
" Tidak banyak mungkin sekitar dua puluh sampai tiga puluhan lah biasa geng sosialita tidak akan banyak teman, " ucap Azzam di sertai dengan senyum mengejek.
" Jangan begitu tidak ada yang salah dengan acara mereka ya paling cuma ngegosip dan lain hal sebagai nya, itu hiburan tau buat ibu pengusaha karena apa, di rumah mereka akan kesepian karena para suami suami mereka sedang sibuk di kantor berangkat dari pagi pulang pun tak menentu belum lagi lembur nya harus terbang ke berbagai negara jadi biar kan aja toh ibu ibu sosialita itu juga membagi peran nya dengan para suami nya, " ucap Aleta.
" Ku tau sebagai istri kota harus bisa menyeimbangi peran suami, harus bisa meringankan beban suami jika suami tak bisa maka istri yang kan maju itu lah sebab nya kenapa mereka berkumpul dan mencari teman lewat arisan, yaitu untuk mencari kerabat yang bisa di ajak kerja sama dan lain nya, dan jika pun ada yang cocok mereka akan menjadi sahabat yang sesungguh nya kalau kata sekarang sih bisa jadi bestie, ya hitung-hitung buat refreshing lah saling curhat saling memberi kan pendapat saling mengingatkan ya gitu lah pokok nya ya meskipun tak semua nya begitu, " ucap Aleta panjang lebar.
" Hem kau benar sayang, kadang juga ada Arisan yang hanya mereka gunakan untuk pamer ini lah itu lah, aku gak suka nya gitu, " jawab Azzam.
" Ya sama juga kayak kamu, yang sebagai pengusaha kadang ada yang baik kadang juga gak, kadang ketemu orang yang tulus kadang yang munafik, " jawab Aleta.
" Ya begitulah hidup jika tidak ingin ribet jangan hidup, " lanjut Aleta.
" Hidup pun kita harus memilih, tapi kita harus bisa mana yang akan kita prioritaskan dan juga tidak, " jawab Azzam.
" Dan sekarang apa yang menjadi prioritas kamu? " tanya Aleta ingin menggoda Azzam.
" Kamu, " jawab Azzam serius.
" Kok aku, " heran Aleta.
" Kamu adalah calon istri ku, dan sebentar lagi akan menjadi istri ku , kebahagian mu adalah yang paling utama, rasa nyaman, rasa terlindungi, semua nya harus kamu dapat kan, " jelas Azzam.
" Tapi gak segitu nya juga kali yang, " jawab Aleta.
" Aku hanya ingin memastikan kamu mendapat kan yang terbaik sayang, aku hanya ingin kamu merasa nyaman saat berada di dekat ku, " ucap Aleta.
" Kamu tak perlu melakukan itu sayang, aku sudah merasa sangat bahagia dengan perhatian kamu, perlakuan kamu, kamu menjadikan ku ratu di dalam hidup mu, itu aja sudah hal yang luar biasa, menjadi calon istri mu saja aku sudah bahagia, karena aku tak perlu bekerja jika ingin shopping, " lanjut Aleta dengan di sertai tawa nya.
Jangan kira Aleta bohong dengan ucap nya karena ia sungguh sungguh dengan ucapan nya.
Karena orang tua nya sudah memilih Azzam untuk nya berarti Azzam memang yang terbaik untuk nya, karenasemua orang tua ingin yang terbaik untuk nya
Azzam yang mendengar ucapan Aleta hanya merasa gemes
" Aku tidak matrek sayang sungguh, " lanjut Aleta.
" Hanya saja hidup itu butuh uang jadi, sebagai perempuan kita harus berpikir realistis karena cinta itu tidak akan membuat kita kenyang, " Aleta menerangkan dengan sangat jelas, karena tidak ingin Azzam berpikir negatif tentang nya.
" Mau matrek pun tak apa sayang, ya hitung-hitung bantu calon suami mu ini menghabiskan uang nya, " jawab Azzam sombong.
" Sombong amat, " cibir Aleta.
Dan setelah nya mereka tertawa bersama.
__ADS_1
Karena sudah jam sembilan akhir nya Azzam mengajak Aleta untuk pulang.
" Udah malem pulang yuk, " ajak nya.
" Udah jam berapa? " tanya Aleta.
" Jam sembilan, " jawab Azzam.
" Ya udah yuk, tapi sebelum pulang boleh gak mampir beli nasi goreng dulu, " pinta Aleta meminta izin.
