Perjalanan Cinta Edelyn

Perjalanan Cinta Edelyn
Dia datang....


__ADS_3

Aiden terkekeh geli melihat gadisnya makan dengan lahap, dia membersihkan noda coklat di si sekitar bibir Edelyn


" Apa makanannya sangat enak Baby girl...?" tanya Aiden


" Heummmm....."Edelyn mengangguk dengan cepat, dia sungguh menyukai semua makanan yang berbahan dasar coklat


Dan dessert coklat yang dipesan Aiden untuknya sungguh lezat, rasa manisnya sangat pas dan tidak membuatnya cepat bosan


Edelyn sungguh sangat menyukainya


Selesai makan, Aiden membawa Alody ke rooftop salah satu hotel miliknya


Edelyn panik saat sadar Aiden membawanya ke hotel


" Ai.....kamu jangan macam-macam ya, aku akan mengadukanmu pada daddy jika berbuat kurang ajar !!" ancam Edelyn melototkan matanya pada Aiden


Aiden menyentil pelan dahi mulus gadisnya " Hey.... kenapa pemikiran mu sampai ke situ?aku ingin mengajakmu ke rooftop hotel ini sayang


Ada sesuatu yang ingin aku tunjukkan padamu" ucap Aiden sembari terkekeh kecil


Edelyn cengengesan mendengar penjelasan Aiden, dia jadi malu sendiri karena sudah berfikir yang tidak tidak


Saat sampai di rooftop Edelyn kebingungan karena tidak ada apa-apa disana, hanya ada sofa singgle di tengah rooftop


" Kenapa tidak ada apa-apa disini Ai...?" tanya Edelyn


" Duduklah dulu sayang..!" ucap Aiden sembari menduduki sofa itu


" Kalau kau duduk disana, terus aku harus duduk di mana Ai....?" jengkel Edelyn


Aiden tersenyum dan menarik gadisnya untuk duduk di pangkuannya


" Duduk disini sayang.....dan jangan banyak protes, sebentar lagi acaranya dimulai"


Aiden sendiri sebenarnya sangat tegang karena posisi mereka berdua, tapi Aiden tak mau ada jarak diantara dia dan gadisnya


Sedangkan Edelyn menelan ludahnya gugup, dia dapat merasakan benda keras yang menekan pantatnya,


saat Edelyn hendak protes, ia dikagetkan dengan letusan kembang api yang menghiasi langit


Ia tertawa bahagia melihat indahnya pesta kembang api yang dibuat Aiden untuknya


Setelah 15 menit, pesta kembang api pun usai dengan diakhiri tulisan Marry me dan inisial nama mereka berdua


Edelyn melongo melihat tulisan itu dan dia membalikkan tubuhnya menatap Aiden yang terlihat gugup


Setelah lama terdiam, Aiden membuka suaranya


" Edelyne.....aku sudah membicarakannya dengan seluruh keluargamu....." ucap Aiden


" membicarakan apa ?" gugup Alody


" Pernikahan.....emm aku sudah melamarmu di depan keluarga Skylar, bagaimana menurutmu ?" ucap Aiden


Aiden menatap Alody yang terdiam, dia sangat gugup saat ini.


Aiden tahu, Edelyn masih memiliki banyak mimpi


Tapi Aiden sungguh tidak bisa melepaskan gadis kecilnya itu lagi


" Ai....aku belum siap untuk menikah " jawab Edelyn dengan menundukkan kepalanya


Aiden memalingkan wajahnya saat mendapat penolakan dari Edelyn,


dia tahu gadisnya belum siap menikah, tapi meskipun begitu dia masih berharap Edelyn mau menerimanya


Aiden menghembuskan nafasnya pelan, dia tidak boleh membuat gadisnya tidak enak hati karena sudah menolaknya


" Tak apa baby girl, ayo kita pulang ...!" ajak Aiden


Edelyn menatap wajah kekasihnya yang sedang kecewa itu, tapi dia benar benar belum siap untuk menikah

__ADS_1


Ia masih merasa dirinya belum pantas bersanding dengan Aiden yang sangat sempurna


Edelyn memeluk Aiden dari belakang, dia menciumi punggung Aiden dengan lembut


Aiden menegang, mendapat perlakuan seperti itu dari gadisnya, dia mencoba melepas pelukan mereka tapi Edelyn tambah mengeratkan pelukan mereka


Setelah beberapa saat, Edelyn melepas pelukannya dan membalikkan tubuh Aiden menghadapnya


Edelyn mengelus pipi Aiden dengan lembut, membuat Aiden memejamkan matanya dan melupakan sejenak rasa kecewanya


" Aku belum siap untuk menikah Ai..... bagaimana kalau bertunangan dulu ?" tanya Edelyn


" Yaa.....apa ?" kaget Aiden tak percaya dengan perkataan gadisnya


" Kita bertunangan saja dulu, apa kau keberatan dengan itu Ai....?" tanya Edelyn


Aiden dengan cepat menggeleng


Keberatan......?persetan dengan semua itu


Yang penting sekarang adalah gadisnya mau terikat dengannya


" Baiklah.....aku akan membicarakan ini dengan keluargaku dan keluargamu Baby, terima kasih Edelyne, terima kasih banyak dan i love you so much baby girl " ucap Aiden


Jantung Edelyn berdebar kencang mendengar ungkapan cinta dari Aiden, walaupun saat ini ia sudah sering mendengarnya, tapi Edelyn sungguh merasa bahagia


Mengingat di kehidupannya dulu Edelyn tidak pernah bisa mengungkapkan rasa cintanya pada Aiden


