Perjodohan Anak Sahabat

Perjodohan Anak Sahabat
Keisengan Azzam


__ADS_3

Setelah masuk Aleta langsung mencium wajah suami nya dengan gemes.


Sekalipun, saat ini penampilan Azzam terkesan sangat berantakan, tapi itu malah menambah kadar ketampanan nya.


Dengan kemeja berwarna maroon, dengan lengan yang di gulung, dan juga dengan beberapa kancing terbuka.


''Kenapa kangen ya sama suami tampan mu ini,'' goda Azzam.


''Kangen banget,'' jelas Aleta dengan menciumi seluruh wajah sang suami.


Dan setelah itu mereka melanjut kan perjalanan nya.


''I love you Honey,'' ucap Aleta dengan manja.


''I love you too Baby '' jawab Azzam.


"Gimana hari pertama ospek nya, lancar?" Tanya Azzam saat mobil yang ia tumpangi berhenti karena kemacetan yang terjadi di jalan itu.


Wajar, karena saat ini semua orang sedang keluar kantor, dan pasti semua nya dalam perjalanan pulang untuk berkumpul kembali dengan keluarga tercinta nya.


Mendengar itu Aleta menoleh, dan dengan segera menunjuk kan wajah lesu nya.


''Ya gitu nama nya juga pertama kali masuk kampus, pasti ada aja kejadian yang tidak mengenakkan,'' jawab Aleta.


"Apalagi banyak yang nyebelin terutama senior nya!" jelas Aleta dengan menggebu-gebu.


''Apalagi dengan perempuan nya. Kalau saja bukan senior, sudah pasti aku akan melawan nya saat itu juga. Enak saja seharian tadi dia membentak ku di hadapan seluruh peserta mahasiswa baru. Mentang mentang dia senior.'' Gerutu Aleta.


"Siapa?" tanya Azzam..


"Ada lah honey, biasa sok berkuasa."


Tidak mungkin kan Aleta mengatakan nya, bisa ribet nanti kalau suami nya sampai marah dan mendatangi kampus nya.


''Terus, gak ada yang godain kamu,'' tanya Azzam.


''Tentu saja ada, banyak malah.'' Batin Aleta


Namun melihat wajah penasaran pada wajah suami nya, Aleta ingin mengerjai nya sekalipun itu akan berdampak buruk.


"Ada. Malahan tadi ajak aku pulang bareng-"


Belum juga Aleta selesai ber cerita dia sudah di kagetin dengan mobil yang ia tumpangi berhenti secara mendadak.


"Honey! Kamu mau bunuh aku, ya?!" kaget Aleta.


"Siapa? Siapa yang menggoda kamu, Aleta?!"


''Waduh, mampus,'' gumam Aleta.


Seperti nya ide untuk jujur ke suami nya itu bukan sesuatu yang bagus. Apalagi dengan hal sensitif seperti ini.


Dan Aleta harus selalu ingat, jika suami nya itu sangat lah perasa, apalagi saat ini setelah mereka sudah resmi bucin nya tambah bertambah.


Dan Aleta harus selalu ingat, jika ia tidak boleh melakukan nya lagi, atau jika tidak orang lain yang akan menjadi pelampiasan nya.

__ADS_1


"Honey" ucap Aleta gugup.


Dan hanya kali ini Aleta merasa takut melihat wajah serius suami nya.


"JAWAB! SIAPA YANG SUDAH BERANI MENGGODA KAMU?!" bentak Azzam.


Mampus! Sekarang Aleta hanya bisa merutuki diri nya sendiri dalam hati.


"Honey tenang dulu, okay?" ucap Aleta dengan gugup.


''Aduh! Gimana ini.'' batin Aleta bingung harus menjelaskan bagaimana.


''Gini loh honey, sejujur nya aku hanya ingin bercanda tapi kamu udah marah duluan, yang aku maksud itu adalah bang Fiki, bukan seperti yang ada dalam pikiran mu. Aku, aku-- cuma bercanda aja. Hehe," ucap Aleta dengan lega karena sudah berhasil mengarang cerita.


Sedang kan Azzam yang mendengar jawaban dari Aleta hanya bisa menahan geram.


Untuk bisa mengurangi rasa kesal nya Azzam menunduk wajah nya di setir, agar ia bisa untuk mengatur nafas nya yang di penuhi oleh amarah atas apa yang Aleta perbuat.


