
Aiden memasuki mansion dengan tergesa-gesa sampai tak sengaja menabrak salah satu maid
Bukannya menolong maid yang terjatuh karena ulahnya, Aiden malah berbalik pergi meninggalkan maid itu
Sedangkan Lidia, maid yang tak sengaja di tabrak Aiden tersenyum kemenangan
Walaupun hanya ketidaksengajaan tapi dia tetap senang karena sempat menyentuh tubuh tuan mudanya
Ditambah lagi dia tadi melihat istri tuan mudanya pulang dengan keadaan menangis
" Ahhh senangnya....." pekik Lidia dalam hati
Disisi lain Aiden membuka pintu kamarnya dan mendapati istrinya yang tengah duduk termenung dengan kedua matanya yang terus mengeluarkan air mata
" Don't cry baby....." bisik Aiden lirih sembari memeluk istrinya sayang
Edelyn yang dipeluk Aiden tambah menangis kencang
" Hey..... kenapa tambah keras menangisnya, apa aku harus memukul Jaden supaya kamu bisa tenang hmmm?"
Edelyn spontan melepaskan pelukannya dan menatap tajam suaminya
" Jangan berani beraninya memukul kakakku Ai....." ancam Edelyn dengan suara seraknya dan sedetik kemudian ia sesenggukan yang mana membuat Aiden tertawa terbahak-bahak saking gemasnya
" Kok malah ketawa sih .....?" ucap Edelyn dengan bibir cemberut
" Kamu gemesin banget tau gak....." ucap Aiden dan menoel noel pipi istrinya yang tampak merah karena terlalu banyak menangis
" Tapi aku serius, kamu jangan apa apain kakak
Biar aku sendiri yang menyelesaikan nya, aku yakin kakak punya alasan tersendiri melakukan hal itu "
Aiden menganggukkan kepalanya mengerti
Dia sependapat dengan istrinya, bagaimana pun juga Jaden sebelas dua belas dengan daddy Nic yang sangat menyayangi dan memanjakan Edelyn, jadi tak mungkin dia akan menyakiti adiknya dengan sengaja
" Ya sudah, sekarang makan dulu ya
Kamu tadi belum makan apapun baby...."
Edelyn menggelengkan kepalanya tanda tak mau
Mana mungkin ia ada nafsu makan di saat suasana hatinya sedang memburuk
" Daddy tadi khawatir dengan kamu dan kakakmu, kasihan dia baby
Jangan membuat daddy lebih khawatir lagi yah...." bujuk Aiden lagi
Edelyn merenung sejenak
Kejadian tadi pasti cukup membuat semua orang terkejut apalagi Daddy-nya
Dia tak mau Daddy-nya sampai sakit lagi
" Mau susu saja Ai....." pinta Edelyn pada suaminya
Aiden tersenyum puas walaupun tak makan tak apa, yang penting perut istrinya terisi
" Of course baby..... tunggu sebentar ya biar aku buatkan khusus untuk istriku yang paling cantik"
Edelyn tersenyum senang melihat suaminya yang penuh perhatian dengannya
Sungguh suatu anugerah mendapatkan cinta yang begitu besar dari seseorang seperti Aiden
*****
__ADS_1
Tak ada kehidupan yang sempurna
Tak ada jalan yang mulus tanpa adanya hambatan
Dan tak ada hubungan yang mulus tanpa ada masalah seperti yang semua orang harapkan dan impikan
Seperti yang dialami Jaden sekarang
Dirinya sedang dilema diantara cintanya pada sang kekasih dan rasa sayangnya terhadap adik kandungnya sendiri
Untuk pertama kalinya dalam hidupnya, ia merasa rendah diri dan tak percaya pada diri sendiri
Nabila, wanita yang menjalin hubungan dengannya satu tahun belakangan ini tiba-tiba memutuskan hubungan dengannya
Dan alasannya sungguh sangat tak masuk akal untuk Jaden
Jaden sudah berusaha menjelaskan dan memberikan pengertian terhadap kekasihnya
Tapi dia malah di tinggal pergi tanpa kejelasan apapun
Hal itu tentu saja membuatnya uring uringan dan melampiaskannya pada alkohol
Minuman haram yang tak pernah sekalipun ia sentuh dalam hidupnya kini menjadi candu
Pikirannya terus terbayang bayang dengan ucapan kekasihnya kala itu
Flashback....
