
Hai besti.
Apa kabar ketemu lagi sama author.
Jangan lupa ucapkan bismillah sebelum memulai sesuatu ya bestie.
Setelah di rayu sedemikian rupa oleh Aleta, akhir nya Azzam menuruti Aleta dengan syarat mereka akan makan malam di sebuah restoran, dan Aleta tidak boleh menolak, jika tidak maka Azzam tidak akan mengantar kan Aleta, tentu saja Aleta mau toh hanya makan malam, diner romantis siapa sih yang gak suka.
Tanpa di minta pun Aleta akan mau dia tidak akan menolak hanya orang bodoh yang mau menolak ajakan diner dari orang yang kita cintai.
" Ayo Honey anterin aku pulang," ucap Aleta dengan sedikit memaksa.
" Baik lah aku akan antar kamu pulang, tapi dengan satu syarat yaitu dinner bersama ku malam ini gimana, " tawar nya pada Aleta.
" Tidak masalah, " jawab Aleta dengan tersenyum.
" Tapi aku tidak memiliki pakaian untuk di pakai nanti malam, " ucap Aleta pada Azzam.
" Kamu kayak orang susah aja baby, nanti kita ke salon juga beli baju di sana, " jawab Azzam dengan santai.
Aleta hanya menanggapi dengan tersenyum.Karena sejujur nya Ia hanya menggoda Azzam calon suami nya tersebut.
" Bisa gak sih jangan tersenyum kayak gitu, " ucap Azzam protes.
" Lah emang nya kenapa? " tanya Aleta bingung.
" Salah nya di mana, " ucap Aleta, karena Azzam tak kunjung kunjung menjawab pertanyaan nya.
" Masalah nya adalah senyuman mu membuat ku lemah tak berdaya, " jawab Azzam menggoda Aleta.
" Ih, " jawab Aleta yang nampak geli dengan jawaban Azzam.
" Dan setelah itu mereka tertawa bersama karena kelakuan abstrak kedua nya.
Mereka yakin jika ada orang lain di dekat mereka orang itu akan mengira mereka gila dan merasa geli dan dengan kedua nya.
Tapi apalah daya itu yang di nama kan cinta, jika sudah begitu maka dunia bagaikan milik berdua yang lain nya hanya ngontrak.
Dan itu terbukti pada hubungan Azzam, dan Aleta mereka akan abstrak se abstrak abstrak nya saat mereka bersama.
" Baik lah kalau begitu ayo pamit ke mama, kita pergi sekarang, dan saat kamu bersiap-siap aku akan menyiapkan tempat yang spesial untuk kita berdua. "
__ADS_1
" Dengan senang hati Honey ayo kita pergi dinner romantis let's go, " ucap Aleta dengan semangat.
Mendengar itu Azzam hanya tersenyum begitu pun sebalik nya.
Mereka berdua turun ke bawah untuk menemui Mama Rani.
Dan kebetulan mama Rani sedang bersantai di teras rumah nya, sedang menunggu papa Teo yang sudah dalam perjalanan pulang.
Karena sebelum nya papa Teo ada perjalanan ke luar negeri selama 3 hari dan sekarang waktu nya dia pulang dan sudah tiba di Indonesia dengan selamat dan mama Rani bersyukur dengan itu.
" Ma,'' panggil Aleta pada Rani.
" iya sayang kenapa? " tanya mama Rani pada Aleta.
" Aleta pamit dulu, " pamit Aleta.
" Iya sayang hati-hati ya salam untuk daddy, dan mommy. "
Aleta hanya mengganggu dan mengatakan " terima kasih kue nya mah. "
" Kalau kurang bilang ya sayang, mama akan buat kan untuk kamu," ucap Mama Rani pada Aleta.
" Azzam anterin Aleta dulu ya ma, " pamit Azzam pada mama nya.
" Hati-hati jangan ngebut-ngebut.''
Azzam hanya mengganggu sebagai jawaban iya
Setelah berpamitan kepada mama Rani, mereka pergi dari rumah mewah tersebut.
Azzam menarik tangan Aleta, menggenggam nya erat se akan akan takut Aleta akan pergi.