Dia mendongakkan kepala nya, setelah di rasa cukup untuk bisa menghadapi keisengan sang istri.


Azzam menatap datar wajah sang istri yang sedang menyengir kuda, dan itu malah tambah membuat mood Azzam tak menentu.


Karena Aleta tidak menunjuk kan wajah bersalah sedikit pun.


"Maaf ya,'' ucap Aleta dengan tersenyum manis agar Azzam tidak lagi marah pada nya.


''Baiklah tapi dengan syarat,'' ucap Azzam dengan senyuman licik nya.


''Apa,'' jawab Aleta dengan penasaran.


''Jangan di sini,'' ucap Azzam.


''Nanti kamu akan tau sendiri,'' jawab Azzam misterius.


Dan itu membuat Aleta menjadi curiga, karena ia menerima sinyal yang tidak baik.


Tapi apapun itu Aleta yakin, jika suami nya itu tidak akan pernah menyakiti nya secara langsung.


Azzam berhenti di sebuah jalan yang sangat sepi entah apa tujuan nya.


Dan setelah dua jam lama nya berhenti mereka melanjut kan perjalanan nya kembali.


"Seharus nya aku yang marah. Kenapa jadi kamu?" Tanya Azzam merasa games dengan wajah sang istri.


Yang masih terlihat sangat acak acakan karena ulah nya yang tidak tau tempat, kalian sudah tau kan apa yang Azzam lakukan pada Aleta.


Ha ha ha ha ha ha ha ha.


Ngakak parah.


Aleta tidak menjawab, ia hanya melirik Azzam dengan garang, dan juga dengan mendengus kesal. Aleta terlihat sangat kesal bahkan tatapan nya sangat garang, tapi bukan nya takut Azzam malah kecanduan dengan wajah yang menggemaskan itu.


''Jangan marah, Baby,'' ucap Azzam dengan tersenyum jail.


''Gak mau,'' jawab Aleta.

__ADS_1


''Mana ada marah kayak gitu sih baby,'' ucap Azzam gemes.


''Emang nya marah ku kenapa?'' tanya Aleta ''Gemesin,'' jawab Azzam apa adanya.


''Gila,'' jawab Aleta kesal setengah mati.


Bayang kan saja saat ini sudah 19.40.


Bagaimana dia tidak marah coba.


Bayangkan saja, suami tampan nya itu membawa nya ke sebuah lorong yang tidak pernah di lewati oleh banyak orang kecuali mendesak.


Mau ngapain.


Tentu saja untuk menggarapnya dengan tanpa ampun.


Aleta sampai lupa bagaimana cara nya ber jalan dengan benar.


Karena setelah menikah dengan Azzam.


Aleta selalu saja merasa tidak nyaman saat berjalan.


Huft.


Memikir kan nya saja membuat Aleta merinding.


"Diam, ya Honey! Aku masih marah!"


Gelak tawa terdengar sangat menyebalkan oleh pendengaran Aleta yang keluar dari bibir suami tampan nya tersebut.


"Siapa suruh jahil sama Mas," jawab Azzam.


"Tau, ah! Nyebelin banget sumpah!" jawab Aleta dengan ketus.


Azzam semakin tertawa.


Merasa lucu melihat wajah istri nya tersebut.


''Honey kamu tahu nggak kamu tuh nyebelin banget sumpah,'' ucap Aleta ketus.


''Tapi sumpah Baby, kamu itu sangat nikmat,'' jawab Azzam dengan jahil nya lagi.


''Honey, kamu ini kenapa sih, pikiran nya ke sana terus.''


''Ya mau gimana lagi, kamu itu sangat membuat ku kecanduan, dari atas sampai bawah,'' jawab Azzam tanpa filter.


''Oh, ya ampun,'' ucap Aleta dengan gelengan kepala, tak percaya dengan perubahan sang suami yang sangat tidak masuk akal tersebut.


''Kenapa kok wajah mu kayak gitu Baby '' tanya Azzam.


''Emang wajah ku kenapa?'' tanya Aleta bingung.


''Wajah wajah teringat dengan kegiatan kita yang panas,'' goda Azzam.


Mendengar itu Aleta hanya bisa menahan nafas.

__ADS_1


Lanjut gak bestie?


Koment di bawah ya.


__ADS_2