
"Aiden kapan kau sampai ?"
Aiden menoleh ke arah ibu gadisnya yang sudah di anggap seperti ibunya sendiri
" Aiden baru saja sampai mom, dan langsung menuju kesini " Aiden menjawab pertanyaan mommy Ellen dengan lembut tapi wajahnya tetap datar
Ellen tersenyum melihat Aiden, laki laki yang tulus mencintai putrinya dari kecil
Ahhh... ralat dari putrinya baru terlahir kedunia malah
" Duduklah dulu, kau pasti lelah karena perjalanan jauh" ucap Ellen
Aiden tidak mendengar perkataan mommy Ellen, matanya sibuk berpencar mencari keberadaan gadisnya
Ellen yang melihat itu tertawa
" Baiklah......baiklah, pergilah keatas
Kau tau Aiden, gadismu itu sekarang sangat rajin belajar dan mengurung diri seharian di kamarnya" kekeh Ellen
Aiden hanya tersenyum menanggapi perkataan mommy Ellen dan berpamitan menuju kamar gadisnya
tok
tok
tok
Lama mengetuk pintu tapi tak ada jawaban. Akhirnya Aiden memberanikan diri masuk ke dalam
Sesampainya di kamar gadisnya Aiden mengernyitkan dahinya bingung, tak ada keberadaan gadisnya di dalam kamar
Aiden mengecek walk in closed dan kamar mandi tapi tak ada siapapun
Sesaat kemudian matanya tertuju pada pintu balkon yang terbuka
Aiden melangkahkan kakinya ke sana
Di teras balkon dia melihat Edelyn duduk di ayunan dan menggunakan earphone di kedua telinganya
Aiden terpana melihat kecantikan gadisnya
Dengan perlahan Aiden menghampiri dan berjongkok di depan gadisnya
Dengan senyum lebar yang menghiasi wajahnya, Aiden
mengelus pelan rambut gadisnya
Edelyn spontan membuka kedua matanya
Dia benar benar terkejut mendapati Aiden berada di depannya
Tanpa sadar dia berdiri, dan karena terlalu terburu buru dia terpeleset dan jatuh ke arah Aiden
Aiden yang tidak siap pun terjengkang ke belakang dengan posisi Edelyn di atasnya
Edelyn melototkan matanya ketika sadar dia jatuh di atas tubuh Aiden dan parahnya lagi bibirnya mendarat sempurna di bibir Aiden
Jantungnya serasa berdetak tak karuan, kupu-kupu pun serasa berterbangan di perutnya
Tak berbeda jauh dengan Edelyn
Aiden mematung dengan debaran jantung yang tidak berhenti
Merasakan bibir manis Edelyn yang menempel di bibirnya membuat sengatan listrik mengalir di sekujur tubuhnya
Ingin rasanya Aiden ******* bibir Edelyn dan mengecapnya, merasakan kemanisan bibir itu lebih intens
Bolehkah Aiden melakukannya ?
Bolehkah Aiden menghentikan waktu untuk saat ini ?
Lama mereka berada di posisi itu
__ADS_1
Edelyn akhirnya tersadar dan bangun dari atas tubuh Aiden
Ia pun kembali duduk dan memperhatikan Aiden yang masih tertidur di bawah dan menatapnya
Melihat gadisnya bangun, Aiden pun memalingkan wajahnya dan duduk di sampingnya
Ia menundukkan wajahnya, menyembunyikan raut kecewanya
Aiden merutuki kebodohannya, kenapa dia menginginkan hal yang tidak mungkin akan terjadi
Edelyn yang melihat raut wajah Aiden terkekeh kecil
oh my gosh....... kesayanganku kenapa imut sekali sih??
Mendengar kekehan kecil Edelyn,
Aiden memalingkan wajahnya ke samping
" Kenapa tertawa baby?" tanya Aiden setelah bangun dan mendudukkan dirinya pada kursi santai yang tak jauh dari tempat ayunan gadisnya
" Wajahmu sangat lucu Aiden....."
" Aku bersedia menjadi lucu asal bisa melihatmu tertawa bahagia Baby...."
