
Lanjut bestie.
Setelah tahu akan ada pesta hari kelulusan, Aleta, dan Mentari pergi untuk berbelanja keperluan mereka.
Karena di group sudah ada beberapa peraturan, di mana mereka harus menggunakan baju serba putih.
Karena kelas mereka banyak jadi mereka harus menyesuaikan nya, agar tidak ter bentrok dengan kelas lain.
Karena akan ada beberapa game yang akan mereka main kan nanti malam.
Dan warna baju bisa memudahkan mereka untuk menandai kelas masing masing.
Karena tema nya pesta, jadi mereka di harus kan memakai gaun.
Mereka sangat antusias dengan adanya pesta tersebut. Karena itu adalah hari terakhir mereka bisa berkumpul lagi sebagai anak sekolah.
Bisa menikmati berbagai acara yang di buat oleh anak remaja, bisa bermain dengan generasi seangkatan nya, dan itu adalah yang terakhir, karena jika mereka suatu saat nanti akan berkumpul, sebutan nya sudah berbeda bukan anak sekolah lagi. Setelah malam ini, mereka akan sibuk dengan urusan masing masing.
Apalagi Aleta yang sudah menjadi istri orang, tentu saja keseharian nya akan sangat kontras dengan teman teman lain nya.
Mungkin teman teman nya hanya akan sibuk dengan urusan kuliah, tapi Aleta berbeda dia akan memiliki tanggung jawab lain selain mahasiswi, dia akan di sibuk kan dengan pekerjaan rumah tangga nya. Dan juga kuliah secara bersamaan, belum lagi jika Tuhan menitipkan malaikat kecil untuk mereka. Tugas nya akan bertambah tapi Aleta sangat menantikan hari itu, di mana ia akan di sibuk kan dengan mengurus suami dan anak nya. ke rempong an mengurus bayi, kurang tidur karena berjaga semalaman, dan sibuk dengan urusan pendidikan. Entah kenapa Aleta menantikan hal itu, dia ingin menguji diri nya sendiri. Apakah ia mampu atau tidak.
Apakah ia bisa menjadi istri yang baik atau tidak. Apakah ia bisa menjadi ibu dan juga mengurus dengan keluarga nya dengan baik atau tidak.
Aleta hanya ingin melihat kemampuan nya sendiri, sekalipun Aleta tahu itu akan sangat sulit, butuh tenaga yang ekstra dan juga kesabaran ya g lebih dari kata sabar.
Tapi ia ingin menjadi perempuan seutuh nya di usia yang masih sangat muda.
''Kita mau ke mana dulu?'' tanya Mentari karena selain menemani Aleta, dia juga menjadi Body guard pribadi untuk sang nyonya.
''Kamu mau pakai high heels?'' tanya Aleta.
''Kamu pikir, kita akan kuliah menggunakan sepatu kets?'' tanya Mentari cuek.
Mendengar itu Aleta hanya tersenyum karena ia sadar dengan pertanyaan konyol nya mereka akan menghadiri pesta bukan untuk kuliah.
Mereka langsung menuju ke tempat baju, dan setelah itu mereka akan membeli high heels yang sekira nya cocok dengan gaun mereka.
Aleta sengaja memilih gaun panjang, dengan bahu yang terpangpang jelas karena Aleta berusaha untuk mengimbangi penampilan sang suami.
Karena Aleta mendapat kabar jika Azzam akan datang.
Sedangkan Mentari memilih gaun dengan nuansa ceria.
Sedangkan high heels nya mereka mengambil yang tidak terlalu tinggi, agar masih pantas bisa mereka gunakan tidak terlalu tua.
Setelah itu Aleta memilih untuk membelikan baju untuk sang suami.
Karena seingat nya Azzam tidak memiliki jaz warna putih selain jaz pernikahan nya.
Dan Aleta memutus kan untuk membeli nya.
Dan setelah itu mereka pergi untuk ke salon, tapi sebelum itu mereka akan makan siang terlebih dahulu.
Malam ini mereka ingin power full, karena akan ada beberapa wartawan yang akan mengabadikan moment mereka.
