
Sesampainya di kamar, Edelyn tak langsung beranjak tidur
Dia mencoba menghubungkan Aiden lagi
Setelah beberapa detik menunggu akhirnya panggilannya pun di angkat
" halo...."
Edelyn yang tadinya ingin mengomeli Aiden pun terhenti karena yang mengangkat panggilannya seorang wanita
" Siapa....?" tanya Edelyn
" aku kekasih Aiden, dia sekarang sedang mandi
Kamu siapa dan ada perlu apa...?"
" Oh begitu..... baiklah sampaikan padanya bahwa aku menunggunya pulang " jawab Edelyn dengan nada santainya
" Ap-apa...."
" Suamiku sepertinya sangat sibuk ya sampai dia melupakan janjinya padaku....?"sarkas Edelyn
Kemudian tanpa menunggu wanita itu menjawab Alody memutuskan panggilan tersebut
Ia lalu menghubungi Thom
Deringan ketiga panggilannya langsung terjawab
" dimana Aiden ?" tanya Edelyn tanpa berbasa-basi lagi
" Tuan Aiden sedang berada di hotel nona " jawab Thom sambil menelan ludahnya gugup
Berbicara dengan nona muda Skylar ternyata jauh lebih mengerikan daripada berbicara dengan tuannya
" Apa.... hotel ?" pekik Edelyn
" Tidak ... maksud saya restoran nona "
" Oh my..... tolong jawab yang benar Thom, lalu sekarang dimana ponsel Aiden ?"
" Tuan Aiden sedang melakukan negosiasi bisnis dengan kliennya nona, kalau ponselnya saya tidak tahu
sepertinya tuan lupa menaruhnya dimana " jawab Thom dengan cepat
" apa kliennya wanita ...?"
" Klien tuan muda laki laki nona, tapi dia membawa putrinya "
Edelyn memijit pelipisnya pening, bagaimana bisa Aiden membiarkan handphone nya pada orang lain
Bagaimana kalau rekan bisnis atau saudaranya yang menelpon, dan salah paham mendengar jawaban wanita itu
" Baiklah Thom, segera beritahu Aiden kalau aku baru mengirim pesan "
" Baik nona " jawab Thom dengan patuh
Edelyn kemudian mematikan sambungan telfonnya dan mengetikkan pesan untuk Aiden
" tadi aku menghubungimu untuk mencoba resep cupcake buatanku, tapi sepertinya kau sedang sibuk
Nanti aku akan mengirimkan kuenya ke kantormu saja kalau begitu" isi pesan Edelyn
Edelyn terkekeh, Aiden pasti akan langsung kalang kabut ketika membaca pesannya
__ADS_1
*****
Aiden mendelik mendengar bisikan Thom
Dengan tatapan tajamnya Aiden mendekati Thom
" bukankah handphone ku ada padamu...?"
" Maaf tuan, tapi sebelum acara makan siang tadi tuan sudah mengambil handphonenya " cicit Thom ketakutan
Tak lama kemudian putri kliennya datang dan memberikan ponsel Aiden, dia mengatakan ponselnya terjatuh di bawah meja tadi
Tanpa mengucapkan terima kasih, Aiden langsung membuka ponselnya dan membaca pesan Edelyn yang seketika membuat Aiden membulatkan matanya
Aiden ketar ketir, gadisnya jarang jarang mau menghubunginya, dan sekarang saat gadisnya terus terusan menghubungi dia malah tak tau
Mata Aiden semakin menajam saat melihat riwayat panggilan dari ponselnya, dia kemudian langsung berdiri membuat ketiga orang dihadapannya terkejut
" Apa kau membuka ponselku...?" tanya Aiden pada putri kliennya dengan dingin
" Ma-maaf....tadi ponselmu terus berbunyi jadi aku berinisiatif mengangkatnya, ma-....."
" LANCANG...." teriak Aiden murka
Thom langsung berdiri dan menahan tubuh tuannya karena sudah tidak bisa mengontrol dirinya
" Kau urus semuanya Thom....aku tak mau berurusan dengan mereka lagi " tekan Aiden
Thom menganggukkan kepalanya dengan sigap, dia menghela nafas lega karena tak ada pertumpahan darah disini
Dia kemudian melirik putri kliennya yang terisak menangis, Thom berfikir gadis itu benar benar lancang dan tidak punya etika
" Maaf tuan, sepertinya kerja sama ini tidak bisa di lanjutkan lagi " ucap Thom
" Tidak bisa begitu tuan, kita tadi sudah sepakat
" Sepertinya putri anda sudah menyinggung tuan saya, anda bisa menanyakan kejelasannya pada putri anda " ucap Thom dan berlalu pergi meninggalkan kliennya
Sesampainya di mansion Skylar Aiden segera berlalu ke kamar Edelyn, tapi ia tak menemukan gadisnya
Setelah beberapa saat mencari, akhirnya Aiden menemukan gadisnya duduk di ayunan dekat danau buatan di mansion
ia lalu menghampiri dan memeluk gadisnya dari belakang
Edelyn tersenyum dan menggenggam tangan Aiden yang sedang memeluknya
" Kau sudah datang Ai.....?"
