Perjodohan Anak Sahabat

Perjodohan Anak Sahabat
Tragedi kelulusan


__ADS_3

Selamat pagi bosqoe


Akhir-akhir ini Aleta sibuk dengan untuk menyiapkan diri karena sebentar lagi ujian akhir.


Aleta ingin nilainya bagus dengan begitu dia bisa masuk ke universitas yang ia inginkan.


Di mana universitas itu salah satu kampus yang paling di rekomendasikan.


Banyak orang-orang sukses yang terlahir dari sana.


Aleta sudah memutuskan untuk menjadi penerus perjuangan sang Daddy.


Jika dulu Aleta enggan untuk menjadi perempuan kantoran, tapi sekarang ia sudah siap.


Melihat suami nya bekerja sendiri membuat Aleta mengubur cita cita nya untuk menjadi seorang dokter.


Aleta siap melepaskan cita cita itu, karena ia tau ia memiliki tanggung jawab besar sebagai ahli waris.


Dan Aleta paling tinggi suka jika ia harus mengandalkan orang lain.


Ia sudah berdiskusi dengan orang tua nya, dan mereka menerima nya dengan tangan terbuka, karena itu memang pilihan nya.


Begitu pun juga dengan Azzam, dia mempersilahkan Aleta memilih apapun yang ia inginkan asalkan itu memang dari hati nya, murni keinginan nya, tapi jika itu sebuah keterpaksaan Azzam tidak akan membiar iklan itu terjadi karena baginya kebahagiaan Aleta yang paling utama.


Dan waktu yang telah di nantikan oleh Aleta tiba, di mana ia kn menghadapi ujian akhir, dan Aleta murid satu satu nya yang memang mengharap kan ujian itu segera tiba.


Karena ia merasa terbebani dengan seragam yang masih melekat di dalam dirinya apalagi saat ini status nya sudah bukan lagi pera*an.


Aleta sangat happy, sedangkan Mentari yang melihat itu hanya geleng-geleng kepala karena ia tau ujian akhir salah satu keinginan nya.


Yang lain sibuk membaca buku, berbeda dengan Mentari, dan juga Aleta mereka sibuk dengan cerita apalagi jika bukan tentang bulan madu Aleta.


''Kau gila,'' ucap Mentari kaget.


''Diam bego,'' kesal Aleta.


''Ya mana bisa gitu, ku syok mengetahui jika kalian melakukan itu siang, dan malam, apa gak benyek tu punya mu, aku aja yang dengar nyilu sendiri,'' jelas Mentari.


''Setelah kamu menikah kamu akan tahu rasanya,'' jelas Aleta menggoda Mentari.


Mendengar itu Mentari jadi merinding.


Dan dalam tiga hari itu Aleta sangat fokus dalam ujian nya, dan Azzam pun mengerti, dalam tiga hari itu Azzam benar-benar tidak menggangu Aleta bahkan ia sering kali lembur karena takut Aleta terganggu.


Karena ia sudah memutuskan untuk berhenti mengajar setelah Aleta lulus.

__ADS_1


Tapi untuk sekarang ia masih aktif di sekolah.


Setalah hari terakhir ujian baru lah Aleta memutuskan untuk berlibur ke Bali bersama dengan teman teman dekat nya.


Azzam membawa Andra, sedangkan Aleta membawa Mentari.


''Gak terasa ya baby, kamu udah lulus aja,'' ucap Azzam.


''Ya hari berlalu dengan sangat cepat, dari kita di jodoh kan, bertemu sampai hari ini, rasa nya masih terasa mimpi,'' jawab Aleta.


''Setelah ini hanya menunggu hari kelulusan,'' lanjut nya.


Mereka sangat menikmati moment itu, karena setelah ini akan sangat jarang untuk mereka bisa berduaan seperti itu.


Karena Azzam harus mengurusi perusahaan.


Sedang kan Aleta sendiri harus kuliah, dan ia menargetkan kuliah nya harus segera selesai.


Setelah makan malam, Azzam mengajak Aleta menuju ke pantai.


Dan di sana Azzam akan melamar Aleta secara resmi, karena Aleta sendiri sudah selesai ujian.


