
Keesokan paginya Edelyn terbangun dengan Aiden yang berada di pelukannya, ia menatap Aiden cukup lama sampai akhirnya Aiden terbangun
" Kau masih pusing Ai...?" tanya Edelyn
Aiden hanya menganggukkan kepalanya dan menarik tangan Edelyn untuk mengusap kepalanya
Edelyn tersenyum dan menuruti kemauan pria itu, dia tak menyangka kekasih datarnya bisa sakit seperti ini
" Kamu harus makan dulu Ai..."
" masih terlalu pagi baby ...aku ingin tidur lagi " ucap Aiden dan semakin memeluk erat gadisnya
Edelyn hanya bisa pasrah saja, dari semalam Aiden tak mau lepas darinya
seminggu yang lalu
Aiden melangkahkan kakinya menuju salah satu club terbesar miliknya
Seluruh pekerja dan tamu yang melihat kedatangan Aiden membungkuk hormat dan memberikan jalan untuknya
Di dalam club tak pernah ada drama wanita murahan yang mencoba menggoda Aiden
Karena Aiden sendiri terkenal dengan kekejamannya dan anti terhadap wanita
Manager club kemudian datang dan membisikkan sesuatu pada Aiden dan kemudian mempersilahkannya untuk mengikuti
Sesampainya di salah satu ruang VVIP , Aiden melihat beberapa bodyguard yang berjaga di luar
Dia kemudian mengintruksikan Felix dan anak buahnya untuk menunggu di luar
Tanpa banyak bicara Aiden masuk dan langsung duduk di sofa
" Apa maumu Dexter...?" tanya Aiden dengan nada dinginnya
" sekedar minum anggur di tempatmu, apa tak boleh..?" tanya Dexter dengan angkuhnya
Aiden memandang sinis orang di depannya itu
" Jangan bertele-tele, apapun yang kau rencanakan, jangan pernah melibatkan kekasihku di dalamnya !!"
" Uuuhh.....takut ,tapi sayangnya gadismu sudah masuk dalam rencanaku...." ucap Dexter dan tersenyum miring
" Jika kau melibatkan Edelyn, aku tak akan segan lagi Dex..."
" Awalnya dia sama sekali tidak ada dalam rencana ku Aiden, tapi sayangnya gadismu muncul di hadapanku dan membuat ku tertarik dengannya "
" Dia milikku dan akan selalu menjadi milikku , bukalah matamu Dexter
Aku sama sekali tidak mengenal adikmu " tekan Aiden
BRAkKkkk....
" Kau merusaknya hingga membuatnya hamil dan memilih untuk bunuh diri, sekarang kau bilang tidak mengenalnya, dasar bajingan...." marah Dexter
" Terserah ,yang perlu kau aku tak pernah menyentuh seorang gadis satupun
Dan satu satunya gadis yang kucintai dan akan ku sentuh hanyalah Edelyn, tak ada yang lain...." Aiden kemudian berdiri dan berjalan ke arah pintu, sebelum membuka pintu Aiden mematung mendengar ucapan Dexter
" dan aku akan mengambil satu satunya kebahagiaanmu itu Aiden...."
" Dan aku tidak akan membiarkan itu semua terjadi " tekan Aiden
Bagaimana pun caranya Edelyn akan tetap selalu ada di sampingnya
*****
Kembali ke masa sekarang
__ADS_1
Aiden mengerjapkan matanya, kepalanya masih sedikit pusing tapi tidak separah kemarin
Ia kini mengamati gadisnya yang sibuk mencari novel di lemari bacanya
" Baby kemarilah, jangan tinggalkan aku " rengek Aiden
Edelyn terkekeh melihat sifat manja kekasihnya
" Baiklah.... apa kepalamu masih pusing ?"
Aiden tak menjawab pertanyaan gadisnya, dia memasukkan kepalanya di balik kaos oversize Edelyn
" Jangan macam-macam Ai"
" Hanya satu macam baby " ucap Aiden lirih karena suaranya teredam perut Edelyn
" Baby ...." panggil Aiden manja
" Hmmm"
" Kapan kita nikah..?"
" 3 tahun lagi " jawab Edelyn acuh karena sedang membaca novel
Aiden mengeluarkan kepalanya dan merebut novelnya
" aku sudah berkepala tiga baby..." rengek Aiden
Edelyn tertawa mendengar jawaban Aiden...."kau tau sayang 30 tahun lagi pun kau akan tetap menjadi yang tertampan bagiku... lagian bukannya wanita yang harus menanyakan hal itu Ai ..?"
" Aku sudah berulang kali mengajakmu menikah baby.... tapi kamu yang selalu banyak alasan " ucap Aiden dengan cemberut
" kita tak perlu terburu-buru Ai.... lagipula aku tak yakin daddy Nic setuju kalau kita menikah secepat ini " ucap Edelyn sambil mengelus alis Aiden yang menegang
" Aku akan berusaha mendapatkan restu orang tuamu baby...."
