
Aiden terkekeh geli melihat gadisnya makan dengan lahap, dia membersihkan noda coklat di si sekitar bibir Edelyn
" Apa makanannya sangat enak Baby girl...?" tanya Aiden
" Heummmm....."Edelyn mengangguk dengan cepat, dia sungguh menyukai semua makanan yang berbahan dasar coklat
Dan dessert coklat yang dipesan Aiden untuknya sungguh lezat, rasa manisnya sangat pas dan tidak membuatnya cepat bosan
Edelyn sungguh sangat menyukainya
Selesai makan, Aiden membawa Alody ke rooftop salah satu hotel miliknya
Edelyn panik saat sadar Aiden membawanya ke hotel
" Ai.....kamu jangan macam-macam ya, aku akan mengadukanmu pada daddy jika berbuat kurang ajar !!" ancam Edelyn melototkan matanya pada Aiden
Aiden menyentil pelan dahi mulus gadisnya " Hey.... kenapa pemikiran mu sampai ke situ?aku ingin mengajakmu ke rooftop hotel ini sayang
Ada sesuatu yang ingin aku tunjukkan padamu" ucap Aiden sembari terkekeh kecil
Edelyn cengengesan mendengar penjelasan Aiden, dia jadi malu sendiri karena sudah berfikir yang tidak tidak
Saat sampai di rooftop Edelyn kebingungan karena tidak ada apa-apa disana, hanya ada sofa singgle di tengah rooftop
" Kenapa tidak ada apa-apa disini Ai...?" tanya Edelyn
" Duduklah dulu sayang..!" ucap Aiden sembari menduduki sofa itu
" Kalau kau duduk disana, terus aku harus duduk di mana Ai....?" jengkel Edelyn
Aiden tersenyum dan menarik gadisnya untuk duduk di pangkuannya
" Duduk disini sayang.....dan jangan banyak protes, sebentar lagi acaranya dimulai"
Aiden sendiri sebenarnya sangat tegang karena posisi mereka berdua, tapi Aiden tak mau ada jarak diantara dia dan gadisnya
Sedangkan Edelyn menelan ludahnya gugup, dia dapat merasakan benda keras yang menekan pantatnya,
saat Edelyn hendak protes, ia dikagetkan dengan letusan kembang api yang menghiasi langit
Ia tertawa bahagia melihat indahnya pesta kembang api yang dibuat Aiden untuknya
Setelah 15 menit, pesta kembang api pun usai dengan diakhiri tulisan Marry me dan inisial nama mereka berdua
Edelyn melongo melihat tulisan itu dan dia membalikkan tubuhnya menatap Aiden yang terlihat gugup
Setelah lama terdiam, Aiden membuka suaranya
" Edelyne.....aku sudah membicarakannya dengan seluruh keluargamu....." ucap Aiden
" membicarakan apa ?" gugup Alody
" Pernikahan.....emm aku sudah melamarmu di depan keluarga Skylar, bagaimana menurutmu ?" ucap Aiden
Aiden menatap Alody yang terdiam, dia sangat gugup saat ini.
Aiden tahu, Edelyn masih memiliki banyak mimpi
Tapi Aiden sungguh tidak bisa melepaskan gadis kecilnya itu lagi
" Ai....aku belum siap untuk menikah " jawab Edelyn dengan menundukkan kepalanya
Aiden memalingkan wajahnya saat mendapat penolakan dari Edelyn,
dia tahu gadisnya belum siap menikah, tapi meskipun begitu dia masih berharap Edelyn mau menerimanya
Aiden menghembuskan nafasnya pelan, dia tidak boleh membuat gadisnya tidak enak hati karena sudah menolaknya
" Tak apa baby girl, ayo kita pulang ...!" ajak Aiden
Edelyn menatap wajah kekasihnya yang sedang kecewa itu, tapi dia benar benar belum siap untuk menikah
__ADS_1
Ia masih merasa dirinya belum pantas bersanding dengan Aiden yang sangat sempurna
Edelyn memeluk Aiden dari belakang, dia menciumi punggung Aiden dengan lembut
Aiden menegang, mendapat perlakuan seperti itu dari gadisnya, dia mencoba melepas pelukan mereka tapi Edelyn tambah mengeratkan pelukan mereka
Setelah beberapa saat, Edelyn melepas pelukannya dan membalikkan tubuh Aiden menghadapnya
Edelyn mengelus pipi Aiden dengan lembut, membuat Aiden memejamkan matanya dan melupakan sejenak rasa kecewanya
" Aku belum siap untuk menikah Ai..... bagaimana kalau bertunangan dulu ?" tanya Edelyn
" Yaa.....apa ?" kaget Aiden tak percaya dengan perkataan gadisnya
" Kita bertunangan saja dulu, apa kau keberatan dengan itu Ai....?" tanya Edelyn
Aiden dengan cepat menggeleng
Keberatan......?persetan dengan semua itu
Yang penting sekarang adalah gadisnya mau terikat dengannya
" Baiklah.....aku akan membicarakan ini dengan keluargaku dan keluargamu Baby, terima kasih Edelyne, terima kasih banyak dan i love you so much baby girl " ucap Aiden
Jantung Edelyn berdebar kencang mendengar ungkapan cinta dari Aiden, walaupun saat ini ia sudah sering mendengarnya, tapi Edelyn sungguh merasa bahagia
Mengingat di kehidupannya dulu Edelyn tidak pernah bisa mengungkapkan rasa cintanya pada Aiden
" i love you too Ai...." balas Edelyn dan menenggelamkan wajahnya di dada bidang Aiden
*****
Liburan akhir semester memang cenderung lebih lama, namun bagi pelajar itu adalah sesuatu yang sangat dinantikannya
Saat ini Edelyn tengah duduk cemberut di ruangan kerja Aiden, niat hati ingin memberikan surprise untuk tunangannya tapi malah gagal karena Aiden sedang rapat
Yah tunangan, seminggu setelah peristiwa di rooftop Edelyn dan Aiden resmi bertunangan
Daddy Nic merasa belum rela melepas bayi kecilnya untuk orang lain
Kalau bukan karena paksaan dari istri tercintanya ,dia mana mungkin mau menyetujui pertunangan mereka
Kembali pada Edelyn
Alody Sudah satu jam menunggu Aiden di ruangannya, tapi laki laki itu belum muncul
Sekretaris Aiden yang sedari tadi menemaninya juga belum kembali dari restoran untuk membelikan beberapa camilan untuknya
Melihat sekeliling ruangan membuatnya tersenyum senang
Aiden merubah semuanya sesuai dengan permintaannya
Dia merebahkan tubuhnya di sofa panjang Aiden dan memeluk boneka kelinci besar yang disiapkan Aiden untuknya
Aiden memang memahami semua kesukaannya
' ya ampuuunn ini nyaman sekali ' batin Edelyn
" Kau terlihat nyaman ?"