" Aku mau putus....." teriak Nabila
Jaden mematung sejenak
Dia tau dia salah karena telat menjemput kekasihnya, tapi tak mungkin juga hubungan mereka akan berakhir hanya karena masalah seperti ini
" Hey tenang dulu sayang, aku minta maaf......tadi aku harus nganter Lyn pulang dulu"
" Apa kamu bilang, kenapa harus kamu yang nganter dia? dia kan sudah punya suami.
Harusnya sekarang kamu lebih prioritaskan aku ketimbang dia " ucap Nabila dengan menekankan kalimat terakhirnya
" Aku tentu saja prioritasin kamu sayang, tapi Lyn kan adik aku jadi aku harus selalu menjaganya " ucap Jaden lembut
Jaden masih mencoba membujuk kekasihnya yang lagi lagi marah karena masalah yang sama
Ia paham dengan kecemburuan kekasihnya terhadap adik kecilnya
Tapi Edelyn tetaplah adiknya yang harus selalu ia jaga walaupun dia sekarang sudah memiliki suami yang bisa menjaganya
" Kenapa kamu selalu seperti ini Jaden ?
Adikmu sudah memiliki segalanya, sedangkan kamu memiliki apa
Semua perhatian keluarga sudah menuju padanya
Sedangkan kamu putra sulung keluarga Skylar hanya bisa menjadi pajangan saja di keluarga mu
Apa kamu tak marah saat orang tuamu membagi rata warisannya?
Harusnya itu semua menjadi milikmu" ucap Nabila berusaha menghasut Jaden
Nabila amat sangat tak rela jika harus berbagi apapun dengan orang
Dia sudah cukup muak dan marah karena selama pacaran dengannya Jaden selalu menomorsatukan adiknya
Ditambah sekarang dia mendengar kalau warisan keluarga Skylar dibagi rata dengan adiknya
__ADS_1
Sungguh tak adil sekali pikir Nabila
Padahal Edelyn sudah mendapatkan suami yang lebih kaya daripada keluarga Skylar
Sekarang mendapatkan warisan dari keluarga nya juga lagi
Nabila tak akan membiarkan hal itu terjadi
Jaden sendiri terdiam mendengar ucapan kekasihnya
Dari dulu tak pernah terbesit sedikitpun rasa iri terhadap adiknya
Tapi entah kenapa perkataan kekasihnya seperti mendoktrin dirinya
" Bagaimana pun juga Lyn adikku sayang, walaupun aku mendapatkan separuh warisan keluarga
Aku tak akan membuat hidupmu susah " ucap Jaden berusaha mengalah
Nabila mengatur nafasnya yang memburu karena menahan kesal karena sikap Jaden
" Pokoknya aku tak mau tau, kamu harus menjauhi adikmu dan mendapatkan seluruh warisan itu
Kalau tidak....."
Nabila menjeda kalimatnya dan menghela nafas
"Lebih baik kita putus...." final Nabila dan pergi meninggalkan Jaden sendirian
Jaden yang ditinggal sendiri menatap kepergian kekasihnya dengan sendu
Dia teramat sangat menyayangi Nabila
Nabila adalah satu-satunya wanita yang bisa menggerakkan hatinya selain mommy dan adiknya
Dan ia tak mungkin juga menjauhi adiknya karena masalah kekasihnya
Tapi tak mungkin juga dia tak menuruti keinginan kekasihnya
Jaden tak bisa hidup tanpa kekasihnya
Bayangan bayangan keluarganya memenuhi pikirannya
Dia sadar keluarganya sangat memanjakan adiknya
Apalagi Daddy-nya
Daddy-nya tak segan menghukum dan membunuh siapapun yang mengganggu adiknya
Bahkan dia sendiripun sering mendapatkan hukuman dari Daddy-nya karena adiknya terluka
Padahal ia sendiri tak tau menahu penyebab luka adiknya
Tapi saat itu Jaden mengenyahkan ketidaktahuannya karena rasa khawatirnya terhadap adiknya
Dan sekarang saat mendengar ucapan kekasihnya ia seperti menemukan kehampaan dan rasa sakit yang menggerogoti hatinya
Karena tanpa sadar Jaden juga iri dengan kehidupan adiknya yang sempurna dan mendapatkan perhatian dan cinta yang begitu besar dari semua orang
Dan dan dari situ muncullah pemikiran yang tak pernah sedikitpun terbesit dalam otaknya sedari dulu
*****
Terimakasih sudah membaca ceritaku
Jangan lupa like vote dan comentnya guys
__ADS_1
Hadiahnya juga otte
See you 🥰🥰🥰*