Aleta yang melihat itu hanya menatap bingung, karena ini ke-tiga kali ia di lamar oleh orang yang sama.


Aleta cukup terkejut melihat dekorasi di depan nya ini, apalagi ada tulisan ' i love you '


Sekalipun Aleta sudah seringkali mendapatkan kata kata seperti itu, tapi entah kenapa Aleta selalu merinding kata mendapatkan pengakuan seperti itu.


Acara itu berjalan dengan sangat romantis, dan hanya di hadiri oleh. keluarga inti saja.


Bahkan kakek dan nenek mereka juga sama sama hadir.


Hari yang sangat berkesan untuk Aleta, dan bisa di pastikan jika itu adalah lamaran terakhir nya, karena Azzam menjadi bahan olok-olokan oleh keluarga nya, karena Azzam tidak tau jika keluarga nya akan datang.


Dan tanpa mereka sadari ada se seorang yang mereka kenal sedang memotret nya diam diam.


Dia salah satu musuh Aleta di sekolah nya, dan ia juga menyukai Azzam sejak pertama kali Azzam masuk.


Hari pun berlalu dengan cepat, mereka semua sudah kembali.


Sampai akhir nya hari kelulusan pun tiba.


Di mana mereka yang akan kembali ke sekolah setelah sekian lama.


Aleta pergi menggunakan mobil nya sendiri, karena Azzam akan terlambat datang sedangkan diri nya harus ke sekolah pagi pagi.

__ADS_1


Sampai di sekolah mereka langsung bergabung dengan grup masing masing.


Mereka bercerita karena kebanyakan dari mereka baru kembali berlibur.


Dung! Dung!


"Tes satu dua, Tes! Satu, dua Tes!"


"Kelamaan buk! Buruan dong, panas nih!" gerutu seorang siswi perempuan dengan nada tinggi nya membuka suara untuk protes.


Bukan tanpa alasan, mereka sudah di jemur di lapangan yang sangat terik.


Semua, siswa dan siswi yang baru selesai ujian itu sedang di kumpulkan di halaman sekolah, karena akan ada pengumuman kelulusan.


Ini, bukan hari senin. Akan tetapi, mereka di haruskan berkumpul sama seperti akan melangsungkan upacara bendera, tapi beda nya ia sudah cukup siang untuk berada di lapangan.


Maka tak heran, jika sampai ada murid yang protes, terlebih bagi mereka yang tidak mendapatkan tempat teduh.


Matahari yang sudah cukup terik seakan akan membakar kulit mereka.


Sementara itu, buk Yuni yang berada di depan langsung langsung menatap ke pada salah satu murid yang sudah berani memprotes nya.


"Mentari, apa kamu mau menggantikan ibu di sini?" tanya nya.


"Tidak perlu repot repot Buk, terimakasih. Saya masih sabar menunggu, tenang saja!" jawab Mentari dengan senyuman indah nya.


''Mentari,'' protes Aleta.


''Lagian, kenapa harus di lapangan,''protes nya.


''Di ruang kesenian juga lebar cukup menampung se angkatan kita, apalagi di aula cukup untuk satu sekolah,'' lanjut nya.


''Aku baru kemarin ke salon Aleta untuk mem percantik diri kan nggak lucu kalau besok nya sudah gosong'' ucap Mentari menjelas kan semua unek-unek nya


''Iya, tapi jangan pakai protes juga kali malu maluin,'' jawab Aleta yang merasa kesal dengan tingkah sahabat nya itu.


Sedang kan tak jauh dari mereka ada se seorang yang menetap Aleta dengan dendam.


''Tunggu lah beberapa menit lagi Aleta hidup mu akan hancur,'' ucap nya dengan senyum licik di wajah nya, dan setelah itu orang itu langsung mengirim kan foto Aleta, dan juga Azzam di grup sekolah.


Dan itu langsung membuat gempar.


Karena semua nya tidak pernah membayangkan hal seperti ini sebelumnya.


Ini akan menjadi tragedi di hari kelulusan Aleta.

__ADS_1


Lanjut gak bosqoe.


__ADS_2