
Sepanjang perjalanan Aiden memeluk erat tubuh istrinya
Ia bersyukur istrinya tak lagi marah padanya, kalau tidak..... mungkin akan ada genangan darah di mansionnya
Beberapa menit kemudian mobil yang membawa Aiden dan Edelyn sampai di pelataran gedung besar perusahaan AES corp, perusahaan pribadi milik Aiden
Perusahaan itu dibangun khusus untuk istrinya
" Huby aku malu....." rengek Edelyn sebelum turun dari mobil
Aiden tersenyum simpul mendengarnya, tanpa perduli rengekan istrinya, Aiden menggendong istrinya seperti koala menuju lantai teratas gedung
Lantai yang diperuntukkan nya seorang
Semua karyawan yang melihat bos mereka menggendong istrinya serentak menundukkan kepalanya
Peraturan wajib yang Aiden terapkan untuk semua bawahannya, ia tak mau dan tak suka kalau kecantikan istrinya dinikmati orang lain
Hanya dirinya yang boleh
Sesampainya di lantai khusus milik Aiden, Edelyn minta turun dari gendongan suaminya
Tapi walaupun begitu, Aiden senantiasa memeluk erat pinggang ramping Edelyn
Di lantai teratas itu hanya dihuni oleh Aiden dan kedua tangan kanannya, Thom dan Felix
Namun Thom dan Felix memiliki dua asisten pribadi masing-masing
" Selamat pagi tuan dan nyonya muda" sapa Thom dan Felix
Di sebelah mereka ada dua lelaki yang sepantaran dan dua wanita
Satunya lebih tua dari Thom dan Felix, satunya lagi jauh lebih muda
Mungkin beberapa tahun di atas Edelyn
Edelyn sendiri menatap gadis muda itu lamat lamat, karena baru kali ini dia melihat gadis itu
Kalau dua lelaki dan satu wanita itu Edelyn sudah cukup mengenal mereka
" Dia siapa?" tanya Edelyn
" Perkenalkan, nama saya Aluna nyonya
Saya asisten baru tuan Felix" ucapnya sembari menyodorkan tangan
Sontak hal membuat semua orang menatap Aluna tak percaya, kecuali Aiden tentunya
Karena sudah Aiden katakan bukan, kalau dia tao suka istrinya dilihat orang asing apalagi sampai disentuh
Nah ini.....
" Jaga sikapmu Aluna" gertak Felix dengan suaranya yang cukup untuk menggetarkan nyali pegawai baru itu
Karena menurut penglihatan Aluna, Felix termasuk lebih ramah ketimbang Thom
Tapi tak taunya, dia sama menyeramkan nya
Dengan kaku Aluna menarik uluran tangannya kembali, cukup tersinggung sebenarnya
Tapi mau bagaimana lagi, dirinya hanya rakyat kecil
__ADS_1
Sementara Edelyn tak mau ambil pusing, ia bergegas masuk ke ruangan suaminya bahkan ia meninggalkan suaminya di belakang
Paginya hari ini sangat buruk, jadi ia tak ingin mengambil hal yang buruk lagi
Tapi walaupun begitu, otaknya tak bisa berhenti untuk memikirkan pegawai baru itu
Walaupun pakaian nya sangat sopan, tapi Edelyn merasa ada sesuatu yang salah dengan orang itu
" Ada apa baby? kenapa meninggalkan ku?" tanya Aiden menghampiri istrinya yang tiduran di sofa
" Hehehe, maaf bi aku hanya tak mau berdebat lagi
pagiku sangat buruk hari ini jadi tak usah menambah masalah"
" Kau tak suka dengannya? biar kupecat saja kalau begitu " ucap Aiden, ia bergegas mengambil ponsel di saku jasnya untuk menghubungi Felix
Namun belum juga menghubungi, istri cantiknya sudah menghentikannya
" Tak usah huby, aku hanya sedang suntuk saja
Biarkan aku tidur sebentar, mungkin nanti akan membaik dengan sendirinya"
" Kalau begitu tidurlah, mau kugendong ke kamar saja"
" Tidak, aku mau tidur disini sambil melihat mu bekerja"
" Baiklah...."
