Perjodohan Anak Sahabat

Perjodohan Anak Sahabat
Jadi obat nyamuk


__ADS_3

Pagi semua.


Dan setelah ekskul itu selesai mereka semua pulang.


Tapi tidak dengan Aleta ia masih menunggu sang supir yang tak kunjung kunjung datang.


Inilah yang Aleta tak suka jika harus di antar jemput. Harus menunggu.


Dan kata menunggu itu sangat lah lama untuk Aleta.


Farhan memarkirkan motor sport milik nya di pinggir jalan setelah melihat Aleta sedang berdiri di depan halte.


Pemuda itu melepaskan helm yang melindungi kepala nya setelah berdiri di hadapan gadis yang menatap nya bingung.


"Farhan," ucap nya.


"Hai," sapa Farhan.


"Aku pikir siapa," Aleta mengelus dada nya lega. Semenjak kejadian beberapa hari kemarin, ia sedikit trauma dengan pria yang memakai motor.


Entah lah Aleta hanya tak ingin kejadian buruk itu kembali terulang lagi.


Aleta merasa kapok dengan itu semua.


Penculikan, perkelahian rasa nya Aleta sudah bengah dengan itu semua.


"Maaf, hehe. Kamu ngapain di sini?" Tanya Farhat.


"Nunggu supir yang mau jemput, belum juga datang datang," jawab Aleta.


"Oh. Mau bareng?" Tawar nya seraya menunjuk motor nya.


" Tidak terima kasih, " tolak Aleta.


"Oh begitu, ya udah aku temenin ya sampai sopir kamu datang," ucap Farhat.


Sedang kan Azzam kesal melihat pemandangan di sebrang jalan sana membuat hati nya kembali dongkol.


Lagi dan lagi ia harus kalah dengan pemuda itu.


Niat hati Azzam ingin menghampiri Aleta, namun malah kecolongan ketika sedang membeli minuman.


Terpaksa, minuman tersebut ia teguk sampai habis, lalu membuang nya ke tong sampah kecil yang tersedia di dalam mobil nya.


Ah rasa dingin minuman tersebut kenapa terasa panas begitu melewati tenggorokan nya.


"Oke Azzam, kita pulang saja!" Ucap nya kesal. Namun nyata nya, sudah 10 menit berlalu pria itu masih tetap disana, memperhatikan nya.


"Memang nya sopir kamu masih dimana?" Tanya Farhat karena ia sudah lama di sana.


"Kejebak macet, kata nya ada kecelakaan mobil jadi sementara polisi membuka tutup jalan nya," jawab Aleta.


Ya, tadi Aleta sempat menelpon dan sopir tersebut pun mengatakan jika ada sebuah kecelakaan, jadi kemungkinan sopir tersebut pun akan telat menjemput nya.


"Ya udah aku anterin aja, gak apa-apa ko, percaya sama aku," ucap nya dengan yakin.

__ADS_1


"Tapi serius, aku takut Han," jujur Aleta.


"Gak apa-apa, aku pelan-pelan bawa nya," jawab Farhan.


Ragu apakah harus menerima nya atau tidak, tetapi jika menolak dan menyuruh pemuda itu pergi mau sampai kapan diri nya menunggu seperti ini.


Yang ada nanti dia di ganggu lagi oleh berandalan jalan seperti kapan hari itu.


Tapi setelah di pikir pikir tidak ada salahnya juga.


"Bo-"


Namun ketika kata tersebut belum selesai terucap, suara klakson mobil di sebelah nya membuat ke dua nya terkejut.


"Woi-" Sungut nya berapi-api.


Namun sebelum gadis itu melanjutkan umpatannya, pria tersebut keluar dengan tampang yang begitu menyebalkan seperti biasa nya.


"Apa?! Mau ngomel-ngomel hah?" Sahut pria yang baru saja turun dari mobil tersebut.


Dia menarik paksa tangan Aleta dan memeluk nya begitu gemas.


Sementara Aleta, gadis itu mencoba melepaskan diri dari pelukan nya.


Membuat Farhan dengan refleks hampir melayangkan pukulan jika Aleta tidak menahan nya.


" Ini kakak aku," ucap Aleta.


"Maaf kak, aku pikir-" Ah ****! Farhan pikir dia adalah pria brengsek yang menginginkan Aleta dengan paksa.


"Okay no problem." Sahut pria bertubuh tegap dan tinggi tersebut.


