Perjodohan Anak Sahabat

Perjodohan Anak Sahabat
Sederhana


__ADS_3

Hari ini Aleta, dan Azzam akan kembali.


Mereka sudah siap dengan semua barang barang nya.


Dan koper Aleta bertelur banyak.


Dan itu sudah biasa jika kita sedang bepergian.


Untung saja mereka akan mengunakan privet jet jadi tidak perlu buru buru.


Mereka sangat happy, tak terkecuali yang ikut dengan mereka.


Mereka seakan-akan memiliki tenaga baru, untuk menjalani tugas nya kembali.


Dan keesokan hari nya Aleta kembali sekolah seperti biasa, tidak ada kata main main karena ujian akhir sudah dekat.


Belum juga rencana resepsi, tapi untuk saat ini ke dua pengantin baru itu tidak ingin mengadakan resepsi terlebih dahulu.


Mereka berdua ingin fokus dengan tugas masing-masing Aleta dengan sekolah nya ,sedangkan Azzam dengan proyek baru dan Aleta tidak ingin mengadakan resepsi untuk beberapa bulan kedepan.


Biar lah Aleta kuliah dengan tenang itulah kata yang selalu Aleta ucap kan ketika ada keluarga yang mengatakan tentang resepsi.


Tidak ada yang memaksa, tapi bagaimana pun resepsi harus di adakan tapi kapan waktunya kita doakan saja semoga aleta menyetujui nya.


Pagi pagi sekali Aleta sudah berada di dapur.


Setelah pulang bukan madu, Aleta dan Azzam memilih untuk tinggal sendiri di apartemen.


Mereka ingin mandiri itulah yang ke dua pengantin itu katakan.


Aleta juga tidak ingin ada pembantu di apartemen nya karena ruang lingkup nya akan terbatasi mereka akan memanggil jika memang sangat di butuhkan.


Tapi kedua keluarga itu menolak, jadi setelah diskusi panjang di apartemen itu di tetap kan untuk dia pembantu tidak ada tawaran lagi karena itu sudah pas untuk porsi nya.


Lagian apartemen itu sangat lah luas, bahkan ada dua lantai, karena memang di desain khusus oleh Azzam.


Tak heran karena itu memang milik nya.


Dan apartemen mereka ada di paling atas, belum lagi atap yang Azzam jadikan sebagai tempat favorit nya untuk nongkrong.


Di area terbuka itulah dulu saat masih sendiri Azzam sering kali menghabiskan waktu nya di sana.

__ADS_1


Tapi sekarang tidak lagi karena sudah ada sang istri yang menemani nya.


Setelah selesai menyiapkan sarapan Aleta langsung mandi setelah itu ia mengajak Azzam untuk sarapan, karena hari ini agenda Azzam sangat lah full.


Entahlah Aleta harus marah atau harus bangga dengan pencapaian sang suami.


Tapi Aleta sangat bersyukur karena sesibuk apapun Azzam ia akan selalu menyempatkan waktu nya untuk diri nya.


Seperti biasa Aleta akan di antar oleh Azam.


Hari ini Azzam tidak belajar karena ada beberapa rapat ,dan juga ia harus mengecek ke lapangan langsung jadi sudah pasti dia akan lembur hari ini.


Di perjalanan mereka bercerita satu sama lain menciptakan komunikasi yang baik di dalam hubungan.


Mereka akan belajar dari nol mereka akan sama-sama memperingati satu sama lain jika ada tidak di sukai oleh pasangan.


Karena mereka tahu komunikasi juga salah satu kunci sebuah hubungan.


''Malam ini kamu akan lembur ya?''tanya Aleta.


''Besar kemungkinan iya,'' jawab Azzam.


Itulah yang membuat Azzam sangat mencintai Aleta, dia bukan tipe perempuan yang egois.


