
Pagi bestie.
Bel telah berbunyi sedari tadi petanda jika semua murid telah di perbolehkan pulang.
Tapi tidak dengan siswa siswi yang mengikuti ekstrakurikuler.
Karena mereka harus menyelesaikan nya setelah pulang sekolah begitu pun juga dengan Aleta.
Sesuai permintaan Mentari tadi pagi yang mengajak nya untuk mengikuti ekskul, kini Aleta berada di barisan kursi bersama dengan teman-teman yang lain nya.
Meskipun sedikit malas, tetapi dari pada tidak ada kegiatan lain, tidak ada salah nya juga mengikuti ekskul ini.
Sudah lima belas menit Aleta berada di ruangan kesenian tersebut tapi sang guru ekskul masih belum tiba begitu pun juga dengan beberapa siswa dan siswi mereka juga terlihat masih ada di luar.
Karena memang ekskul akan di mulai setelah jam pulang sekolah dan mereka di beri istirahat selama dua puluh menit baru semua ekskul akan di mulai.
Dan bel untuk ekskul sudah berbunyi pertanda jika sebentar lagi guru itu akan masuk begitu pun juga dengan semua murid.
Aleta melihat semua kursi telah di isi.
Karena ini untuk pertama kali nya Aleta ikut ekskul jadi ia tidak tau siapa yang akan ngajar.
Saat ia hendak bertanya pada Mentari tiba tiba guru itu datang dengan wajah datar nya.
"Selamat siang semua nya," sapa nya.
" Loh, itukan- " batin Aleta.
" Jadi yang mengajar ekskul ini adalah pak Azzam. "
Aleta terus menatap pria yang terlihat membawa sebuah gitar di tangan nya itu apakah benar pria yang di lihat nya sekarang adalah pak Azzam pikir nya.
"Maaf saya sedikit terlambat. Ada sedikit urusan tadi," ucap Azzam setelah ia duduk di kursi nya.
"Oke semua nya. Apakah kalian sudah siap?" Tanya nya.
"Siap!" Jawab semua murid.
Namun satu hal yang baru ia sadari, ternyata pada deretan kursi ke 3 terlihat sosok gadis yang sedang fokus memperhatikan nya.
"Aleta." Gumam nya.
Di tatap seperti itu membuat Azzam menjadi salah tingkah, lantas ia berdehem dan segera memulai pelajaran nya.
"Kalian tahu apa yang sedang saya pegang ini?"
"Gitar," jawab semua nya.
"Betul sekali! Alat musik gitar yang sangat populer apalagi di kalangan kaum muda. Gitar dapat menghasilkan berbagai musik populer yang tentu nya sudah tidak asing lagi di telinga kita. Selain itu, alat musik ini masuk ke semua jenis genre musik. Jadi hari ini kita akan belajar kunci-kunci gitar terlebih dahulu." Jelas nya.
" Sekarang ambil gitar kalian, " ucap nya
Karena memang seluruh siswa siswi memiliki semua nya seperti bola basket, bola voly, raket, gitar, biola dan bahkan piano pun mereka masing masing memiliki satu.
Ya wajar lah sekolah elit.
Masing-masing murid sudah memegang gitar ditangan nya, mengikuti arahan guru pembimbing yang mengajarkan nya.
Di saat yang baru pertama mempelajarinya sedikit kesusahan, berbeda dengan Aleta sendiri nampak enjoy memainkannya.
__ADS_1
Mentari hanya tersenyum melihat nya, ia sudah tau jika Aleta bisa memainkan nya.
Karena dia dan Aleta sering memainkannya dulu.
"Kamu udah bisa maen gitar?" Tanya seorang pemuda yang duduk di sebelah nya.
Dia adalah Farhan, murid kelas 12 B yang sama-sama sudah lihai dengan alat musik petik tersebut.
Tujuan nya mengikuti kelas ini hanya karena jenuh saja, dan juga karena ada seorang gadis yang sudah mencuri hati nya.
"Lumayan, gak jago-jago banget ko," Sahut Aleta.