" Hmmm.....kamu gak marah sama aku baby...?" ucap Aiden sambil menciumi puncak kepala gadisnya
" Aku tau kamu tidak akan menghianatiku "
Mendengar ucapan gadisnya, Aiden sangat bahagia, tapi disisi lain dia sangat kecewa dengan dirinya
Harusnya dia harus selalu ada saat gadisnya membutuhkan
" Maafkan aku baby..... tadi aku lupa menaruh ponselku dimana dan entah bagaimana caranya orang itu bisa memegang ponselku "
Edelyn tertawa melihat cara Aiden menjelaskan dengan mimik muka seperti kucing yang takut ditinggal induknya
" Its oke Ai..... tapi sayang sekali kau kurang beruntung
Cupcake buatanku sudah dihabiskan teman temannya mommy..... hehehe " cengir Edelyn
__ADS_1
" Kau tidak menyisakan satupun untukku baby...?"
" Tadi aku sudah menyisakan untukmu Ai..... tapi sepertinya sudah di makan habis oleh mommy
Kau tau Ai.... semua orang bilang cupcake buatan ku sangat lezat
Besok sepulang kuliah aku akan buatkan yang spesial untukmu, oke "
" Baiklah....yah walaupun aku kecewa karena tak bisa merasakan kue perdana buatan gadis kecilku ini "
" Salah sendiri kamu tadi asyik main mandi mandian sama tante gayung..."
" Baby ......."
Edelyn tertawa melihat tingkah imut Aiden, sungguh orang lain tak akan percaya jika melihat pria datar tanpa ekspresi ini bisa bertingkah imut
Aiden sendiri terpana melihat tawa bahagia gadisnya, jika dia disuruh memilih semua yang dia punya saat ini dan Edelyn
Tanpa berfikir panjang Aiden akan langsung tahu jawabannya
Edelyn.... tentu saja dia, karena baginya Edelyn adalah hidupnya dan semoga saja ia bisa selalu melihat tawa bahagia gadisnya itu
" Hari sudah sore, dan sepertinya akan turun hujan
Bagaimana kalau kita masuk saja, nanti kamu bisa kedinginan baby...."
" Baiklah.....kau mau menginap Ai, sepertinya mommy-ku sudah berangkat liburan bersama teman temannya " ucap Alody
" Apa boleh...?"
Edelyn mengangguk kan kepalanya dan membawa Aiden menuju kamarnya
" Kamu mandi aja dulu, baju gantinya akan ku siapkan"
Selesai bersih bersih, mereka pun berbaring di tempat tidur dan menonton Netflix bersama
Saat sedang asyik asyiknya menonton Edelyn terkejut saat menggenggam tangan Aiden dan merasakan suhunya hangat.
" Kamu lagi sakit Ai...."
" Sepertinya hanya kecapean saja baby "
" Baiklah..... tidurlah Ai,"
Besoknya Edelyn dibuat geleng geleng dengan tingkah sugar daddy-nya yang sekarang menjelma seperti bayi besar
Alody bahkan tidak bisa bergerak sama sekali dari pelukan beruang bayi besarnya itu
Mungkin kalau daddy Nic dan Jaden tau kelakuan Aiden, sudah pasti pria ini Akan di tendang dengan tidak hormat dari mansion
" Lepas dulu Ai.....aku mau panggil pelayan untuk antar makanan ke kamar, kamu harus sarapan dan minum obat "
Tak mendapat respon dari Aiden, ia akhirnya menghubungi pelayanan lewat ponselnya
Edelyn mengelus pelan rambut Aiden yang menelungkup kan wajah di dadanya
Edelyn tak pernah melihat Aiden sakit, baik di kehidupannya dulu dan sekarang
Ia harus menghubungi Thom dan memperingatinya untuk mengatur jadwal kerja Aiden
*****
Terimakasih sudah membaca ceritaku
__ADS_1
jangan lupa like vote dan comentnya guys
see you next time 🥰🥰🥰