Setelah mereka menikah mereka masih bisa menikmati waktu nya sendiri, tidak ada larangan untuk bertemu dengan siapa, Aleta bahkan tidak mencampuri urusan nya baik tentang pertemanan atau pun pekerjaan, Aleta sangat pandai membatasi diri nya sendiri.


Padahal Azzam tidak keberatan jika Aleta masuk dalam ruang lingkup kehidupan nya, tapi Aleta selalu menolak.


Aleta masih merasa bukan waktu nya untuk mencampuri urusan nya, jika diri nya siap ia akan masuk sendiri dengan ruang lingkup Azzam.


Azzam tidak pernah memaksa, karena ia sadar Aleta juga memiliki pemikiran nya sendiri, begitu pun juga.


''Jika kamu keberatan aku akan kerja di apartemen,'' jawab Azzam.


''Siapa bilang, aku tidak masalah jangan buat diri mu mengubah hal sudah terbiasa kamu lakukan, jangan karena kita sudah menikah kamu merubah pola pikir kamu tentang pekerjaan.''


''Aku tidak masalah, aku juga akan memiliki kesibukan sendiri, aku akan sibuk belajar akhir akhir ini, ujian akhir sudah dekat setelah itu aku akan masuk ke dunia perkuliahan di saat itu pun, aku akan sibuk, aku akan minta maaf lebih dulu sama kamu, honey, maaf jika waktu ku untuk kamu sedikit berkurang, maaf jika aku tidak bisa mengurus mu dengan baik saat waktu itu tiba, tapi aku akan berusaha untuk melakukan yang terbaik untuk rumah tangga kita,'' ucap Aleta dengan mencium telapak tangan sang suami.


''Aku tidak masalah, Baby kmu tau aku lebih senang kamu duduk manis aku bisa mengurusi diri ku sendiri,'' jawab Azzam.


''Tapi aku tidk suka,'' jujur Aleta.

__ADS_1


''Kalau begitu kamu yang terbaik,'' jawab Azzam.


Aleta hanya tersenyum, Aleta tidak menyangka pernikahan yang ia ragukan kita mampu membuat dunia terbalik.


Ia pernah tidak percaya diri karena usia nya yang masih belum dewasa, ia belum lulus sekolah, dan masih memakai seragam, sedang kan sang suami sudah sukses, dan bisa di katakan sudah berada di atas puncak.


''Jika ada sesuatu yang tidak kamu suka tentang ku, bilang Honey jangan sungkan, ajari aku untuk menjadi pribadi yang lebih baik, ajari aku untuk bisa menjadi perempuan yang sempurna menurut mu,'' pinta Aleta.


''Jangan membuat ku seperti orang yang tak berguna untuk mu Baby,'' ucap Azzam.


''Apa?'' tanya Aleta tak mengerti.


''Aku hanya takut kamu sangat mendalami peran mu, dan melupakan bagaimana rasanya bersenang senang,'' jawab Azzam.


Mendengar itu Aleta hanya tertawa.


''Bahagia ku sederhana honey cukup kamu kasih nafkah batin aja dengan baik,'' jawab Aleta dengan genit.


Mendengar itu Azzam hanya bisa menganga, karena tidak menyangka dengan Aleta.


''Ba-by,'' balas Azzam dengan gagap.


Melihat ekspresi Azzam, Aleta hanya tertawa.


Bahagia itu sederhana bukan.


Jika kit mencintai orang yang tepat, di cintai oleh orang yang tepat hal sederhana apapun bisa membuat kita bahagia.


Tidak perlu mewah, tidak perlu barang barang mahal.


Semoga yang baca cerita ini pagi hari juga mendapat kan kebahagiaan sesuai dengan porsi nya


Yang belum mendapatkan jodoh semoga di pertemuan dengan orang yang tepat.


Yang belum di karunia anak semoga mendapat kan momongannya segera amin.


Cukup untuk hari ya besti mohon dukungannya.


Jangan lupa like, and koment.


Dan terimakasih kasih bagi yang sudah mampir.

__ADS_1


__ADS_2