Perjodohan Anak Sahabat

Perjodohan Anak Sahabat
1 tamparan 6 tendangan


__ADS_3

Pagi yang cerah sedang menunggu kita jadikan hari ini lebih baik dari pada hari kemaren dan author ucap kan selamat pagi untuk kalian semua semoga kalian selalu sehat ya.


Baiklah mari lanjut ke cerita.


Aleta sadar jika diri nya akan di serang oleh beberapa fans calon suami ya tersebut dan Aleta sudah menyiapkan diri nya sendiri.


Tapi sial nya Azzam malah tak tau situasi ia malah terang terangan mendekati nya.


Dan tanpa ia tau jika diri nya yang akan terkena masalah.


Aleta berjalan, mencoba acuh terhadap keberadaan fio dan geng nya, serta tatapan yang di tujukan untuk nya.


Karena sejujur nya Aleta tidak takut hanya saja ia males untuk meladeni nya.


Namun sayang tiba tiba Aleta di cegat oleh Fio.


''Fio!" geram Aleta karena tangan nya di tarik dengan kasar, lalu dengan sengaja  Fio mendorong nya sampai membentur tembok.


Aleta yang tidak terlalu fokus, membuat reflek nya hilang, Fio berhasil menjambak rambut nya.


Ingin melawan pun tidak bisa karena kedua tangan nya di pegang kuat oleh beberapa teman lawan nya.


Tapi bukan berarti Aleta tak mampu.


"Lepas! Sakit Fio, apa kamu sudah gila?" Ucap Aleta geram ia bahkan sedang mengontrol emosi nya sat ini.


"Shut up, " jawab Fio.


"Kasih tau gue sekarang kalau yang lo bilang tadi itu bohong!" Geram Fio.


Aleta terkekeh pelan.


Ternyata penyebab kemarahan Fio karena mendengar monolognya tadi.


"Jawab tolol!" Sentak yang lain nya.


"Urusan nya sama kalian apa, hm?" Aleta bertanya, nada nya terdengar santai namun terlihat menantang bagi Fio dan juga teman-teman nya.


"Gak terima?" Imbuh nya lagi.


Aleta berdecih tidak suka.


"Kalau aku pacaran sama pak Azzam kenapa, Fio and friends? Kalian mau bully aku, terus ngeluarin aku dari sekolah, begitu?" tantang Aleta karena memancing emosi lawan adalah yang paling ampuh.


" SIALAN! " Geram Fio.


Fio paling tidak suka di tantang, dia merasa harga diri nya terinjak.


"Kalian keberatan? But, what right do you have to be rude like this?" Lanjut Aleta.

__ADS_1


"Tentu gue keberatan karena pak Azzam bakalan di jodohin sama gue!" Ucap Fio dengan percaya diri.


Mendengar halusinasi Fio, Aleta yang masih tersudut oleh Fio hanya terkekeh geli.


membuat Fio kesal melihat nya.


"WAKE UP, HONEY!"  Ucap Aleta yang sudah merasa jengkel jika Azzam si bawa bawa.


"Jaga ucapan lo, Aleta Pratama! Gue peringatkan lo sekali lagi. Jauhi pak Azzam atau lo akan tau sendiri akibat nya!" Ancam Fio.


" Tapi sayang nya gue gak takut, " jawab Aleta tanpa takut.


Meskipun telah berhasil memperingati gadis blasteran itu, namun semua itu tidak cukup bagi Fio.


Ia merasa harus melakukan hal lain agar pria yang di cintai nya tidak dekat dengan gadis lain selain diri nya.


"Awas aja kalau sampai gue liat lo dekat sama pak Azzam, gue gak jamin dia selamat!" Ancam Fio.


Mendengar kalimat tersebut, beberapa temannya bergidik ngeri.


Mereka sangat tau watak seorang Fio.


Bukan hanya sekedar tukang bullying, namun juga seorang psikopat.


Namun tidak dengan Aleta


" Lo ngancam gue, seharus nya Lo sadar diri jika gue lebih segala nya dari lo, " ucap aletalw emosi ia tak terima di keroyok seperti ini pasti satu sekolah akan tau dan itu sangat menyulitkan jika sampai daddy dan mommy nya tau.


Belum lagi ia harus menghadapi si cengeng Mentari haduh pusing pala beta hahahaha.


" Gue memiliki segala nya, gue memiliki tubuh yang indah kemewahan dan juga kasih sayang, " lanjut Aleta.


