
Dominic tersenyum tipis melihat mata putrinya berkaca kaca
" Edelyn sangat manja, bahkan saya sendiri sering bertengkar dengan istri saya karena terlalu memanjakannya ,mungkin sekarang kamu yang akan dibuat pusing dengan kemanjaannya " tambah Dominic seraya tersenyum kecil
" Hidup saya hanya untuk Edelyn, semuanya akan saya berikan asal dia tetap bahagia di samping saya " balas Aiden, membuat semua para tamu undangan meleleh mendengar perkataannya
Edelyn menatap Aiden horor, kata kata Aiden malah terdengar creepy di telinganya
" Kamu tahu kan kalau Edelyn adalah segala galanya untuk keluarga kami ?" tanya Dominic yang dibalas anggukan cepat oleh Aiden
" Maka jagalah dia, jangan sampai dia terluka sedikitpun
baik fisik maupun batinnya, kalau dia membuat kesalahan, jelaskanlah pelan pelan
Jangan pernah sekalipun membentaknya. "
Aiden mengangguk sekali lagi, dalam hati dia berjanji akan lebih mengontrol emosinya di depan istri cantiknya ini
" Jika suatu saat nanti Edelyn membuat kesalahan yang begitu fatal, datanglah padaku
Lampiaskan semua amarahmu pada daddy, jangan padanya "
" Daddy....." Edelyn berucap lirih, begitu besar rasa sayang Daddy-nya padanya
" Putriku memang sangat cantik, tapi dia memiliki banyak kekurangan
Dia egois dan pemarah
Jikalau nanti kamu tak mencintainya lagi, jangan campakkan dan menyakiti hatinya.
Katakanlah,Daddy akan menjemput putri Daddy untuk kembali pulang ke rumah " ucap Dominic dengan tulus dan menatap manik mata Aiden dalam dalam
Ucapan Dominic membuat semua orang yang ada di gedung itu menangis haru
Seorang pengusaha sukses yang terkenal dengan sifat dinginnya itu ternyata begitu mencintai putrinya sampai sedalam itu
Edelyn sendiri langsung menghambur ke pelukan Daddy-nya, dia tak kuasa menahan tangis dan menangis di pelukan Daddy-nya
Dominic mengecup puncak kepala putrinya yang sedang memeluk erat tubuhnya
" Daddy tentunya juga tau kalau putri daddy ini segala-galanya untuk saya, saya berjanji akan lebih menjaga dan menyayangi putri daddy sampai ajal menjemput " ucap Aiden dengan tegasnya
Dominic tersenyum tipis, dia melepaskan pelukan putrinya dan menyatukan tangan putrinya dan Aiden
" Berbahagialah, doa daddy selalu menyertai kalian"
Sorak-sorai tamu undangan menyertai Dominic saat turun dari panggung
Dominic berjalan menghampiri istrinya dan memeluknya dengan erat, dia menangis tanpa suara di pundak istrinya
Rasa tak rela masih menyelimuti hati pria itu, bagaimanapun Edelyn adalah kesayangan semua keluarga
__ADS_1
Kini saatnya Jaden yang naik ke atas panggung untuk memberikan kata kata pelepasan
Sesampainya di panggung, Jaden hanya berdiam diri menatap Edelyn
Semua tamu lagi-lagi dibuat kebingungan dengan keterdiaman Jaden
Edelyn sendiri sudah mendongakkan kepalanya menatap kakaknya yang belum membuka suara
Setelah beberapa saat kemudian, Jaden menarik tubuh Adiknya dan memeluknya dengan erat, menyembunyikan wajahnya yang sudah memerah karena menahan tangis di pundak adiknya.
Edelyn pun balik memeluk erat kakaknya, tangannya secara perlahan mengusap punggung lebar kakaknya yang sedikit bergetar
Setelah Jaden bisa mengontrol emosinya, dia melepaskan pelukan mereka dan menatap wajah adiknya dengan lembut
Diusapnya pipi Edelyn yang basah karena air mata dengan lembut
" Apa kamu bahagia ?" tanya Justin dengan suara seraknya dan di balas anggukan kecil dari Edelyn
" Syukurlah....." ucap Justin kemudian mengambil microfon untuk mulai berbicara
"lyn....." Justin menatap lekat wajah cantik adiknya
" Edelyn adalah gadis yang paling berharga dalam hidupku dan seluruh keluarga, dia princess kecil kami " ucap Jaden sambil terus menatap wajah adiknya dengan lembut
" Benar kata daddy, selamanya Edelyn akan tetap menjadi princess kecil keluar Skylar, aku harap kamu tak keberatan dengan itu Aiden?"