"Itu udah jago loh."
"Bisa aja kamu."
Obrolan tersebut terus berlanjut, kedua nya saling memberi saran agar permainannya semakin bagus. Aleta yang mudah bergaul menjadi tidak canggung saat Farhan mengarahkan jari-jarinya untuk mempelajari kunci-kunci yang belum ia tahu.
"Coba sekarang pakai lagu." Titah Farhan.
"Nyanyi maksudnya?"
"Iya."
"Gak bisa aku, kamu aja yang nyanyi."
"Ya udah aku bakalan nyanyi sedikit lagu buat kamu."
"Buat aku?" Heran Aleta.
Farhan mengangguk, kemudian mulai memetik senarnya sehingga menciptakan alunan nada merdu.
"Pemandangan apa ini, kenapa terasa gerah sekali melihatnya, " ucap Prita itu.
Pria yang sedang mengajarkan beberapa murid lainnya mendengkus, rasanya ingin segera mengakhiri kelas ini.
"Oke. Apakah ada yang mau maju ke depan untuk bernyanyi?"
Namun semua murid hanya diam, sampai akhirnya Azzam sendiri yang menunjuk salah satu diantara mereka semua.
"Aleta."
"Aku?"
"Iya, memangnya siapa lagi disini yang bernama Aleta!"
Ah mendadak hati nya kembali kesal ketika melihat pemuda yang berada disebelah Aleta memegang jari-jarinya tadi.
"Silahkan maju."
Lalu Azzam meyerahkan gitar yang dipegangnya kepada Aleta.
" Ya Tuhan kenapa aku gugup, " batin Aleta.
Ya tuhan tidak biasanya Aleta menjadi gugup seperti ini.
Padahal ia sering bernyanyi dihadapan teman-temannya saat ia masih menetap di Amerika, namun kenapa rasanya kali ini sangat berbeda.
Apa karena Azzam yang terus memperhatikan nya, sehingga ia merasa gugup?.
__ADS_1
" Oh ayolah Aleta, bahkan pria itu hanya diam saja tidak melakukan apapun, " ucap nya untuk menyadarkan diri nya sendiri.
Lihatlah, bahkan jari-jari cantiknya nampak gemetar ketika mulai memetik senar tersebut.
Apa yang harus ia nyanyikan di depan sini? Tidak ada rekomendasi lagu apapun dalam otaknya.
Mengembuskan nafasnya perlahan sebelum memulai kembali permainan gitarnya,
"Ada rekomendasi lagu?" Tanyanya.
Karena ia benar-benar tidak tahu harus menyanyikan lagu apa.
"Apa aja Aleta, yang penting lagu tersebut sedang menggambarkan orang yang sedang jatuh cinta." Usul Farhan yang tiba-tiba memberi ide.
" Oh jatuh cinta, ya udah, yang biasa aku mainin aja ya. Maaf kalau suaranya gak enak." Ucapnya seraya menatap Azzam yang juga tengah menatapnya.
So, I say a little prayer
And hope my dreams will take me there
Where the skies are blue
To see you once again, my love
Overseas, from coast to coast
To find the place I love the most
Where the fields are green
To see you once again
(My love)
Say a little prayer (my sweet love)
Dreams will take me there
Where the skies are blue (woah, yeah)
To see you once again
Overseas, from coast to coast
To find the place I love the most
Where the fields are green
To see you once again
My love
Azzam tersenyum ketika tatapan mereka bertemu ketika sebuah reff pada lagu tersebut seperti untuknya, ia merasa gugup karena tatapan murid tersebut yang membuat hatinya kembali berdebar.
Bukan hanya sekali dua kali perasaanya seperti ini mucul, jika boleh dirinya mengaku, setiap kali bertemu, hatinya selalu berdebar kuat. Apakah benar jika dirinya telah jatuh cinta?.
Tapi Azzam tidak seyakin itu.
Gimana nih bestie setuju Aleta sama Farhan apa sama guru tampan.
__ADS_1
Koment di bawah ya