
Edelyn merenung, menatap lautan lepas dari balik jendela kamarnya
Sudah hampir dua minggu lamanya ia terkurung disini, dan untungnya mereka tak pernah menyakitinya
Setiap pagi Dion akan datang membawa bahan makanan, camilan dan beberapa novel kesukaannya
Tapi saat ia mengajaknya bicara, Dion selalu bungkam dan bergegas pergi meninggalkannya
Padahal ia ingin bertemu dengan dalang dibalik semua ini dan menanyakan permasalahan mereka
Karena Edelyn yakin dia masih memiliki hati nurani, buktinya dia memperlakukannya dengan baik
Bahkan Edelyn sama sekali tak merasakan kalau dia sedang diculik
Hembusan angin laut membuat tubuh Edelyn menggigil
Dari dulu ia tak pernah kuat dengan udara dingin, dan kamarnya sekarang berada di ketinggian yang tentu saja banyak anginnya
Setiap malam ia tak bisa tertidur nyenyak merasakan suhu udara yang dingin sampai rasanya menembus ke tulang
Pagi harinya saat Dion datang Edelyn langsung mengajukan protesnya
" Bisakah kamu memindahkan ku ke tempat lain, aku tak kuat dengan udara dingin " pinta Edelyn dengan suara seraknya, karena saat ini dia sudah terserang flu
Dion yang mendengar suara serak Edelyn segera mengecek suhu tubuhnya
Dion merasa bersalah karena melupakan fakta tentang Edelyn yang punya hipotermia
" Tunggu sebentar " ucap Dion dan pergi lagi menggunakan helipad nya
Edelyn cemberut melihat Dion yang pergi begitu saja.... tubuhnya sudah menggigil kedinginan
Mungkin kalau dibiarkan beberapa menit lagi dia akan pingsan
10 menit sudah berlalu dan nafasnya sudah mulai sesak, Edelyn masih berharap Dion kembali dan membawanya pergi dari sini
Tapi sekian lama ia menunggu, orang itu tak menampakkan batang hidungnya
Pada akhirnya Edelyn pun jatuh tak sadarkan diri
Tepat saat Edelyn pingsan, Dion datang dan membawa Edelyn pergi dengan halipad-nya
*****
Di tempat lain
Aiden duduk termenung melihat layar monitor komputernya, beberapa menit yang lalu dia sudah berhasil melacak keberadaan wanitanya tapi sekarang titik terang keberadaannya hilang lagi
Sepertinya mereka tahu Aiden sudah berhasil mendeteksi keberadaan mereka, oleh karena itu Edelyn dipindahkan lagi
__ADS_1
Tapi Aiden tak putus asa, dia yakin akan bisa menemukan Edelyn
Sementara di mansion Skylar, keadaannya sunyi mencekam
Dominic terbaring lemah di rumah sakit karena penyakit jantungnya, kesehatan Dominic menurun drastis karena kehilangan putri kecilnya
Ellen sendiri juga sama terpuruknya, di tambah keadaan suaminya yang kian memburuk
Ellen tak tahu harus bagaimana
Terkadang dia bertanya tanya pada Tuhan, dosa apa yang sudah dilakukannya sampai Tuhan memberikan cobaan seberat ini
Ellen tak sanggup jika sampai kehilangan dua orang yang paling dia kasihi
Air matanya pun terus mengalir seakan tak mengenal lelah, tangisannya pun mulai terdengar di keheningan kamar tempat suaminya dirawat
Jaden yang tadinya ingin masuk dan menemani mommy-nya terhenti di ambang pintu
hatinya sakit melihat wanita yang sudah melahirkannya menangis dalam kesendirian
Beberapa hari ini mommy-nya tampak kuat dan tegar menghadapi ujian yang sedang dialami keluarganya
Tapi ternyata Jaden salah, mommy-nya juga hancur, dia bersikap tegar untuk suami dan anak anaknya.
