Perjalanan Cinta Edelyn

Perjalanan Cinta Edelyn
Gila


__ADS_3

Saat pesta telah usai, Aiden membawa Edelyn menuju ruang keluarga


Ruangan yang biasanya digunakan untuk tempat berkumpulnya keluarga Skylar


Edelyn sendiri hanya mengikuti langkah Aiden dengan bertanya tanya


apa yang akan dilakukan orang ini?


Aiden menuntun Edelyn untuk duduk di sofa panjang


Sesaat kemudian ia melebarkan matanya melihat Aiden berjongkok dan melepaskan high heelsnya


" Aiden apa yang kau lakukan ?" pekik Edelyn


Tanpa menggubris pertanyaan Edelyn, dia tetap melepaskan high heels yang dikenakan gadisnya


" Kau terluka " geram Aiden menahan amarahnya


dalam benaknya sudah terfikir kan berbagai macam cara untuk membalas orang yang telah membuat gadis kecilnya terluka


Edelyn sendiri baru menyadari bahwa kakinya terluka


Bagaimana bisa Aiden mengetahuinya


Melihat Aiden menggeram, Edelyn mengambil tangan Aiden dan menggenggamnya


" Aiden aku baik baik saja, jangan cemas lagi oke " ucap Edelyn sambil mengelus punggung tangan Aiden lembut


Ia sangat terharu mendapat perhatian manis dari Aiden


Aiden melemaskan rahangnya mendengar penuturan gadisnya


Sungguh hanya gadis kecilnya inilah yang mampu membolak-balik kan perasaannya


Aiden sungguh tak mampu berpaling dari Edelyne


" Edelyne..." panggil Aiden lembut


" Ya....."


Sejenak Aiden menatap gadisnya dengan intens


" Kenapa kau berubah " tanya Aiden


Dalam hatinya Aiden sangat senang dengan perubahan ini dan berharap Edelyn tetap seperti ini selamanya


Edelyn tersenyum tulus memandang wajah pria tampan di depannya


Pria ini sangat pintar menyembunyikan perasaannya


" Apakah kau tak menyukainya Aiden" tanya Edelyn dengan lembut


Aiden tersentak


Bagaimana bisa dia menanyakan hal itu?Bagaimana bila Edelyne nya kembali membencinya?


" Ti-tidak Edelyne, Ak-aku... hanya penasaran saja " gugup Aiden


Edelyn terpana melihat wajah panik Aiden yang sialnya malah terlihat menggemaskan


Pandangannya beralih pada bibir tebal Aiden yang terlihat sangat sexy


oh tidak....... kenapa aku jadi mesum sekali sih


" Entahlah..... akhir akhir ini aku menyadari kelakuan ku dulu sangat buruk dan mempermalukan keluarga, jadi aku memutuskan untuk merubah semuanya dari sikap, penampilan dan juga hatiku" jawab Edelyn


Jujur saja ia kebingungan menjawab pertanyaan Aiden


Aiden tidak bisa menahan senyumnya lagi mendengar jawaban itu, ia berharap semoga Edelyn juga bisa merubah perasaannya


Dan mau menerima cintanya


Tok..tok...tok


Atensi mereka beralih ke pintu masuk


Disana kakaknya dan Felix terlihat terkejut melihat pemandangan di depannya


Dimana Edelyn yang tersenyum lebar dengan Aiden yang berlutut di bawahnya


apa sebentar lagi akan kiamat??