" Sama sekali tidak, aku tak akan memisahkan Edelyn dari keluarganya
Kalau kau lupa, aku sudah menyiapkan mansion tepat di sebelah kediaman Skylar.
Jaden tersenyum puas, dalam hati dia bersyukur adiknya bisa mendapatkan lelaki seperti Aiden
" Maaf kakak belum bisa menjadi kakak yang terbaik untuk kamu"
Edelyn menggeleng, dia tak setuju dengan ucapan kakaknya itu
" Kamu sering terluka tanpa sepengetahuan kakak, kakak merasa gagal menjagamu "
" Kakak udah, aku gak suka kakak ngomong kayak gitu, aku tahu kakak selalu ada untukku walaupun tak terlihat di depan mataku.
Jadi stop berkata kalau kakak gagal " protes Edelyn
Jaden menganggukkan kepalanya dengan air mata yang terus mengalir di pipi
Dia mengusap wajah adiknya yang masih menangis
" Kakak harap kamu selalu bahagia bersama Aiden, dan kakak akan terus menjagamu walaupun kamu sudah mempunyai suami yang bisa menjagamu lebih dari kakak "
Edelyn tertawa kecil mendengar ucapan kakaknya, memang benar kalau laki laki yang kini menjadi suaminya ini sangat over protective dengan penjagaannya, bahkan penjagaan presiden pun kalah jauh
Tatapan Justin berpindah pada Aiden
__ADS_1
" Kami sekeluarga mempercayakan Edelyn padamu, selama ini kami memberikan yang terbaik untuk dia, kami tak pernah membiarkannya kesulitan dalam hal apapun.
Semua itu harus kamu pikul sendiri sekarang, aku harap kamu tak mengecewakan kami Aiden"
" Saya berjanji kakak ipar " balas Aiden dengan nada tengilnya
Jaden menggedikkan bahunya geli, pasalnya dia sendiri tujuh tahun lebih muda dari suami adiknya itu dan sekarang dia harus rela di panggil kakak oleh pria tua itu
*****
Menjelang tengah malam, tamu undangan malah semakin ramai.
Baik pejabat maupun rekan bisnis dari dua keluarga itu memenuhi setiap sudut gedung pesta pernikahan
Para tetua dua keluarga itu sampai lelah menyapa para tamu yang terus berdatangan
Sedangkan Dominic dan Jaden berdiam diri di meja bundar tempat mereka duduk
Ellen hanya bisa menghela nafas pasrah melihat tingkah konyol kedua lelaki itu.
Kalau orang lain mungkin akan mengira kalau mereka berdua sedang patah hati karena di tinggal menikah sang kekasih, tapi kenyataannya...
Yah tau sendiri lah ya...
Di samping meja mereka ada Melisa dan Sera yang hanya bisa melongo melihat semua tamu undangan temannya itu
Bahkan ada beberapa pemimpin negara yang menghadiri pesta ini, damage keluarga Aiden dan Edelyn memang bukan main
" Aku masih syok melihat semua orang yang ada di sini Mel " ucap Sera pada Melisa
Melisa mengangguk setuju dengan ucapan temannya, walaupun mereka berdua termasuk jajaran orang kaya di negara ini, tapi kalau di bandingkan dengan semua orang yang berlalu lalang di hadapan mereka.
Tentu saja mereka berdua bagai remahan rengginang dalam toples Kong Guan
Sera yang melihat temannya melamun mengetuk dahinya pelan, dia yakin temannya yang gesrek itu sedang berandai-andai
" Jangan berfikir macam macam Mel, walaupun kita tak sebanding dengan mereka tapi kita ini tamu VVIP lo
Lihatlah semua orang begitu iri dengan kursi yang kita duduki saat ini " ucap Sera
Melisa mengangguk semangat " Yah kau benar, semoga saja ada bule yang kecantol dengan princess VVIP seperti kita yah "
Mendengar ucapan Melisa yang absurd itu, Sera hanya bisa memutar bola matanya malas
Terlalu lelah untuk meladeni bocah gesrek satu ini
*****
Terimakasih sudah membaca ceritaku
Jangan lupa like vote dan comentnya guys
__ADS_1
Hadiahnya juga otte
See you next time 🥰🥰🥰***