Edelyn pun akhirnya tertidur pulas setelah beberapa saat menatap suaminya yang sibuk bekerja
Aiden yang menyadari itu tersenyum, ia mendekati istrinya dan menyelimuti tubuh mungil itu dengan selimut yang ia ambil dari kamar pribadinya
" Tidur yang nyenyak sayangku"
*****
Bukan perhatian yang kau dapatkan tapi malah pukulan" omel seorang gadis kepada gadis lainnya yang terbaring lemah di ranjang rumah sakit
" Berhentilah mengomel maya" keluh Lidia
Ya, gadis itu Lidia
Setelah dihajar habis-habisan oleh Aiden, ia dibawa ke rumah sakit oleh salah satu bodyguard yang kasihan melihatnya
" Aku mengomel karena kau yang terlalu bodoh Lidia
Hentikan kegilaan mu ini, kau bisa saja kehilangan nyawa nantinya
Tuan Aiden bukanlah seseorang yang bisa kau mainkan" tekan maya lagi
Namun lagi-lagi Lidia tetap tak terima
" Aku sedang tak bermain-main Maya,aku benar-benar mencintai tuan Aiden
Dan aku yakin bisa membuatnya berpaling padaku
Kau tunggu saja, disaat itu terjadi kau akan tau akibatnya" ancam Lidia
Maya sendiri hanya bisa geleng-geleng kepala melihat tingkah laku temannya
Selama bekerja bersama dia memang tau betul kalau Lidia suka mempermainkan lelaki kaya, namun ia tak perduli
__ADS_1
Tapi sekarang lelaki incarannya adalah tuannya sendiri, seseorang yang dijunjung tinggi oleh kedua orangtuanya Lidia sendiri
Dan lagi tuannya sudah memiliki istri yang tak hanya cantik parasnya, namun hatinya juga teramat cantik
" Tak usah pedulikan dia lagi maya, biarkan dia menerima akibatnya nanti" saut seseorang lelaki yang tiba-tiba saja masuk ke ruang rawat Lidia
" Pras..... kenapa tiba-tiba disini? kau tak ikut mengawal tuan Aiden?" tanya Maya
" Tidak, aku bergantian dengan temanku
Dan aku kesini atas perintah bibi Mega untuk mengurus pembayaran rumah sakit Lidia " jawab Pras, ia mendekat dan memeluk Maya singkat sebelum meletakkan tas besar yang merupakan barang barang keperluan Lidia
Pras dan maya memang sedang menjalin kasih, Pras sendiri adalah seorang bodyguard khusus yang mengawal Aiden di bawah kepemimpinan Thom
" Ah tuan Pras, bagaimana keadaan tuan Aiden? Kapan dia akan menjenguk saya?" tanya Lidia dengan wajah yang dilembut lembutkan, berharap Pras akan tergoda dan membantunya mendekati Aiden
Bahkan Lidia melupakan Maya yang merupakan satu-satunya orang yang mau berteman dengannya
Maya yang mendengar itu memalingkan wajahnya, ia tak siap jikalau kekasihnya sampai tergoda Lidia
Sebenarnya fakta Lidia suka menggoda bukanlah hal yang baru di mansion
Bahkan beberapa bodyguard sempat terjerat akan pesonanya
Maya tak menampik hal itu, Lidia memang memiliki paras yang lebih cantik ketimbang maid lainnya, ditambah tubuhnya yang sexy
Namun sepertinya ketakutan Maya tak terbukti, Pras malah menarik pinggangnya dan mengajaknya untuk pulang
" Kita pulang saja, aku tak mau kamu terkontaminasi virus jalangnya" ucap Pras tanpa memperdulikan Lidia
Sementara Lidia cengo, ia tak percaya kalau lelaki itu akan mengabaikannya
Padahal teman-temannya banyak yang sudah menghangatkan tubuhnya
" Kenapa pulang? lebih baik suruh Maya saja yang pulang, kamu bisakan menemaniku malam ini?" rayu Lidia lagi
" Jangan samakan aku dengan laki-laki yang pernah kau tiduri Lidia
Bagiku kau hanya lah sampah, dan juga harusnya kau banyak banyak bertobat
Untung saja nyonya Edelyn menyelamatkan mu tadi" ucap Pras
" Edelyn Edelyn, apa hebatnya wanita itu?
Dia hanya beruntung karena lahir di keluarga yang kaya" gumam Lidia namun masih bisa didengar Pras dan maya
" Sekalipun nyonya Edelyn bukanlah orang kaya, kamu bukanlah apa-apa dibandingkan dengannya
Sekali-kali cobalah berkaca, dan lihatlah wajahmu yang jelek itu
kau layaknya upik abu jika disandingkan dengan nyonya Edelyn"
Pras kemudian berlalu pergi dengan tangan yang menggenggam erat tangan Maya
Dia tau sebentar lagi Lidia akan mengamuk, karena itu ia bergegas pergi
Dan benar saja, baru saja mereka berdua menutup pintu
Suara bantingan benda dan teriakan Lidia terdengar
Namun Pras tak memperdulikannya
__ADS_1
*****