Perjodohan Anak Sahabat

Perjodohan Anak Sahabat
Hari pertama ke kampus


__ADS_3

Sudah se bulan sejak hari kelulusan Aleta.


Dan seperti biasa hari ini Azzam akan pergi ke kantor.


Azzam sangat malas tapi, ia sadar dengan tanggung jawab yang ia pegang, jadi mau tidak mau ia harus berangkat.


Sedangkan Aleta menyediakan semua keperluan sang suami nya dari baju, air bahkan dasi pun Aleta yang berinisiatif untuk memasang kan nya.


Aleta pikir itu akan susah, tapi setelah beberapa bulan menjadi seorang istri ternyata tidak sesusah yang ia bayangkan.


Jika kita memakai hati, semua nya akan di mudah kan.


Aleta yang biasanya tidak ingin terjun langsung ke dapur.


Kini setiap pagi iya sudah tak canggung lagi, jika harus terjun ke dapur sekali pun tidak mahir.


Tapi udah kemajuan yang sangat pesat.


Dan sekarang Aleta sedang menemani suami nya sarapan, dan dengan telaten Aleta menyiapkan nya.


Dan setelah itu Azzam pergi ke perusahan, sedangkan Aleta sendiri sedang menyiapkan semua keperluan nya untuk ospek besok.


Karena besok ia sudah mulai ke kampus.


Dan Aleta berencana untuk mengantar kan makanan siang untuk sang suami.


Sesuai permintaan mama nya ia harus bisa menyiap kan semua nya untuk sang suami, agar suami nya itu tidak merasa kekurangan.


Dan itu bisa membuat rumah tangga nya langgeng.


Setelah selesai Aleta mencari resep makanan yang sekira nya ia bisa masak tanpa gagal.


Karena Aleta tidak yakin bisa masak, jadi, ia meminta chef di rumah itu untuk mengajari nya.


Ke esok kan hari nya, sudah hal yang biasa, jika bangun tidur badan Aleta pegal semua.


Itu di karena kan tugas malam sebagai se orang istri dia lakukan dengan baik.


Jam 05.00 pagi Aleta sudah berada di dapur untuk memasak sarapan, dan makan siang sekaligus untuk sang suami.


Jam 06.00 semua nya sudah beres, tinggal menata nya aja.


Aleta pamit pada orang yang berada di dapur karena ia harus bersiap siap juga, karena hari ini adalah hari ospek nya.


Setelah memastikan sang suami mandi, Aleta menyiap kan keperluan nya sendiri, dan juga sang suami.


Dan sekarang mereka sudah berada di depan kampus.


Aleta merasa sedikit kesulitan dengan barang barang bawaan nya, dan juga banyak nya hiasan-hiasan yang menempel di tubuh nya.


Tapi semua itu juga mengurangi pesona dari Aleta Pratama.


''Kamu masuk lah,'' ucap Azzam


Aleta menggeleng.


''Kenapa?'' tanya Azzam heran.


''Aku akan sendirian, Mentari, dan Tika masih belum sampai,'' jelas Aleta khawatir.

__ADS_1


''Mau aku temenin?'' tanya Azzam penuh perhatian.


''No,'' jawab Aleta dengan tegas.


''Kenapa?'' tanya Azzam melihat respon istrinya tersebut.


''Kamu akan menjadi pusat perhatian.''


Jawaban yang simpel, tapi penuh dengan makna.


''Apakah mas akan kesiangan jika aku menahan di sini?'' tanya Aleta


Setiap hari panggilan Aleta selalu berbeda kadang mas, honey.


Dia panggilan yang biasa Aleta berikan pada sang suami.


''Aku nggak papa baby, tidak akan yang ada yang marah lagian jam kantor itu jam 08.00.''


''Aku sudah menyiapkan makanan untuk mas, untuk kak Andra, dan juga kak Ana,'' jelas Aleta.


''Jangan pelit, kasih pada mereka aku sudah menyiapkan yang khusus untuk mas,'' lanjut Aleta


Karena Mentari, dan juga Tika sudah berada di perjalanan jadi, Aleta memutuskan untuk masuk.


