Perjodohan Anak Sahabat

Perjodohan Anak Sahabat
Ketegangan


__ADS_3

Lanjut bestie.


Di lapangan itu mereka semua tiba tiba tidak terkendali, karena foto yang beredar di grup sekolah, bukan hanya di grup kelas, tapi sudah di grup sekolah di mana kepala sekolah, dan juga wakil kepala sekolah ada di grup tersebut.


Begitu pun juga dengan guru-guru lain nya.


Aleta juga mendapatkan foto nya bersama dengan Azzam.


''Semua nya tenang tenang taruh hand phone nya semua, ini acara pengumuman bukan kelulusan jadi, harap fokus siapa tau nama kalian tidak ada di daftar yang lulus,'' ucap kepala sekolah untuk mengalihkan fokus mereka.


Barulah mereka kembali ke posisi semula dan tidak berisik seperti tadi.


Sedang kan Aleta sendiri dia bungkam tidak, dan juga tidak memberikan reaksi apa-apa.


Pengumuman ke lulusan di baca kan oleh kepala sekolah dan mereka semua di nyatakan lulus 100%.


Setelah itu mereka bubar.


Karena hubungan Azzam dan juga Aleta sudah tersebar, jadi mereka menjadi buah bibir di sekolah tersebut.


Bahkan semua guru pun sudah mengetahui, dan juga ikut membicarakan Azzam, dan juga Aleta.


Banyak yang menghakimi hubungan mereka, apalagi orang-orang yang mengidolakan Azzam tak terkecuali guru guru perempuan yang mengajar di sekolah itu.


Banyak yang tidak terima dengan hubungan mereka.


Apalagi mereka sebelum nya adalah guru dan murid.


Saat ini mereka semua sedang berkumpul di ruang rapat.


Karena kehebohan tentang hubungan Azzam, dan juga Aleta yang tidak dapat di kendalikan.


Mereka terpaksa harus segera mengambil tindakan.


Mereka semua sangat antusias membicarakan topik terpanas di sekolah tersebut.


''Ini bagaimana bisa terjadi sih,'' ucap Siska.


''Aku tahu jika sekolah ini milik pak Azzam, tapi bukan berarti dia bisa melakukan semau nya di sekolah ini, tanpa melihat aturan sekolah,'' ucap nya dengan kesal.


Karena Siska salah satu guru yang mengejar Azzam tanpa lelah, tanpa malu, dan tanpa sungkan sedikit pun.


Seharusnya kata-kata itu cocok untuk nya, bukan untuk Azzam.


''Aku setuju sih, bagaimana jika berita ini tersebar luas, udah sekolah kita yang akan menjadi taruhan nya,'' jawab yang lain nya.


''Tapi kita tidak tahu bagaimana kejadian yang sesungguh nya, lagian Aleta sendiri pun sudah lulus dari sekolah ini,'' jelas guru yang satu nya yang tidak ingin ambil pusing dengan masalah orang lain.


''Aku sering melihat Pak Azzam mengobrol dengan Aleta, tapi itu hal normal,'' jawab guru laki laki yang ada di sana.


''Tapi tetap aja, Pak mana ada guru dan murid nya pacaran di sekolah, kita nggak boleh membenarkan gitu aja dong sebagai guru kita harus memberi kan contoh yang baik pada murid murid,'' jawab Siska dengan sewot.

__ADS_1


''Aku sih terserah mereka, toh jika masalah ini tersebar Aleta sudah di nyatakan lulus, tidak ada yang bisa menuntut,'' jawab guru yang ada di sana.


Mereka memang berkumpul untuk mengadakan rapat permasalahan Azzam, dan juga Aleta.


Tapi yang terjadi mereka sibuk dengan opini mereka sendiri-sendiri.


''Apakah Pak Teo tau masalah ini?'' tanya Siska.


Siska masih tidak terima kalah dari Aleta.


''Masa iya, aku kalah sama murid yang bau kencur,'' batin nya kesal.


''Mungkin sebentar lagi pak Teo akan di hubungi,'' jawab wali kelas Aleta.


Satu satu nya guru yang tidak ikut ikutan.


Sedangkan Azzam sendiri menghubungi papa nya.


