
Pengantin baru itu tidur dengan saling memeluk.
Aleta merasa nyaman berada di dalam dekapan sang suami.
Mereka tidak terusik dengan kebisingan yang berada di luar kamar tersebut.
Di mana saat ini 2 keluarga itu saat ini sedang bermain game.
Mereka sangat menikmati hari libur mereka.
Dan itu, juga akan terjadi besok, karena mereka mengambil cuti dua hari khusus pernikahan Azzam dan juga Aleta.
Jam 02.30 mereka sudah di beritahu oleh tim yang bertugas, jika mereka harus bersiap siap untuk menuju ke hotel.
Sedangkan keperluan mereka sudah berada di hotel terlebih dahulu, dan sudah berada di kamar masing masing.
Karena mereka akan menginap di hotel tersebut.
Hotel itu sudah di tutup sejak dua hari yang lalu.
Mama Rani, dan papa Teo yang awal nya memutus kan untuk pulang, sekarang tidak jadi, mengingat keluarga mereka akan menginap di hotel jadi, mereka juga memutuskan untuk menginap juga.
Pelayan sudah berubah untuk membangun kan pengantin baru itu, tapi tidak ada sautan,atau tanda-tanda mereka akan bangun.
Mereka sudah menduga hal yang tidak tidak.
''Apa mereka kecapean?'' tanya salah satu keluarga.
''Masa iya mereka mau melakukan di siang hari.''
''Ya mana kita tau, kita juga tidak tahu apa yang terjadi dalam, kecuali jika ada yang masuk untuk memastikan.''
Dan mau tidak mau Mommy Alexa yang harus turun tangan.
Jika tidak mereka semua akan terlambat.
Karena ada ratusan orang yang harus di hias, dan acara nya akan di gelar jam 19.00.
Ya meskipun banyak yang akan membuat mereka cantik, tapi pengantin harus di utama kan.
Tapi untung lah Aleta tidak perlu ganti baju.
Jika pun Aleta akan kepanasan tinggal buka luaran gaun nya aja karena gaun itu memiliki di model.
''Aleta, Azzam bangun, kalian harus segera ke hotel,'' teriak mommy Alexa.
Mendengar teriakan sang mommy Aleta secara otomatis bangun.
__ADS_1
''Iya, Mom,'' jawab Aleta berteriak juga.
Dan teriakan Aleta juga membangun kan Azzam.
Dengan muka bantal Aleta bangun dan membuka pintu, dan ia sangat terkejut, karena melihat hampir anggota keluarga nya berada di depan kamar nya.
''Kenapa kalian berkumpul di sini,'' heran nya.
''Mereka kepo, apakah kamu dan Azzam melakukan nya di siang hari, karena para pelayan sudah bergantian untuk membangun kalian, tapi kalian tidak bangun-bangun,'' jelas mommy Alexa.
''What,'' teriak Aleta dengan kaget.
Dan itu malah terlihat lucu di hadapan mereka.
Setelah drama itu, mereka segera keluar dari kediaman Pratama setelah bersih bersih.
Sampai di hotel mereka sudah di kelilingi oleh reporter.
Tapi untung lah pihak keamanan dengan sigap bisa membuka jalan untuk dua keluarga ternama tersebut.
Sedari tadi Azzam tidak pernah melepaskan tangan Aleta.
Mereka terlihat sangat serasi.
Dan banyak berita miring tentang Aleta, tapi banyak juga yang membela nya.
Aleta sengaja memakai baju dengan memperlihat kan perut nya untuk menunjukkan jika ia tidak sedang hamil, Aleta ingin menepis berita tentang nya.
Karena mereka di bagi dengan beberapa kelompok menyesuaikan dengan model baju nya.
Saat ini pengantin itu sedang melayani tamu ingin mengucapkan selamat untuk mereka.
Pernikahan itu di gadang gadang sebagai pernikahan termewah, dan juga termahal.
Wajar karena keluarga mereka bukan lah keluarga sembarangan.
Semua teman teman ke dua nya datang untuk memberikan selamat.
Aleta dan Azzam sangat bahagia meskipun, mereka, juga merasa capek.
Dan pernikahan itu hanya nama Azzam yang tertera tidak dengan nama Aleta, karena masih di rahasiakan.
