
Saat pesta telah usai, Aiden membawa Edelyn menuju ruang keluarga
Ruangan yang biasanya digunakan untuk tempat berkumpulnya keluarga Skylar
Edelyn sendiri hanya mengikuti langkah Aiden dengan bertanya tanya
apa yang akan dilakukan orang ini?
Aiden menuntun Edelyn untuk duduk di sofa panjang
Sesaat kemudian ia melebarkan matanya melihat Aiden berjongkok dan melepaskan high heelsnya
" Aiden apa yang kau lakukan ?" pekik Edelyn
Tanpa menggubris pertanyaan Edelyn, dia tetap melepaskan high heels yang dikenakan gadisnya
" Kau terluka " geram Aiden menahan amarahnya
dalam benaknya sudah terfikir kan berbagai macam cara untuk membalas orang yang telah membuat gadis kecilnya terluka
Edelyn sendiri baru menyadari bahwa kakinya terluka
Bagaimana bisa Aiden mengetahuinya
Melihat Aiden menggeram, Edelyn mengambil tangan Aiden dan menggenggamnya
" Aiden aku baik baik saja, jangan cemas lagi oke " ucap Edelyn sambil mengelus punggung tangan Aiden lembut
Ia sangat terharu mendapat perhatian manis dari Aiden
Aiden melemaskan rahangnya mendengar penuturan gadisnya
Sungguh hanya gadis kecilnya inilah yang mampu membolak-balik kan perasaannya
Aiden sungguh tak mampu berpaling dari Edelyne
" Edelyne..." panggil Aiden lembut
" Ya....."
Sejenak Aiden menatap gadisnya dengan intens
" Kenapa kau berubah " tanya Aiden
Dalam hatinya Aiden sangat senang dengan perubahan ini dan berharap Edelyn tetap seperti ini selamanya
Edelyn tersenyum tulus memandang wajah pria tampan di depannya
Pria ini sangat pintar menyembunyikan perasaannya
" Apakah kau tak menyukainya Aiden" tanya Edelyn dengan lembut
Aiden tersentak
Bagaimana bisa dia menanyakan hal itu?Bagaimana bila Edelyne nya kembali membencinya?
" Ti-tidak Edelyne, Ak-aku... hanya penasaran saja " gugup Aiden
Edelyn terpana melihat wajah panik Aiden yang sialnya malah terlihat menggemaskan
Pandangannya beralih pada bibir tebal Aiden yang terlihat sangat sexy
oh tidak....... kenapa aku jadi mesum sekali sih
" Entahlah..... akhir akhir ini aku menyadari kelakuan ku dulu sangat buruk dan mempermalukan keluarga, jadi aku memutuskan untuk merubah semuanya dari sikap, penampilan dan juga hatiku" jawab Edelyn
Jujur saja ia kebingungan menjawab pertanyaan Aiden
Aiden tidak bisa menahan senyumnya lagi mendengar jawaban itu, ia berharap semoga Edelyn juga bisa merubah perasaannya
Dan mau menerima cintanya
Tok..tok...tok
Atensi mereka beralih ke pintu masuk
Disana kakaknya dan Felix terlihat terkejut melihat pemandangan di depannya
Dimana Edelyn yang tersenyum lebar dengan Aiden yang berlutut di bawahnya
apa sebentar lagi akan kiamat??
