnya Edelyn memilih jurusan kuliner, karena itu mudah dan yang pasti akan berguna untuk rumah tangganya


Karena percaya atau tidak, Edelyn tidak yakin akan bisa menyelesaikan sekolahnya, mengingat Aiden yang udah ngebet pengen nikah


" Hei lagi ngelamunin apa sih ?" tanya Sera salah satu teman di kampusnya


Yah, Alody akhirnya memiliki teman


Sera dan Melisa


Mereka adalah teman yang diperbolehkan Aiden untuk mendekatinya


Orang tua mereka adalah salah satu kerabat Aiden


" Oh ya....bukannya kemarin Melisa mengajak kita berbelanja, jadi apa tidak nih...?" tanya Sera


" katanya sih jadi, tapi kenapa nih anak gak muncul muncul yah....!" heran Edelyn dan celingukan mencari keberadaan Melisa


Tak lama kemudian Melisa datang dengan gaya alay nya


Edelyn dan Sera hanya geleng-geleng melihatnya


karena apa.....?


Melisa itu sebenarnya cantik


tapi karena dia terlalu terobsesi dengan princess jadinya dia setiap hari selalu berdandan ala princess


" Hay guys....tau gak sih kemarin Disney ngeluarin tas bertema Tangled dan edisinya terbatas loh....?" heboh Melisa


" Kita gak tau dan gak mau tau ya princess, sekarang pertanyaannya, jadi gak nih kita belanjanya...?"


" Jadi dong, aku tuh mau beli stiker princess lagi soalnya stiker ku udah usang semua " heboh Melisa lagi

__ADS_1


Edelyn terkekeh melihatnya " Kalau begitu kita berangkat sekarang, karena sore hari aku sudah harus stand by di mansion "


" Ya ya aku tahu, beruang kutubmu sudah mewanti-wanti ku setiap kita akan pergi hang out bersama " dengus Sera


" Maafin Aiden ya....dia hanya terlalu khawatir saja "


" Aku tau Lyn.... sekarang lebih baik kita segera berangkat, lihat saja princess kita sudah mencak mencak di depan mobil" ucap Sera


Akhirnya hari itu dihabiskan dengan kegiatan hang out mereka, lebih tepatnya sih Sera dan Edelyn yang menemani Melisa mencari aksesoris princess-nya


Tapi walaupun seperti itu mereka tetap bersenang senang sepanjang hari


*****


Malam harinya, Edelyn sedang bersantai dengan mommy-nya di ruang keluarga


Daddy dan kakaknya sedang berada di luar kota mengurusi salah satu cabang perusahaannya


Sedari tadi Edelyn sedang sibuk menghubungi Aiden, tidak biasanya Aiden tak menjawab panggilannya


Edelyn tak seromantis seperti pasangan lainnya, dia jarang menghubungi Aiden, dan Aiden pun tak pernah memaksa untuk selalu menghubunginya


Karena Aiden sendiri selalu mendapatkan laporan dari anak buahnya tentang kegiatan yang dilakukan gadisnya


Tapi walaupun seperti itu, setiap Edelyn menghubungi Aiden, pasti deringan pertama atau kedua Aiden langsung mengangkat panggilannya


Karena nada dering untuk panggilan Edelyn di buat berbeda oleh Aiden


Edelyn mengerucutkan bibirnya sebal, dia sudah menghubungi Aiden untuk kesekian kalinya tapi tak diangkat


Ia kemudian memutuskan untuk menelfon Aiden beberapa menit lagi


" Kau sangat hebat sayang daddy-mu pasti akan menangis jika merasakan kue buatan mu ini " ucap Ellen sambil mengunyah kue buatan Edelyn


Tadi sore sepulang Edelyn bermain dia melihat seorang nenek nenek penjual jeruk nipis, ia merasa kasihan dan memborong jualan nenek tersebut


Setelah sampai mansion barulah Edelyn sadar, dia kebingungan melihat banyaknya jeruk nipis yang dibeli


Akhirnya ia kepikiran untuk bereksperimen membuat cupcake jeruk nipis, sekalian mengasah kemampuan memasaknya


Dan siapa sangka cupcake buatannya berhasil dan membuat seluruh penghuni mansion suka akan kue buatannya


" Benarkah seenak itu mom, kau tidak lagi memuji untuk membuatku bahagia kan....? tanya Edelyn tak yakin dengan pujian mommy-nya


" Aish kau ini..... Tanyakan saja pada pengawal tembok mu itu, bukankah dia tidak bisa berbohong...?"


Edelyn menahan tawanya melihat mommy-nya mengejek pengawal pribadi pilihan Aiden


Sinta memang tak banyak bicara, tapi sebenarnya dia adalah pribadi yang baik


" Baiklah aku percaya padamu mom, aku ke kamar dulu mom, hari ini aku sangat lelah "


" pergilah, istirahat yang cukup dan jangan lupa minum vitamin yang sudah mom siapkan di meja "


" Siap mommy, selamat malam "


*****


Terimakasih udah baca cerita aku


jangan lupa like vote dan comentnya


see you next chapter guys

__ADS_1


__ADS_2