Perjalanan Cinta Edelyn

Perjalanan Cinta Edelyn
Pendekatan Aiden


__ADS_3

"Aiden kapan kau sampai ?"


Aiden menoleh ke arah ibu gadisnya yang sudah di anggap seperti ibunya sendiri


" Aiden baru saja sampai mom, dan langsung menuju kesini " Aiden menjawab pertanyaan mommy Ellen dengan lembut tapi wajahnya tetap datar


Ellen tersenyum melihat Aiden, laki laki yang tulus mencintai putrinya dari kecil


Ahhh... ralat dari putrinya baru terlahir kedunia malah


" Duduklah dulu, kau pasti lelah karena perjalanan jauh" ucap Ellen


Aiden tidak mendengar perkataan mommy Ellen, matanya sibuk berpencar mencari keberadaan gadisnya


Ellen yang melihat itu tertawa


" Baiklah......baiklah, pergilah keatas


Kau tau Aiden, gadismu itu sekarang sangat rajin belajar dan mengurung diri seharian di kamarnya" kekeh Ellen


Aiden hanya tersenyum menanggapi perkataan mommy Ellen dan berpamitan menuju kamar gadisnya


tok


tok


tok


Lama mengetuk pintu tapi tak ada jawaban. Akhirnya Aiden memberanikan diri masuk ke dalam


Sesampainya di kamar gadisnya Aiden mengernyitkan dahinya bingung, tak ada keberadaan gadisnya di dalam kamar


Aiden mengecek walk in closed dan kamar mandi tapi tak ada siapapun


Sesaat kemudian matanya tertuju pada pintu balkon yang terbuka


Aiden melangkahkan kakinya ke sana


Di teras balkon dia melihat Edelyn duduk di ayunan dan menggunakan earphone di kedua telinganya


Aiden terpana melihat kecantikan gadisnya


Dengan perlahan Aiden menghampiri dan berjongkok di depan gadisnya


Dengan senyum lebar yang menghiasi wajahnya, Aiden


mengelus pelan rambut gadisnya


Edelyn spontan membuka kedua matanya


Dia benar benar terkejut mendapati Aiden berada di depannya


Tanpa sadar dia berdiri, dan karena terlalu terburu buru dia terpeleset dan jatuh ke arah Aiden


Aiden yang tidak siap pun terjengkang ke belakang dengan posisi Edelyn di atasnya


Edelyn melototkan matanya ketika sadar dia jatuh di atas tubuh Aiden dan parahnya lagi bibirnya mendarat sempurna di bibir Aiden


Jantungnya serasa berdetak tak karuan, kupu-kupu pun serasa berterbangan di perutnya


Tak berbeda jauh dengan Edelyn


Aiden mematung dengan debaran jantung yang tidak berhenti


Merasakan bibir manis Edelyn yang menempel di bibirnya membuat sengatan listrik mengalir di sekujur tubuhnya


Ingin rasanya Aiden ******* bibir Edelyn dan mengecapnya, merasakan kemanisan bibir itu lebih intens


Bolehkah Aiden melakukannya ?


Bolehkah Aiden menghentikan waktu untuk saat ini ?


Lama mereka berada di posisi itu

__ADS_1


Edelyn akhirnya tersadar dan bangun dari atas tubuh Aiden


Ia pun kembali duduk dan memperhatikan Aiden yang masih tertidur di bawah dan menatapnya


Melihat gadisnya bangun, Aiden pun memalingkan wajahnya dan duduk di sampingnya


Ia menundukkan wajahnya, menyembunyikan raut kecewanya


Aiden merutuki kebodohannya, kenapa dia menginginkan hal yang tidak mungkin akan terjadi


Edelyn yang melihat raut wajah Aiden terkekeh kecil


oh my gosh....... kesayanganku kenapa imut sekali sih??


Mendengar kekehan kecil Edelyn,


Aiden memalingkan wajahnya ke samping


" Kenapa tertawa baby?" tanya Aiden setelah bangun dan mendudukkan dirinya pada kursi santai yang tak jauh dari tempat ayunan gadisnya


" Wajahmu sangat lucu Aiden....."


" Aku bersedia menjadi lucu asal bisa melihatmu tertawa bahagia Baby...."


