Perjalanan Cinta Edelyn

Perjalanan Cinta Edelyn
Hancur


__ADS_3

Edelyn merenung, menatap lautan lepas dari balik jendela kamarnya


Sudah hampir dua minggu lamanya ia terkurung disini, dan untungnya mereka tak pernah menyakitinya


Setiap pagi Dion akan datang membawa bahan makanan, camilan dan beberapa novel kesukaannya


Tapi saat ia mengajaknya bicara, Dion selalu bungkam dan bergegas pergi meninggalkannya


Padahal ia ingin bertemu dengan dalang dibalik semua ini dan menanyakan permasalahan mereka


Karena Edelyn yakin dia masih memiliki hati nurani, buktinya dia memperlakukannya dengan baik


Bahkan Edelyn sama sekali tak merasakan kalau dia sedang diculik


Hembusan angin laut membuat tubuh Edelyn menggigil


Dari dulu ia tak pernah kuat dengan udara dingin, dan kamarnya sekarang berada di ketinggian yang tentu saja banyak anginnya


Setiap malam ia tak bisa tertidur nyenyak merasakan suhu udara yang dingin sampai rasanya menembus ke tulang


Pagi harinya saat Dion datang Edelyn langsung mengajukan protesnya


" Bisakah kamu memindahkan ku ke tempat lain, aku tak kuat dengan udara dingin " pinta Edelyn dengan suara seraknya, karena saat ini dia sudah terserang flu


Dion yang mendengar suara serak Edelyn segera mengecek suhu tubuhnya


Dion merasa bersalah karena melupakan fakta tentang Edelyn yang punya hipotermia


" Tunggu sebentar " ucap Dion dan pergi lagi menggunakan helipad nya


Edelyn cemberut melihat Dion yang pergi begitu saja.... tubuhnya sudah menggigil kedinginan


Mungkin kalau dibiarkan beberapa menit lagi dia akan pingsan


10 menit sudah berlalu dan nafasnya sudah mulai sesak, Edelyn masih berharap Dion kembali dan membawanya pergi dari sini


Tapi sekian lama ia menunggu, orang itu tak menampakkan batang hidungnya


Pada akhirnya Edelyn pun jatuh tak sadarkan diri


Tepat saat Edelyn pingsan, Dion datang dan membawa Edelyn pergi dengan halipad-nya


*****


Di tempat lain


Aiden duduk termenung melihat layar monitor komputernya, beberapa menit yang lalu dia sudah berhasil melacak keberadaan wanitanya tapi sekarang titik terang keberadaannya hilang lagi


Sepertinya mereka tahu Aiden sudah berhasil mendeteksi keberadaan mereka, oleh karena itu Edelyn dipindahkan lagi

__ADS_1


Tapi Aiden tak putus asa, dia yakin akan bisa menemukan Edelyn


Sementara di mansion Skylar, keadaannya sunyi mencekam


Dominic terbaring lemah di rumah sakit karena penyakit jantungnya, kesehatan Dominic menurun drastis karena kehilangan putri kecilnya


Ellen sendiri juga sama terpuruknya, di tambah keadaan suaminya yang kian memburuk


Ellen tak tahu harus bagaimana


Terkadang dia bertanya tanya pada Tuhan, dosa apa yang sudah dilakukannya sampai Tuhan memberikan cobaan seberat ini


Ellen tak sanggup jika sampai kehilangan dua orang yang paling dia kasihi


Air matanya pun terus mengalir seakan tak mengenal lelah, tangisannya pun mulai terdengar di keheningan kamar tempat suaminya dirawat


Jaden yang tadinya ingin masuk dan menemani mommy-nya terhenti di ambang pintu


hatinya sakit melihat wanita yang sudah melahirkannya menangis dalam kesendirian


Beberapa hari ini mommy-nya tampak kuat dan tegar menghadapi ujian yang sedang dialami keluarganya


Tapi ternyata Jaden salah, mommy-nya juga hancur, dia bersikap tegar untuk suami dan anak anaknya.