__ADS_1
Tapi sebelum nya para murid, dan semua guru yang tau dengan hubungan Azzam,dan Aleta memandangi berkas untuk tetap tutup mulut.
Jadi Aleta akan aman.
Saat Aleta berada di kantor ia menghubungi Andra untuk menjemput pakaian yang ia beli untuk Azzam.
Malam harinya mereka semua berkumpul, banyak yang mengabadikan moment-moment hal itu.
Karena menurut sebagian orang itu adalah hal yang tidak penting.
Lulus aja sudah bersyukur.
Karena ini adalah kejadian pertama di mana sekolah merayakan hari kelulusan dengan acara yang sangat mewah.
Belum lagi kehadiran Azzam yang sedang di tunggu-tunggu.
Mereka sangat berharap Azzam datang bersama dengan istri nya.
Sampai di dalam mereka menikmati acara tersebut.
Acara pertama mereka saling bertukar cerita, saling menanyakan satu sama lain.
Di lanjut dengan sambutan sambutan.
Sampai akhirnya acara yang serius itu di akhiri dengan semua murid menyanyikan terimakasih guruku.
Kalau kamu ingin gapai cita-cita
Menjadi apa saja yang kamu mau
Ayo kita rajin sekolah
Walau terkadang kita sedikit malas
Tak mengapa asal jangan keterusan
Kejar semua biar tak ketinggalan
Ayo kita rajin sekolah
Nantinya kelak kau pintar
Jangan lupa ucapkan
Terima kasih, Pak Guru
Terima kasih, Bu Guru
Jasamu selamanya takkan pernah terlupa
Belajar semua ilmu di dunia
Jadi harta yang berharaga nantinya
Terus semangat jangan malas-malas
__ADS_1
Ayo kita rajin sekolah
Tetapi, jika tlah pandai
Jangan lupa mereka
Terima kasih, Pak Guru
Terima kasih, Bu Guru
Jasamu selamanya takkan pernah terlupa.
Para guru, dan semua murid menetapkan air mata sekarang mereka baru merasakan kalau merasa sedih dengan perpisahan itu, mereka pikir malam ini akan berpesta tapi nyata nya mereka bersedih.
Dan sampai detik ini Azzam belum datang.
''Kemana suami mu?'' tanya salah satu teman seangkatan nya.
''Di lagi di kantor, tapi sekarang sudah ada di jalan,'' jelas Aleta.
''Aku sangat iri dengan mu,'' jujur nya.
''Kenapa kalian bisa berpikir begitu ?'' tanya Aleta.
''Karena kamu bisa menjadi istri dari pak Azzam.''
''Kalian hanya tau enaknya saja, awal nya hubungan kami tidak seperti ini, saling menjauh satu sama lain, tapi kita tidak memiliki kemampuan untuk menolak semuanya, Sangat butuh perjuangan untuk hubungan ini bisa berhasil,'' jelas Aleta.
''Apalagi aku yang harus berjuang menerima sikap nya yang dingin, sampai akhir kita berhasil,'' lanjut Aleta.
''Jangan pernah merasa iri dengan kehidupan orang lain, karena semua nya butuh perjuangan.''
Akhirnya mereka sadar, jika ingin mendapat kan sesuatu kita harus mampu menghadapi segala rintangan.
Jika kita berhasil maka semua nya akan terasa indah.
Setelah itu mereka di panggil untuk bermain, dan saat itulah Azzam datang.
Dan semua mata tertuju padanya.
Begitupun juga dengan Aleta, dia sangat puas dengan pilihan nya.
Terbukti aura Azzam sangat kuat malam ini.
Azzam memberikan beberapa kata untuk mereka semua, sampai akhir nya mereka melanjutkan game yang sempat tertunda.
Di mana mereka di berikan sebuah bola yang memiliki angka, dan orang yang memiliki nomor yang sama akan menjadi pasangan.
Bagaimana nih bestie.
Kalian mau Azzam,dan Aleta main bersama atau mereka dengan yang lain nya.
Koment di bawah ya.
Bye bye.
__ADS_1