" Ada apa ?" geram Aiden


ingin rasanya Aiden menelan bulat-bulat Felix yang sudah mengganggu waktu kebersamaannya dengan gadisnya


Sedangkan Edelyn menahan tawanya melihat kejengkelan Aiden


Dia berdiri mengikuti Aiden yang menggenggam tangannya


" Maaf tuan jadwal penerbangannya sebentar lagi" jawab Felix


jadwal penerbangan


Edelyn baru ingat, Aiden adalah pria paling sibuk


Nyaris semua waktunya digunakan untuk bekerja

__ADS_1


Dengan cemberut ia bertanya " apa kau sudah akan pergi"


Aiden tertawa melihat keimutan Edelyn


" Aku akan segera kembali, jaga dirimu baik-baik Edelyne" ucap Aiden sambil mengelus pucuk kepala gadisnya


" Hei hei.....Apa terjadi sesuatu pada kalian?" Jaden bertanya setelah tersadar dari keterdiamannya


" Kau harus segera berangkat sebelum terlambat" ucap Edelyn menghiraukan pertanyaan kakaknya


Aiden hanya mengangguk dan mengelus pucuk kepala Edelyn pelan


Lalu pergi meninggalkan ruangan


Jaden yang tak di anggap dua manusia itu hanya bisa mendengus sembari memutar bola matanya


*****


Aiden menyandarkan tubuhnya pada bangku pesawat


Pikirannya berkecamuk mengingat senyum manis gadisnya


Aiden menyadari perubahan besar yang telah terjadi pada gadisnya


Dia sendiri pun bingung apa yang membuat dia bisa berubah sedrastis itu


Tapi walau bagaimanapun Aiden sangat bahagia melihatnya


Felix yang melihat tuannya tersenyum sangat bahagia, dia tahu sebesar apa cinta tuannya untuk nona Skylar


" Felix.."


Felix menelan ludahnya kasar mendengar panggilan dari tuannya itu


" Y-yya Tuan...? gagap Felix


" Selidiki teman Edelyne yang bernama Amanda dan Dion, aku ingin data itu secepatnya !" tekan Aiden


" Jangan sampai ada kesalahan" tekan Aiden sekali lagi


Seperti hari hari sebelumnya, Edelyn hanya menghabiskan waktunya untuk belajar


Di kehidupannya dulu ia kuliah di jurusan kedokteran


Menjadi Dokter adalah salah satu cita-citanya dulu, namun dia meninggalkan cita citanya untuk menikah dengan Dion


Sekarang Alody akan mewujudkan cita-citanya itu, untung saja pengetahuannya dulu sangat berguna untuk kehidupannya yang sekarang


" Lyn...... sampai kapan kau akan mengurung diri di kamar seperti ini" ucap Jaden yang membuat Edelyn kaget,ia tak menyadari kehadiran kakaknya itu


" Ayolah jangan seperti orang patah hati, Aiden hanya pergi kerja, bukankah 2 hari lagi dia akan pulang ?"


jadi selama ini orang orang menganggapku sedang patah hati begitu ?


Edelyn saat ini memang lebih suka berdiam diri di kamar, ia tengah serius belajar untuk mengejar ketertinggalannya


Tapi keseriusannya kali ini malah membuat kakaknya berpikiran konyol


Pada akhirnya Edelyn membuka suara " Apa hubungannya aku belajar dengan Aiden kakak ?"


" Bukannya kau belajar untuk mengalihkan pikiranmu dari Aiden ?" serobot Jaden


pikiran konyol dari mana itu, bahkan saat aku belajar pun masih bisa memikirkannya


" Hentikan basa basimu kakak, apa yang kau mau ?" tanya Edelyn jengah


Ia tau kakaknya jni sedang menginginkan sesuatu


" Ikut kakak....." paksa Jaden yang langsung menyeret adiknya


Bahkan Edelyn tak ia biarkan berganti pakaian terlebih dahulu


Untung saja pakaiannya saat ini cukup pantas


" Jadi kakak memaksa ku pergi hanya untuk makan disini?" tanya Edelyn


" Hehehe.......kalak baik bukan?" jawab Justin


Edelyn hanya mendengus dan melangkahkan kakinya masuk ke dalam restoran


" Ini restoran Bryan, dia menyuruhku mengajakmu kesini !"


Edelyn mengernyitkan alisnya,


" Bukankah keluarga Bryan bekerja di bidang tambang"


" Ini usahanya sendiri tanpa campur tangan keluarganya, dia memintamu untuk mereview makanannya.