Suara pria asing yang berbisik di telinganya membuat Edelyn terlonjak dari tidurnya, dia menatap pria itu waspada
" Siapa kau....?" tanya Edelyn
" Kau tak perlu tau gadis manis !" ucap pria itu dengan senyum smirknya
Edelyn berfikir sejenak, ruangan Aiden adalah satu satunya tempat di lantai ini
Dan tidak sembarang orang bisa memasukinya
Dia kemudian menatap lekat lekat wajah pria di depannya, mencoba mengenali pria ini, tapi semakin lama Edelyn merasa dia bukan orang baik
__ADS_1
Setelah beberapa detik satu nama muncul di benaknya....
mungkinkah......
" Dexter.....?"
Laki laki di depannya terkejut mendengar Edelyn tahu namanya, tapi kemudian dia langsung menyeringai
" bingo..... kau mengenal ku manis..?? aku sekarang percaya pada rumor tentang titik kelemahan seorang Aiden Al-Kadhafi
Apa itu benar kau gadis kecil?" tanya Dexter sambil berjalan mendekati Edelyn
" Jangan macam-macam kau...!!" gertak Edelyn
Ia sendiri saat ini sangat ketakutan karena dia sedang sendirian di lantai ini
Dexter terkekeh melihat mangsanya ketakutan, dia sangat menikmati wajah pucat pasi Edelyn
" Bagaimana jadinya ya kalau kesayangan Aiden ini aku jadikan penghangat ranjangku....pasti Aiden sangat bahagia..... Ha ha ha. !" ucap Dexter dengan gilanya
Edelyn mencoba kabur dari hadapan Dexter tapi Dexter menyadarinya dan menjambak rambut Edelyn lalu menamparnya sampai tersungkur ke bawah
Edelyn ketakutan setengah mati, tapi dia tidak menyerah
Dia mengambil asbak di bawah meja tepat di samping dirinya terjatuh dan melemparnya ke kepala Dexter
Edelyn langsung menendang perut Dexter yang sedang sibuk memegangi kepalanya yang berdarah, dia lalu menyemprotkan hand sanitizer yang selalu ia bawa di saku Hoodie-nya ke mata Dexter
Dexter pun berteriak kesakitan
Mendengar teriakan kesakitan Dexter, Edelyn langsung kabur meninggalkannya dan berlari mencari Aiden di ruang rapat
Sepanjang perjalanan Edelyn menangis ketakutan, sesekali dia melihat Dexter yang masih mencoba mengejarnya
Edelyn kemudian masuk ke dalam lift dan untungnya lift tertutup tepat sebelum Dexter dapat menggapainya
Edelyn akhirnya tiba di ruangan rapat, dia membuka pintunya dengan keras
Edelyn dapat melihat raut terkejut semua orang yang ada di ruangan itu, tapi ia tidak perduli
Tatapan Edelyn jatuh pada Aiden yang duduk di kursi pemimpin ujung meja, ia segera berlari dan menubruk Aiden yang sedang berjalan menuju ke arahnya
Dan pecahlah tangisan Edelyn di pelukan Aiden
Aiden sendiri terkejut melihat kedatangan gadisnya dengan keadaan berantakan
Dia menggeram marah mendengar tangisan histeris gadisnya
" Sayang ada apa denganmu,...apa yang terjadi ?" tanya Aiden lembut
Edelyn hanya menggelengkan kepalanya dan tetap menangis
Aiden langsung mengangkat Edelyn ke gendongannya, dia berjalan menuju lift untuk ke ruangan kerjanya
Dia berencana menenangkan Edelyn di ruangannya
" No Aiden no....aku mau pulang...aku mau pulang " histeris Edelyn sambil menggelengkan kepalanya
Penolakan Edelyn membuat Aiden mengerti, pasti sesuatu telah terjadi, ia lalu mengkode Thom agar mencari tahu apa yang telah terjadi
" its okay baby girl kita pulang....plis don't cry Edelyne "
Edelyn tak menjawab, tapi dia mencoba menghentikan tangisnya dan semakin menenggelamkan wajahnya ke leher Aiden
****
Terimakasih sudah membaca ceritaku
Jangan lupa like vote dan comentnya guys
See you next time 🥰🥰🥰
__ADS_1