" Buat apa kamu lapar lagi? " tanya Azzam.
Aleta menggeleng.
" Tidak buat satpam, dan juga bibi yang di rumah, karena mereka masih belum tidur takut lapar, " jelas Aleta.
" Ya udah yuk mau di restoran mana? " tanya Aleta.
" Di pinggir jalan aja makanan nya juga bersih kok meski di jalanan, " putus Aleta.
" Tidak masalah, karena aku juga sering makan di jalanan juga, mau bakso gak? " tawar Azzam.
" Kenapa kamu lapar? " kini giliran Aleta yang tanyak.
" Gak juga sih, tapi pengen aja makan bakso kayak nya enak deh, " jawab Azzam.
" Ada yang di langganan papa di dekat pondok sana buka nya sampai jam dua belas sekalian aja beli nasi goreng nya di sana aja, " usul Azzam.
" Boleh biar gak terlalu lama, " jawab Aleta setuju dengan putusan Azzam.
Dan setelah itu mereka pergi.
Yang tadi nya hanya Azzam yang ingin malah Aleta juga ikut ikutan.
Dan aneh nya itu anak gadis malah menghabiskan dua mangkok kebayang gak kenyang nya gimana hahahaha.
Azzam aja sampai heran melihat cara makan nya Aleta.
Tapi ia juga merasa senang, karena Aleta sudah tidak jaim jaim lagi hahahaha.
" Yang kamu lapar paa doyan, " goda Azzam.
" Di bilang lapar sebenar nya gak juga sih, tapi lebih tepat nya lagi pengen, dan akhir nya doyan, " jawab Aleta apa ada nya.
__ADS_1
" Gemes tau gak kalau kamu malam banyak gitu biar tambah berisi kan aku nya lebih enak, " jawab Azzam.
" Hah emang kamu mau aku gendut? " tanya Aleta masih dalam mode polos, dan juga belum aktif pikiran lain nya masih on jadi belum paham apa yang di maksud oleh Azzam.
" Ya gak papa juga yang kan aku bisa ngerasain yang lebih empuk, lebih gede berarti lebih enak yang kalau di pegang, " jawab Azzam.
" Kamu lagi memikirkan yang aneh aneh ya, " tebak Aleta.
" Hehehe tau aja, " ucap Azzam tidak menyangkal.
Aleta hanya bisa menggeleng kan kepala nya mendengar kejujuran dari calon suami nya tersebut.
Dan setelah itu mereka pulang dengan membawa beberapa bungkus nadi goreng untuk mereka bagi.
Tapi sayang nya Azzam memutus kan untuk pulang, tanpa mampir lebih dulu sebab sudah hampir jam sepuluh malam.
Sedang kan mommy nya dan juga daddy nya masih tetap terjaga, bukan karena menunggu kedatangan nya, tapi mereka asyik menonton film India.
Entah lah apa yang menarik perhatian mereka berdua padahal film India nya itu tidak ada romantis romantis nya, hanya memperlihatkan se orang wanita yang sedang menjemur pakaian.
Saat Aleta duduk pun mereka masih tidak menghiraukan nya.
Sampai akhir nya Aleta menegur nya, karena tidak ada pergerakan dari ke dua nya.
" Mom, Dad " panggil Aleta kesal.
Baru lah dua manusia berjenis kelamin perempuan dan laki-laki itu menoleh di mana mereka adalah se pasang suami dan istri, tapi kelakuan nya tak jauh berbeda dengan gadis remaja yang sedang di mabuk cinta.
" Udah pulang sayang? " tanya mommy Alexa.
Aleta hanya mengaguk kan kepala nya tanpa ada niatan untuk membalas.
" Calon suami mu mana? " tanya daddy Alden.
" Sudah pulang Dad, udah malem juga kan, " jawab Aleta.
Dan tiba tiba pandangan mereka beralih pada jaket yang berada di pundak Aleta.
Dan itu sangat menonjol.
Karena sekalipun warna nya tidak mencolok tapi jaket itu memiliki daya tarik tersendiri untuk mereka lihat.
Aleta sedang memejamkan mata nya, ia terlihat sangat lelah tapi di lubuk hati nya ia merasa sangat senang, karena ia bisa menghabiskan waktu berdua an dengan calon suami nya.
__ADS_1
Dan Aleta masih berharap jika ia akan di lamar oleh Azzam secara pribadi, tidak ada kemewahan hanya ada kesederhanaan tapi sangat mengesankan.
Itu lah harapan Aleta.