" Ada apa ?" geram Aiden
ingin rasanya Aiden menelan bulat-bulat Felix yang sudah mengganggu waktu kebersamaannya dengan gadisnya
Sedangkan Edelyn menahan tawanya melihat kejengkelan Aiden
Dia berdiri mengikuti Aiden yang menggenggam tangannya
" Maaf tuan jadwal penerbangannya sebentar lagi" jawab Felix
jadwal penerbangan
Edelyn baru ingat, Aiden adalah pria paling sibuk
Nyaris semua waktunya digunakan untuk bekerja
__ADS_1
Dengan cemberut ia bertanya " apa kau sudah akan pergi"
Aiden tertawa melihat keimutan Edelyn
" Aku akan segera kembali, jaga dirimu baik-baik Edelyne" ucap Aiden sambil mengelus pucuk kepala gadisnya
" Hei hei.....Apa terjadi sesuatu pada kalian?" Jaden bertanya setelah tersadar dari keterdiamannya
" Kau harus segera berangkat sebelum terlambat" ucap Edelyn menghiraukan pertanyaan kakaknya
Aiden hanya mengangguk dan mengelus pucuk kepala Edelyn pelan
Lalu pergi meninggalkan ruangan
Jaden yang tak di anggap dua manusia itu hanya bisa mendengus sembari memutar bola matanya
*****
Aiden menyandarkan tubuhnya pada bangku pesawat
Pikirannya berkecamuk mengingat senyum manis gadisnya
Aiden menyadari perubahan besar yang telah terjadi pada gadisnya
Dia sendiri pun bingung apa yang membuat dia bisa berubah sedrastis itu
Tapi walau bagaimanapun Aiden sangat bahagia melihatnya
Felix yang melihat tuannya tersenyum sangat bahagia, dia tahu sebesar apa cinta tuannya untuk nona Skylar
" Felix.."
Felix menelan ludahnya kasar mendengar panggilan dari tuannya itu
" Y-yya Tuan...? gagap Felix
" Selidiki teman Edelyne yang bernama Amanda dan Dion, aku ingin data itu secepatnya !" tekan Aiden
" Jangan sampai ada kesalahan" tekan Aiden sekali lagi
Seperti hari hari sebelumnya, Edelyn hanya menghabiskan waktunya untuk belajar
Di kehidupannya dulu ia kuliah di jurusan kedokteran
Menjadi Dokter adalah salah satu cita-citanya dulu, namun dia meninggalkan cita citanya untuk menikah dengan Dion
Sekarang Alody akan mewujudkan cita-citanya itu, untung saja pengetahuannya dulu sangat berguna untuk kehidupannya yang sekarang
" Lyn...... sampai kapan kau akan mengurung diri di kamar seperti ini" ucap Jaden yang membuat Edelyn kaget,ia tak menyadari kehadiran kakaknya itu
" Ayolah jangan seperti orang patah hati, Aiden hanya pergi kerja, bukankah 2 hari lagi dia akan pulang ?"
jadi selama ini orang orang menganggapku sedang patah hati begitu ?
Edelyn saat ini memang lebih suka berdiam diri di kamar, ia tengah serius belajar untuk mengejar ketertinggalannya
Tapi keseriusannya kali ini malah membuat kakaknya berpikiran konyol
Pada akhirnya Edelyn membuka suara " Apa hubungannya aku belajar dengan Aiden kakak ?"
" Bukannya kau belajar untuk mengalihkan pikiranmu dari Aiden ?" serobot Jaden
pikiran konyol dari mana itu, bahkan saat aku belajar pun masih bisa memikirkannya
" Hentikan basa basimu kakak, apa yang kau mau ?" tanya Edelyn jengah
Ia tau kakaknya jni sedang menginginkan sesuatu
" Ikut kakak....." paksa Jaden yang langsung menyeret adiknya
Bahkan Edelyn tak ia biarkan berganti pakaian terlebih dahulu
Untung saja pakaiannya saat ini cukup pantas
" Jadi kakak memaksa ku pergi hanya untuk makan disini?" tanya Edelyn
" Hehehe.......kalak baik bukan?" jawab Justin
Edelyn hanya mendengus dan melangkahkan kakinya masuk ke dalam restoran
" Ini restoran Bryan, dia menyuruhku mengajakmu kesini !"
Edelyn mengernyitkan alisnya,
" Bukankah keluarga Bryan bekerja di bidang tambang"
" Ini usahanya sendiri tanpa campur tangan keluarganya, dia memintamu untuk mereview makanannya.