Ucapan Aiden sontak membuat pipinya memerah, tak ia sangka lelaki dingin ini bisa menggodanya


" Eh tunggu dulu .....kau jauh lebih tua dariku Ai


Apa tak apa aku memanggil mu dengan nama saja"


" Tak masalah baby, panggil apapun senyamanmmu saja"


" Baiklah.....mau menonton film denganku?" ajak Edelyn pada Aiden yang langsung diangguki oleh lelaki itu


Akhirnya mereka berdua maraton film di atas tempat tidur, ditemani beberapa cemilan yang sudah tersedia


Tapi sebenarnya hanya Edelyn yang menonton dan memakan camilan itu


Karena Aiden sendiri sudah sibuk menatap gadisnya tanpa berkedip


Hanya tidur loh ya...


Sore harinya Edelyn terbangun di pelukan Aiden, sejenak ia terkejut


Tapi setelah di ingat ingat, mungkin saja mereka tertidur karena terlalu lelah maraton film


Edelyn memperhatikan wajah pria yang sedang tertidur pulas di sampingnya


Melihat raut wajah Aiden yang seperti kurang istirahat membuat Alody tak tega membangunkannya


Lama memandang wajah Aiden membuat Alody teringat akan sesuatu


Dexter......


Ya ..Dexter


Di masa depan Pria itu adalah dalang dari menurunnya perusahaan Aiden,


Harusnya saat ini dia sudah mulai beraksi. !!


Apa kesibukan Aiden akhir akhir ini karena ulah dari Dexter ?


Aku harus memperingati Aiden,


Tapi aku tidak tau siapa itu Dexter, aku hanya kenal namanya saja


Siapa sebenarnya Dexter itu......?


******


Ujian semester diadakan 6 bulan sekali, setiap kelas di bagi menjadi 6


Dari kelas A-f

__ADS_1


Dan Edelyn berada di kelas terakhir, sungguh ia sangat membenci hal itu


" Selamat ujian di kelas sejatimu nona...!!" Ejek Kay saat berpapasan dengan Edelyn


Disclaimer saja


Alody berada di kelas F


Kay berada di kelas C


" tunggu saja semester depan aku akan duduk di kelas A " sewot Edelyn dengan cemberut


" Lanjutkan saja khayalan mu itu nona, memang kau pikir mudah apa masuk kelas unggulan ? jawab Kay dengan nada tengilnya


Edelyn mendengus dan berlalu meninggalkan Kay


*****


Bagaimana ujian mu.....?


Cukup menegangkan, kau tau kan sejarah adalah kelemahan ku?..


Tak masalah Edelyne, kau sudah berusaha


jangan membebani dirimu oke !!


Heum..... Aiden apa kau sedang sibuk??


Tidak........ada apa baby ??


" Bolehkah aku main ke kantormu ?" tanya Alody dengan antusias


Lama tak terdengar jawaban membuat Alody melunturkan senyumnya


" Emm.... tidak apa kalau kau sedang sibuk, aku mengerti A-...."


" Tidak..... tentu saja kau boleh berkunjung kapanpun kau mau, aku tadi hanya terkejut mendengar perkataan mu baby girl.....


" Sungguh...... baiklah aku akan kesana sekarang"


*****


Edelyn berjalan menyusuri lobby menuju resepsionis


Beberapa pegawai memasang wajah bingung melihat seorang gadis muda yang cantik di perusahaan sebesar ini


Belum sempat sampai resepsionis, Felix datang menuju Alody diiringi 5 orang bodyguard


" Nona Skylar.....? " sapa Felix


" Ah Felix ,untung kau segera datang jadi aku tak kebingungan" ucap Edelyn


" Maaf kan saya telat menyambut nona, Tuan Aiden sudah menunggu anda di ruangannya, Mari....!!" ucap Felix sambil mempersilahkan Edelyn untuk mengikutinya


Kini 5 orang bodyguard itu berdiri di sekitarnya dan mengikuti semua pergerakannya


Lobby A.E.S company kini dihebohkan dengan beredarnya berita tentang salah satu tangan kanan CEO mereka yang mengawal seorang gadis muda


" Tuan Aiden sangat senang mendengar anda ingin berkunjung kesini nona. " ucap Felix membuka pembicaraan


" Benarkah, aku tak tau kedatangan ku bisa membuatnya sesenang itu"


" Nona muda adalah segalanya bagi tuan muda"


Ucapan Felix membuat Edelyn tersenyum malu


Dia merasa sungguh beruntung dicintai oleh orang sesempurna Aiden


Padahal dirinya tak sebaik itu.....


*****


Terimakasih sudah membaca ceritaku

__ADS_1


Jangan lupa like vote dan comentnya guys


See you next time 🥰🥰🥰


__ADS_2