Perjodohan Anak Sahabat

Perjodohan Anak Sahabat
Terimakasih


__ADS_3

Para istri menghubungi keluarga nya masing-masing, hanya keluarga inti yang mereka undangan untuk malam ini, Karena bagaimanapun pertunangan ini harus di rahasiakan mengingat jika calon mempelai perempuan nya masih dalam keadaan memakai seragam dan juga mereka semua terlahir dari keluarga terpandang.


Kedua keluarga itu tidak ingin putra dan putri nya menjadi trending publik atas pertunangan yang mereka adakan.


Sedang kan papa Teo mengurus gedung dan juga mencari orang yang bisa mendekorasi tempat tersebut yang akan di gunakan untuk acara pertunangan anak nya.


Sedangkan daddy Alden mengurus catering, dan sebagai nya.


Sedangkan Azzam sendiri menyiapkan seragam untuk ke dua keluarga tersebut dengan hanya waktu 3 jam.


Dan untung lah semua nya selesai meskipun mepet-mepet.


Orang yang bekerja pun tak kalah stres nya, mereka bekerja dalam tuntutan waktu dan juga tertekan karena yang memakai jasa mereka adalah keluarga besar dan juga keluarga yang paling berpengaruh.


Mereka tidak ingin ada kesalahan sedikit pun di dalam acara tersebut.


Tapi karena semua nya yang bekerja adalah orang orang profesional, orang orang yang berilmu, orang orang yang cekatan jadi mereka bisa menempatkan otak, tenaga dan juga cekatan.


Tapi yang paling menderita di sini adalah seseorang yang bekerja di bagian catering.


Mereka di tuntut untuk masak banyak di dalam waktu yang sedikit.


Dalam hal ini pun otak mereka harus di pakai sebaik-baik nya tidak boleh melenceng sedikit.


Sedang kan saat ini Azzam dan ke dua orang tua nya sudah duduk di tempat yang telah di sediakan dan tak lupa di belakang mereka ada beberapa keluarga inti dari keluarga papa Teo dan juga keluarga inti dari mama Rani.


Mereka juga menggunakan warna baju yang senada dan itu hal yang mudah karena sebagai keluarga terpandang mereka pasti memiliki seragam keluarga, dan untung keluarga yang hadir pun harus bisa menyatu dengan keluarga besan dan mereka berdiskusi sendiri untuk warna pakaian yang akan mereka gunakan.

__ADS_1


Karena bagaimana pun itu bukan satu keluarga melainkan empat keluarga yang harus di satu kan, bukan hal yang mudah bagi perempuan perempuan tersebut, tapi tidak masalah untuk para suami suami mereka karena mereka hanya akan mengunakan Jaz berwana hitam dan semua itu mereka sudah memiliki nya beberapa di lemari nya.


Sedang kan untuk yang perempuan mereka harus memutar otak bagaimana cara nya dan di sini lah keterampilan se orang perempuan di uji hahahaha


Sedang kan saat ini Aleta sudah di temenin oleh sepupu keluarga daddy dan juga dari keluarga mommy nya.


Dan sedari tadi Aleta hanya bisa mengomel tak jelas lebih tepat nya ia mengurangi rasa gugup dan deg-degan dalam diri nya karena ini terlalu mendadak untuk nya.


Tak lupa juga dengan para sepupu yang menemani nya di atas, bukan nya mengucap kan terima kasih telah di temenin, ia malah mengomeli nya tanpa henti, dan membuat mereka semua menahan nafas karena kira terlalu cerewet menurut mereka.


Untuk keluarga Pratama sendiri yang datang hanya lah keluarga yang bisa datang, lebih tepat nya keluarga yang bisa terbang ke Indonesia hanya dalam beberapa jam saja.


Dan untung lah tadi siang Azzam sempat menelpon daddy Alden untuk merencanakan ide konyol nya tersebut.


Dan itu lah kenapa papa Teo juga pulang mendadak karena mereka di hubungi oleh Azzam.


Dan itu semua karena anak-anak mereka.


Karena itulah kenapa Mama Rani tadi siang mengingin kan cucu dari Aleta, karena ia sudah mengetahui rencana dari Azzam.


" Kak bisa kah jangan mondar-mandir kamu membuat ku pusing tujuh keliling, " ucap salah satu sepupu Aleta.


Lebih telat nya mereka semua adakah keluarga angkat dari orang tua nya.


Sebab Daddy Alden dan Mommy Alexa tidak memiliki saudara.


" Kamu bilang apa, " jawab Aleta dengan nada marah.

__ADS_1


Mereka yang mendengar itu hanya menatap malas pada Aleta.


Mereka merasa tidak mengenal siapa orang yang berada di depan mereka saat ini, karena Aleta yang mereka kenal adalah gadis yang lemah lembut, tidak pecicilan, murah senyum, tidak mudah marah tapi lihat lah sekarang Aleta terlihat sangat menyebal kan di mata mereka.


Karena setiap kali Aleta bertanya mereka wajib menjawab nya jika tidak dia akan terus mengomel.


Tapi saat mereka menjawab tapi tidak bisa membuat rasa gugup nya berkurang Aleta juga akan mengomel.


" Kak lebih baik kamu tenang, " ucap salah satu sepupu nya.


" Iya Aleta kamu harus senang, " jawab sang kakak sepupu.


" Gimana mau tenang aku baru tahu jika ini acara pertunangan ku sendiri, jika aku mengetahui dari sebelum nya aku tidak akan se gugup ini karena aku akan menyiapkan mental dan lain sebagai nya, tapi sekarang lihat lah aku berada dalam situasi yang sulit, " jelas Aleta.


" Bahkan aku tidak tahu bagaimana konsep dari pertunangan ini, ini akan menjadi pertunangan pertama dan terakhir dalam hidup ku, kalian paham nggak sih, " jawab Aleta kembali mengomel.


" Percaya lah konsep nya sangat indah sesuai dengan keinginan mu dari kecil, " jelas sang kakak sepupu.


" Yups konsep sederhana tapi terlihat mahal dan juga elegan, warna putih salju dengan paduan warna ungu muda terdapat bunga lavender se panjang jalan, dekorasi di penuhi sebagai bunga, " lanjut kakak sepupu nya tersebut.


" Benar kah? " ucap Aleta tidak percaya dengan apa yang dia dengar.


" Semua orang sangat menyayangi mu Aleta, jadi tolong jangan berpikir yang aneh-aneh orang tua mu sangat mencintai mu, meter tidak akan membuat mu kecewa, mereka ingin yang terbaik untuk mu, hal kecil pun tanpa kamu minta mereka akan tau, apalagi tentang hari di mana itu adalah hari yang paling di tunggu tunggu oleh kamu, hari yang paling bersejarah kamu, hari di mana hanya akan ada satu kali dalam se umur hidup mu, jadi yang paling baik dari yang terbaik akan mereka berikan hari ini untuk kamu, " jelas kaka sepupu nya tersebut.


Aleta yang mendengar itu semua mendadak menjadi lebih tenang tapi tidak dengan rasa gugup nya, karena bagaimana ini tidak ada dalam rencana nya.


Tapi Aleta yakin orang-orang di sekeliling nya akan menuntun nya, akan selalu sangat menyayangi nya, terutama orang tua nya.

__ADS_1


''Terima kasih,'' ucap Aleta dengan tulus.


__ADS_2