Walaupun berat akan tetapi Aiden tidak boleh egois, kebahagiaan gadisnya adalah yang terpenting
" Baiklah.... tapi kamu harus berjanji akan selalu berada di sampingku baby"
" Aku janji....kaupun juga harus selalu berada di sampingku tuan muda"
" Hmmm"
Melihat mood Aiden yang memburuk, Edelyn mengecup seluruh wajah Aiden dan mengelus pipinya lembut
" Kau nanti ingin anak berapa Ai....?"tanya Edelyn mengalihkan pembicaraan
Mendengar pertanyaan Aiden mood Aiden yang semula turun menjadi naik lagi
" aku hanya ingin memiliki 1 anak perempuan baby.."
" kenapa hanya satu ?" bingung Edelyn
" Kata orang melahirkan itu sangat menyakitkan, dan aku tak mau kamu terus merasa sakit baby..."
Edelyn terharu mendengar jawaban Aiden
" Lalu kenapa anak perempuan, nanti siapa yang akan mewarisi hartamu Ai...?"
" aku tak ingin membagimu dengan lelaki lain, dan untuk urusan pewaris biar Thom dan Felix yang bekerja, jadi putriku hanya perlu menikmati hidupnya"
Edelyn terbengong mendengar jawaban Aiden , bagaimana bisa lelaki datar itu punya pikiran yang nyeleneh
Dalam hatinya ia terkekeh, sungguh kasian sekali nasib kedua asisten Aiden, di masa tuanya nanti pun mereka tetap harus bekerja keras untuk tuan mudanya yang absurd ini
*****
__ADS_1
Saat ini Edelyn tengah berada di apartemen Aiden, tadinya dia ingin mengantar makan siang untuk kekasihnya, tapi dia sedikit trauma karena kejadian Dexter beberapa waktu yang lalu
Edelyn saat ini tengah asyik menghias cupcake jeruk nipis buatannya
Dari kemarin Aiden selalu mengomelinya karena melupakan janjinya untuk membuat cupcake
Setelah selesai ia memasukkan adonan yang sudah di hias ke dalam oven, dia tak menyangka eksperimennya akan berhasil
Mengingat itu semua Edelyn jadi lebih bersemangat untuk menciptakan resep resep baru
Sambil menunggu cupcake-nya matang, ia mengambil daging Wagyu untuk dijadikan beef, memarinasi dagingnya, kemudian mendiamkannya sebentar.
Lalu mengambil beberapa buah anggur untuk ia jadikan saos anggur.
Sebenarnya Alody tak yakin dengan rasanya akan cocok apa enggak dengan beef, tapi karena Aiden sangat menyukai anggur jadi dia ingin mencobanya
Saking seriusnya memasak Edelyn sampai tak sadar jika Aiden sudah pulang dan bersandar di pintu dapur, mengamati gadisnya yang sedang asyik memasak
Setelah Edelyn selesai menata makanannya di meja makan, Aiden menghampiri gadisnya dan memeluknya dari belakang
Edelyn tak terkejut ketika Aiden tiba-tiba datang dan memeluknya karena sebenarnya ia sudah mengetahui kedatangan Aiden
" kenapa kau tak terkejut baby....?"
" Aku sudah mencium aroma tubuhmu sedari kau bersandar di pintu dapur Ai...."
" Lalu kenapa kau tak menyapaku...?"
" sengaja hehehe..... mandilah dulu, setelah itu kita makan "
Aiden kemudian mengecup kening Edelyn sekilas dan berlalu menuju kamarnya untuk bersih bersih
Saat ini Aiden duduk di meja makan dan mengamati hasil masakan gadisnya
" ini steak dengan saos anggur, yang itu salad sayur dan di sebelah sana cupcake jeruk nipis permintaan mu kemarin Ai..... Cobalah, ini semua karya coba coba ku, semoga rasanya masih bisa dimakan ya..."
Aiden tersenyum dan memotong steak dengan elegan lalu menyuapkan makanan ke mulutnya
" ini benar-benar lezat baby girl...." ucap Aiden dan terus melahap masakan gadisnya dengan penuh nikmat
Edelyn yang juga ikut makan bertepuk tangan riang, dia sangat senang masakannya di sukai Aiden
Setelah menyelesaikan makan malam mereka, Aiden rebahan di sofa panjang ruang tv apartemennya
dia sungguh sangat kekenyangan, masakan gadisnya sangat lezat dan tak pernah mengecewakan
Edelyn sendiri tidur selonjoran berbantalkan paha Aiden dan kepala yang terus diusap
" Kamu sangat berbakat baby..... jika nanti kamu punya restoran pasti restoranmu akan sangat terkenal "
Alody mengernyitkan dahinya " Aku tak ingin membuka restoran Ai..."
" Lalu untuk apa kamu sekolah masak dan menghabiskan waktumu dengan belajar resep resep baru baby....?" bingung Aiden
" Tentu saja untukmu Ai..... nanti jika kita berumah tangga, aku ingin suami dan anak anakku makan dari hasil tanganku saja"
Aiden menatap gadisnya bangga, dia pikir Edelyn sama sekali tidak memikirkan masa depan hubungan mereka
Tapi ternyata pemikirannya salah, gadisnya hanya masih ingin memantaskan diri untuk menjadi seorang istri
Aiden menatap Edelyn dengan penuh cinta, gadisnya selalu saja bisa menumbuhkan rasa cintanya setiap hari, semoga saja Aiden akan selalu bisa bersama Edelyn sampai ajal menjemputnya nanti
*****
Selamat tahun baru gengs....
jangan lupa like vote dan comentnya yah
__ADS_1
see you next chapter