Seleramu kan bagus ."


Edelyn hanya mengangguk dan melihat buku menu


Setelah memesan beberapa menu iaberanjak ke toilet


Sekembalinya ia dari toilet, dia melihat Amanda duduk di pojok restoran bersama seorang laki-laki paruh baya


Edelyn menaikkan alisnya,

__ADS_1


saat melihat buku menu tadi dia tahu restoran ini tidak diperuntukkan oleh kalangan seperti Amanda


Harga makanan dan minuman paling murah saja bisa mencapai ratusan ribu dolar


Dengan langkah pelan ia mendekati gadis berambut blonde itu


Dari jauh mungkin orang mengira dia keturunan bule, tapi setelah dekat kita akan tahu bahwa itu hanyalah semiran belaka


Melihatnya saja Edelyn yakin ada sesuatu yang menarik


Dengan sigap ia mengeluarkan handphone nya dan merekam pembicaraan Amanda dengan paruh baya itu


" Sayang kemarin kan kau sudah berjanji akan membelikan tas keluaran channel yang terbaru, sekarang mana janjimu itu.. !" rengek Amanda


Pria paruh baya itu menarik Amanda ke dalam pangkuannya


" Tentu saja sayang, aku kan harus memanjakan tubuh yang telah memuaskan kebutuhan ku ini"


Hoek...


Edelyn harus menahan rasa jijiknya saat melihat adegan tak senonoh antara pasangan lintas generasi itu


Ia yang tak kuat menahan rasa mulanya mematikan rekaman hpnya dan meninggalkan mereka berdua


kali kau akan hancur Amanda


****


Edelyn merebahkan tubuhnya di sofa


Dia sungguh lelah dan perutnya kekenyangan


Restoran Bryan sungguh patut diacungi jempol, semua menunya sesuai dengan seleranya


Sepertinya restoran Bryan akan menjadi salah satu restoran favoritnya mulai sekarang


Apalagi tadi ia mendapatkan kejutan yang sungguh di luar dugaan


Membuat moodnya menjadi lebih baik


Ting


Alody mengernyit mendapatkan pesan dari nomor yang tidak dikenalnya


088xxxxxxx..


Edelyne..


Alody melompat dari sofa


Akhirnya.....


Dia sudah menunggu pesan dari Aiden sekian lama


Dengan hati yang berbunga bunga Edelyn membalas pesan Aiden


Ya Aiden....


besok saat aku kembali, apa aku boleh mengunjungimu


tentu saja kau bisa


datang kapanpun kau mau


Tapi bukankah kau akan pulang 2 hari lagi


pekerjaan ku semuanya sudah selesai


jangan terlalu lelah saat bekerja


aku akan menunggumu pulang


Di negara yang berbeda Aiden tidak bisa menahan senyumnya.


Jantungnya berdetak kencang mendapat pesan balasan dari gadisnya


Awalnya dia pikir Edelyn tak akan membalas pesannya dan memblokir nomornya seperti biasanya


Namun kenyataannya sungguh diluar ekspektasinya


Sebenarnya Aiden mempercepat semua pekerjaannya untuk cepat kembali pulang


Dia takut gadisnya itu akan kembali berubah dan membencinya lagi


Tapi ketakutannya itu tidak beralasan, karena sepertinya gadisnya sudah mulai membuka hati untuknya


Dengan senyum mengembang dan wajah memerah Aiden memandangi photo Edelyn saat sedang makan siang bersama Jaden


Ya... Aiden memang seperti penguntit


Dia menyewa puluhan bodyguard untuk melindungi gadisnya dan tentu saja melaporkan dan merekam kegiatan gadisnya


Aiden memang gila


*****


Terimakasih sudah membaca ceritaku

__ADS_1


Jangan lupa like vote dan comentnya guys


see you next chapter 🥰🥰🥰


__ADS_2