" Sedang kan lo punya apa hah, Lo hanya sok sok hidup mewah tapi Lo kerap diri menjual diri karena orang tua Lo udah gak bisa memenuhi kebutuhan lo. "


Sedang kan Fio yang mendengar itu merasa di tampar oleh kenyataan tapi bukan Fio nama nya jika ia mundur begitu saja mau di taruh di mana muka nya di depan teman-temannya.


" Jangan asal bicara Lo, jika tidak tau kebenaran nya, " jawab Fio.


" Gw gak salah info kok dan gue juga tau jika saat ini keluarga Lo lebih tepat nya ayah Lo sedang bekerja sama dengan perusahaan milik pak Azzam kan, apa yang keluar dari mulut gue itu adalah kenyataan, dan perlu kalian tau apa yang kalian dengar itu adalah kenyataan.''


" Kenapa kaget dan gue tau semua nya, asal lo tau gue bisa hancurin Lo dalam semalaman jadi jangan sok sok berkuasa, " lanjut Aleta sombong bukan tanpa alasan ia berkata seperti itu tapi menurut nya ini sudah keterlaluan dan untuk hubungan nya bersama dengan Azzam itu adalah urusan pribadi.


Dan orang orang tidak perlu ikut campur dengan itu semua.


" Jadi bokap Lo udah gak memenuhi kebutuhan lo lagi Fio? " tanya salah satu teman geng nya.


" Ya gak lah mana mungkin orang tua gue itu masih jaya, " ucap Fio.


Dan itu tidak salah hanya saja Fio yang kurang bersyukur dan ia selalu merasa kurang dengan apa yang telah orang tua nya berikan.

__ADS_1


Bahkan selama ini kemewahan dan semua fasilitas mewah telah orang nya penuhi uang jajan pun selalu cukup bahkan jika untuk shopping ia akan selalu di beri kan.


Hanya saja di sini Fio memang tidak tau diri.


Fio tak terima dan ia langsung menampar Aleta dengan keras.


Aleta yang juga sudah panas akhir nya menendang perut Fio meskipun ke dua tangan nya di pegang oleh geng itu tapi tidak dengan kaki nya.


" Que diam selama ini bukan karena gue takut sama Lo pada, " terika Aleta.


" Dan harus Lo tau, Lo semua itu lemah di mata goe kalian hanya bisa keroyokan dan hanya berani mencari masalah dengan orang yang tak berdaya, Lo hanya sok sok an ingin di kenal tapi sayang nya seluruh sekolah ini tau kalian itu cuma seperti anjing yang menggonggong, tidak ada faedah nya sama sekali, " ucap Aleta kesal.


Dan setelah itu Aleta menendang Mereka semua ya termasuk orang yang memegang tangan nya.


Aleta ingin bermain cantik tidak ingin menyakiti fisik yang terlalu menonjol memandang perut mereka semua adalah impas karena Aleta tau itu lebih sakit dari apa yang ia terima.


Satu tamparan ia balase dengan 6 tendangan.


Jadi di sini siapa yang rugi dan setelah sekian lama Aleta bisa melakukan itu lagi menyalurkan hobi nya dan mengeluarkan semua kekesalan nya dengan begitu ia merasa tenang ya meskipun pipi nya harus yang terkena.


Aleta meringis sebab tamparan Fio juga sangat keras wajar karena ia sedang emosi.


Perlu di garis bawahi apapun yang sudah Aleta tandai jika itu milik nya maka sulit untuk orang itu mengambil nya.


Merasa perut nya sakit akhir nya Fio mundur tapi bukan berarti ia kalah atau menyerah ia hanya tidak ingin di tertawa kan karena kalah dari Aleta.


"Wait. Tadi gue gak salah denger kan kalau dia bilang Mereka, ciuman?, mereka bukan hanya sekedar guru dan murid saja jika di luar lingkungan sekolah" ucap salah satu siswi.


"Bener tuh!"


"Itu artinya mereka, pacaran."


" Tapi mereka cocok sih sama sama godd looking. "


" Aku setuju jika Aleta dan pak Azzam mereka sama sama rendah hati. ".


" Dan juga mereka bisa saling melengkapi. "


" Dan pak Azzam ada pawang nya. "


" Pengen lihat pak Azzam bucin deh, ngambek gitu sama Aleta pasti muka nya lucu sekali. "


Mendengar itu Fio tambah emosi tapi rasa sakit di perut nya juga tak kalah menyiksa nya.


Aleta berhasil menghancurkan nya.


Dan jika pun mereka akan di lapor kan ke guru maka Fio and the geng yang akan di salah kan karena tamparan itu terlihat nyata bahkan Aleta saja meringis.


Setelah itu Fio memilih untuk pergi dari sana.

__ADS_1


Lanjut di bab selanjutnya.


__ADS_2