Perjalanan Cinta Edelyn

Perjalanan Cinta Edelyn
Titik terang


__ADS_3

Dua bulan sudah berlalu, tapi tak ada lagi perkembangan apapun tentang keberadaan Edelyn


Pagi siang malam Aiden habiskan dengan mencari mencari dan mencari


Menghilangnya Edelyn membuat Aiden yang sedari dulu memang dingin menjadi lebih dingin dan kejam


Setiap orang yang berpapasan dengannya akan bergidik ketakutan, Aiden bagaikan mahluk tak kasat mata yang dihindari semua orang


Bahkan jajaran asisten nya pun memilih melaporkan urusan perusahaan kepada Tuan besar Al-Kadahfi ketimbang berhadapan langsung dengan tuannya yang sedang dalam mode singa


Kini Aiden berada di apartemennya,


Tempat tinggalnya sekarang sangat jauh berbeda keadaannya saat ada Edelyn


Putung rokok dan botol minuman bergeletakan dimana-mana


Aiden yakin jika wanitanya melihat, dia akan terus mengomelinya sepanjang hari


Dan sekarang Aiden sangat merindukan Omelan dari gadis kecilnya itu


Malam harinya di ruang kerja Aiden, beberapa orang bawahannya tengah serius menatap layar laptopnya


Hal itu mereka lakukan dari pagi petang hingga malam hari di depan bos besar mereka langsung


Mereka semua ingin berteriak meminta istirahat barang sejenak, mata mereka rasanya nyaris buta karena terus dipaksa menatap layar laptopnya


Tapi Aiden sendiri tak perduli dengan semua itu, mata elangnya terus fokus mengamati layar besar monitor di depannya, ikut meretas satu persatu cctv yang memungkinkan jejak Eros dan Dion


Aiden yakin Dion membawa Edelyn ke luar negeri, karena semua akses di negara ini sudah ia kuasai


Aiden mengalihkan pandangannya saat melihat Felix membawa Amanda ke hadapannya,


Aiden bertanya tanya mengapa Felix membawa orang asing ke apartemennya


Apa dia sudah bosan hidup ?


Aiden menatap Felix tajam " kenapa kau membawanya kemari ?"


Felix meneguk ludahnya, dia gugup setengah mati, tapi disisi lain dia yakin informasi dari Amanda akan memberikan sedikit titik terang keberadaan nona mudanya


" Maaf tuan, nona Amanda mengetahui sedikit informasi tentang Dion, jadi saya pikir akan sedikit berguna untuk kita " jelas Aiden


Aiden menatap wajah Amanda datar, dia sedikit ragu, pasalnya hilangnya Edelyn di tutup rapat-rapat dari publik, jadi tak mungkin wanita itu mengetahuinya


" Darimana kamu tahu tentang hilangnya Edelyn ?"


" Aku tahu tuan tak akan percaya padaku, tapi beberapa hari sebelum Edelyn menghilang, kami berdua berbaikan dan bahkan Edelyn memberikan butiknya untuk saya kelola.l


Dan mengenai hilangnya Edelyn, kemarin saya bertemu nyonya Ellen dan sedikit berbincang bincang dengannya" ucap Amanda, berusaha menceritakan kejadiannya dengan jelas, dia takut salah menjawab dan berakhir kepalanya menggelinding di lantai


" Katakan, apa yang kau tau tentang Dion, jangan bertele-tele "


Amanda mengangguk dan mulai menceritakan apa yang dia tahu


" Aku sering tidur dengan Dion, seringkali tengah malam Dion mendapat telepon dari orang misterius "


Aiden mendengarkan cerita Amanda dengan seksama tanpa berkomentar apa-apa

__ADS_1


" Aiden dan orang itu selalu berbicara menggunakan bahasa latin, dan tentu saja aku tak mengetahui artinya" jelas Amanda


Aiden menatap Amanda tak puas " hanya itu..?"


" Ada lagi, aku pernah melihat layar id orang misterius itu, aku melihat sebuah rumah mungil di tengah Padang bunga lavender


Dan itu, anu......" ucapan Amanda terhenti, karena dia ragu untuk mengatakannya


" Katakan dengan jelas " sentak Aiden


Amanda tergagap dan reflek menjawab pertanyaan Aiden dengan cepat " aku melihat dua orang pria muda dan 1 gadis yang cantik, dan salah satunya adalah tuan besar kadahfi saat masih muda "


Aiden terdiam mendengar cerita Amanda, berarti besar kemungkinan itu tempat persembunyian Eros selama ini


Aiden kemudian membuka galeri ponselnya mencari foto kakek dan neneknya saat masih muda


" apakah ini wanita yang di foto itu ?" ucap Aiden menunjukkan foto di ponselnya


Dan dijawab anggukan kepala Amanda


Aiden yang melihatnya tersenyum lebar dan berlari keluar dari apartemennya, beban di hatinya sedikit terangkat