Ucapan Aiden sontak membuat pipinya memerah, tak ia sangka lelaki dingin ini bisa menggodanya
" Eh tunggu dulu .....kau jauh lebih tua dariku Ai
Apa tak apa aku memanggil mu dengan nama saja"
" Tak masalah baby, panggil apapun senyamanmmu saja"
" Baiklah.....mau menonton film denganku?" ajak Edelyn pada Aiden yang langsung diangguki oleh lelaki itu
Akhirnya mereka berdua maraton film di atas tempat tidur, ditemani beberapa cemilan yang sudah tersedia
Tapi sebenarnya hanya Edelyn yang menonton dan memakan camilan itu
Karena Aiden sendiri sudah sibuk menatap gadisnya tanpa berkedip
Hanya tidur loh ya...
Sore harinya Edelyn terbangun di pelukan Aiden, sejenak ia terkejut
Tapi setelah di ingat ingat, mungkin saja mereka tertidur karena terlalu lelah maraton film
Edelyn memperhatikan wajah pria yang sedang tertidur pulas di sampingnya
Melihat raut wajah Aiden yang seperti kurang istirahat membuat Alody tak tega membangunkannya
Lama memandang wajah Aiden membuat Alody teringat akan sesuatu
Dexter......
Ya ..Dexter
Di masa depan Pria itu adalah dalang dari menurunnya perusahaan Aiden,
Harusnya saat ini dia sudah mulai beraksi. !!
Apa kesibukan Aiden akhir akhir ini karena ulah dari Dexter ?
Aku harus memperingati Aiden,
Tapi aku tidak tau siapa itu Dexter, aku hanya kenal namanya saja
Siapa sebenarnya Dexter itu......?
******
Ujian semester diadakan 6 bulan sekali, setiap kelas di bagi menjadi 6
Dari kelas A-f
__ADS_1
Dan Edelyn berada di kelas terakhir, sungguh ia sangat membenci hal itu
" Selamat ujian di kelas sejatimu nona...!!" Ejek Kay saat berpapasan dengan Edelyn
Disclaimer saja
Alody berada di kelas F
Kay berada di kelas C
" tunggu saja semester depan aku akan duduk di kelas A " sewot Edelyn dengan cemberut
" Lanjutkan saja khayalan mu itu nona, memang kau pikir mudah apa masuk kelas unggulan ? jawab Kay dengan nada tengilnya
Edelyn mendengus dan berlalu meninggalkan Kay
*****
Bagaimana ujian mu.....?
Cukup menegangkan, kau tau kan sejarah adalah kelemahan ku?..
Tak masalah Edelyne, kau sudah berusaha
jangan membebani dirimu oke !!
Heum..... Aiden apa kau sedang sibuk??
Tidak........ada apa baby ??
" Bolehkah aku main ke kantormu ?" tanya Alody dengan antusias
Lama tak terdengar jawaban membuat Alody melunturkan senyumnya
" Emm.... tidak apa kalau kau sedang sibuk, aku mengerti A-...."
" Tidak..... tentu saja kau boleh berkunjung kapanpun kau mau, aku tadi hanya terkejut mendengar perkataan mu baby girl.....
" Sungguh...... baiklah aku akan kesana sekarang"
*****
Edelyn berjalan menyusuri lobby menuju resepsionis
Beberapa pegawai memasang wajah bingung melihat seorang gadis muda yang cantik di perusahaan sebesar ini
Belum sempat sampai resepsionis, Felix datang menuju Alody diiringi 5 orang bodyguard
" Nona Skylar.....? " sapa Felix
" Ah Felix ,untung kau segera datang jadi aku tak kebingungan" ucap Edelyn
" Maaf kan saya telat menyambut nona, Tuan Aiden sudah menunggu anda di ruangannya, Mari....!!" ucap Felix sambil mempersilahkan Edelyn untuk mengikutinya
Kini 5 orang bodyguard itu berdiri di sekitarnya dan mengikuti semua pergerakannya
Lobby A.E.S company kini dihebohkan dengan beredarnya berita tentang salah satu tangan kanan CEO mereka yang mengawal seorang gadis muda
" Tuan Aiden sangat senang mendengar anda ingin berkunjung kesini nona. " ucap Felix membuka pembicaraan
" Benarkah, aku tak tau kedatangan ku bisa membuatnya sesenang itu"
" Nona muda adalah segalanya bagi tuan muda"
Ucapan Felix membuat Edelyn tersenyum malu
Dia merasa sungguh beruntung dicintai oleh orang sesempurna Aiden
Padahal dirinya tak sebaik itu.....
*****
Terimakasih sudah membaca ceritaku
__ADS_1
Jangan lupa like vote dan comentnya guys
See you next time 🥰🥰🥰