Reporter yang meliput pun sudah menandatangani perjanjian dengan ke dua keluarga tersebut, begitu pun juga dengan tamu yang akan datang.
"Capek?" Tanya Azzam setelah mereka tiba di kamar hotel yang sudah di persiapkan sebagai kamar pengantin untuk mereka.
Setelah acaranya selesai, Azzam langsung mengajak Aleta ke kamar karena merasa tidak tega melihat istri nya sudah sangat kelelahan.
__ADS_1
Azzam meletakkan jas nya pada sofa yang berada di sana, kemudian duduk memperhatikan gerak-gerik istrinya yang sedang sibuk melihat hiasan pada kamar pengantin mereka. "Keren banget, Honey." Katanya begitu takjub.
Gadis itu beralih pada tirai yang ada disebelah tempat tidur nya, membukanya secara perlahan dan terlihat jelas keindahan kota pada malam hari.
Aleta membuka jendelanya, berdiri pada pembatas balkon untuk menikmati udara malam yang terasa sangat sejuk.
"Hm, sejuk nya."
Tubuhnya sedikit terperanjat saat tangan kekar suaminya melingkar pas pada pinggangnya, apalagi saat satu kecupan lembut mendarat lembut pada pipi sebelah kanan nya.
Hati nya semakin berdebar ketika Azzam membenamkan wajahnya pada ceruk heler serta memberikan kecupan kecupan kecil yang membuat Aleta semakin meremang dan menahan sensasi yang baru pertama kali dirasakannya.
"Honey." Lirih nya, menahan rasa yang entah apa.
"Kenapa baby?"
Hembusan nafasnya terasa menggelitik seluruh tubuh nya, suaranya yang berat serta tatapannya yang sayu membuat Aleta terdiam begitu lemah. Gadis itu diam saja saat Azzam kembali menc*umi heler nya dan menggigitnya, sehingga tercipta tanda cinta di sana, era*gan yang ingin sekali diucapkan tertahan dalam kerongkongannya.
"Hem." Kata itu yang keluar dari mulut Aleta.
Perlahan Azzam membalikan tubuh sang istri, sehingga Aleta dapat melihat dengan jelas sorot mata suami nya bak busur panah yang melemahkannya.
Tidak ada jarak diantara keduanya, sehingga Azzam semakin mendekatkan wajahnya sampai b*bir keduanya beradu dengan lembut, namun semakin lama ciuman itu terasa semakin panas, dan Aleta mengerti dengan hal apa yang akan terjadi selanjutnya.
Tidak melepaskan pagutannya sedikitpun, Azzam mendorong istrinya untuk masuk kedalam lalu membaringkannya diatas tempat tidur yang terdapat banyak sekali kelopak bunga mawar berbentuk love di sana.
Azzam melepaskan pagutannya, menatap sang istri penuh dengan harap. keduanya terdiam dengan saling menatap penuh arti, Aleta menangkup sebelah pipi suaminya, "aku milik mu jadi, jangan ragu,'' kata Aleta dengan yakin.
"Seriously?"
Aleta mengangguk lalu meci*m sekilas b*bir suaminya.
Seolah mendapat persetujuan untuk memulai, Azzam membalas apa yang di lakukan oleh istri nya tersebut
Azzam menci*m bib*r ranum gadis yang ada dalam kungkungannya dan mulai membuka gaun
yang membalut t*buh istrinya.
Aleta berusaha menutup tubuh nya yang pol*s tanpa sehelai pakaian apapun, ia berusaha menutupi nya dengan selimut, namun Azzam menahannya.
"Honey! A-aku malu" Bisiknya saat Azzam terus menatapnya seraya membuka satu persatu kancing kemeja nya.
"Aku suami kamu."
Akhirnya setelah melewati malam yang panas, Aleta bisa tertidur pulas sekitar jam 3 pagi setelah suaminya memintanya beberapa kali.
Azzam yang memeluknya masih terjaga, memandangi semestanya penuh dengan cinta.
__ADS_1
Beberapa kali Azzam mencium kening Aleta, dan mengucapkan terimakasih sebelum Aleta tertidur.
"Terima kasih Baby, kamu sudah menjaga nya untuk suami mu ini," ucap nya sebelum ikut terlelap.