Dan itu malah membuat Justin merasa sakit, harusnya dia sebagai anak laki-laki lebih kuat dan tegar untuk keluarganya
Jadenn berjalan mendekati mommy-nya, dia mendekap erat tubuh mommy-nya dari belakang
" Jangan menangis sendirian mom, bersandarlah di bahuku, kita hadapi semua ini bersama sama " ucap Jaden menenangkan mommy-nya
Ellen yang tak kuasa menahan perasaannya pun memeluk erat putranya, dia menumpahkan seluruh tangisannya di bahu Jaden
Sekitar setengah jam Ellen menangis dan Justin diam, dia membiarkan mommy-nya menumpahkan seluruh kesedihan yang di alaminya
Melihat mommy-nya sudah tenang, Jaden membersihkan wajah mommy-nya dengan tisu
Dia merapikan penampilan mommy-nya seperti sebelumnya kemudian mengecup keningnya dengan lembut
" Sudah merasa lebih baik ?" tanya Jaden dan di jawab anggukan pelan dari mommy-nya
" Bersabarlah sebentar lagi mom, Aiden tadi mengabariku titik terang keberadaan Edelyn terakhir kali "
Ellen terkejut mendengar ucapan Jaden, dia memegang bahu putranya
" Dimana adikmu sekarang, apa dia baik baik saja, mereka tak melukai Lyn kan? lalu kenapa sekarang kau masih disini ? cepat jemput adikmu, daddy mu pasti akan langsung terbangun jika mendengar suara bayi kecilnya "
Jadem tersenyum kecut melihat raut antusias mommy-nya, dia tak kuasa melunturkan senyuman manis yang beberapa hari ini hilang dari wajah cantik mommy-nya
" Maaf mom, Aiden tadi memang mengetahui keberadaan Lyn, tapi mereka segera memindahkan Edelyn saat mengetahui Aiden berhasil mendeteksi keberadaan mereka "
__ADS_1
Senyum Ellen luntur mendengarnya, padahal dia sudah berharap putrinya cepat pulang dan membangunkan super Heronya yang sedang tertidur
" Tapi mommy tenang saja, mereka tak menyakiti Lyn
sebentar lagi Aiden pasti menemukannya dan Jaden sendiri yang akan menjemputnya " ucap Jaden meyakinkan mommy-nya
Ellen mengangguk dia menatap wajah putranya penuh harap " Cepat jemput adikmu Jaden setelah itu mommy tak akan membiarkan
Lyn jauh dari pandangan mommy lagi "
Jaden mengangguk pasti dan mendekap erat tubuh mommy-nya, saling berbagi kekuatan untuk menghadapi kesakitan yang mereka rasakan
*****
Di tempat lain
Edelyn membuka matanya, dia melihat sekeliling ruangan
Walau tak seluas kamar dimenara itu, tapi ia merasa lebih baik di ruangan ini
Edelyn bangun dan melihat tangannya di infus, dia menggeret tiang infusnya dan berjalan menuju jendela lebar yang masih tertutupi tirai
Dia membuka tirainya dan kembali di buat terkejut, ia melihat hamparan bunga lavender di depannya, dia membuka jendelanya yang tak terkunci, dan melongok keluar jendela untuk melihat situasi
Ternyata dia berada di lantai dua dan tempatnya sekarang berada di tengah Padang bunga
Di sepanjang matanya melihat, tak ada satupun rumah yang ia lihat
Ia jadi berfikir, pasti atasan Dion itu orang yang super kaya karena memiliki aset yang mengagumkan seperti ini
' nanti aku akan meminta Aiden untuk membuatkan rumah di tengah Padang bunga seperti ini, pasti akan sangat menyenangkan ' pikir Edelyn
Edelyn memang jauh berbeda dengan wanita lain, jika wanita lain yang diculik, mereka pasti akan menangis sepanjang hari dan meminta dibebaskan
Tapi lain halnya dengan Edelyn, dengan segala pemikiran randomnya ia bisa dikatakan menikmati penculikan ini
Bagaimana bisa..
Tentu saja bisa, semua kebutuhannya tentunya sudah terpenuhi, kamar yang mewah, makanan lezat, novel dan film yang disukainya sudah tersedia di depannya
Tinggal menikmatinya saja dan menunggu pangeran berkuda nya datang untuk menjemputnya
Tak tau saja Edelyn tentang keadaan orang orang yang ditinggalkannya, jika dia tahu, tak mungkin dia bisa menikmatinya
*****
Terimakasih sudah berkunjung di ceritaku
Jangan lupa like vote dan comentnya guys
__ADS_1
Jujur aja nih otak udah rada mampet, mungkin sedikit saran dari kalian bisa membantu untuk chapter berikutnya
see you guys 😘😘😘***