" i love you too Ai...." balas Edelyn dan menenggelamkan wajahnya di dada bidang Aiden


*****


Liburan akhir semester memang cenderung lebih lama, namun bagi pelajar itu adalah sesuatu yang sangat dinantikannya


Saat ini Edelyn tengah duduk cemberut di ruangan kerja Aiden, niat hati ingin memberikan surprise untuk tunangannya tapi malah gagal karena Aiden sedang rapat


Yah tunangan, seminggu setelah peristiwa di rooftop Edelyn dan Aiden resmi bertunangan


Daddy Nic merasa belum rela melepas bayi kecilnya untuk orang lain


Kalau bukan karena paksaan dari istri tercintanya ,dia mana mungkin mau menyetujui pertunangan mereka


Kembali pada Edelyn


Alody Sudah satu jam menunggu Aiden di ruangannya, tapi laki laki itu belum muncul


Sekretaris Aiden yang sedari tadi menemaninya juga belum kembali dari restoran untuk membelikan beberapa camilan untuknya


Melihat sekeliling ruangan membuatnya tersenyum senang


Aiden merubah semuanya sesuai dengan permintaannya


Dia merebahkan tubuhnya di sofa panjang Aiden dan memeluk boneka kelinci besar yang disiapkan Aiden untuknya


Aiden memang memahami semua kesukaannya


' ya ampuuunn ini nyaman sekali ' batin Edelyn


" Kau terlihat nyaman ?"


Suara pria asing yang berbisik di telinganya membuat Edelyn terlonjak dari tidurnya, dia menatap pria itu waspada


" Siapa kau....?" tanya Edelyn


" Kau tak perlu tau gadis manis !" ucap pria itu dengan senyum smirknya


Edelyn berfikir sejenak, ruangan Aiden adalah satu satunya tempat di lantai ini


Dan tidak sembarang orang bisa memasukinya


Dia kemudian menatap lekat lekat wajah pria di depannya, mencoba mengenali pria ini, tapi semakin lama Edelyn merasa dia bukan orang baik

__ADS_1


Setelah beberapa detik satu nama muncul di benaknya....


mungkinkah......


" Dexter.....?"


Laki laki di depannya terkejut mendengar Edelyn tahu namanya, tapi kemudian dia langsung menyeringai


" bingo..... kau mengenal ku manis..?? aku sekarang percaya pada rumor tentang titik kelemahan seorang Aiden Al-Kadhafi


Apa itu benar kau gadis kecil?" tanya Dexter sambil berjalan mendekati Edelyn


" Jangan macam-macam kau...!!" gertak Edelyn


Ia sendiri saat ini sangat ketakutan karena dia sedang sendirian di lantai ini


Dexter terkekeh melihat mangsanya ketakutan, dia sangat menikmati wajah pucat pasi Edelyn


" Bagaimana jadinya ya kalau kesayangan Aiden ini aku jadikan penghangat ranjangku....pasti Aiden sangat bahagia..... Ha ha ha. !" ucap Dexter dengan gilanya


Edelyn mencoba kabur dari hadapan Dexter tapi Dexter menyadarinya dan menjambak rambut Edelyn lalu menamparnya sampai tersungkur ke bawah


Edelyn ketakutan setengah mati, tapi dia tidak menyerah


Dia mengambil asbak di bawah meja tepat di samping dirinya terjatuh dan melemparnya ke kepala Dexter


Edelyn langsung menendang perut Dexter yang sedang sibuk memegangi kepalanya yang berdarah, dia lalu menyemprotkan hand sanitizer yang selalu ia bawa di saku Hoodie-nya ke mata Dexter


Dexter pun berteriak kesakitan


Mendengar teriakan kesakitan Dexter, Edelyn langsung kabur meninggalkannya dan berlari mencari Aiden di ruang rapat


Sepanjang perjalanan Edelyn menangis ketakutan, sesekali dia melihat Dexter yang masih mencoba mengejarnya


Edelyn kemudian masuk ke dalam lift dan untungnya lift tertutup tepat sebelum Dexter dapat menggapainya


Edelyn akhirnya tiba di ruangan rapat, dia membuka pintunya dengan keras


Edelyn dapat melihat raut terkejut semua orang yang ada di ruangan itu, tapi ia tidak perduli


Tatapan Edelyn jatuh pada Aiden yang duduk di kursi pemimpin ujung meja, ia segera berlari dan menubruk Aiden yang sedang berjalan menuju ke arahnya


Dan pecahlah tangisan Edelyn di pelukan Aiden


Aiden sendiri terkejut melihat kedatangan gadisnya dengan keadaan berantakan


Dia menggeram marah mendengar tangisan histeris gadisnya


" Sayang ada apa denganmu,...apa yang terjadi ?" tanya Aiden lembut


Edelyn hanya menggelengkan kepalanya dan tetap menangis


Aiden langsung mengangkat Edelyn ke gendongannya, dia berjalan menuju lift untuk ke ruangan kerjanya


Dia berencana menenangkan Edelyn di ruangannya


" No Aiden no....aku mau pulang...aku mau pulang " histeris Edelyn sambil menggelengkan kepalanya


Penolakan Edelyn membuat Aiden mengerti, pasti sesuatu telah terjadi, ia lalu mengkode Thom agar mencari tahu apa yang telah terjadi


" its okay baby girl kita pulang....plis don't cry Edelyne "


Edelyn tak menjawab, tapi dia mencoba menghentikan tangisnya dan semakin menenggelamkan wajahnya ke leher Aiden


****


Terimakasih sudah membaca ceritaku


Jangan lupa like vote dan comentnya guys


See you next time 🥰🥰🥰

__ADS_1


__ADS_2