Seleramu kan bagus ."
Edelyn hanya mengangguk dan melihat buku menu
Setelah memesan beberapa menu iaberanjak ke toilet
Sekembalinya ia dari toilet, dia melihat Amanda duduk di pojok restoran bersama seorang laki-laki paruh baya
Edelyn menaikkan alisnya,
__ADS_1
saat melihat buku menu tadi dia tahu restoran ini tidak diperuntukkan oleh kalangan seperti Amanda
Harga makanan dan minuman paling murah saja bisa mencapai ratusan ribu dolar
Dengan langkah pelan ia mendekati gadis berambut blonde itu
Dari jauh mungkin orang mengira dia keturunan bule, tapi setelah dekat kita akan tahu bahwa itu hanyalah semiran belaka
Melihatnya saja Edelyn yakin ada sesuatu yang menarik
Dengan sigap ia mengeluarkan handphone nya dan merekam pembicaraan Amanda dengan paruh baya itu
" Sayang kemarin kan kau sudah berjanji akan membelikan tas keluaran channel yang terbaru, sekarang mana janjimu itu.. !" rengek Amanda
Pria paruh baya itu menarik Amanda ke dalam pangkuannya
" Tentu saja sayang, aku kan harus memanjakan tubuh yang telah memuaskan kebutuhan ku ini"
Hoek...
Edelyn harus menahan rasa jijiknya saat melihat adegan tak senonoh antara pasangan lintas generasi itu
Ia yang tak kuat menahan rasa mulanya mematikan rekaman hpnya dan meninggalkan mereka berdua
kali kau akan hancur Amanda
****
Edelyn merebahkan tubuhnya di sofa
Dia sungguh lelah dan perutnya kekenyangan
Restoran Bryan sungguh patut diacungi jempol, semua menunya sesuai dengan seleranya
Sepertinya restoran Bryan akan menjadi salah satu restoran favoritnya mulai sekarang
Apalagi tadi ia mendapatkan kejutan yang sungguh di luar dugaan
Membuat moodnya menjadi lebih baik
Ting
Alody mengernyit mendapatkan pesan dari nomor yang tidak dikenalnya
088xxxxxxx..
Edelyne..
Alody melompat dari sofa
Akhirnya.....
Dia sudah menunggu pesan dari Aiden sekian lama
Dengan hati yang berbunga bunga Edelyn membalas pesan Aiden
Ya Aiden....
besok saat aku kembali, apa aku boleh mengunjungimu
tentu saja kau bisa
datang kapanpun kau mau
Tapi bukankah kau akan pulang 2 hari lagi
pekerjaan ku semuanya sudah selesai
jangan terlalu lelah saat bekerja
aku akan menunggumu pulang
Di negara yang berbeda Aiden tidak bisa menahan senyumnya.
Jantungnya berdetak kencang mendapat pesan balasan dari gadisnya
Awalnya dia pikir Edelyn tak akan membalas pesannya dan memblokir nomornya seperti biasanya
Namun kenyataannya sungguh diluar ekspektasinya
Sebenarnya Aiden mempercepat semua pekerjaannya untuk cepat kembali pulang
Dia takut gadisnya itu akan kembali berubah dan membencinya lagi
Tapi ketakutannya itu tidak beralasan, karena sepertinya gadisnya sudah mulai membuka hati untuknya
Dengan senyum mengembang dan wajah memerah Aiden memandangi photo Edelyn saat sedang makan siang bersama Jaden
Ya... Aiden memang seperti penguntit
Dia menyewa puluhan bodyguard untuk melindungi gadisnya dan tentu saja melaporkan dan merekam kegiatan gadisnya
Aiden memang gila
*****
Terimakasih sudah membaca ceritaku
__ADS_1
Jangan lupa like vote dan comentnya guys
see you next chapter 🥰🥰🥰