Kedatangan Arion merupakan pertolongan dari Tuhan, ia menjadi lega karena tidak perlu pulang dengan Farhan.


Bukan nya tidak mau, hanya saja Aleta benar-benar takut menunggangi kuda besi berbodi besar seperti itu.


"Lagi ngapain sih?" Tanya Arion gemas.


"Nunggu pak Doni."


"Si botak di tungguin, pulang sama Abang aja yuk," ucap Arion dan langsung menyeret tangan Aleta tanpa memperdulikan Farhan yang berdiri di sebelah nya.


"Farhan thanks udah nemenin aku." Teriak nya setelah Arion mendorongnya masuk kedalam mobil. Sementara Farhan, pemuda itu hanya mengangguk seraya tersenyum tipis.


" Oh sialan, siapa lagi pria itu? " Umpat Azzam.


Azzam sudah bersiap untuk mengikuti mereka. Ia hanya memastikan jika pria tersebut bukan lah kekasih dari Aleta.


Ya tuhan, Azzam merasa menjadi pria penguntit saat ini karena mengikuti mobil pria yang membawa murid nya itu.


"Loh bang, mau kemana dulu?" Tanya Aleta.


" Kata nya mau antar aku pulang, " lanjut Aleta karena mobil itu malah berbelok pada sebuah universitas di dekat sekolah nya.


"Jemput pacar Abang dulu ya dek, sebentar aja," jawab nya,

__ADS_1


Kenapa tidak bilang dari tadi, kalau tahu begitu Aleta mending pulang dengan Farhan saja dari pada harus menjadi nyamuk di antara orang yang sedang jatuh cinta.


"Jangan lama-lama, laper!" Ucap Aleta.


"Asyiap boskuh," jawab Arion.


Terpaksa Aleta harus berpindah ke jok belakang karena tidak mungkin diri nya memisahkan 2 sejoli tersebut.


"Gini nih jomblo, numpang mobil orang jadi obat nyamuk!" Kesel nya.


Ck!


Dari kejauhan, Aleta melihat Arion sedang menggandeng mesra kekasih nya.


Penampilan wanita itu terlalu terbuka bagi seorang mahasiswi, bahkan terlalu sexy.


"Loh, bukan nya pacar nya kak Isabel ya, kenapa-"


"Itu siapa sayang." Tanya wanita itu ketika melihat Aleta turun dari mobil kekasih nya.


"Adik aku, kenalan gih."


Wanita cantik itu tersenyum lalu mengulurkan tangannya begitu ramah.


"Hello." Ucap nya.


Wanita itu sempat bingung harus berbicara menggunakan bahasa Indonesia atau Inggris setalah kekasih nya itu mengatakan jika dia baru datang dari luar negeri.


"Hello kak, aku Aleta," jawab Aleta sopan meski pun ia tidak terlalu suka dengan kekasih Abang nya itu tapi Aleta tidak akan lakukan karena ia hanya ingin menghormati keputusan saudara laki-laki nya tersebut.


"Salam kenal ya cantik, aku Verry."


Tadi nya Arion akan mengantarkan Aleta terlebih dahulu karena gadis itu terus saja mengeluh kelaparan, namun Verry mengusulkan untuk makan di cafe saja.


Takut jika adik kekasih nya sakit jika tetap memaksa untuk mengantarkan nya.


"Bayarin ya?"


"Sejak kapan kalau jalan-jalan gak pernah di bayarin, ha?" Pria yang sedang menyetir itu menoleh sejenak, lalu kembali fokus ke jalan setelah mencubit pipi adik nya.


"Kak Verry ko mau sih sama bang Arion, dia kan buaya." Ucap Aleta.


Ariom merasa menjadi pria brengsek jika sudah bersama adik nya.


"Apalagi kalau bukan cinta," jawab Verry.


Cih!


Cinta cinta taik kucing.


Aleta menjadi sebal mendengarnya.


Tidak bisakah menghargai diri nya yang jomblo ini. Lihatlah mereka, bermesraan di hadapan nya bahkan mengacuhkan nya.


" Sangat menyebalkan! " Batin Aleta dengan perasaan dongkol.

__ADS_1


Dan entah kenapa Aleta lebih suka dengan Isabella untuk menjadi pendamping sang Abang, dari pada Verry.


Lanjut besok ya bestie


__ADS_2