Akhir nya setelah drama perijinan pulang sudah di dapat, Aleta bisa menghela nafas lega.
Gadis itu menoleh. menatap pria yang sedang fokus di balik kemudi nya.
Senyum terukir manis di sana, merasa jika ini adalah sebuah mimpi bagi nya.
Bagaimana pria se-mapan, se tampan dan di gilai banyak wanita di luar sana bisa berakhir dengan nya, seorang gadis SMA yang baru beranjak dewasa?
Lagi dan lagi perasaan tidak pantas itu muncul membelenggu hati nya.
__ADS_1
"Kenapa?" tanya Azzam saat melihat calon istri nya tersebut sedang menatap nya dengan intens.
" Aku cuma sedang berpikir kenapa kamu mau menikahi ku, apa kelebihan ku, aku cuma anak SMA, sedangkan kamu? kamu terlampau sempurna untuk aku miliki, untuk ukuran gadis seperti ku?." tanya Aleta serius.
" Aku bukan tidak percaya atau meragukan cinta mu, atau merasa apa lah aku hanya penasaran aja, " lanjut Aleta.
"Cinta tidak butuh alasan, bukan? Dan stop berpikiran seperti itu!" jawab Azzam serius.
" Kau tahu baby aku tidak pernah merasakan kebahagiaan seperti ini, kebahagiaan yang terasa lepas kebahagiaan yang entah bagaimana rasa nya, sulit untuk di jabarkan, ku gak tahu harus berterima kasih seperti apa kepada orang tua kita karena telah menyatukan kita, " lanjut Azzam dengan menggenggam tangan Aleta.
Aleta yang mendengar itu hanya tersenyum, dan menatap calon suami nya itu lamat-lamat, Ia juga merasakan apa yang di rasakan oleh Azzam hanya saja ia pandai menutupi nya, karena terlalu malu jika ia terlalu agresif di depan calon suaminya tersebut.
" Ini lumayan cukup jauh dari jarak rumah kamu Honey sebenar nya kita mau ke mana, " heran Aleta saat melihat jalanan yang tampak nya agak jauh dari rumah kedua nya.
" Kita akan dinner di tempat yang spesial baby jadi tak masalah kan jika aku menculik mu malam ini."
" Mana ada menculik masih pamit pada orang tua, kamu ini aneh-aneh aja, " ucap Aleta dengan menggelengkan kepala nya melihat kelakuan calon suami nya tersebut.
Setelah hampir 1 jam perjalanan Aleta, dan Azzam sampai di tempat salon yang sangat mewah dan sangat elegan dan salon tersebut hanya untuk kalangan menengah ke atas.
Jangan lupa kan jika sudah masuk ke salon yang Azzam rekomendasikan untuk Aleta tersebut berarti orang itu sudah mapan untuk masalah ekonomi nya, karena perawatan di sana cukup mahal, tapi juga memuaskan tak heran jika banyak anak bangsawan anak para pejabat istri-istri pengusaha rela mengantri hanya untuk perawatan di sana dan juga rela membayar harga yang cukup fantastis karena tidak mengecewakan.
Privasi, kenyamanan adalah hal yang paling utama mereka jaga, dan mereka tidak menerima sembarang orang, mereka yang masuk ke sana harus memiliki identitas yang lengkap jika tidak maka mereka tidak bisa masuk.
Aleta menyatukan alis nya saat mobil Azzam tiba-tiba berhenti di depan salon yang wow tersebut.
" Serius di sini? " tanya Aleta, pada
Azzam.
Mendengar itu Azzam hanya menyatukan alis nya tidak paham apa yang di maksud kan oleh Aleta.
" Emang nya kenapa ada yang salah. "
" Tidak hanya saja ini terlalu berlebihan jika hanya untuk makan malam, " jawab Aleta.
" Tapi ini akan timpal dengan apa yang akan kita lewati malam ini, malam ini malam yang spesial untuk kita, jadi semua nya harus terlihat dengan sempurna, " jelas Azzam.
Akan kah acara itu akan berjalan dengan lancar.
Semoga aj ya bestie.
__ADS_1