Dan itu malah membuat Justin merasa sakit, harusnya dia sebagai anak laki-laki lebih kuat dan tegar untuk keluarganya


Jadenn berjalan mendekati mommy-nya, dia mendekap erat tubuh mommy-nya dari belakang


" Jangan menangis sendirian mom, bersandarlah di bahuku, kita hadapi semua ini bersama sama " ucap Jaden menenangkan mommy-nya


Ellen yang tak kuasa menahan perasaannya pun memeluk erat putranya, dia menumpahkan seluruh tangisannya di bahu Jaden


Sekitar setengah jam Ellen menangis dan Justin diam, dia membiarkan mommy-nya menumpahkan seluruh kesedihan yang di alaminya


Melihat mommy-nya sudah tenang, Jaden membersihkan wajah mommy-nya dengan tisu


Dia merapikan penampilan mommy-nya seperti sebelumnya kemudian mengecup keningnya dengan lembut


" Sudah merasa lebih baik ?" tanya Jaden dan di jawab anggukan pelan dari mommy-nya


" Bersabarlah sebentar lagi mom, Aiden tadi mengabariku titik terang keberadaan Edelyn terakhir kali "


Ellen terkejut mendengar ucapan Jaden, dia memegang bahu putranya


" Dimana adikmu sekarang, apa dia baik baik saja, mereka tak melukai Lyn kan? lalu kenapa sekarang kau masih disini ? cepat jemput adikmu, daddy mu pasti akan langsung terbangun jika mendengar suara bayi kecilnya "


Jadem tersenyum kecut melihat raut antusias mommy-nya, dia tak kuasa melunturkan senyuman manis yang beberapa hari ini hilang dari wajah cantik mommy-nya


" Maaf mom, Aiden tadi memang mengetahui keberadaan Lyn, tapi mereka segera memindahkan Edelyn saat mengetahui Aiden berhasil mendeteksi keberadaan mereka "

__ADS_1


Senyum Ellen luntur mendengarnya, padahal dia sudah berharap putrinya cepat pulang dan membangunkan super Heronya yang sedang tertidur


" Tapi mommy tenang saja, mereka tak menyakiti Lyn


sebentar lagi Aiden pasti menemukannya dan Jaden sendiri yang akan menjemputnya " ucap Jaden meyakinkan mommy-nya


Ellen mengangguk dia menatap wajah putranya penuh harap " Cepat jemput adikmu Jaden setelah itu mommy tak akan membiarkan


Lyn jauh dari pandangan mommy lagi "


Jaden mengangguk pasti dan mendekap erat tubuh mommy-nya, saling berbagi kekuatan untuk menghadapi kesakitan yang mereka rasakan


*****


Di tempat lain


Edelyn membuka matanya, dia melihat sekeliling ruangan


Walau tak seluas kamar dimenara itu, tapi ia merasa lebih baik di ruangan ini


Edelyn bangun dan melihat tangannya di infus, dia menggeret tiang infusnya dan berjalan menuju jendela lebar yang masih tertutupi tirai


Dia membuka tirainya dan kembali di buat terkejut, ia melihat hamparan bunga lavender di depannya, dia membuka jendelanya yang tak terkunci, dan melongok keluar jendela untuk melihat situasi


Ternyata dia berada di lantai dua dan tempatnya sekarang berada di tengah Padang bunga


Di sepanjang matanya melihat, tak ada satupun rumah yang ia lihat


Ia jadi berfikir, pasti atasan Dion itu orang yang super kaya karena memiliki aset yang mengagumkan seperti ini


' nanti aku akan meminta Aiden untuk membuatkan rumah di tengah Padang bunga seperti ini, pasti akan sangat menyenangkan ' pikir Edelyn


Edelyn memang jauh berbeda dengan wanita lain, jika wanita lain yang diculik, mereka pasti akan menangis sepanjang hari dan meminta dibebaskan


Tapi lain halnya dengan Edelyn, dengan segala pemikiran randomnya ia bisa dikatakan menikmati penculikan ini


Bagaimana bisa..


Tentu saja bisa, semua kebutuhannya tentunya sudah terpenuhi, kamar yang mewah, makanan lezat, novel dan film yang disukainya sudah tersedia di depannya


Tinggal menikmatinya saja dan menunggu pangeran berkuda nya datang untuk menjemputnya


Tak tau saja Edelyn tentang keadaan orang orang yang ditinggalkannya, jika dia tahu, tak mungkin dia bisa menikmatinya


*****


Terimakasih sudah berkunjung di ceritaku


Jangan lupa like vote dan comentnya guys

__ADS_1


Jujur aja nih otak udah rada mampet, mungkin sedikit saran dari kalian bisa membantu untuk chapter berikutnya


see you guys 😘😘😘***


__ADS_2