''Mentari , dan juga Tika sudah berada di jalan, aku akan masuk,'' jelas Aleta dengan mengelus pipi Azzam dengan sayang.


''I love you Mas,'' ucap Aleta.


''Me too Baby,'' jawab Azzam.


Sebelum turun Aleta mengambil tangan Azzam untuk ia bersalaman.


''Iya tau mas,'' jawab Aleta gemes dengan suami tampan nya tersebut.


Hari-hari menjadi menantu dari keluarga Al fahrizal sangat lah bermakna untuk Aleta sendiri.


Banyak pelajaran yang Aleta tidak dapatkan di mana pun.


Banyak momen-momen di mana ia selalu bersyukur atas pilihan orang tua nya.


Setelah Aleta turun Azzam menghubungi se se orang.


''Awasi terus jangan sampai istri ku kenapa kenapa, lapor kan semua yang terjadi di dalam sana!'' perintah Azzam dengan tegas.


Sedang kan saat ini Aleta menjadi pusat perhatian.


Aleta merasa tidak nyaman dengan tindakan mereka semua.


Seakan-akan mereka akan mengikuti nya hidup hidup.


Aleta tidak tahu apa yang salah dengan penampilan nya.


Karena bukan hanya di diri nya yang berpenampilan aneh.


Semua mahasiswa mahasiswi baru memakai apa yang sudah di wajib kan.


Seperti biasa Aleta akan cuek.


Iya malah sibuk dengan hand phone nya, untuk menghubungi Mentari .

__ADS_1


Karena sibuk dengan hand phone nya Aleta tidak memperhatikan jalan nya.


Dan tiba-tiba ia menabrak se seorang.


''Aw,'' teriak nya, karena bokong nya menyentuh lantai.


''Maka nya kalau jalan hati hati,'' jawab orang itu yang ingin membantu Aleta.


Tapi Aleta menggeleng, ia berusaha bangun sendiri, karena ia harus menjaga diri nya di mana pun ia berada.


Saat dia mah belum menikah pun Aleta tidak akan sembarangan mau menerima bantuan dari orang sekalipun itu di tempat ramai.


''Maaf Kak, aku nggak sengaja,'' ucap Aleta.


''Tidak masalah, lagian aku juga tidak memperhatikan jalan,'' jelas laki laki tersebut.


Ada se seorang yang memperhatikan mereka, dari sudut pandang yang berbeda.


Sedangkan laki-laki yang di tabrak oleh Aleta selalu menatap nya.


Dan dari tatapan nya Aleta yakin, jika orang itu sedang memikirkan nya.


Dan dengan segera Aleta berlalu begitulah saja.


Aleta sudah membangun benteng, agar ia tidak terlalu banyak berinteraksi dengan orang di kampus.


Apalagi Aleta yakin jika orang itu adalah senior nya.


Dari pengalaman kakak sepupu nya banyak senior yang akan memperlakukan junior dengan semena-mena.


Dan Aleta tidak ingin waktu nya yang tenang harus terganggu.


Setelah Aleta pergi orang itu berkata,' cantik '


Seperti nya laki-laki itu menyukai Aleta dari pandangan pertama.


Tanpa ia tahu orang yang dia kagumi sudah menjadi jadi istri orang.


Persona Aleta memang tidak perlu di lakukan lagi.


Banyak yang menginginkan nya,. tapi mereka tidak pernah berhasil.


''Dia siapa?'' tanya salah satu mahasiswi yang melihat kejadian barusan.


''Entah.''


''Tapi, dia sangat cantik, aku yakin dia akan menjadi primadona di kampus ini,'' jelas yang satu nya.


''Kecantikan nya sangat alami.''


''Jika Kak Wulan tau, bisa tamat tu anak.''


Wulan adalah mahasiswi semester 4, dia terkesan sombong, dan tidak ingin ada yang lebih cantik dari nya.


Jika ada, maka orang itu akan di-bully.


Dan sepertinya hari-hari Aleta tidak akan tenang berada di kampus itu.


Karena pesona Aleta tidak biasa.

__ADS_1


Lanjut gak bestie.


__ADS_2