Mengatakan jika hubungan nya dengan Aleta terbongkar, dan mau tidak mau itu harus segera di tangani jika tidak masalah itu akan menggangu istri nya.


''Kamu tenang aja Boy, Papa akan selesaikan hari ini juga, dan akan membuat mereka yang berbicara buruk tentang menantu kesayangan Papa akan bungkam, apakah perlu Papa membawa calon mertua mu?'' tanya Papa Teo .


''Terserah Papa aja, jika menurut Papa itu di perlukan maka tidak masalah,'' jawab Azzam.


''Baiklah kalau gitu Papa tutup dulu telpon nya.''


''Hem,'' jawab Azzam.


''Bagaimana apakah om Teo akan ke sini?'' tanya Frengki.


Frengki adalah teman kuliah Azzam dan kebetulan dia juga mengajar di sekolah itu untuk menghilangkan jenuh menjadi pemimpin perusahaan.


''Papa akan ke sini,'' jawab Azzam.


''Baguslah lagian masalah ini harus segera di selesai kan,''jawab nya.


''Setelah Aleta keluar apa, kamu juga akan keluar dari sekolah ini?'' tanya Frengki serius.


''Iya, karena memang pada awal nya aku berada di sini hanya untuk memantau Aleta atas permintaan papa,'' jujur Azzam.


''Ya udah kalau mau gitu kita ke ruang rapat aja, sebentar lagi papa mu pasti datang,'' ajak Frengki.


Azzam mengangguk.


Setelah sampai di depan ruang rapat Azzam mendengar beberapa guru membicarakan tentang nya dan juga Aleta dengan perkataan yang tidak bisa Azzam terima.


''Aku bisa terima jika mereka tidak setuju dengan hubungan ku sama Aleta, tapi aku tidak terima, jika mereka mengatakan aku menyalahgunakan kekuatan papa,'' ucap Azzam emosi.


Tanpa permisi Azzam masuk.


Dan orang yang berada di ruangan itu langsung bungkam.

__ADS_1


''Kenapa diam, aku dengar tadi ada yang semangat banget menjelek-jelekkan hubungan Azzam dan juga Aleta, kenapa sekarang malah diam kayak patung,'' ucap Frengki.


''Silakan duduk Pak Azzam, dan juga Pak Frengki,'' ucap guru laki-laki yang berada dekat nya.


''Tidak perlu repot-repot, saya sedang menunggu kedatangan papa saya, bukan kah itu yang kalian tunggu dari tadi,'' sindir Azzam.


Sedangkan Frengki memilih duduk agak jauh dari mereka semua.


Rasa nya sangat males jika harus bergabung dengan mereka.


Tak berselang lama orang yang di tunggu datang bersama dengan sekertaris nya.


Pakaian nya sangat rapi, formal, dan juga sangat berkelas.


''Selamat datang Tuan,'' ucap salah satu dari mereka.


Papa Teo cuma mengangguk sebagai jawaban.


''Azzam duduk,'' pinta Papa Teo dengan tegas.


Sekalipun, males Azzam tetep duduk.


''Apa masalah nya?'' tanya Papa Teo dengan tegas.


Dan ini adalah kesempatan Siska untuk membuat pemilik sekolah tersebut marah, karena anak nya sudah melanggar peraturan sekolah.


''Mohon maaf sebelum nya Tuan Teo,'' ucap Siska.


''Lanjutkan jangan basa-basi, saya sibuk,'' jelas Papa Teo dengan tegas.


''Ada seorang guru yang melanggar peraturan sekolah,'' jelas nya.


''Yang mana.''


''Guru dan murid tidak boleh berpacaran di sekolah,'' jawab Siska dengan tegas.


''Terus.''


''Pak Azzam memiliki hubungan dengan murid nya sendiri,'' jelas Siska.


''Betul begitu Azzam?'' tanya sang papa.


''Bener itu tidak salah,'' jawab Azzam dengan tegas.


Siska yang mendengar itu langsung lemes, dia masih tidak menyangka jika berita itu benar adanya.


''Ini tidak bisa di biarkan,'' ucap Siska dengan keras.


''Panggil gadis itu ke sini!'' perintah Papa Teo dengan tegas.


Apa yang akan terjadi setelah nya.

__ADS_1


Tunggu di episode berikut nya ya bosqoe


__ADS_2