Semoga saja Edelyn memang berada di sana


Disisi lain Amanda melongo melihat reaksi Aiden yang baru pertama kali dilihatnya


Dia menatap Felix yang tersenyum geli menatapnya


" Jangan heran, Tuan Aiden memang bucin sejatinya nona muda Skylar


Semoga saja informasi mu membuahkan hasil " ucap Felix


*****


Dion membuka gagang pintu kamar dengan senyum mengembang, dia membawa sebuket bunga Daisy kesukaan Edelyn


Kamar yang Dion masuki berbeda dengan kamar pertama Edelyn di bawa ke rumah ini,


Di kamar ini minim sekali pencahayaannya


Dion menutup pintu dan berjalan mendekati Edelyn yang tangan dan kakinya di rantai


Tatapannya tampak kosong, menatap lurus ke luar jendela yang sama sekali tak terlihat apapun karena tak ada pencahayaan


Ekspektasi Edelyn untuk hidup nyaman semasa penculikannya hancur total


Beberapa hari yang lalu ia tak sengaja mendengar percakapan Dion dan Eros tentang pernikahan


Edelyn tak menyangka, Dion akan jatuh dalam permainannya sendiri, pria yang dulunya membencinya, kini jatuh cinta setengah mati bahkan nyaris obsesi kepadanya


Dion sendiri juga tak menyangka akan jatuh dalam pesona gadis sombong ini, rencana awalnya untuk membunuh Edelyn agar Aiden terluka kini berubah


Dion memohon mohon pada Eros yang notabennya ayah angkatnya untuk tidak membunuh Edelyn


Eros yang mendengar permintaan Dion pun dengan tegas menolaknya


Tapi Dion tak patah semangat, dia terus membujuk ayah angkatnya itu

__ADS_1


Sampai akhirnya Eros setuju, tapi dengan syarat Dion harus menikahi Edelyn


Dion tentu saja setuju, dia memang ingin memiliki Edelyn untuk dirinya seorang


Dion mendekati Edelyn dan mengecup keningnya hangat, seulas senyum tulus terpatri di wajahnya, senyum yang tak pernah Edelyn lihat di kehidupannya dulu maupun yang sekarang


Dion menyimpan buket bunganya di nakas samping tempat tidur Edelyn


" Bagaimana kabarmu hari ini ?" tanya Dion


Edelyn hanya diam termenung tak menanggapi pertanyaan Dion


Dion geram diacuhkan " Besok kita akan menikah, dan jika kau mengacau aku tak akan segan memberikanmu pada anak buahku "


Edelyn seketika menangis dan tubuhnya bergetar ketakutan, dia takut dan juga lelah


Sejak dia mendengar rencana pernikahan, dia terus memberontak dan berakhir di rantai seperti ini


" Hey jangan menangis, nanti matamu sembab Kan tidak lucu kalau pengantinku wajahnya berantakan " ucap Dion sambil tertawa merdu, tapi bagi Edelyn


tawa itu bagaikan lonceng dari neraka


Dion mengangkat tubuh Edelyn dan merebahkannya di ranjang, dia mengelus pelan punggung gadis itu agar cepat tertidur


Rasanya mata Edelyn sungguh lelah, dia mencoba untuk tidur.


Tapi bayang bayang Aiden dan Daddy-nya selalu menghantui


Edelyn yakin pasti terjadi sesuatu dengan Daddy-nya,


*****


Tak terasa kini sudah pagi, orang orang di rumah itu sedang disibukkan dengan persiapan acara pernikahan anak bosnya


Suara gaduh dari orang orang itu berhasil membangunkan Edelyn dari tidurnya, dia duduk menyandar di ranjangnya dan mengamati tiga orang wanita yang entah sejak kapan sudah berada di kamarnya


Edelyn turun untuk membuka jendela yang ada di kamarnya, suara gemerincing dari rantai mengalihkan atensi tiga wanita itu


" Nona sudah bangun...?" tanya salah satu wanita itu


Edelyn tak menjawab, dia hanya memperhatikan wanita itu dalam diam.l


Ia melihat mereka sedang mengurusi gaun dan segala aksesoris untuk pernikahan


Edelyn tersenyum kecut, dia mengingat kalau hari ini adalah pernikahannya


Dulu ia fikir takdir sudah berubah, dia bisa mendapatkan kebahagiaan di kehidupan keduanya ini


Tapi ternyata perkiraannya salah, walaupun sudah mengambil langkah yang berbeda, tapi takdir kembali membuatnya menikah dengan Dion


Edelyn sungguh takut, rasanya lebih baik dia mengakhiri hidupnya saja daripada harus terjerat dalam belenggu rumah tangga Dion


*****


Terimakasih sudah berkunjung di ceritaku


Jangan lupa like vote dan comentnya guys

__ADS_1


see you next chapter 🥰🥰🥰


__ADS_2